Jambi
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Mahasiswa Kehutanan UNJA Gelar Sosialisasi Konservasi di Sekolah: Kenalkan Karakteristik, Manfaat dan Peran Mahoni Dalam Kehutanan
APERO FUBLIC I JAMBI.- Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai sejak usia dini. Berangkat dari semangat tersebut, sekelompok mahasiswa dari Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi (UNJA) menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertaju "Karakteristik, Manfaat, dan Peran Mahoni dalam Kehutanan" di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Project Based Learning (PJBL) untuk mata kuliah Konservasi Sumber Daya Hutan. Tim sosialisasi ini tergabung dalam Kelompok 3 dari Kelas R-001, yang beranggotakan tiga mahasiswa, yakni Azril Rahmat Saputra, Ezra Juniarti, dan Ramadhana Handiny.
Melalui kegiatan turun langsung ke sekolah ini, para mahasiswa UNJA berharap dapat menjembatani teori akademik di bangku kuliah dengan aksi nyata di masyarakat, khususnya dalam mengedukasi pelajar mengenai pentingnya pepohonan bagi ekosistem.
Mengenal Lebih Dekat Pohon Mahoni
Dalam paparannya, Kelompok 3 menjelaskan bahwa Mahoni (famili Meliaceae) bukanlah tanaman asli Nusantara. Pohon ini sebenarnya berasal dari wilayah tropis Amerika Selatan dan Tengah, seperti Venezuela, Kolombia, Brasil, hingga Peru. Namun, jenis Swietenia macrophylla dan Swietenia mahagoni kini telah lama dikembangkan di daerah tropis, termasuk Indonesia.
Siswa diajak memahami alasan mengapa pohon Mahoni banyak dijumpai di lingkungan sekitar, mulai dari pekarangan, pinggir jalan, hingga area sekolah. Mahoni dipilih bukan tanpa alasan; pohon ini memiliki nilai ekonomi tinggi, kemampuan meningkatkan kualitas lingkungan, serta manfaat besar bagi ekosistem dan hutan.
Dari segi karakteristik, pohon Mahoni adalah raksasa hijau yang dapat tumbuh menjulang hingga 35-60 meter dengan batang lurus. Batangnya berwarna cokelat keabu-abuan dengan kulit yang akan menjadi kasar dan pecah-pecah seiring bertambahnya usia pohon.
Selain itu, Mahoni memiliki daun majemuk menyirip berwarna hijau tua, bunga kecil berwarna putih kehijauan, serta sistem akar tunggang yang sangat kuat, membuatnya tangguh menahan terpaan angin tropis.
Keunikan lainnya ada pada buahnya yang berbentuk kapsul keras menyerupai telur. Saat matang, buah ini akan pecah dan melepaskan biji-biji bersayap yang unik karena dapat terbang terbawa angin.
Manfaat Multidimensi: Dari Mebel hingga Obat Tradisional
Tidak hanya sekadar peneduh, Kelompok 3 juga menguraikan tiga pilar utama manfaat pohon Mahoni: manfaat ekonomi, lingkungan, dan kesehatan.
Di sektor ekonomi, kayu Mahoni dikenal sebagai kayu keras berkualitas premium. Teksturnya yang halus dan kuat menjadikannya primadona untuk bahan mebel, kusen, panel kayu, kerajinan tangan, bahkan hingga instrumen musik akustik seperti gitar dan piano karena resonansinya yang sangat baik.
Industri kayu Mahoni ini juga diklaim mampu membuka lapangan pekerjaan dan menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Bagi lingkungan, Mahoni adalah "pahlawan" penyerap polusi. Daun-daunnya efektif menyerap karbon dioksida ($CO_2$) dan menyumbang oksigen segar. Akar tunggangnya yang mencengkeram tanah dengan kuat sangat ampuh dalam mencegah erosi, mengurangi limpasan air, dan menahan pengikisan tanah.
Lebih mengejutkan lagi bagi para siswa, biji Mahoni ternyata menyimpan khasiat pengobatan tradisional. Biji mahoni dipercaya memiliki kandungan antioksidan, mampu membantu menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah, serta mengurangi peradangan.
Peran Vital Mahoni dalam Sektor Kehutanan
Sebagai mahasiswa kehutanan, Azril, Ezra, dan Ramadhana juga menekankan peran krusial pohon ini dalam ekosistem makro. Dalam dunia kehutanan, Mahoni sering dijadikan ujung tombak dalam program reboisasi dan rehabilitasi lahan kritis. Daya adaptasinya yang tinggi membuat pohon ini mampu bertahan dan memperbaiki struktur tanah di lahan yang sudah rusak.
Lebih jauh, keberadaan tajuk Mahoni yang rindang memberikan naungan bagi satwa, menjadikannya habitat yang nyaman bagi berbagai jenis burung, serangga, dan mikroorganisme tanah.
Proses carbon sequestration (penyerapan karbon) yang dilakukan Mahoni juga menjadikannya aset berharga dalam memerangi dampak perubahan iklim global.
Antusiasme Siswa Melalui Sesi Interaktif
Sosialisasi ini tidak berjalan satu arah. Untuk menguji pemahaman dan meningkatkan kreativitas, Kelompok 3 menggelar kompetisi kecil di akhir sesi. Para siswa ditantang untuk menggambar buah dan daun dari pohon Mahoni serapi dan sebagus mungkin berdasarkan referensi yang diberikan.
Sesi ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pelajar. Siswa dengan hasil gambar terbaik bahkan mendapatkan hadiah istimewa dari mahasiswa UNJA. Metode pembelajaran interaktif ini terbukti efektif agar materi konservasi tidak hanya dihafal, tetapi juga membekas di ingatan siswa.
Kegiatan sosialisasi pun ditutup dengan penyerahan dokumen kelengkapan acara sebagai bukti resmi terselenggaranya kegiatan, yang sebelumnya telah didokumentasikan menggunakan aplikasi CamScanner, serta diakhiri dengan sesi foto bersama antara Kelompok 3 dan pihak sekolah.
Melalui langkah kecil di ruang kelas ini, Kelompok 3 berharap kesadaran generasi muda akan pentingnya menanam pohon dan menjaga kelestarian hutan—salah satunya melalui pengenalan potensi Mahoni—dapat terus tumbuh subur, layaknya biji Mahoni yang terbang membawa harapan.
PENULIS: Azril Rahmat Saputra, Ramadhana, Handiny, dan Ezra Juniarti.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Jambi

Post a Comment