Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

12/04/2021

PUISI: Nangkul

APERO FUBLIC.- Puisi berikut sangat erat dengan geografis dan sosial budaya masyarakat Melayu di Musi Banyuasin. Dalam puisi selain menyelipkan pesan juga menceritakan sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Jelas sekali kalau penyair terinspirasi dari lingkungan sekitarnya.

Nangkul

1
Berdiri tenang di batang sungai musi.
Himpit di paha pangkal buluh panjang.
Masukan joran tangkul dibentangkan.
Jatuhkan pelan ke alir air pasang.
Tuan puan ini bukan sembarang jeratan.
Ini jeratan ikan mudik di tepian.
 
2
Berenang anak jangan lepas pandang.
Kelokan sirip anak lawan arus kencang.
Hati hati anak perangkap datang.
Berjuang sayang jangan hilang juang.
Demi air mata yang menunggu.
Menunggu peluk ibu kepadamu.


3
Hati hati sayang doa ibu menyertai.
Di lubuk kayuara ibu setia menanti.
Ini langit kita bersama.
Ini sungai kita semua.
Sembunyi sayang susur bawah batang.
Berkelok diri bila perangkap datang.
Sedikit lagi sayang kelam membayang.
Dan mereka kelak akan pulang.
Berenanglah sampai lewat terang.
Menghilanglah dalam gelap malam.
Bersama ayah, ibu harap engkau datang.
Tenang sayang, ibu rela menjadi bintang.
Penuntun matamu untuk pulang.


4
Ayo ibu untal lagi tangkulnya.
Lama nian tak makan pempek,
dan tekwan.
Ayo ibu lempar jaring tangkulnya.
Lama tak bersua pais jeruk.
dan ikan panggang bungkus.
Ayo ibu lempar lagi.
Lempar lagi ibu.
Ini hanya setahun sekali.


5
Tuhan tersenyum,
di Arsinya.

Oleh: Herdoni Syafriansah.
Kayuara, Januari 2018
Editor. Totong Mahipal. Catatan: Buat sahabat semua kirimkan karya tulis kamu ke Apero Fublic. Ingat, jangan copy paste atau plagiat. Saya juga mengucapkan terimakasih atas publikasi puisi saya. Jaya selalu Apero Fublic.

Sy. Apero Fublic

PUISI: DI HATIMU

APERO FUBLIC.- Kembali publikasi puisi karya dari penyair asli Musi Banyuasin. Puisi berikut sangat penuh makna karena menggunakan kata-kata perumpamaan yang melankolis. Namun akan menghibur dan memancing imejinasi dari para pembaca. Silakan nikmati dan temukan imejinasi saat membacanya.

DI HATIMU
 
Di hatimu
Di desa
Pada pagi hari
Matahari tumbuh berseri
 
Di hatimu
Di sungai
Pada pagi hari
Ikan tumbuh mencukupi
 
Di hatimu
Di sawah
Pada pagi hari
Padi tumbuh melebihi
 
Olala Olala
Ke rawang, bebugal, bekarang, menyalai
 
Di hatimu
Di desa
Pada pagi hari
Buah tumbuh melimpahi
 
Di hatimu
Di hutan
Pada pagi hari
Pohon tumbuh merindangi
 
Di hatimu
Di rumah
Pada pagi hari
Tawa canda memenuhi
 
Olala Olala
Ke talang, beketek, besindo, bekereto
 
Di hatimu
Di jalan
Pada pagi hari
Kesegaran tumbuh menumpahi
 
Di hatimu
Di hidupmu
Pada setiap hari
Hari raya bersemi
 
Di hatimu
Di hidupmu
Pada setiap hari
Tuhan telah mencintai

Oleh. Herdoni Syafriansah.
Editor. Rama Saputra.
Kayuara, 18 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic