Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

7/04/2020

Apero Popularity: Layanan Jasa Populer dan Profesional

Apero Fublic.- Apero popularity adalah produk layanan jasa dari Apero Fublic dalam mempopulerkan sebuah objek sehingga dikenal oleh masyarakat luas.

Produk Jasa:
1. Pra-Leader
Kata pra berarti sebelum sampai atau sebelum masanya. Pra-Leader adalah layanan jasa mempopulerkan seseorang yang ingin menjadi pemimpin. Bentuk layanan jasa ini bertujuan mengurangi kebiasaan tokoh yang ingin dikenal dengan cara money politic. Dengan memakai jasa Apero Popularity maka untuk menjadi dikenal sangat mudah dan efisien.

2. Populer Profesi
Layanan jasa Populer Profesi adalah layanan jasa dari Apero Fublic mempopulerkan profesi Anda. Karena dengan dikenal masyarakat luas akan tahu. Sehingga mereka akan mendatangi Anda dan tentu akan membuat kebaikan pada profesi Anda.

3. Populer Tokoh
Seorang pemimpin akan dikenal apabila dia hadir di tengah masyarakat. Sebagai seorang tokoh tentu harus dapat mengenalkan idealismenya agar mendapat wibawah di mata masyarakat. Dengan Apero Popularity semua itu akan terpenuhi.

4. Populer Bisnis
Populer Bisnis adalah layanan jasa untuk mempopulerkan binis Anda. Bisnis yang populer, dikenal luas, tentu akan menambah pemasukan yang sangat besar. Kepopuleran sangat perlu di era digital seperti zaman kita sekarang.

5. Populer Produks
Populer Produk adalah bentuk layanan jasa untuk mempopulerkan produks Anda, hasil industri, produk terbaru, dan penjagaan image di tengah masyarakat. Hanya produk yang populer yang akan menjadi pemenang di pasaran.

6. Kepemimpinan
Apero Popularity juga melayani jasa kepemimpinan. Apabila Anda seorang pemimpin tentu harus tetap populer di tengah masyarakat. Sebab nama Anda akan tergantikan oleh nama-nama populer yang lainnya. Anda tidak perlu membuat gosip, mengadakan sumbangan yang disorot media massa. Sebab masyarakat sudah tahu apa yang diharapkan seorang pemimpin apabila membagikan sembako. Dengan layanan jasa populer dari Apero Popularity Anda akan tetap eksis.

7. Populer Buku.
Anda seorang penulis, memiliki penerbitan, seorang pedagang buku. Dapat menggunakan layanan khusus populer buku. Sehingga buku kamu akan menjadi best seller. Tentu kamu akan menjadi sangat terkenal dan dikenal. Tulisan kamu akan dihargai masyarakat dengan baik.

"Tak Apero, Tak Populer.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Palembang. 5 Juli 2020.

Sy. Apero Fublic.

7/03/2020

New Normal: PERPUSDA Sumatera Selatan Kembali Buka.

Apero Fublic.- Palembang. Selama pandemi virus corona semua instansi libur, hanya beberapa stap yang piket. Tidak terkecuali dengan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Selama pembatasan sosial atau social distancing juga menghentikan pelayanan pada masyarakat. Memasuki masa new normal PERPUSDA SUMSEL kembali membuka layanan pada masyarakat.

Kemarin pada tanggal 1 Juli 2020 pihak perpustakaan membuka kembali layanan pada masyarakat yang membutuhkan. Terutama bagi mahasiswa atau kalangan akademisi, umum dalam memenuhi kebutuhan literasi. Tentu kabar baik bagi mahasiswa dan mahasiswi yang sedang melakukan penelitian skripsi, tesis, dan disertasi. Atau masyakat yang membutuhkan literasi lainnya.

Tapi masyarakat saat berkunjung harus mengikuti protokol standar kesehatan dan pencegahan terhadap penularan virus corona. Pengunjung yang datang diminta mencuci tangan, lalu dilakukan ravid test atau cek suhu tubuh. Menjaga jarak satu meter atau lebih. Kuota pengunjung dibatasi 50% dari waktu sebelum pandemi corona. Setiap pengunjung dibatasi waktu hanya 60 menit. Saat masuk juga harus menjaga jarak dan kapasitas yang dibatasi.

Masa new normal layanan yang dibuka. Pertama, layanan pendaftaran anggota baru, kedua layanan peminjaman buku, dan layanan pengembalian buku. Adapun waktu layanan masih seperti biasa. Senin sampai kamis seperti biasa. Sabtu dan Minggu juga masih seperti biasa setengah hari. Apabila libur nasional PERPUSDA SUMSEL tutup.

Saat Apero Fublic mengkonfirmasi pada seorang stap perpustakaan. Ibu Dewi Kencanawati, Kepala Bidang Layanan Otomasi Kerjasama Perpustakaan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan. Menghimbau agar pengunjung memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan demi kebaikan bersama. Pengunjung dapat langsung bertanya pada stap atau membaca petunjuk pada baner di depan pintu masuk perpustakaan. Ukapnya.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sumatera Selatan, 3 Juli 2020.

Sy. Apero Fublic.

Tradisi Unik: Ganti Kain Kafan Orang Sudah Meninggal Lama.

Apero Fublic.- OKU Timur. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya. Hampir di setiap tempat selalu terdapat berbagai budaya milik masyarakat setempat. Dalam berbudaya tentu akan banyak menyimpan pesan-pesan kebaikan. Baik pesan tersirat atau pesan tersurat yang dapat langsung diketahui masyarakat lainnya.

Berbicara tentang budaya di daerah saya tepatnya di Desa Tridadi, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Provinsi Sumatera Selatan. Memiliki tradisi yang unik wujud dari kepedulian pada sesama dan bentuk ibadah yang mengingat Allah SWT. Tradisi ini adalah bentuk dari perwujudan budaya Islam atas kecintaan terhadap ajaran Islam.

Penduduk menyebut tradisi ini dengan “Genti Kemol.” Genti dalam bahasa Indonesia berarti ganti (ganti selimut). Kemol adalah nama jenis kain yang lebar dan digunakan untuk menyelimuti tubuh saat tidur. Tradiri Ganti Kemol ini diartikan secara harfiah adalah sebuah tradisi yang dimaksudkan mengganti kain kafan seseorang yang sudah meninggal dalam waktu yang cukup lama. Sehingga diperkirakan kain kafan tersebut telah lapuk. Sehingga keluarga bermaksud mengganti kain kafan almarhum atau almarhuma dengan kain kafan yang baru.

Jangan dibayangkan pergantian tersebut dengan cara membongkar kubur. Tapi, pergantian tersebut hanya secara simbolis saja. Keluarga yang mengadakan hajatan pergantian kemol tersebut menyerahkan satu set kain kafan ke masjid. Boleh juga diganti dengan sejumlah uang yang seharga kain kafan untuk satu orang atau lebih.

Pelaksanaan hajatan tradisi “Genti Kemol” melakukan yasinan di rumah pelaksana. Setelah selesai membaca surah yasin dan doa. Pelaksana Ganti Kemol atau tuan rumah menyuguhkan makanan pada tamu yang datang. Salah satu kuliner yang dibuat sebagai tanda hajat “ganti kemol” yaitu makanan “jenang merah dan jenang putih.” Hidangan berupa nasi yang dibentuk seperti lempengan, ada berwarnah merah dan ada berwarnah putih. Hidangan ini jenang merah dan jenang putih boleh di makan kalau ada yang mau.

Hikmah dari pelaksanaan tradisi “ganti kemol” adalah bentuk tradisi yang terpengaruh dari sunna Rasulullah SAW dimana kaum Muslimin harus banyak mengingat mati. Agar tidak menjadi manusia jahat, pendosa, serakah dan rajin beribadah.

Secara sosial masyarakat tradisi ganti kemol memberikan suatu sumbangan kain kafan pada keluarga warga apabila ada yang meninggal. Sehingga mereka akan terbantu dengan adanya kain kafan dimasjid yang gratis. Apakah ada pahala dalam tradisi ganti kemol. Pahalah terdapat pada pahalah silatuhrahmi, pahalah membaca Al-Quran, pahalah sedekah kain kafan.
Foto ingkung. Selain sajian jenang merah dan jenang putih. Ada beberapa lagi sajian makanan yaitu ingkung. Ingkung adalah olahan ayam kampung biasanya ayam jago yang dimasak utuh. dalam artian tidak dipotong kecil-kecil. Jumlah ingkung tergantung jumlah berapa almarhum yang akan diganti kain kafannya (ganti kemol). Selain itu ada juga apam dan kuliner pelengkap lainnya.

Oleh. Eka Apriyani.
Editor. Selita. S.Pd.
OKU Timur, 3 Juli 2020.

Sy. Apero Fublic.

7/02/2020

CERITA DESAKU: Desa Tertinggal Di Kabupaten Muara Enim

Apero Fublic.- Muara Enim. Sebuah desa yang tidak dipedulikan oleh pemerintahan daerah setempat. Bertahun-tahun hidup dalam kegelapan dan ketertinggalan. Itulah yang dirasakan oleh penduduk disana.

Sebuah takdir desa bernama, Desa Danau Gerak yang terletak di Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Kabupaten penghasil batu bara terbesar di Indonesia ini ternyata tidak mampu menerangi sebuah desa kecil di wilayhnya.

"Ada yang berdiri tegak tapi bukan KEADILAN. Melainkan tiang-tiang PLN yang sudah diselimuti rumput-rumput liar yang berdiri tegak. Sudah sejak 8 (DELAPAN) Tahun lalu, bukan waktu yang singkat untuk kami bersabar, bahkan sudah tiga periode ganti bupati, Keren bung.” Itulah ungkap seorang warga.

Lanjutnya; Ironis memang padahal Muara Enim adalah kabupaten penghasil energi listrik TERBESAR (batubara). Entah kenapa sampai saat ini desaku yang berada di kabupaten Muara Enim belum tersentuh dengan adanya penerangan dari PLN  belum sama sekali menikmati aliran listrik PLN. Tanpa adanya aliran listrik dari PLN desaku sangat tertinggal, ya tertinggal di banding desa-desa lain yg ada di Semende, khusus nya. Inisiatif mendirikan PLTA hasil swadaya dari warga desakku hasilnya tak seberapa hanya bisa memenuhi penerangan kala malam tiba." Tuturnya.

"Pernah beberapa kali mengajukan permohonan hanya saja tak ada gubrisan. Pernah di kasih janji akan di kerjakan dan di selesaikan. Hanya saja, janji tinggal janji yang tak kunjung pasti, dan tak ada kabar sama sekali." Disertai dengan tarikan nafas dalam.

Apa harapan Anda: "Untuk pemerintah Kabupaten,  Pemerintah provinsi dan wakil rakyat Sumatera Selatan. Jangan kalian diam karena dihati dan lidahmu kami berharap. Suara kami didengar lalu di terima Allah SWT. Kami titipkan masa depan kami pada kalian supaya kehidupan lebih baik." Pungkasnya.

Itulah sedikit cerita dari warga Desa Danau Gerak. Memang hal ini belum dikonfirmasikan ke pemerintah setempat. Mengapa sudah delapan tahun hanya tiang listrik saja yang sampai. Semoga hal ini dapat dijelaskan oleh pemerintah setempat pada warganya yang sudah tidak sabar menunggu aliran listrik di desa mereka.

Ironi sekali tambang batu bara Bukit Asam sudah berdiri sejak tahun 1919 sampai sekarang di Kabupaten Muara Enim. Tapi masih ada desa yang belum dialiri listrik. 70 tahun lebih negara ini merdeka. Seabad lebih hasil tambang di bumi nenek moyang digali.

Oleh. Sen (warga)
Editor. Selita. S.Pd.
Danau Gerak, Selasa, 21 April 2020.
Memperingati hari kartini. Habis Gelap Terbitlah Terang. Selamat Hari Kartini untuk Kartini-kartini masa kini di seluruh Indonesia.

Sy. Apero Fublic

DISPORA Palembang : Harusnya Para Pesepeda Dikasih Apresiasi

Apero Fublic.- Palembang. Saat ini bersepeda menjadi trend di kalangan masyarakat, khususnya dikota Palembang. Para gowesers (sebutan bagi para pesepeda) kini menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, dimasa pandemi ini, masyarakat memiliki ide untuk menjaga kesehatan dengan cara bersepeda.

Menurut Ahmad Zazuli, kepala Dinas kepemudaan dan olahraga kota Palembang. Trend Ini sangat bagus. tapi, para pesepeda harus mengikuti protokol kesehatan dan jangan berkumpul setelah menjalani aktifitas bersepeda. “Untuk para pesepeda, protokol kesehatan harus dijaga. Seperti jaga jarak, dan jangan berkumpul. Cukup gowes saja.” ucapnya, saat ditemui tim Apero Fublic Pers.

Ia pun mengatakan, Bahwa ini langkah yang tepat untuk para pesepeda. Ia berharap, agar bersepeda menjadi tradisi masyarakat khususnya kota Palembang. “Alhamdulillah, kami harap gowes ini tidak hanya sementara, tapi menjadi tradisi masyarakat khususnya masyarakat kota Palembang.” Jawabnya.

Untuk sarana para atlet sepeda di kota Palembang, menurut anak ke 3 dari 5 bersaudara ini mengungkapkan. Hampir tidak ada di Palembang, karena tidak adanya sarana seperti velodrom untuk para atlet sepeda. “Sarana untuk atlet sepeda hampir tidak ada di Palembang. Karena tidak adanya sarana velodrom disini. Di Palembang hanya ada road bike, atau sepeda balap jarak jauh yang tidak membutuhkan sarana khusus.”katanya.

Sempat beredar kabar tentang adanya pajak untuk para pesepeda. Menurut Ahmad Zazuli, para pesepeda harusnya dikasih apresiasi bukannya dikenakan pajak. Karena, para pesepeda membantu menjaga kualitas udara dan bisa mengurangi polusi. “Menurut saya pribadi tidak efektif tentang beredar kabar akan diadakannya pajak bagi para pesepeda. Tapi, kalau harus dibuat aturan bahwa pesepeda itu wajib mengikuti rambu-rambu lalu lintas, itu sih oke. Karena sepeda itu dipakai oleh semua umur.”ungkapnya.

Pria yang lahir tahun 1969 ini mengatakan. seharusnya para pesepeda ini dikasih apresiasi. Karena pesepeda ini membantu meningkatkan kualitas udara dan kesehatan. “Harusnya, para pesepeda kita kasih apresiasi. Seperti contoh, para pegawai yang tidak menggunakan kendaraan bermotor dikasih intensif sebagai bentuk apresiasi, seharusnya seperti itu kalau kita mau.”tuturnya.

Lulusan dari FISIP UNSRI (Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, Universitas Sriwijaya) ini menambahkan, trend gowes harus kita dukung untuk jangka panjang. Jangan dikasih pajak, harus kita apresiasi dan kita fasilitasi. “Seperti di Swedia, para pegawai yang tidak menggunakan kendaraan bermotor justru mendapatkan intensif, bukan dikenakan pajak. Karena setiap kebijakan tujuannya untuk jangka panjang, idealnya harus jangka panjang. Jangan kita berpikir para pesepeda ini banyak lalu dijadikan uang. Harusnya kita berpikir, jika semua orang bersepeda, tingkat udara bersih jauh lebih baik, dan harusnya kita berpikir seperti itu. Bagaimana caranya, agar semua orang bersemangat untuk bersepeda dan berjalan kaki, khususnya di kota Palembang. Ya, caranya dengan membuat sarana yang nyaman untuk para pejalan kaki dan para pesepeda.”tambahnya.

Kepala DISPORA Palembang ini berharap, agar bersepeda ini tidak hanya menjadi sebuah trend, tapi menjadi kesadaran masyarakat, bahwa pentingnya berolahraga. Dan jika ini berlanjut, pihak pemerintah harus siap memfasilitasi para pesepeda agar tidak melanggar aturan rambu lalu lintas. “Harapan kami, para pesepeda meningkat, dan bahwa kesadaran masyarakat untuk bersepeda itu memang benar-benar kesedaran dari masyarakat dan tidak hanya sekedar mengikuti trend. Yakinlah, jika hanya mengikuti trend, gowes ini akan bertahan setidaknya kurang lebih 1 bulan. Tapi, jika ini dari kesadaran masyarakat bahwa pentingnya hidup sehat, Mudah-mudahan bisa berlanjut. Dan tinggal pihak pemerintah bagaimana caranya memfasilitasi para pesepeda, jangan sampai para pesepeda menganggu rambu lalu lintas. Jika ini menjadi kebutuhan masyarakat, pemerintah dalam hal ini harus siap. Paling tidak rambu-rambu untuk para pesepeda, dan peraturan daerah tentang pesepeda harus tepat.” Tutupnya.

Oleh. Adi Putra Pratama.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang. 2 Juli 2020.
Foto: Gedung Dinas Kepemudaan Dan Olahraha Kota Palembang.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Keindahan Curup atau Air Terjun di Muara Enim

Apero Fublic.- Muara Enim. Menikmati alam yang indah sungguh sangat menyenangkan. Selain mengucap syukur pada sang pencipta yang telah menganugerahkan alam yang indah. Kita juga dapat menikmati keindahan dan kedamaian alam kita.

Berbicara tentang lingkung hidup dan alam yang menjadi destinasi wisata. Air terjun adalah juaranya yang sangat mempesona. Memikat mata, udara yang penuh oksigen, riak dan derasnya arus air. Menjadi spot poto yang keren dan menghadirkan ketenangan batin.

Beberapa hari yang lalu, aku berkunjung ke beberapa tempat air terjun atau curup bahasa Melayu daerah saya. Air tejun atau curup di daerah Kabupaten Muara Enim sangat banyak. Di Kecamatan Semende Darat ada terdapat dua puluhan curup.

Namun sayang, keindahan alam tersebut belum tereksplorasi dengan dengan baik. Mulai dari jalan akses dan inprastruktur pendukung, transportasi penguhubung antara wilayah dan masyarakat banyak yang tidak tahu. Berikut ini beberapa air terjun atau curup yang saya kunjungi.
Air terjun Cughup Liku Sembilan, Tanjung Tiga, Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia.
Air Terjun atau Cughup Layang-Layang, Cahaya-Alam, Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia.
Air terjun atau Cughup Nunum, Rekimai Jaya, Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia.
Air terjun Cughup Tinggi, Muara Tenang, Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia.

Oleh. Senianah.
Editor. Desti. S.Sos.
Muara Enim, 2 Juli 2020.
Foto oleh Seniana.

Buat sahabat-sahabat yang ingin mempublikasikan tempat wisata di daerah kalian. Kirikkan saja data dan foto ke Apero Fublic melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com atau melalui whatsApp 081367739872. Ayo kita kembangkan dan promosikan wisata daerah kita. Ingat jangan melanggar UU IT Republik Indonesia.

Sy. Apero Fublic.

7/01/2020

KKN Sendiri Yang Penuh Arti. Angkatan 73 2020

Apero Fublic.- Sekayu. Sedikit berbagi tentang kisah KKN saya. Sebagaimana kita ketahui pandemi virus corona membuat keadaan menjadi sulit. Penerapan social distancing dan pencegahan penularan adalah langkah pemerintah kita. Ungkapan kata berbunyi, mencegah lebih baik dari mengobati. Itulah yang tepatnya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kita.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya juga memenuhi tugas mata kulia Kulia Kerja Nyata (KKN). KKN adalah bentuk pengabdian mahasiswa pada masyarakat dan sekaligus belajar terjun ketengah masyarakat. KKN tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya kelompok-kelompok KKN ditugaskan di desa-desa daerah lain. Terbalik dengan KKN tahun ini. Dimana menjalankan KKN di daerah sendiri atau di desa sendiri dan saya seorang diri.

Beruntung buat rekan-rekan yang memiliki teman sedaerah dalam pelaksanaan KKN-nya. Saya menyebut KKN saya, "KKN sendiri di daera sendiri." Yaitu, di desa tercinta Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Sulit untuk melaksanakan kegiatan rasanya. Sehingga kegiatan pokok menjadi relawan penanggulangan virus corona dan membantu kegiatan Pemerintahan Desa. Disisi lain ada kebanggan tersendiri sebab saya memiliki kesempatan untuk berbakti di desa kelahiran sendiri. Membantu aparat desa dalam melayani warga sendiri dan saudara-saudaraku.

Kemarin, Selasa 30 Juni 2020 saya membantu aparat desa dalam kepengurusan BLT pada warga. Turun langsung Bapak Kepala Desa Desa Gajah Mati, Bapak Arianto. Selain itu, aparat desa, BPD, hadir dan menjadi pelayan masyarakat dengan baik. Tentu dalam pelayanan menggunakan standar kesehatan. Menjaga jarak lebih dari satu meter, memakai masker, dan menjaga kesehatan dengan mencuci tangan.

Tetap semangat buat rekan-rekan KKN lainnya. Semoga keadaan semakin baik dan kita dapat beraktivitas seperti sediah kalah. Rindu kampus rindu kalian semua, news normal.
Saat mengingatkan warga agar selalu memakai masker, mejaga jarak satu meter dari satu sama lain, jangan menyentuh area wajah dan rajin mencuci tangan.

Oleh. Rama Saputra.
Editor. Selita. S.Pd.
Gajah Mati, 1 Juli 2020.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Pelaksanaan Mata Kulia KKN Angkatan 73 Tahun 2020.

Sy. Apero Fublic.

6/30/2020

MENGENAL: Migrasi Ikan Sungai Atau Ikan Mudik.

Apero Fublic.- Indonesia adalah negara beriklim tropis, memiliki dua musim (hujan dan kemarau). Musim hujan apabila keadaan iklim normal dimulai dari  Oktober sampai akhir bulan Juli. Kemudian memasuki musim kemarau dimana hujan tidak turun dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan. Terjadinya puncak musim kemarau dari bulan Agustus-September.

Kemudian mulai beransur-ansur memasuki musim hujan. Musim hujan terjadi puncaknya dari bulan Desember sampai bulan Mei. Masa ini hampir dalam waktu 24 jam terjadi hujan sedang dan lebat dibeberapa tempat. Penjelasan musim tersebut berdasarkan iklim normal. Namun hal pola hujan dapat kemarau dapat bergeser atau berubah sesuai iklim tahunan.

Pada zaman sekarang musim hujan dan musim kemarau sudah tidak teratur lagi. Tetapi secara umum pola demikian yang paling sering terjadi sejak dahulu.

Dalam masa berjalannya siklus musim dan pergantian musim penghujan dan kemarau. Di perairan terjadi juga siklus kehidupan perikanan sungai dan danau.

Sungai, danau, lebung, paya-paya yang terdapat di kawasan tropis pada saat musim kemarau kering hampir kering. Saat masuk musim penghujan mulai kembali berisi air segar kembali. Seiring waktu intensitas hujan semakin tinggi membuat debit air sungai dan danau kembali berlimpah. Sehingga menggenangi semua tempat penampungan air alami.

Saat itu, musim hujan telah memasuki masa normal. Induk-induk ikan di danau-danau, sungai-sungai induk yang tidak kering. Mulai menetaskan telur-telur mereka. Dalam waktu beberapa bulan terus tumbuh dan membesar. Mengikuti pola air yang semakin melimpah memasuki puncak musim hujan.

Anak-anak ikan mulai melakukan migrasi secara besar-besaran dari tempat mereka ditetaskan. Mereka mulai mencari habitat baru untuk pertumbuhan mereka, dengan melakukan migrasi. Memasuki seluruh tempat-tempat penampungan air alami yang ada. Menyebar melau masa banjir alami dan hujan.
Penduduk di Sumatera Selatan menamakan migrasi anak-anak ikan tersebut dengan istilah Ikan Mudik atau Ikan Modek. Mudik berarti suatu perjalanan yang menuju hulu sungai.

Gelombang migrasi dimulai dari bulan Desember. Jenis ikan gelombang pertama adalah jenis ikan kecil bentuk memanjang. Terdapat puluhan jenis ikan ini. Untuk nama lokal diantaranya, ikan mukus, ikan julung-julung, akar pisang, dan sejenisnya.

Ikan mukus adalah ikan teri sungai. Ikan jenis ini migrasi dalam jumlah yang sangat banyak. Penduduk menangkap ikan mukus yang melakukan migrasi ini dengan tudung nasi (tangguk). Saat migrasi bergerombol disepanjang tebing sungai, lalu menyebar ke seluruh sungai-sungai. Kalau dijumlahkan mencapai ribuan ton.

Migrasi selanjutnya terus berlangsung sepanjang bulan-bulan musim hujan. Semua jenis ikan sungai melakukan migrasi. Migrasi jenis ikan tidak bersisik tidak diketahui oleh penduduk secara tepat.

Karena jenis ikan bersisik  jenis ikan dasar. Hanya saat penduduk mengangkat bubu mereka di sungai-sungai yang mengetahui. Karena saat mereka mengangkat  bubu terdapat ikan satu sejenis untuk beberapa waktu dalam jumlah banyak. Nama lokal ikan, ikan bernget, baung, Biran dan sejenisnya.

Sedangkan migrasi ikan-ikan bersisik. Diketahui oleh penduduk secara langsung. Karena anak-anak ikan bersisik berenang di permukaan air sungai. Menyusuri pinggiran tebing sungai-sungai dengan cara bergerombol mirip gerombolan ikan teri.

Milyaran jumlahnya anak-anak ikan bersisik berenang di sepanjang tebing sungai. Tampak menghitam memanjang dengan lompatan-lompatan kecil, dengan air sungai berbuaih. Migrasi ini terus terjadi sepanjang bulan Maret-Juni sampai anak-anak ikan di kawasan air penetasan habis tersebar ke seluruh sungai-sungai.

Dari siklus ikan mudik tersebut hadir budaya bubu. Bubu adalah alat tangkap ikan tradisional yang luar biasa. Untuk itu, penduduk membuat tempat pemasangan bubu di tengah sungai. Istilah dengan nama pepa bubu. Pepa bubu dibangun melintang memotong sungai, dari tebing ke tebing. Di buat dari kayu-kayu yang dibenamkam kedasar sungai.

Kemudian ditutup dengan ranting dedaunan atau rumput. Penggunaan dedaunan untuk mengimbangi aliran air. Walau badan sungai terpotong oleh bangunan pepa bubu tetapi arus air tidak terhenti. Daya dorong arus air membuat dedaunan menempel pada bangunan pepa bubu.

Sehingga menutup aliran air badan sungai. Lalu bubu dipasang dengan cara dibuat lobang untuk muara bubu. Bagi ikan-ikan kecil jebakan sangat efektik. Sehingga pada saat musim ikan mudik satu bubu bisa penuh dalam waktu beberapa jam saja.

Di bawah tahun 2000, hampir setiap dua ratus meter di sepanjang Sungai Keruh terdapat pepa bubu. Selain pepa bubu ada jenis tengkap ikan raksas, seperti corong dan ambat. Corong berupa bangunan memanjang terbuat dari kayu dan bila-bila bambu. Panjangnya tergantung besar sungai dan perkiraan arus. Sedangkan ambat berupa bangunan seperti gapura yang dipasang jaring besar dan kuat. Ketiga cara tangkap ikan tersebut sangat alami dan tidak merusak ekosistem sungai.

Namun di atas tahun 2000-an. Ekosistem Sungai Keruh mulai rusak karena masyarakat mulai membabi buta menggunakan racun. Pada mulanya penduduk meracun ikan saat musim kemarau saja. Kemudian mereka meracun sungai disetiap bulan pada saat musim ikan migrasi.

Jauh di hulu sungai-sungai. Mereka menumpahkan racun dan mendorong semua ikan keluar sungai  tersebut atau mati. Di tempat-tempat yang jauh dari pemukiman. Penduduk saat air masih dalam menggunakan racun yang banyak. Untuk menangkap ikan tapa, toman yang besar. Mereka menggunakan kuintalan potas lalu memasang sejenis jaring raksasa. Mereka menyebut aksinya berburu tapa atau induk ikan besar.

Jenis racun di hulu sungai penduduk menggunakan potas dan pestisda seperti decis, akodan. Jenis decis digunakan untuk meracuni udang. Tapi juga membunuh kepiting, keong, siput, jenis kerang sungai. Apabila penggunaan berkelanjutan akan punah.

Untuk pestisida jenis Akodan, tiodan, digunakan untuk meracuni ikan. Penggunaan pestisida tersebut sangat merusak karena membunuh ikan sampai ke dasar sungai. Ikan yang terkena racun itu tidak selamat lagi. Mati dan membusuk keesokan harinya. Racun ini sebaiknya dilarang beredar di tengah masyarakat karena sangat merusak ekosistem sungai.

Akibat dari peracunan sungai yang membabibuta tersebut. Siklus Ikan mudik atau migrasi anak ikan terhenti dan tidak terjadi lagi dalam kurun waktu 20 tahun. Sejak tahun 2000 sampai sekarang 2020. Dulu tebing sungai ramai saat musim ikan. Pepaya bubu dan sistem tangkap tradisional terdapat sepasang tebing sungai. Penduduk tidak mau lagi membuat bubu karena mubazir.

Kerugian yang sangat besar terjadi pada masyarakat itu sendiri. Harga ikan menjadi mahal dan penduduk terutama anak-anak kekurangan gizi ikan. Hal tersebut berdampak pada kecerdasan anak-anak, kurang gizi ikan. Sehingga anak-anak sekarang lebih bodoh dari anak-anak dibawah tahun 2000. Nilai belajar dan mental yang berkurang dan buruk.

Hal demikian terus berlanjut, tidak ada tindakan pemerintah. Paling sekedar himbauan dan ancaman kecil untuk beberapa waktu. Kemudian kendur lagi dan terjadi lagi perbuatan bodoh masyarakat itu.

Seharusnya pemerintah memperhatikan perikanan sungai. Sebab perikanan ini tidak memerlukan anggaran negara. Tidak perlu pakan dan biaya apalagi karyawan budidaya ikan. Kita hanya menjaga agar tidak diracun dengan bahan kimiah. Kita tidak perlu memberi makan ikan-ikan tersebut. Kita tidak perlu merawat atau menabur pakan. Itu anugerah yang harus disyukuri dan kita jaga.

Salah satu hal yang sangat perlu adalah; pertama, pemerintah membentuk satuan tugas polisi sungai dan air. Dimana mereka melakukan patroli dan mengawasi perairan sungai. Kedua, melakukan edukasi dan pendidikan pada masyarakat tentang kebaikan menjaga perikanan sungai. Ketiga, mendorong UKM dan pasar ikan. Baik pasar ikan sungai skala daerah, skala provinsi, skala nasional dan skala dunia.

Tulisan ini diambil dari pengalaman hidup di Kecamatan Sungai keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Di kecamatan ini terdapat sungai cukup besar anak dari Sungai Musi yaitu Sungai Keruh dan beberapa anak Sungai Keruh. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi kita semua di negara kita tercinta ini. Mari selamatkan perikanan sungai dan danau. Mungkin hal demikian juga terjadi di daerah lain karena banyak sungai di negara Indonesia. Mari kita mengambil pelajaran.

Oleh. Joni Apero
Palembang. 1 Juli 2020.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic.

Mengenal Labu Parang.

Apero Fublic.- Labu Parang salah satu jenis dari labu-labuan. Juga masih kerabat semangka, melon dan timun. Masuk dalam kategori tanaman pangan dan sayuran. Labu Parang dikenal dengan nama ilmiah cucurbitaceae.

Cara penanaman dengan biji secara langsung pada media tanam. Sekarang bibit labu parang dapat dibeli di toko-toko pertanian. Masyakat Melayu menanam labu parang bersamaan dengan menanam padi ladang. Sehingga saat panen padi labu parang sudah berbuah dan masak.

Labu Parang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, vitamin yang baik untuk kesehatan. Mengandung vitamin C, vitamin A, Vitamin E, zat besi dan folat. Mengkonsumsi labu parang juga mendapat energi memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Labu Parang, daging buahnya lembut dapat dijadikan makanan bayi atau anak-anak yang belum dapat mencerna makanan keras di umur dua tahun keatas. Labu parang dapat diolah menjadi berbagai masakan; bubur, serawe, sayur, gulai, dikukus atau direbus, dan banyak lagi lainnya. Silakan berkreasi dengan buah sayur satu ini.

Labu parang salah satu tanaman pangan. Dapat tumbuh dengan mudah di sekitar kita. Buah labu parang yang sudah masak dengan warna kekuningan dapat disimpan di dalam bilik. Bilik istilah penyebutan untuk sebuah ruangan seperti kamar tapi khusus untuk menyimpan hasil pertanian dan bibit pertanian pada masyarakat Melayu Sumatera Selatan.

Buah labu parang masak dapat bertahan bertahun-tahun. Cara penyimpanan agar awet yaitu; Hindari dari gangguan tikus, sinar matahari langsung, benda tajam yang dapat melukai kulit buah, dan hujan atau basah.

Labu parang tanaman yang dapat menguatkan ketahanan pangan rakyat. Rakyat diwajibkan untuk menyimpan bibit labu parang disetiap rumah. Agar apabila dalam keadaan ekonomi dunia semakin sulit. Maka rakyat dapat bertanam labu parang dipekarangan rumah.

Labu parang juga memiliki hama yang sangat ganas. Yaitu jenis serangga terbang pemakan daun, serangga api-api. Serangga api-api memakan daun labu parang sampai habis sehingga menyebabkan labu parang tidak dapat berdaun dan akhirnya mati. Hal demikian dapat bertanya ke toko pertanian untuk mengatasinya.

Oleh. Medikal Rohim
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang. 1 Juli 2020.

Sy. Apero Fublic.