10/23/2020

Mengenal Naskah Syair Suluh Pegawai (Hukum Nikah).

Apero Fublic.- Naskah Syair Suluh Pegawai atau Syair Hukum Nikah ditulis dengan aksara Arab Melayu oleh Raja Ali Haji. Raja Ali Haji salah satu keturunan Yang Dipertuan Muda pada Kesultanan Riau-Lingga. Gelar Raja menunjukkan kalau dia Bangsawan Kesultanan Riau-Lingga keturunan Melayu Bugis.

Naskah Syair Suluh Pegawai dan Naskah Syair Hukum Nikah isinya hampir sama. Tetapi dijumpai dalam tiga versi. Satu versi dalam bentuk cetakan. Satu versi dalam bentuk apograf (tulis tangan untuk dicetak). Satu versi lagi bentuk manuskrip tulis tangan.

Perbedaan dari kedua naskah; Syair Hukum Nikah yang tersimpan pada Perpustakaan Universitas Laiden, setebal 44 halaman. Naskah II, apograf daripada naskah I, sebanyak 112 halaman, dan ada beberapa halaman yang hilang. Naskah III, dari versi tercetak dari naskah II terdiri dari 48 halaman.

Naskah Syair Hukum Nikah atau Syair Suluh Pegawai merupakan syair yang berisi permasalahan pernikahan dan berumah tangga. Cara penyampaiannya ditulis dalam bentuk syair berirama hampir sama dengan pantun.

Rumah tangga yang baik dan bahagia harus berpangkal dengan ilmu pengetahuan. Maka dalam pernikahan dan tatacara pernikahan bermulah dari hukum Islam. Dengan demikian, Syair Hukum Nikah atau Syair Suluh Pegawai memberikan pedoman dalam kehidupan berumah tangga. Berikut cuplikan dari naskah Syair Hukum Nikah atau Syair Suluh Pegawai.

Pasal Yang Pertama Pada Menyatakan Arkan al-Nikah.

30.Rukun nikah lima perkara.
Wali dan saksi pokok bicara.
Ijab dan qabul hendaklah segera.
Laki isteri masuk ketara.
 
31.Syaratnya itu merdeheka dan adil.
Taklik syara’ baliq dan aqil.
Segala lawannya jangan diambil.
Nisacaya ib’ad boleh menggapil.
 
32.Tertib wali sudah berjangka.
Seperti tertib mengambil pusaka.
Tiadalah banyak lagi direka.
Menuntut ilmu janganlah leka.
 
33.Syarat saksi pula dijalan.
Merdeheka laki-laki adil handalan.
Islam taklif bukan balalan.
Berkata mendengar melihat pengenalan.
 
34.Hendaklah dua orang saksi itu.
Jangan sekali dikurangkan satu.
Jika lebih terlebih tentu.
Di dalam hukum tersebut begitu.

Arti Qarna’.

75.Adapun qarna’ ampunya arti.
Faraj tersempal tulang dililihati.
Gendalanya besar nyatalah pasti.
Hendak mudik jadi terhenti.

76.Nilah penyakit yang amat sukar.
Dukun tiada dapat membongkar.
Apalagi berubi berakar.
Tiadalah boleh diganti dan tukar.

77.Pada laki-laki puntung kemaluan.
Atau mati tidak melawan.
Tiada berguna pada perempuan.
Meskipun dia kaya hartawan.

78.Tetapi jikalau sedikit melintuk.
Tatkala berdekat tidak mematuk.
Atau karena bersin dan batuk.
Atau terkadang patahnya bentuk.

79.Sekedar demikian tiadalah sesak.
Makan sedikit air madu masak.
Dengan telur setengahnya masak.
Insya Allah boleh menggasak.

Itulah sedikit cuplikan dari naskah Syair Hukum Nikah atau Syair Suluh Pegawai karya Raja Ali Haji dari Kesultanan Riau-Lingga. Bagi Anda yang memiliki sedikit permasalahan dalam hubungan seks bersama istri. Pada bait 78 dan 79 merupakan saran untuk menguatkan kemaluan Anda.

Untuk para pecinta sastra, penulis, novelis, akademisi atau para peneliti kesastraan (mahasiswa-mahasiswi). Dapat menjumpai naskah tersebut di Perpustakaan Inderasakti di Pulau Penyengat Provinsi Riau sekarang.

Atau anda ingin lebih tahu tentang buku transliterasi dari Naskah Syair Hukum Nikah atau Syair Suluh Pegawai dapat menjumpai di Perpustakaan Daerah atau Perpustakaan Nasional Pusat di Jakarta. Buku diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Terdiri dari 164 halaman, pada tahun 1990 dengan tim pengkaji; UU. Hamidy, Hasan Junus, R. Hamzah Yunus, dan Ahmad Yunus.

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 24 Oktober 2020.
Sumber: UU. Hamidy, Dkk. Syair Suluh Pegawai (Hukum Nikah). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment