7/04/2019

Tips Menghadapi Anak Yang Mengalami Gangguan Motorik Halus

Apero Fublic.- Peserta didik anak usia dini adalah anak yang berusia antara 0-6 Tahun. Peserta didik anak usia dini ditinjau dari aspek-aspek perkembangannya merupakan perentang perkembangan manusia secara keseluruhan. Karena pada masa ini anak disebut dengan golden age dimana semua aspek perkembangan cepat sekali berkembang dengan pesat.

Dari kalimat diatas saya ingin membahas tentang salah satu gangguan aspek perkembangan anak yaitu aspek perkembangan motorik. Motorik adalah istilah untuk menggambarkan prilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh manusia.

Saya kali ini akan membahas tentang motorik halus. Mengapa saya ingin membahas gangguan/permasalahan aspek motorik halus, karena saya beberapa waktu yang lalu, sudah pernah mengobservasi gangguan ini di salah satu PAUD yang ada di Kota Palembang. 

Secara umum aspek perkembangan motorik bisa dibagi menjadi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar, dimulai dari tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan.

Kalau keterampilan motorik kasar melibatkan aktivitas otot besar, maka keterampilan motorik halus melibatkan gerakan yang teratur secara halus, misalnya mengenggam mainan, menggunting, dan melipat. Kegiatan yang saya sebutkan adalah kegiatan yang  menunjukkan keterampilan motorik halus pada anak.

Dari hasil observasi yang sudah saya lakukan di salah satu TK (Taman Kanak-Kanak) yang ada di Kota Palembang, ada salah satu anak yang saya dapatkan sebut saja namanya Nisa, duduk di kelas A usia 4-5 tahun. Anak ini,  mengalami masalah dengan motorik halusnya ketika ia diberikan tugas untuk menggunting. Dia sulit untuk mengendalikan gerakannya, sedangkan pada masa itu dia sangat perlu untuk mengembangkan motorik halusnya.

Oleh karena itu, dalam kasus tersebut, kita harus bisa memahami permasalahan yang terjadi pada anak yang mengalami permasalahan motorik halusnya, pada anak. Di sini saya ingin memberikan tips bagaimana cara kita sebagai calon pendidik atau pendidik, dan orang tua. Ketika kita menghadapi anak yang mempunyai permasalah pada motorik halusnya.

A. Bagi Guru dan Guru Pembimbing Diantaranya:
1. Guru atau guru pembimbing mendiagnostik penyebab gangguan anak tersebut dengan memantau prilaku anak tersebut setelah mendapatkan beberapa informasi kemudian lakukan kegiatan yang mendorong anak untuk ikut melatih motorik halusnya.
2. Guru atau guru pembimbing sebaiknya memberikan pemahaman cara berdemokrasi kepada anak yang kiranya mendapati masalah terisolasi sehingga anak.
3. Guru atau guru pembimbing memberikan penjelasan kepada orang tuanya mengenai prilaku anak tersebut dan membuat keputusan yang terbaik bersama-sama.
4. Guru memperlakukan anak sama dengan yang lain.
Melatih anak untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan lain yang menunjang kemampuan motorik halusnya.
Memberikan anak pekerjaan atau tugas yang menggunakan kemampuan jari dan tangan.
5. Meningkatkan kesabaran guru karena setiap anak memiliki jangka waktu sendiri dalam menguasai suatu keterampilanAktivitas fisik yang diberikan ke anak harus bervariasi.

Berilah anak–anak aktivitas fisik yang memungkinkan anak menikmati dan dapat mencapai kemampuan yang diharapkan sesuai perkembangannya.

B. Bagi Orang Tua Diantaranya:
1. Melatih anak untuk memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memasuki kelompok sebaya seperti : tidak membentak-bentak ketika meminta sesuatu, sabar menunggu giliran dalam suatu permainan, suka menolong teman yang kesulitan, tidak mengejek guru yang tampaknya mempunyai kekurangan, tidak merebut mainan orang.

2. Memberikan berbagai terapi untuk menunjang penyembuhan dan perawatan anak dalam rangka menangani gangguan motorik halusnya.

Memberikan  motivasi yang tinggi kepada anak bahwa semua aktifitas motorik dapat mereka lakukan apabila sering dilatih.
3. Ketika sedang berpakaian usahakan orangtua hanya memantau saja biarkan anak yang memakainya sendiri karena kegiatan itu melatih motorik halusnya.

Demikianlah tips dari saya dalam mengatasi permasalahan motorik halus pada anak usia dini. Saran dan masukan yang sifatnya membangun selalu saya tunggu. Sampai jumpa pada artikel saya yang lainnya. Wassalamualaikum.

Oleh: Ana Islami Aliyah.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 8 Desember 2018.
Foto oleh. Ana Islami Aliyah. Ilustrasi Anan-anak Belajar.
Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang Program Studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini). NIM. (1642710003).

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: www.fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment