6/26/2019

Purnama. e-Antologi Puisi Cerita Kehidupan


Apero Fublic.- Perjalanan hidup akan menempuh kisah-kisah yang membuat hidup kita berwarna. Dari ragam warna kisah kehidupan ada kisah yang memberi arti bahwa kita memang hidup. Tanpa kisah hidup yang berwarna tersebut tidak ada alur pendewasaan kita. Maka bersyukurlah apabila anda memiliki kisah kehidupan yang memiliki berbagai warna.

Sebab hal tersebut seperti pupuk yang memberi kekuatan dalam menghadapi kehidupan ini. Lebih keren kalau cerita kehidupan tersebut, baik yang buruk atau yang membahagiakan di tulis, agar ada dokumentasi yang akan kita jadikan rujukan kehidupan kita.

Antologi puisi bertema cerita kehidupan adalah antologi yang mengisahkan warna-warna kehidupan penyair dalam mengarungi lautan jiwanya. Kejadian yang telah terjadi membawanya kedalam arus perenungan, yang kemudian ia torehkan kedalam bait-bait puisinya. Kegetiran hidup telah membuahkan imejinasi sehingga menjadi lirik-lirik puisi.

Puisi, bukan hanya sekadar tulisan-tulisan yang sarat makna dan sulit di tangkap artinya. Namun bagi penyair puisi adalah bentuk ungkapan jiwa, sehingga apa yang ia tulis menyiratkan perasaan dan pengalaman hidupnya. Puisi adalah bentuk terapi kejiwaan yang sangat sehat. Coba bandingkan dengan orang yang melakukan pelampiasan emosional mereka dengan perbuatan negatif, seperti narkoba atau bunuh diri.

Maka dari itu, puisi telah berjasa dalam menyelamatkan kehidupan seseorang. Begitulah sekiranya keajaiban dari puisi, selain media hiburan juga media berdialog dengan kehidupan. Berikut ini adalah e-antologi yang menceritakan kehidupan, "Cerita Kehidupan."

1). Paragraf Terakhir

Tidak ingin di akhiri,
Tidak mau mengakhiri.
Semesta memang sering bercanda.
Mempermainkan waktu.
Mempermainkan rasa.
Aku ingin tetap di dekat mu.
Meneduhkan lelah di hari mu.
Membuat,
Lekuk sabit di senyum kecil mu.

Tetapi terus di akhiri.
Sabit tengah sementara, senyumnya hilang.
Bukan memili berganti menjadi purnama.
Dia memilih tenggelam dalam pekat malam.
Bukan dia yang tega, dan mau tenggelam.
Tetapi semesta tidak restu.

Aku hilang seperti kamu.
Kita tenggelam.
Kita mati.
Kita hancur.
Kita jatuh.
Pada sesuatu yang belum dimulai,
Tetapi harus di akhiri.

Oleh. Purnama.
Palembang, 15 Agustus 2018.

2). Bumi Merindu

Bagaimana aku bisa memulai bumi?
Peti-peti hati sudah tak mampu aku buka.
Kepingannya sudah terlalu melebur,
Berserakan di hamparan tanah.
Hancur sekali bumi.
Mungkin sehancur-hancurnya, bak padang pasir
Atau bagai pasir di tepian pantai,
Yang selalu tergerus oleh ombak, hilang.

Bagaimana aku dapat memulai bumi?
Sedangkan rindu datang sesukanya.
Kadang rindu jua, menjatuhkan semangat.

Lupa yang selama ini aku kira
Ternya pura yang sedang aku rasa.
Bantu aku bumi,
Pada terang-terang yang ciptakan.
Dari rindu-rindu yang menghancurkan.
Agar aku dapat memulai,
Mencintai hati, hati yang baru.

Oleh. Purnama.
Palembang, 17 Januari 2019.

3). Merajut Hujan

Aku mencari, mencuri kesempatan,
Pada basah,
Manusia yang berlarian dari hujan.
Dari jas hujan yang mereka kenakan.
Dari dingin hujan yang mereka takutkan.

Aku gembira, aku menang.
Berbisik pada tuhan.
Sampaikan rinduku, semoga dia rasa.
Dingin hujan memelukku, seakan berkata.
Dia juga rasa.

Aku senang, aku menang.
Pada doa di dingin hujan
Dari hujan yang dingin,
Yang mereka takutkan.

Oleh. Purnama.
Palembang, 18 Januari 2019.

Sekilas tentang penyair cantik ini. Dia lahir di Kota Palembang pada tanggal 1 September 1996. Gadis cantik yang menyukai warna biru dan hitam. Biru melambangkan keabadian dan ketulusan, sedangkan hitam mewakili misteri. Ada banyak misteri dalam perasaannya, dan kehidupan cintanya. Walau demikian ia tetap menjalani hidup dengan ikhals. Dalam hal menyukai seorang pemuda si cantik ini menyukai pemuda yang sederhana, serta berpenampilan apa adanya.

Seorang pemuda yang pendiam dan sopan sehingga apabila melihat dan berada di dekatnya terasa nyaman dan tenang. Pemuda yang penuh rahasia tetapi penuh kejutan, serta berlaku yang ceria. Apabila di nilai dari warna kesukaannya biru dan hitam. Biru adalah kecerahan, ketulusan, dan hitam misteri. Sama semisterinya cowok yang kalem atau pendiam.

Dalam menjalani hidup ia selalu berpikir positif. Maka ia berpesan, tuhan itu maha romantis menciptakan, mungkin kau diciptakan tidak menyukai keramaian. Tidak mempunyai banyak teman dan pergaulan yang luas. Tetapi tuhan memberimu kelebihan, dimana kau dapat menulis cerita hidupmu pada kertas-kertas yang kau temui dengan pena sebagai temanmu. Maka dari itu, berpikirlah positif pada semua yang telah di takdirkan.

Oleh. Purnama.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 18 Januari 2019.
Sumber foto. Purnama.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: joni_apero@yahoo.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment