-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Cerpen Cinta dan Pengorbanan Yang Sirna
Cerpen

Cinta dan Pengorbanan Yang Sirna

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
26 Jun, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Apero Fublic.- Hati-hati dengan syak wasangka, setan bermain di sana. Syakwasangka berarti kebimbangan hati, rasa khawatir, kecurigaan, dan sangkaan. Waktu kecil dulu aku ikut ayah untuk bertandang ke rumah seorang pamanku. Aku gembira sekali, karena aku akan bermain dengan sepupuku, Hafiz yang berumur lima tahun. Tetapi saat sampai di rumah pamanku, ternyata  paman tidak di rumah.

Maka ayah tidak jadi bertandang ke rumah pamanku karena paman tidak di rumah. Hanya ada istri paman dan adik sepupuku yang asih berusia lima tahun. Maka ayah kembali pulang, betapa kesalnya aku waktu itu. Padahal sudah berjalan jauh. Sedangkan adik sepupuku juga gembira sekali aku datang. Bahkan, saat aku dan ayah langsung pulang, adik sepupuku menangis.

Saat aku bertanya, kepada ayah kenapa tidak jadi bertandang, ayah menjawab singkat: “paman mu tidak di rumah, tidak enak.” aku tidak habis pikir, alasan cuma seperti itu, kan hanya bertandang, kenapa tidak enak, apa yang salah, pikirku waktu itu. Waktu berlalu, dan sekarang aku sudah dewasa. Aku tahu sekarang, aku mengerti. Karena ayah mengikuti adat istiadat Melayu, tidak boleh bertandang kerumah saudara laki-laki kalau dia tidak di rumah.

Sebab untuk menghindari fitnah dan syakwasangka. Kenapa orang-orang zaman dahulu selalu berpegang pada adat-istiadat. Di zaman sekarang, kacaunya struktur sosial masyarakat Indonesia  adalah, di saat mereka tidak mengindahkan, dan melupakan adat-istiadat, serta tidak mematuhi ajaran agamanya. Tingkat perceraian semakin tinggi, seakan ikatan keluarga semakin murah.

Hari itu cuaca cerah sekali. Langit menghampar biru, seperti permadani terbentang. Hampir tidak ada awan di langit. Angin berhembus seperti kipas raksasa yang memberikan kesejukan. Dua ekor ciciak berlarian merburu semut di dinding rumah. Seekor kodok kecil hitam berlari dari gangguan seekor anak kucing di samping rumah. Dua anak kadal bersembunyi dibalik rerumputan, mengintip si anak kucing.

Aku mahasiswa yang baru selesai kulia. Aku belum memiliki pekerjaan. Ijazaku belum juga selesai di cetak oleh pihak kampus. Aku tidak tertarik mencari pekerjaan. Memang tekadku adalah menjadi penulis, dan membangun kerajaan bisnis sendiri. Di perumahan yang baru ini, aku memulai semuanya dengan seadanya.

Bila pagi aku melihat warga kompleks perumahan pergi bekerja, dan di soreh hari mereka pulang. Begitu pun dengan beberapa karyawan perumahan. Ada seorang karyawan tua yang selalu terlihat oleh ku, yang selalu rajin bekerja. Yah, aku tidak begitu memperhatikannya, memandang sepintas lalu saja.

Orang tua yang berumur lima puluhan tahun itu lewat di pagi dan sore di depan rumah. Suatu hari, aku berniat memasang pentilasi rumah. Karena memang pentilasi belum dipasang sama sekali, beberapa orang karyawan kompleks datang untuk mengerjakannya. Karena memang dalam tempo tiga bulan rumah masih tanggung jawab pihak pengembang.

Di hari yang ditentukan, bekerjalah seorang karyawan, dia bernama Fatah. Hari sudah siang, tubuh Fatah basah oleh keringat, istirahat dan aku mengobrol ringan bersama Fatah. Pada saat aku dan Fatah sedang ngobrol, datanglah orang tua yang sering aku lihat. Fatah memanggilnya Pak Bram.

Kedatangannya menjadi hal yang menggembirakan bagi kedua karyawan pengembang karena mereka memang sudah saling mengenal.  Lelucon pun mulai saling beradu dari keduanya, sedangkan aku hanya ikut tertawa-tawa saja. Fatah kembali bekerja, sebab tanggung ada yang harus di selesaikan. Sambil berkerja sambil berbincang-bincang dengan Pak Bram. Aku kembali membaca buku seperti biasa. Tanpa terasa, azan zuhur berkumandang, para pekerja duduk untuk istirahat.

Melihat mereka istirahat, aku pun mendekat, menutup buku yang aku baca-baca. Dalam berbincang itu, aku menawarkan teh panas. Semua setuju dan mengiyakan, sebuah kaleng biskuit khong guan tentunya. Terjadilah perbincangan hangat. Sambil bergurau dan minum teh panas melepas lelah. Kami bercerita layaknya sahabat yang sudah akrab saja.

Saling bercerita di selingi gurauan kami saling bercerita. Fatah bercerita tentang kehidupannya yang sulit dari kecil. Saat dia berumur sepuluh tahun ayah dan ibu berpisah. Sehingga Fatah tidak bersekolah, dan dia tinggal dengan kakeknya. Sampailah kisah Fatah dia menikah dengan istrinya sekarang. Kisah sedih Fatah kemudian di imbangi oleh cerita Pak Bram.

Sekarang, Pak Bram yang mulai bercerita. Kisahnya di mulai. Kisahnya, terjadi sepuluh tahun yang lalu. Mata Pak Bram menerawang jauh. Seakan dia kembali ke masa silam. Sambil bersandar di dinding rumah, dan sebatang rokok dia hisap sesekali disela-sela cerita. Dia menceritakan kehidupan keluarganya yang bahagia. Jauh dari pertengkaran, apalagi yang namanya ribut besar. Dia memiliki lima orang anak, tiga perempuan, dan dua laki-laki.

Pak Bram sangat sayang dengan keluarganya. Dia menghabiskan waktu bekerja untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Karena rasa cinta yang besar, Pak Bram selalu membantu istrinya dalam pekerjaan rumah setelah dia pulang kerja. Seperti mencuci, membersihkan rumah, pekarang rumah, dan mengurus ternak.

Pak Bram juga berkebun, memanen dan membawa hasil kebun, dan berbelanja kebutuhan sehari-hari ke pasar. Istrinya tidak ikut bekerja seperti istri orang-orang di pedesaan lainnya. Tetap di rumah, kesibukannya hanya memasak, paling mengantar dan menjemput anak pulang sekolah dengan sepeda motornya.

Selain uang belanja, Pak Bram juga menyisikan uang khusus untuk istrinya bersolek, dan untuk membeli barang-barang perlengkapan kewanitaan, seperti kalung emas, cincin, tas, pakaian, kosmetik, dan semuanya. Pak Bram lakukan untuk kebahagiaan istrinya dan keluarganya. Hari-hari dia jalani dengan sabar, dan penuh rasa pengorbanan dan tanggung jawab. Pokoknya nafkah lahir batin dia penuhi dengan baik.

Namun, kehidupan rumah tangga pak Bram mulai retak ketika mereka mengangkat seorang pemuda menjadi anak angkat mereka, waktu itu si anak angkat berumur 19 tahun. Pada awalnya semua baik-baik saja. Hubungan keluarga biasa-biasa saja.

Dari hari ke hari hubungan keluarga pak Bram dengan sang anak angkat yang masih bujangan tersebut semakin erat. Si anak angkat bertambah sering bermain ke rumah pak Bram, membantu pekerjaan rumah, dan sebagainya. Karena dianggap anak sendiri dan bagian dari keluarga, si anak angkat makan dan tidur di rumah Pak Bram. Selayaknya seorang anak kandung. Lama kelamaan keadaan berubah.

Dalam pandangan pak Bram, istrinya terlalu baik memperlakukan anak angkat mereka. Perhatian istri Pak Bram kini mulai membuat Pak Bram cemburu. Awalnya rasa cemburu masih dapat dia atasi, dan dia kesampingkan. Hingga waktu berjalan bertahun tahun. Sang anak angkat bertambah sering tinggal di rumah Pak Bram. Biasanya hanya bermain, kini bermalam.

Biasanaya semalam kini seminggu, biasanya seminggu menjadi sebulan, dan akhirnya kadang berbulan-bulan. Entah mengapa istri dan anak angkatnya begitu dekat dalam penilaian Pak Bram. Apa yang terjadi diantara mereka, Pak Bram tidak tahu. Anak-anaknya saat pagi berangkat sekolah, dan pulang di siang hari.

Pak Bram berkerja, pergi pagi dan pulang menjelang sore hari. Tinggal istri dan anak angkatnya berdua di rumah. Kadang dia mencoba menjelaskan perasaannya. Tetapi sang istri selalu beralasan bahwa itu hanya hal yang biasa, prasangka dan dugaan-dugaan karena cemburu. Semua yang dia lakukan bentuk rasa kasih sayangnya pada keluarga.

Istri pak Bram juga selalu membela anak angkat mereka. Istri Pak Bram berkata dia bukan wanita seperti itu. Dia memperlakukan si anak angkat seperti anak kandung. Karena rasa cinta Pak Bram yang besar pada sang istri membuat pak Bram mencoba sabar dan berusaha tetap mempercayai istrinya. Pak Bram di posisi yang sulit sekali.

Hari demi hari berlalu, prasangka Pak Bram semakin menjadi-jadi. Entah apa yang terjadi sebenarnya. Rasa curiga, dan cemburu bertambah pada anak angkatnya. Dari waktu ke waktu, kecurigaan yang terus menjangkit di hatinya. Dia ingin berbicara namun tidak pantas berbicara yang seperti itu. Apa lagi kalau sampai menuduh tidak ada buktinya.

Lagi pula dia sangat sayang dengan istrinya. Namun sekuat apapun Pak Bram bersabar, rasa curiga dan prasangka-prasangka, terus berkembang dan berkembang. Mulai berganti kemarahan-kemarahan. Kemudian menjadi ribut dan cekcok dengan hal-hal yang sepele. Tanpa tau apa sebabnya.

Sekarang mereka tidak harmonis lagi. Pak Bram sering merenung. Dalam hatinya kecilnya mulai berkata-kata, bahwa istrinya tidak suci lagi. Pak Bram, berusaha untuk menghilangkan perasaan itu. Entah mengapa pemikirannya terus terganggu.

Pertengkaran terus terjadi antara pak Bram dengan istrinya. Mereka semakin renggang dan renggang. Entah bagaimana lagi, untuk mereka tetap baik dan bersatu. Satu hal yang sulit untuk di kembalikan, rasa percaya dengan kesetiaan sang istri. Pak Bram menjadi mudah emosi dan marah-marah. Karena sebab itu akhirnya sang anak angkat pergi, dan tidak lagi datang ke rumah.

Namun rasa cemburu dan rasa tidak percaya dengan sang istri sudah menjadi penyakit hatinya. Pak Bram mulai merasa istrinya menghianatinya. Pak Bram mulai meragukan kesucian istrinya. Istrinya sudah berbuat sesuatu dengan anak angkatnya. Yang  telah menusuknya dari belakang. Pak Bram merasa istrinya tidak menghargai perjuangannya, semua hal yang dia lakukan selama ini dalam keluarganya sia-sia. Pak Bram merasa sakit hati dan prasangka itu terus menghujam dalam. Pertengkaran dan pertengkaranlah yang terjadi.

Rumah itu bagai neraka kini. Anak-anak Pak Bram takut dan menangis. Ya, apakah seorang suami akan memaafkan istrinya yang selingkuh, tentu tidak. Pak Bram merasa harga dirinya sudah diinjak-injak. Tetapi apa benar istrinya telah menghianatinya. Pak Bram belum memiliki bukti, tetapi dia dapat menilainya kata hatinya. Dalam penilaiannya istrinya menyembunyikan sesuatu, entah apa.

Suatu hari, istri Pak Bram menghilang selama lima hari dari rumah, entah kemana. Pak Bram menuduh bahwa istrinya bersama anak angkatnya. Istrinya beralasan dia di tempat keluarganya untuk menghindari pertengkaran mereka yang berlarut-larut. Hingga akhirnya mereka ribut besar dan pak Bram pergi dari rumah.

Pak Bram pulang ke rumah orang tuanya yang sudah diwariskan kepada kakak sulung nya. Di sana dia mencoba menenangkan diri. Sehingga menurut saran sang kakak agar dia tinggal untuk beberapa waktu di rumahnya. Sedangkan istrinya tetap di rumah mereka.

Sementara sang anak angkat tidak boleh berhubungan lagi dengan keluarga mereka, dan tidak ada lagi ikatan anak angkat. Selama tiga bulan berlalu, mereka di minta oleh sang kakak untuk berpikir jernih dan merasakan apa yang mereka rasakan. Apa mereka ingin bersama kembali atau mereka akan berpisah.

Pak Bram merasa di selingkuhi, dia merasa sang istri menghianatinya. Sakit bukan main di dalam hatinya, pikirnya. Mengingat pengorbanan dan perjuangannya, betapa pilu hati Pak Bram. Pak Bram yakin bahwa istrinya telah berzina dan berselingkuh. Karena perasaan dan pemikiran itu yang terus mengganggu, hampir selama lima bulan pak Bram sakit. Pak Bram terbaring sakit, sampai tubuhnya tinggal berbalut kulit dengan tulang.

Pak Bram mencoba kuat dan kuat. Hingga akhirnya pada bulan ketujuh dia sudah sembuh dan mulai beraktifitas. Kemudian urusan rumah tangganya diteruskan, selesai. Sang kakak meminta agar dia kembali dengan istrinya, begitu pun sang istri diminta untuk kembali ke adiknya. Tetapi istri pak Bram tetap memilih berpisah. Tiga kali utusan dari pihak pak Bram menemui istrinya, namun sang istri tetap mau bercerai. Mereka juga berpikir bahwa mereka tidak akan cocok lagi, maka perpisahanlah yang terjadi.

Setelah perpisahan terjadi, Pak Bram tidak meminta berbagi harta gono-gini. Rumah beserta isinya dia serahkan pada mantan istri dan diwariskan ke anaknya. Kemudian Pak Bram pergi ke Kota Seribu Bulan Sabit, yaitu Kota Palembang, dia merantau sebatang kara. Dia tidak membawa apa-apa, kecuali satu buntalan pakain dia gendong.

Dengan berjalan kaki, kadang menumpang mobil truk, dia akhirnya sampai di Kota Palembang. Di Kota Palembang dia memulai kehidupan baru. Sampai sekarang Pak Bram belum menikah lagi. Tinggal seorang diri di sebuah rumah sederhana yang sudah miliknya. Sementara sang istri sudah menikah dengan orang lain. Pak Bram memilih sendiri karena merasa tidak percaya lagi dengan wanita.

Kesedihan hidupnya dia pendam sendiri, dan dia serahkan pada tuhan yang maha esa. Beberapa butir air mata mengalir di pipih keriput pak Bram. Pak Bram bilang, jangan pernah membohongi orang yang menyayangi mu, karena hatinya dapat merasakan apa yang kamu sembunyikan, juga dapat melihat yang tidak kamu lihat di dalam dirimu.

Hikmanya.
Apabila anda seorang istri usahakan jangan terlalu dekat dengan siapa pun, kecuali saudara kandung dan ayah kandung. Apabila memiliki ipar lelaki agar jangan terlalu dekat. Pakailah hijab, dan selalu berpakaian tertutup. Jangan mengumbar kebaikan kepada lelaki  berlebihan walaupun anda tidak ada niat apa-apa.

Intinya bagaimana cara agar tidak menimbulkan syak wasangka negatif dari suami anda. Apabila anda seorang adik, kakak, paman, keponakan, apabila serumah dengan keluarga anda yang memiliki istri agar menjaga tingkah-laku. Jangan terlalu dekat, berusahalah untuk tidak membuat curiga saudara anda.

Apabila anda kebetulan berdua di rumah dengan istri saudara anda, maka carilah alasan untuk pergi sementara menunggu suaminya pulang, atau keluarga lain yang pulang. Apabila anda seorang ayah, ibu, atau saudaranya, jangan menitipkan anak lelaki anda di rumah saudaranya yang beristri terlalu lama karena alasan pendidikan, sedangkan anda tahu kalau anak atau saudara mu jarang di rumah karena urusan pekerjaan.

Tinggal serumah yang dimaksudkan di sini adalah ketika satu rumah itu tidak banyak orang, hanya terdiri dari, anda, saudara anda, dan istrinya, beberapa anak kecil. Begitu pun dengan pekerjaan saudara anda yang mungkin bekerja seharian. Sehingga di rumah, lebih sering anda berdua dengan istri saudara anda.

Tetapi lebih baik,  anda pindah dan mengontrak dari pada membuat syak wasangka dari saudara anda. Jangan hanya memikirkan hemat uang kontrakan, alasan saudara, karena anda masih kuliah, anda tetap serumah dengan orang yang berkeluarga dengan keadaan seperti itu. Seks itu tidak ada yang dapat mengikatnya, kecuali saudara kandung, itupun masih sering terjadi pemerkosa adik dan pemerkosa anak.

Seorang saudara laki-laki anda akan serba salah, apabila dihadapkan dengan hal seperti ini. Antara adik dan istrinya. Di sisi lain saudaranya, di sisi lain istrinya dan pemikirannya. Maka dia sulit berbuat, kecuali lebih sering marah-marah didorong perasaan syak wasangka. Karena ingatlah apabila rasa tidak percaya itu tertanam, maka perpisahanlah yang terjadi.

Ambilah hikmanya, jangan menyusakan saudara anda sendiri. Dengan alasan bersaudara, tentu anda tidak mau menusuk saudara anda dari belakang. Sebelum itu terjadi, lebih baik anda berpikir dua kali. Itulah mengapa adat-istiadat harus anda pakai, dan ajaran agama harus anda ketahui. Kenapa disebut Pak Bram yang sabar, karena pak Bram tidak melakukan pembunuhan. Biasanya seorang lelaki akan membunuh lelaki yang mengganggu keluarganya.

Oleh: Joni Apero
Palembang, Rabu 1 Agustus 2018.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional,  quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: joni_apero@yahoo.com. idline: Apero Fublic. whatsApp: 081367739872. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic
Via Cerpen
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Thursday, October 01, 2026
Antrean BBM di Jember: Masalah yang Tak Cukup Dijawab Dengan Janji

Antrean BBM di Jember: Masalah yang Tak Cukup Dijawab Dengan Janji

Saturday, October 17, 2026
Pagelaran “SOTYA: Chapter Shinta Ilang”, Memadukan Keindahan Tarian dan Pelestarian Budaya

Pagelaran “SOTYA: Chapter Shinta Ilang”, Memadukan Keindahan Tarian dan Pelestarian Budaya

Friday, October 16, 2026
Transformasi Digital SDM di Toko Kopi Tuku: Strategi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan di Tengah Ekspansi Bisnis F&B

Transformasi Digital SDM di Toko Kopi Tuku: Strategi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan di Tengah Ekspansi Bisnis F&B

Saturday, October 17, 2026
Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”

Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”

Monday, February 16, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Siap Wujudkan Pernikahan Impian? Caraka Event Organizer Hadir di Traditional Wedding Expo 2026 Dengan Promo Spesial Hingga Belasan Juta Rupiah!

PT. Media Apero Fublic- Thursday, October 22, 2026 0
Siap Wujudkan Pernikahan Impian? Caraka Event Organizer Hadir di Traditional Wedding Expo 2026 Dengan Promo Spesial Hingga Belasan Juta Rupiah!
APERO FUBLIC   I  SEMARANG.-   Kabar gembira bagi calon pengantin yang sedang mempersiapkan hari bahagia! Caraka Event Organizer akan hadir dalam g…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20262208
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Balikpapan Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Berita Nasionalis Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola Bolaang Mongondow BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Cirebon Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Kolaka Timur Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makalah Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Mesir Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surakarta Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat
    APERO FUBLIC  I  Kebakaran hutan dan lahan (Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Kebakaran hutan dan lahan (kar...
  • Antrean BBM di Jember: Masalah yang Tak Cukup Dijawab Dengan Janji
    APERO FUBLIC  I   Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali me...
  • Pagelaran “SOTYA: Chapter Shinta Ilang”, Memadukan Keindahan Tarian dan Pelestarian Budaya
    APERO FUBLIC   I  MALANG.--  Pagelaran seni bertajuk SOTYA: Chapter Shita Ilang diselenggarakan di Taman Krida Budaya, Malang, ...
  • Transformasi Digital SDM di Toko Kopi Tuku: Strategi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan di Tengah Ekspansi Bisnis F&B
    Gambar:  Ilustrasi modul pelatihan digital dan pertumbuhan tim barista. Sumber: ilustrasi orisinal untuk artikel ini (dibuat dengan bantuan ...
  • Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”
    Dok. Penulis Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha “Tentang mental health dan proses menerima diri” APERO FUBLIC    I  SASTRA KITA .-  Aku pern...
  • WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?
    APERO FUBLIC  I  Ada satu angka yang cukup menjelaskan arah politik Indonesia hari ini: dari delapan partai politik yang lolos ...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia
    Vani Satya Puspita Anggraeni APERO FUBLIC  I  Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi ke...
  • Hidup Harus Tetap Berjalan Meskipun Kamu Sendirian
    ILUSTRASI: Oleh Penulis “ Hidup Harus Tetap Berjalan Meskipun Kamu Sendirian ” APERO FUBLIC   I  SASTRA KITA .-  Malam ditemanin cahaya kehi...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Thursday, October 03, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Monday, February 16, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Tuesday, October 08, 2024

Popular Post

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Thursday, October 01, 2026
Antrean BBM di Jember: Masalah yang Tak Cukup Dijawab Dengan Janji

Antrean BBM di Jember: Masalah yang Tak Cukup Dijawab Dengan Janji

Saturday, October 17, 2026
Pagelaran “SOTYA: Chapter Shinta Ilang”, Memadukan Keindahan Tarian dan Pelestarian Budaya

Pagelaran “SOTYA: Chapter Shinta Ilang”, Memadukan Keindahan Tarian dan Pelestarian Budaya

Friday, October 16, 2026
Transformasi Digital SDM di Toko Kopi Tuku: Strategi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan di Tengah Ekspansi Bisnis F&B

Transformasi Digital SDM di Toko Kopi Tuku: Strategi Pelatihan dan Pengembangan Karyawan di Tengah Ekspansi Bisnis F&B

Saturday, October 17, 2026
Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”

Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”

Monday, February 16, 2026
WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

Saturday, September 26, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Thursday, October 01, 2026
Hidup Harus Tetap Berjalan Meskipun Kamu Sendirian

Hidup Harus Tetap Berjalan Meskipun Kamu Sendirian

Monday, February 16, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 74 Berita 1968 Berita Daerah 1841 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1253 Brand 117 Budaya Daerah 44 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 70 Cerita Rakyat 12 Cerpen 34 Dongeng 67 Ekonomi 132 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 9 Flora 67 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 27 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1443 Kesehatan 56 Kisah Legenda 10 Kuliner 35 Mitos 15 Opini 856 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 62 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 8 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 224 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 56 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us