Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

10/16/2021

PERAN PERPUSTAKAAN DI MASA PANDEMI

APERO FUBLIC.- Peran Perpustakaan di era pandemi tidak berubah. Perpustakaan tetap berperan untuk menciptakan masyakat yang literate, hanya bentuk penyampaian dan medianya yang berubah. Peran perpustakaan dapat dipandang dari dua sisi, yaitu:

1.Peran di back office terkait dengan keberadaan pustakawan dan staff pengelola perpustakaan.

2.Peran di front office terkait dengan masyarakat yang menjadi audiens dari perpustakaan.

Kegiatan di perpustakaan di masa pandemi tidak dapat dilakukan seperti pada umumnya (normal terdahulu). Meskipun saat ini new normal telah diterapkan namun apa yang akan diterapkan tentunya akan disesuaikan dengan kaidah-kaidah normal baru. Kaidah new normal seperti, mengenakan masker, wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, penyemprotan desinfektan rutin, jaga jarak minimal 1 meter sehingga kapasitas ruangan di perpustakaan akan lebih terbatas dan juga pembatasan kunjungan setiap harinya.

Pustakawan dan staff pengelola perpustakaan pada masa pandemi benar-benar dipaksa untuk berubah, pustakawan harus menyesuaikan dengan kondisi dimana tidak dapat melayani secara langsung atau tatap muka seperti yang dilakukan sebelum masa pandemi.

Saat ini pustakawan berusaha untuk mentransformasikan pelayanan yang sebelumnya dilakukan secara langsung menjadi pelayanan daring seperti dongeng, seminar, workshop, pengembangan aplikasi, akreditasi perpustakaan, kepenulisan dan kegiatan lain, sehingga peran perpustakaan di front office yaitu peran untuk menciptakan masyarakat yang literate tetap dapat dirasakan.

Transformasi pelayanan offline menjadi pelayanan daring ini dilakukan karena sebagai pustakawan dan staff pengelola perpustakaan tetap harus mengembangkan diri demi menciptakan pelayanan terbaik untuk masyarakat walaupun masih terdapat banyak kekurangan. Pengembangan diri ini terkait dengan peran perpustakaan di back office yang terkait dengan pustakawan dan staff pengelola perpustakaan.

Oleh: Susmayati.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 16 Agustus 2021.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

10/12/2021

PILKADES Desa Sungai Pasir.

APERO FUBLIC.- OKI. Pesta Demokrasi di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan berjalan dengan lancar dan aman terkendali. Pemilihan kepala desa berlangsung pada hari Selasa, 12 Oktober 2021.

Pemilihan kepala desa diikuti tiga pasang calon kepala desa. Nomor urut pertama bernama Kurnia Ilahi (Dokok). Nomor Urut Dua bernama Deli Alapa (Pelet). Nomor Urut tiga bernama Erik Sandes (Erik). Dalam pelaksaan pemilihan tertib dan lancar. Penduduk yang memberikan suara di setiap TPS datang dengan teratur. Sehingga kegiatan berjalan dengan sangat baik.

Setelah pemilihan selesai, panitia pelaksana PILKADES mulai melaksanakan hitung suara. Untuk suara terbanyak diperoleh oleh calon kepala desa dengan nomor urut tiga, Erik Sandes berjumlah 1199 suara sah. Calon kepala desa nomor urut dua Deli Alapa memperoleh suara 817 suara sah. Sedangkan calon kepala desa nomor urut pertama Kurnia Ilahi mendapat suara 591 suara sah.

Sehingga dalam pemilihan kepala Desa Sungai Pasir dimenangkan oleh Erik Sandes. Hal-hal tersebut ditetapkan oleh panitia PILKADES berdasarkan perhitungan suara terbanyak. Semoga calon terpilih menjadi pemimpin yang amanah. Sehingga Desa Sungai Pasir menjadi semakin maju.

Oleh. Pais Paliadi, S.Pd.
Editor. Joni Apero.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sungai Pasir, 12 Oktober 2021.

Sy. Apero Fublic

Pendekar Tapak Suci Asal Muba Raih Emas PON Papua

APERO FUBLIC.- SENTANI. Putri daerah asli Muba, Fransika Sandra Dewi atlet pencak silat dari perguruan Tapak Suci Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2021 Papua.

Atlet binaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Musi Banyuasin dan juga atlet PPLPD Muba ini menjadi yang terbaik di kelas tanding F 70-75 kg putri. Pada partai final di venue silat GOR Toware, Sentani, Papua, Selasa (12/10/2021) siang atlet asal Kota Sekayu, Kabupaten Muba ini mampu tundukkan Siti Nur dari Kalimantan Timur.

Ini merupakan medali emas perdana cabang olahraga pencak silat Sumsel. Mendali emas ini juga cukup mengejutkan karena pertama kali Fransiska ikut PON. Tak hanya Fransiska, atlet Muba juga menyabet dua medali perunggu yaitu Alvin Masaiz untuk kelas E Putra dan Nia Larasati untuk kelas E Putri.

Fransiska mengaku bersyukur bisa mempersembahkan medali emas untuk kontingen Sumsel. "Alhamdulillah syukur, saya bisa meraih medali emas," kata Fransiska.

Dia juga mengungkapkan terima kasih pada Bupati Musi Banyuasin dan juga Kadispopar Muba yang sangat support. "Saya ucapkan terimakasih banyak pada bapak Bupati Muba dan Kadispopar Muba dan juga Bank Sumsel Babel yang selama ini mendukung karier saya," kata Fransiska.

Terkhusus rasa terima kasih juga diutarakan Fransiska pada pelatih pencak silat Sumsel Abas Akbar. "Terima kasih juga pada coach Abas Akbar orang tua kita di sini. Ya, dia terus memotivasi saya yang berjuang di Papua tanpa didampingi orang tua saya," terang dia.

Fransiska menyebut kunci sukses keberhasilan meraih medali emas adalah selalu tampil all out dalam setiap pertandingan. "Selalu berdoa sebelum laga dan fight dalam laga. Tak boleh anggap remeh lawan dan juga tidak boleh keder, harus tampil maksimal," tukas dia.

Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengucapkan selamat kepada Fransiska atas medali emas dan juga kepada Alvin dan Nia atas capaian yang diperoleh. "Selamat telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional," ungkap Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini.

Sementara itu Pelatih Pencak Silat Abas Akbar juga mengaku bersyukur atas capaian cabor pencak silat di PON Papua. Dimana pencak silat Sumsel sukses mempertahankan 1 medali emas dan 3 medali perunggu, dimana 3 atlet peraih medali adalah dari Musi Banyuasin.

"Alhamdulillah kita bisa mempersembahkan medali emas hari ini. Ini semua untuk masyarakat Sumsel," kata Abas Akbar pesilat yang sukses juara dunia 1996 ini. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 12 Oktober 2021.

Sy. Apero Fublic

10/10/2021

FAMS Sumatera Selatan dan Ajak Kenalkan Potensi Wisata Dengan Medsos.

APERO FUBLIC.- PALEMBANG. Muchendi Mahzareki menyambut baik serta mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh anak-anak muda Sumatera Selatan yang tergabung dalam FAMS (Forum Admin Media Sosial) Sumsel. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan H Muchendi Mahzareki saat ditemui anggota FAMS Sumsel. Sabtu, (9/10) malam.

"Sekarang ini anak muda sangat mendominasi penggunaan media sosial, apalagi berita nasional dapat langsung kita terima dari akun-akun publik yang memposting dan diterima oleh masyarakat langsung," ujar mantan Ketua DPD KNPI Kota Palembang. Lebih lanjut H Munchendi Mahzareki mengatakan para admin harus tetap patuhi UU ITE dan berikan masyarakat edukasi.

"Apalagi masyarakat perlu di edukasi dalam bermedsos mengenai komentar-komentarnya, hoax-nya dan tidak bisa dipungkiri kita juga tidak dapat membendung komentar mereka sebanyak itu," paparnya Muchendi berpesan agar FAMS Sumsel ini selalu memberikan sajian konten yang menarik, edukatif, serta caption pun juga perlu diperhatikan.

"Program-program pemerintah harus disampaikan kepada masyarakat seperti tempat-tempat wisata, karena Bapak Gubernur terus menggaungkan Wisata yang ada di Sumsel," katanya.

Sementara itu, Edo Ketua pelaksana "South Sumatra Media Sosial Jamboree 2021" mengucapkan terima kasih kepada Kakanda Muchendi Mahzareki atas sambutan serta sarannya. Edo menjelaskan, FAMS Sumsel tahun ini mengusung tema "Connection, Collaboration dan Contribution" yang artinya dengan perkembangan media sosial yang semakin cangih ini, kami menyadari untuk melangkah lebih jauh butuh koneksi dan kolaborasi serta kontribusi dari teman-teman admin lainnya.  Selain itu juga kami membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan siapa pun. (HS)

Sy. Apero Fublic

Rebut-Rebutan: Potong Kue Anggaran Negeri Antaberanta

APERO FUBLIC.- Sarce atau syair cerita ini adalah kategori syarce fiksi. Bercerita tentang sebuah negeri yang kaya-raya tapi 80% rakyatnya miskin. Negeri Antaberanta adalah sebuah negeri yang terletak di kayangan. Negeri yang kaya raya beserta subur tanahnya, banyak tambang. Negeri itu dihuni para dewa dan dewi yang baik rupa. Kendaraan dapat terbang kemana-mana di alam semesta, termasuk dapat terbang ke bumi.

Negeri Antaberanta juga demokrasi dan punya penjaga burung elang besar sekali sebagai pelindung negara sehingga negara mereka berdiri. Moto mereka, “saya Antaberanta, saya elang.” Pemimpin dan wakil rakyat bumi (WRB) Negeri Antaberanta kehidupan sangat mewa sekali. Mereka menganut paham neo-feodalisme dimana kesuksesan dirinya diukur dengan seberapa banyak dapat materialisme. 

Baju dan makan mereka diambil dari upeti rakyat mereka di bumi. Upeti itu mereka buat kue yang lezat dengan bahan dasar logam, emas, dan hasil bumi. Para pemimpin negeri Antaberanta tidak punya visi untuk memajukan negeri mereka. Tapi mereka menjadi Pemimpin atau Wakil Rakyat Bumi hanya untuk makan kue upeti dari rakyat. Kue itu, rakyat bumi namakan kue anggaran.

KUE ANGGARAN
 
Ada sebuah kue.
Kue anggaran namanya.
Adonan dibuat musyawara.
Di dalam loyang bima.
Banyak lobang dan celah-celah.
Ada untuk makan sendiri.
Ada untuk pencitra diri.
Kue itu sejenis bolu, yang bolong ditengah.
Sering dipesan oleh orang terhormat negeri Antaberanta.
 
Hari ini ulang tahun.
Ulang tahun yang ditunggu setiap tahun.
Acara meriah dihadiri orang terhormat.
Pakai jas, pakai mobil, sepatu mengkilap.
Acara dilaksanakan di gedung milik rakyat.
 
Ulang tahun dirayakan setahun sekali.
Kalau ulang tahun ada kue, tentunya.
Kue-kue yang mantap dan enak.
Kue terhidang di meja emas.
Sebelum memotong diadakan rapat.
Rapat dimulai oleh pimpinan wakil rakyat Negeri Antaberanta.
Dimulai salam, diawali ketuk palu.
Ada bentak-bentak, ada teriak-teriak.
Lalu semua akur sebab ukuran sama didapat.
Sidang pun diakhiri salam, diakhiri ketuk palu.
 
Kue yang enak dan lezat.
Sudah di bagi-bagi untuk di potong-potong.
Siap di cicip dan dilahap.
Lalu dilaksanakan oleh para dinas.
Ada juga yang dijual belikan.
Ada juga yang minta potong persen saja.
Sebab kue tidak terlalu lezat.
Lagian perutnya buncit dan berlemak sudah.
Sudah kenyang makan kue tiap tahun.
Kue yang dibuat dengan pajak dan hasil usaha negeri Antaberanta.
 
Tinggal sisa untuk dibagi sekalian.
Untuk jatah  tikus, anjing, dan srigala-srigala buas.
Kue pun mulai habis dan mulai basih.
Rakyat negeri anta beranta berkata.
Tanya rakyat antaberanta: Kenapa kue cepat hancur, mahal dan tidak enak?.
Sebab sudah di obok-obok tangan kotor.
Tangan kotor, tapi dibilang bersih.
Karena di lap dengan jas dan dasi.
Lalu dibungkus dengan agama dan gelarnya.
Mereka itulah orang terhormat, katanya.
Wangi parpumnya, busuk hati dan pikirannya.
 
Begitulah kiranya orang negeri antaberanta.
Tidak usah heran dan dilema.
Serahkan pada yang kuasa.
Sebab mereka akan mati jua.

 

Negeri Antaberanta selalu memilih pemimpin mereka dengan cara dipilih langsung oleh rakyat bumi. Saat pemilihan para calon sangat dekat dengan rakyat, serta banyak pula lukisan-lukisan mereka di pinggir-pinggir jalan. Setelah terpilih karena lapar memperkenalkan diri mereka sangat lapar sehingga akan sangat banyak memakan kue anggaran yang lezat itu. Walau pun cuma kue tapi dapat ditukar dengan berbagai macam keperluan.

Seperti keperluan memperkenalkan diri, keperluan membeli kuda, kijang, membeli wanita atau menapkahi istri muda. Kue anggaran juga ajaib, lama di simpan tidak busuk, hanya berbunga saja dan bertambah banyak. Negeri Antaberanta juga banyak agama dan kepercayaan.

Tapi tidak ada gunanya dalam membangun moral mereka. Apabila berurusan dari Rukun Bumi (RB) sampai Tingkat Kayangan I dan Tingkat Kayangan II akan lancar kalau diberi kue cemilan dari rakyat. Untung kita tinggal di Indonesia yang luar biasa.

Disusun: Tim Redaksi Apero Fublic.
Palembang, 10 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic