-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Sejarah Daerah Sejarah Kepuyangan dan Pemerintahan Marga di Provinsi Sumatera Selatan
Sejarah Daerah

Sejarah Kepuyangan dan Pemerintahan Marga di Provinsi Sumatera Selatan

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
13 Feb, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Provinsi Sumatera Selatan, suatu kawasan masyarakat Melayu yang sangat fenomenal. Sejarah masyarakat yang berantai tersambung. Kehidupan manusia di Provinsi Sumatera Selatan sudah terlacak dari kehidupan manusia gua. Sebagaiamana ditemukan oleh pihak Balai Arkeologi Sumatera Selatan.

Begitupun kehidupan masa zaman megalitikum, masuknya pengaruh agama Hindhu dan Budha. Sampai kemudian terbentuknya Kedatuan Sriwijaya atau Kerajaan Sriwijaya yang menganut agama Budha. Menurut penelitian J.W. Van Royen dalam buku De Palembangsche Marga (1927). Mengungkapkan bahwa penduduk di pedalaman (uluan) Sumatera Selatan.

Bermula atau bersumber dari tiga pusat pegunungan. Yaitu disekitar Danau Ranau, dari Dataran Tinggi Pasemah dan daerah Rejang. Tiga pegunungan tersebut kita kenal sekarang, yaitu Pegunungan Seminung, Gunung Dempo dan Gunung Kaba. Bukti kehidupan kuno adalah tersebar dan terdapat tinggalan arkeologi berupa, batu berukir, menhir, lesung batu, kubur batu dan sebagainya.

Dari Pegunungan Suminung atau Danau Ranau, Jelma Daya, masyakat Melayu kala itu turun menyusuri sungai komering sampai Gunung Batu. Sedangkan orang Melayu dari Gunung Dempo dan sekitarnya, orang-orang Pasemah (serawai) mereka menyebar menempati pinggiran Sungai Lematang, Sungai Enim, Kikim, Lingsing. Ada juga yang mendiami pinggiran Sungai Musi bagian tengah, dan Sungai Ogan.

Sedangkan orang Melayu yang mendiami di sekitar Gunung Kaba, masyarakat menyebar menyusuri Sungai Musi ke bagian hulu dan masuk ke Sungai Rawas. Kemudian ada juga yang masuk wilayah Sungai Lematang bagian hilir. Mereka melalui Sungai Keruh di Kabupaten Musi Banyuasin Sekarang. Lalu masuk ke daerah Panukal di Kabupaten PALI sekarang.

Penyebaran dari tiga kelompok orang Melayu inilah yang menjadi sumber-sumber kepuyangan masyarakat di Sumatera Selatan. Anak cucu mereka kemudian terus menyebar dan berkembang sepanjang waktu. Setelah mereka membangun pemukiman. Mereka menamakan tempat tinggal mereka mengikut nama sungai atau nama tempat mereka.

Sehingga anak cucu mereka kemudian dikenal dengan identitas wilayah, misal suku komering, suku Musi, suku Rawas dan laiinya. Sesungguhnya masyarakat Sumatera Selatan hanya satu suku bangsa, Yaitu Melayu. Sedangkan nama-nama identitas sekarang hanyalah nama tempat secara tradisional.

Apabila ditinjau dari sisi kebudayaan. Kebudayaan masyarakat Sumatera Selatan sama, dari sistem sosial, dari adat-istiadat, sistem bangunan tempat tinggal rumah panggung, dan tentunya bahasa. Bahasa-bahasa daerah di Sumatera Selatan sama, hanya sedikit-sedikit berbeda. Misal dari kosa kata atau dialeq.

Masyarakat Melayu Sumatera Selatan yang sudah menyebar tersebut. Kemudian melahirkan sub-sub kepuyangan baru mengikut kekerabatan mereka atau geneologis. Talang lama kemudian membesar dan lapangan perekonomian hutan menyempit. Kemudian anak cucu mereka mereka membangun talang-talang baru.

Maka terciptalah suatu kawasan cukup luas yang terdiri dari beberapa Talang. Mislanya sepuluh Talang atau lebih. Mereka semua masih masuk dalam kepuyangan atau satu keturunan. Dari sinilah kemudian terciptalah sistem pemerintahan marga. Kata Marga diserap dari kata dalam bahasa Sanskerta.[1]

Pemerintahan marga adalah bentuk pemerintahan asli masyarakat Melayu di Sumatera Selatan. Sistem pemerintahan Marga atau Margo di Sumatera Selatan diketahui oleh budayawan dan sejarawan di Sumatera Selatan melalui peninggalan Piagam-Piagam peninggalan Kesultanan Palembang (Ratu Sinuhun dan Sunan Candi Walang).

Kesultanan Palembang adalah kerajaan kota yang berkuasa di Palembang saja. Kemudian perlahan memperluas pengaruh ke pedalaman Sumatera Selatan. Penyebaran pengaruh penguasa di Palembang melalui musyawarah, angkat keluarga (angkan-dangkan).

Dari sini, muncul gelar pangeran-pangeran atau ratu yang diberikan Sultan. Konsesi ekonomi, dan pengukuhan kedudukan sebagai pemimpin Marga (Depati). Sedangkan pemimpin di Palembang mendapatkan pengakuan dan dukungan sebagai penguasa tertinggi. Bentuk saling tunjang dan saling ketergantungan.

Pemberian piagam-piagam oleh para penguasa di Palembang masa itu. Bukan piagam pembentukan Marga. Tapi bentuk pengakuan kedaulatan pemerintahan Marga dalam lingkup wilayah tertentu (raja kecil). Dengan demikian bentuk Pemerintahan Marga sudah ada sejak sebelum adanya kesultanan Palembang.

Seiring waktu ada juga marga-marga yang dibentuk semasa Kesultanan Palembang dan saat Penjajahan Belanda. Seperti Marga Singa Desa di Kabupaten Musi Banyuasin. Marga Singa Desa didirikan oleh Depati Samsudin atau Udin. Setelah melalui serangkaian perang-perang antar dusun atau talang disekitar Talang Rengas Gemuruh tempat kediaman beliau. Depati Udin dapat mempersatukan wilayah-wilayah didaerahnya.

Kemudian barulah mendirikan Marga Singa Desa. Untuk mengambil legalitas dan pengukuhan. Depati Udin pergi ke Palembang dan dikukuhkan sebagai Depati Marga Singa Desa oleh Sultan Mahmud Badaruddin I. Pada zaman kolonial Belanda mengetahui sejarah kepahlawanan Depati Udin yang hebat seperti seekor singa di tengah penduduk.

Belanda khawatir dengan cerita-cerita yang sudah melegenda tersebut. Untuk menghapus sejarah kepahlawanan Depati Samsudin yang melegenda. Agar tidak menjadi inspirasi penduduk untuk berperang dan memberontak. Maka nama Marga Singa Desa dirubah menjadi Marga Sanga Desa. Kata sanga diambil dari kata dalam bahasa Jawa, songo yang berarti sembilan (alasan Belanda).

362. Kemudian ada pula perubahan
Yang Terjadi jaman Belanda
Prabumuli masuk Lakitan
Jud dimasukkan ke Singa Desa

363.Dusun Penggage bertukar pula
Bertukar dengan dusun Sereka
Penggage masuk ke Singa Desa
Sereka masuk ke Punjung Marga.

364.Sehingga Marga SINGA DESA
Mempunyai sembilan buah desa
Sehingga nama Singa Desa
Beobah nama SANGA DESA.[2]

Pemimpin marga pada awalnya bergelar puyang atau depati. Gelar depati bukan hanya digunakan untuk pemimpin marga, tapi juga digunakan oleh pemimpin dusun atau Talang (Marseden, 1983). Selain depati pemimpin marga ada juga digelari Pasirah. Gelar pasirah sepertinya dikukuhkan Belanda.

Sifat kepemimpinan marga berbentuk monarki atau turun temurun seperti sistem pemerintahan kerajaan. Di zaman Penjajahan Belanda kepemimpinan Marga yang turun temurun diganti dengan sistem pemilihan langsung atau demokrasi. 

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 13 Februari 2020.
Latar foto Gunung Dempo, Pagaralam.

Sumber:
M. Arlan Ismail. Marga di Bumi Sriwijaya. Palembang: Unanti Press, 2004.
Yusman Haris. Sanga Desa dari Dahulu Sampai Sekarang. Palembang, 2010.
Mohd. Oedji Anang. Sejarah Marga Sanga Desa. Bandung, 1985.
Edwin M. Loeb. Sumatera Sejarah dan Masyarakatnya. Yogyakarta: Ombak, 2013.
K.H.O. Gadjahnata dan Sri Edi Swasono. Masuk dan Berkembangnya Islam di Sumatera Selatan. Jakarta: UI-Press, 1986.

[1]Edwin M. Loeb, Sumatera Sejarah dan Masyarakatnya, Yogyakarta: Ombak, 2013, h. 21.
[2]Yusman Haris, Sanga Desa dari Dahulu Sampai Sekarang, Palembang, 2010. Ttp.

Sy. Apero Fublic
Via Sejarah Daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Dekonstruksi Kebijakan Sentralistik: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Melalui Lensa Antropologi Hukum

PT. Media Apero Fublic- Saturday, June 13, 2026 0
Dekonstruksi Kebijakan Sentralistik:  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Melalui Lensa Antropologi Hukum
APERO FUBLIC   I  HUKUM .-  Antropologi hukum hadir sebagai antitesis, menegaskan bahwa hukum tidak sekadar teks yang diproduksi oleh lembaga legis…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261128
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 65 Berita 1606 Berita Daerah 1591 Berita Internasional 37 Berita Nasional 1193 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 53 Cerita Rakyat 12 Cerpen 23 Dongeng 67 Ekonomi 81 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 750 Kesehatan 39 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 581 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 46 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 58 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 2 Sastra Kita 43 Sastra Klasik 54 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 187 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us