Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

11/08/2021

Festival Bongen Momentum Promosi Pariwisata di Musi Banyuasin.

PLT Bupati Beni Hernedi: Ini Kelebihan Muba yang Tak Dimiliki Daerah Lain.

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP secara resmi membuka Bongen Fest' 2021 “Art and Culture, Jazz In The Sky Performance, di tempat wisata Kampung Selarai Indah Sekayu, Minggu (7/11/2021).

Festival Bongen merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang seyogyanya diselenggarakan di Water Front Sekayu disaat musim kemarau tiba dengan ditandai munculnya bongen (pasir) di dasar Sungai Musi. Namun karena kondisi cuaca dan debit air Sungai Musi yang meningkat festival itu diselenggarakan di Kampung Selarai Indah.

Menurut Plt Bupati Muba Beni Hernedi, fenomena pantai bongen, yang menjadi tempat wisata tahunan masyarakat di Bumi Serasan Sekate adalah sebuah keunikan tersendiri, yang merupakan potensi wisata yang harus dipromosikan.

"Ini luar biasa, kelebihan Muba yang tidak dimiliki daerah lain, untuk itu Bongen ini kita jadikan semangat dan merek Muba untuk memperkenalkan mempromosikan wisata," ujarnya.

Lanjutnya, festival itu juga merupakan bentuk keinginan Pemkab Muba dalam menambah daya saing daerah, selain dari sisi sumber daya alam yang ada.

"Kita perlu tambahkan daya saing, yaitu dengan pariwisata. Pariwisata itu tidak perlu meniru tempat lain, memang perlu kesadaran untuk terus memperkenalkan potensi agar wisatawan tertarik datang ke daerah kita," kata Beni.

Disisi lain, Beni bersyukur Kabupaten Muba sudah memasuki zona hijau Covid-19, sehingga kegiatan-kegiatan seperti Festival Bongen bisa diselenggarakan.

"Namun zona hijau jangan diartikan kita bebas sehingga kita berkumpul dengan menciptakan kerumunan tanpa mematuhi protokol kesehatan. Kami juga menghimbau bahwa kita harus terus mempercepat vaksinasi selain melakukan pemulihan ekonomi untuk mengejar ketertinggalan akibat Pandemi Covid-19," tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba Muhammad Fariz SSTP MM menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan, untuk melakukan pengembangan potensi sumber daya manusia yang ada di Muba, mengingat hampir di dua tahun belakangan ini, penggiat seni budaya mengalami kevakuman akibat Pandemi Covid-19.

"Untuk itu, pada kesempatan ini kita laksanakan di tempat begitu asri di Kampung Selarai Indah Sekayu, dan seluruh agenda berkonsep go green," tutur Fariz.

Dikatakannya, untuk pengisi acara festival tersebut berasal dari penggiat budaya lokal, dan tim kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba diantaranya Drama Komedian Sekayu Lucu, Music Jazz, dan penampilan band lokal, hingga tarian tradisional Muba.

"Semoga terhibur dengan apa yang yang kita tampilkan, karena sudah lama sekali event seperti ini tidak kita laksanakan," pungkasnya.

Dalam acara yang turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK Muba Susi Imelda Beni Hernedi, Anggota DPRD Muba Irwin Zulyani, dan para kepala Perangkat Daerah tersebut, dilakukan pula launching Aplikasi Jelajah Muba. (HS).

Editor. Melly.
Tatafoto. Rama Saputra.
Palembang, 8 November 2021.

Sy. Apero Fublic

11/07/2021

KULIAH BUKAN JAMINAN MENUJU SUKSES.

APERO FUBLIC.- Berangkat dari keresahan penulis pribadi, disini saya berpendapat bahwa “kuliah tidak menjamin seseorang menjadi sukses, terkhusus saat kuliah pada masa pandemi sekarang ini. Dimana perkuliahan lebih banyak dilakukan di depan layar perangkat elektronik atau daring. Mungkin pesatnya perkembangan teknologi telah membantu memudahkan informasi-komunikasi. Namun mengurangi kreatifitas dan produktivitas mahasiswa. Begitulah teknologi sekarang yang sangat canggih membuat manusia dapat berbicara tanpa tatap muka.

Mungkin teknologi demikian hal yang baik. Akan tetapi tidak sedikit dampak buruk akibat perkembangan berbagai teknologi. Dalam dunia pendidikan misalnya, membuat manusia menjadi malas menulis. Sekarang, banyak mahasiswa atau mungkin sarjana yang tulisan tangannya cenderung tidak bagus. Bahkan untuk mengetik dengan alat elektronik sekalipun terkadang mahasiswa juga merasa malas.

Di sini tampak sekali kalau mahasiswa telah kehilangan kreativitas dan produktivitas dalam hal menulis. Baik menulis kebutuhan tugas ataupun menulis dalam bidang profesional. Bahkan saat membuat tugas, mahasiswa sekarang lebih sering menggunakan fitur copy & paste yang disediakan di gawai daripada mengetik. Hal demikian jauh berbeda dengan zaman saat mayoritas orang menggunakan mesin ketik.

Nyatanya malas itu merupakan sifat buruk yang sulit dilepaskan dari pribadi manusia terkhusus mahasaiswa. Akan tetapi pada masa sekarang ini mahasiswa dituntut untuk lebih banyak mencari dan pengembangan intelektual sendiri. Pada kenyataannya memang sistem perkuliahan mengharuskan mahasiswa lebih banyak membuka search engine bukan hanya mendengarkan apa yang diajarkan oleh dosen. Nyatanya juga dosen lebih banyak memberikan tugas daripada menjelaskan bahan ajar pada mata kuliah tersebut.

Pada kenyatanya seseorang itu hanya akan mencari dengan alasan butuh atau tertarik. Manusia cenderung malas untuk mencari apa yang menurutnya tidak menarik, atau sesuatu yang tidak dia butuhkan. Padahal tidak sedikit mahasiswa yang kuliah pada jurusan yang tidak dia inginkan. Hal itu tentunya akan membuat mahasiswa itu menjalani perkuliahan dengan setengah hati. Bahkan beberapa mahasiswa mungkin merasa senang apabila kuliah diliburkan.

Jika dilihat dari sisi kerugian, jelas mahasiswa tersebut banyak mengalami kerugian, baik dalam segi biaya, tenaga, waktu (umur). Jelas suatu kerugian jika sudah mengeluarkan biaya untuk kuliah akan tetapi ilmu yang dia dapat tidak sesuai dengan uang, tenaga dan waktu yang dia berikan. Bahkan terkadang saat dia masuk ke dunia kerja, gaji yang dia peroleh bahkan lebih kecil dari uang yang dia keluarkan untuk kuliah.

Disaat teman-teman sebayanya yang tidak kuliah telah berkecukupan dari segi materil, atau bahkan telah berumah tangga, sarjana sendiri masih baru merasakan apa yang dinamakan gaji honor atau gaji kecil. Bukankah hal tersebut terlihat tertinggal dengan teman-teman yang tidak kuliah?.

Jelas kuliah tidak menjamin seseorang menjadi sukses, akan tetapi kuliah sendiri bertujuan memperbesar peluang seseorang untuk menuju kesuksesan, adapun hal positif dari banyaknya tugas yang diberikan dosen adalah agar mahasiswa terbiasa mengatur waktu dengan baik, menjadikan mahasiswa terlatih untuk bekerja keras, serta membiasakan mahasiswa untuk bekerja dibawah tekanan.

Tentunya hal tersebut tidak didapatkan di bangku sekolah menengah, bukankah hasil tidak akan menhianati usaha? Kuliah atau tidak, silahkan tentukan pilahanmu.

Oleh: Aprilian Chairunesa.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 7 November 2021.
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Prodi Ilmu Perpustakaan. Email: chairunesa@gmail.com

Sy. Apero Fublic