-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng Legenda Katak dan Semut Anai-Anai
Dongeng

Legenda Katak dan Semut Anai-Anai

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
24 Jun, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
APERO FUBLIC.- Alkisah di Dataran Negeri Bukit Pandape yang terbentang luas. Bukit-bukit bertebaran, tanah subur dan sungai-sungai mengalir ke Sungai Musi. Pada zaman itu, belum ada manusia di muka bumi. Semua hewan belum berbentuk seperti zaman ada manusia. Ada yang besar sekali setinggi pohon. Ada yang kecil seperti serangga. Yang pasti semua bentuk fisik hewan-hewan belum seperti yang kita kenal sekarang.

Tersebutlah sebuah lembah di kaki Bukit Pendape. Hutan rimba yang lebat terhampar, bertanah datar dan banyak terdapat mata air. Sungai-sungai kecil mengalir, benca-benca bercabang-cabang di sela-sela akar pepohonan. Air benca yang jernih karena airnya keluar langsung dari mata air. Ikan kecil dan burung-burung sibuk bermain di alam yang damai itu. Di hulu benca juga banyak terdapat bencani tempat burung mandi dan berburu ikan.

Ada sebatang pohon kiara beringin yang sangat besar dan tinggi. Dahan-dahannya bercabang-cabang landai. Pada dahan pohon kiara beringin ini, banyak sekali sarang lebah bergelantungan. Pohon yang besar dan banyak sarang lebah kelak dinamakan manusia dengan, pohon sialang. Ada sebua benca mengalir di bawah pohon kiara beringin itu. Airnya jernih mengalir di celah-celah akar pepohonan.

Bentuk akar pohon kiara beringin besar-besar melingkar, dan banyak rongga-rongga. Akar demikian sesuai untuk menopang batanganya yang besar dan tinggi. Di balik rongga-rongga akar itu, banyak hidup jenis serangga dan hewan-hewan kecil. Mereka membangun sarang yang nyaman dan damai. Sarang kadal, katak, lipan, belalang, kaki seribu, laba-laba, ular lidi dan lainnya. Ular lidi sejenis kadal, tapi bentuk tubuhnya lebih ramping, kecil memanjang. Terdapat empat kaki seperti kadal. Ular lidi tidak berbisa karena sejenis kadal.

Suatu sore, katak keluar dari sarangnya. Katak itu berkulit hitam, dan matanya rata tidak menonjol. Jenis katak ini tidak ada hewan yang mau memangsanya, karena kulitnya keras dan beracun. Sore yang cerah, katak melompat keluar sarangnya. Beberapa kali dia melompat-lompat, sampailah dia di sarang ular lidi.

"Ular lidi, marilah kiranya kita berjalan-jalan di senja hari ini, bermain di pinggiran benca.” Ajak katak.

“Maaf katak bukan Aku tidak mau menemanimu sore ini. Sebab beberapa hari ini telurku terus bergerak-gerak, tanda dia akan menetas. Aku ingin menjaga telurku. Takut nanti terjadi sesuatu saat telurku menetas." Jawab ular lidi.

"Oh. Selamat untukmu, sahabatku, semoga telurmu cepat menetas, dan anak-anakmu sehat." Katak pamit pergi.

Kembali katak melompat-lompat seraya bernyanyi-nyanyi riang. Kemudian katak mengetuk sarang lipan, dan mengajak lipan untuk bejalan-jalan sore juga. Tetapi lipan juga tidak bisa menemani katak, karena lipan sedang tidak enak badan, tidak semangat keluar sarangnya. Beberapa kali katak mengetuk sarang sahabatnya, seperti sarang kaki seribu, kadal, lipas, semunya sedang sibuk. Akhirnya katak pergi sendiri di sore itu. Dia bernyanyi riang melompat di pinggiran  aliran benca yang bening dan sejuk. Kadang dia berenang dan melompat-lompat di atas akar pohon dan rerumputan. Sampailah katak di hulu benca di mana dia melihat ribuan semut anai-anai sedang berjalan, berbaris. Katak menyapa salah satu semut.

"Hai, semut anai-anai, mau ke mana kiranya kalian?. Bolelah tau kalau tidak keberatan?. Tanya katak bersahaja. Seekor prajurit semut anai-anai berhenti dan menjawab.

"Wahai katak yang ramah, kami tidak kemana-mana, hanya saja ratu memerintahkan kami untuk membangun istana yang baru." Katanya.

“Oh. begitu, iya sudah selamat bekerja kawan. Aku pikir kalian akan pindah." Katak dan prajurit semut anai-anai itu berkenalan lalu berbincang-bincang santai.

Akhirnya keduanya menjadi akrab dan bersahabat. Semut naik ke atas daun rumput. Katak duduk santai di atas akar pohon. Dari tempat duduk, mereka menyaksikan barisan semut pekerja memajang menghitam berjalan berbaris membawa material bangunan istana baru mereka.

Sebuah ranting pohon kering melintang di atas benca dijadikan jembatan oleh para semut. Katak dan prajurit semut anai-anai, dikejutkan dengan suara lari menerobos semak-semak. Tiba-tiba, memecah keheningan hutan terdengar pekikan suara rusa dan auman harimau. Suara gemuruh itu terus mendekat. Katak dan prajurit semut anai-anai itu bersiap-siap antisipasi untuk hal yang tidak diinginkan. Derap kaki hewan berlari terus mendekat, Lalu.

"Brusssss, Brusss." Seekor rusa dan seekor harimau melintas melewati benca. Kaki rusa yang melompati benca menerabas ranting dimana semut anai-anai menyemberang.

Tidak ampun lagi, ranting bergeser dan jatuh kedalam benca. Semut-semut itu terpekik dan berpegang erat-erat. Suda ada puluhan yang terjatu kepermukaan air benca yang jernih itu. Tanpa ampun ikan kecil-kecil langsung menyambar yang terjatu itu. Dalam suasana yang genting itu. Kata melompat dengan sigap. Ujung ranting hampir menyentuh air. Katak membuka mulutnya, dan lidahnya yang panjang menyambar ujung ranting.

"Hupppp.” Semua semut menarik napas lega dan tersenyum lebar. Mereka berterima kasih sekali pada katak yang baik hati itu. Katak kembali meletakkan ranting di tepian benca seperti semula.

"Terima kasih katak.” Ujar mereka hampir bersamaan membuat suasana menjadi ramai. Katak hebat dan baik sekali kata semut-semut itu. Semua kejadian itu diceritakan semut anai-anai kepada sang ratu semut dan teman-teman mereka.

"Baginda ratu anai-anai yang mulia, begitulah kiranya kisah sore tadi. Kalau tidak dibantu katak, mungkin ribuan teman-teman kami jatuh ke air benca. Itupun sudah ada puluhan yang terjatu. Kami tidak dapat menolong. Sebab langsung di sambar oleh ikan-ikan. Kemungkinan juga pembangunan kita akan terhambat. Sebab penyemberangan tidak ada. Tapi katak membantu dan mengembalikan penyemberangan seperti semulah." Jelas kepala prajurit semut anak-anai itu.

Ratu semut terharu sekali mendengar kisah itu. Berita itu populer di tengah semut anai-anai. Sang katak adalah pahlawan mereka, dan ratu semut ingin memberi penghargaan buat si katak. Maka diutuslah prajurit semut anai-anai yang siang itu berbincang-bincang dengan katak. Surat undangan resmi kerajaan semut sampai juga ke tangan si katak yang tinggal di bawah pohon kiara beringin. Katak datang ke istana semut anai-anai. Menerima jamuan makan kerajaan. Semua kemeriahan dihadirkan dalam menyambut kedatangan sang katak. Disambut bak tamu kenegaraan yang penting. Membuat sang katak terharu sekali.

"Katak, terima kasih telah membantu para rakyatku soreh kemarin. Jasamu tidak dapat kami balas. Walau emas satu gunung kami berikan padamu.” Kata ratu anai-anai.

"Sama-sama Ratu, sudah kewajiban kita sesama mahkluk hidup untuk saling membantu.” Ujar kata berkata sederhana. Ratu semut dan katak terus berbincang-bincang banyak hal. Mereka kini menjadi sahabat layaknya saudara.

"Katak, kami ingin memberimu sedikit hadiah. Sebagai kenangan walau tidak seberapa." Lalu ratu memberikan sebuah kotak indah yang tertutup lalu di letakkan di atas telapak tangan katak. Katak terkejut dan tidak menyangka akan diberikan hadiah. Katak tidak langsung menolak. Tetapi dia menerima dahulu karena menghormati sang ratu.

Lalu katak membuka kotak, ternyata di dalamnya ada permata yang indah sekali. Mengedip mata katak karena silau cahaya permata memantul ke bolah matanya. Lalu kembali dia tutup kotak permata itu. Kemudian, katak berkata.

"Ratu, bukan saya tidak menghargai hadiah dari ratu. Atau hadiah dari ratu tidak menarik hati saya. Saya membantu dengan ikhlas dan rasa kasih sayang saya akan sesama.” Kata katak. “Dengan berat hati saya menerima hadia indah ini. Sebaiknya ratu menggunakan harta berharga ini, untuk keperluan negara dan rakyat ratu. Apalagi sekarang ratu sedang membangun istana baru. Tentu memerlukan dana yang tidak sedikit.” Kata katak dengan lembut.

"Wahai sungguh mulia hatimu katak. Alangkah indahnya bumi kita ini apabila semua makhluk sepertimu, membantu dan menjaga sesama dengan ikhlas.” Ujar ratu, tampak air matanya menetes.

*****

Tanpa terasa hari sudah sore. Mereka lupa waktu dan hampir semua sudut istana ratu semut sudah dikelilingi sambil berbincang-bincang. Maka tibalah katak berpamitan untuk pulang. Sebelum pulang katak mengundang ratu untuk datang ke rumahnya. Ratu semut mengiyakan dan berjanji akan datang ke rumah katak.

Mereka berjabat tangan dan saling melambai tangan. Dari jauh ratu menyaksikan katak melompat-lompat riang di selah-selah rerumputan. Lalu menghilang di balik semak-semak hutan yang lebat. Seminggu kemudian katak mengirim surat undangan untuk ratu ke rumahnya. Surat sampai  ke tangan ratu. Berita tersebar di seluruh kerajaan semut anai-anai. Kalau katak mengundang ratu ke rumanya untuk acara pestanya. Rakyat semut anai-anai semuanya ingin juga datang kerumah katak yang baik hati.

Katak adalah pahlawan mereka dan mereka semuanya sayang pada katak. Maka diumumkanlah kalau ratu besok pagi akan pergi memenuhi undangan katak. Dalam pemikiran rakyat semut katak akan merayakan pertemuan dengan ratu sama seperti di istana mereka. Mereka bilang, kapan lagi waktunya berpesta bersama katak kalau tidak saat ini. Demikianlah, ratu semut anai-anai dan semua rakyatnya datang bersama-sama menuju rumah katak. Semua semut bergembira dan tidak sabar datang kerumah katak. Iringan semut anai-anai berbaris menghitam memanjang menuju rumah katak. Maka sampailah rombongan ratu dan rakyatnya di depan rumah katak. Seekor prajurit semut mengetuk rumah katak.

"Katak sahabatku sahabat kami semua, apa engkau di dalam rumahmu. Baginda ratu sudah sampai. Beliau menunggu di halaman rumahmu. Kami sudah tidak sabar bergembira di pestamu. Hari ini adalah hari yang sangat meriah.” Kata si prajurit dari depan pintu rumah katak. Katak buru-buru keluar mendengar ratu semut sudah tiba. Saat dia membuka pintu rumahnya. Katak terkejut setengah mati. Matanya melotot besar seperti mau melompat dari rongga matanya. Tubuhnya gemetar, dan rasa malu juga serta serba salah bercampur aduk. Kemudian katak berkata pada prajurit semut itu. Prajurit semut, katakan pada baginda ratu dan rakyatnya agar sabar dahulu, karena Aku sedang bersiap.

Kemudian si prajurit menyampaikannya kepada ratu semut anai-anai, untuk menunggu. Maka mereka semua menunggu sampai katak memanggil. Ratu semut duduk di kereta kebesarannya sambil berbincang-bincang dengan dayang-dayangannya. Mereka memperkirakan apa yang akan dihidangkan oleh katak. Begitupun dengan rakyat kerajaan semut anai-anai. Mereka memperkirakan apa yang akan dihidangkan katak. Tarian apa yang akan katat persembahkan ujar mereka mengira-ngira.

Sementara itu, di dalam rumah katak kebingungan setengah mati. Dia berpikir kalau yang datang hanya ratu semut dan puluhan pengawal saja. Tapi yang datang ternyata rakyat satu kerajaan semut. Bagaimana dia menjamu tamu sebanyak itu. Sedangkan katak hanya memiliki sedikit makanan. Satu biji buah salak, satu biji buah duku, dan dua kuntum bunga yang di dalamnya terdapat air yang manis untuk minum serangga. Berkali-kali dia menepuk keningnya dan berjalan mondar mandir. Sementara matanya tetap melotot belum kembali normal seperti semulah.

Waktu berlalu, pagi berganti siang, siang berlanjut ke sore. Namun katak tidak kunjung datang dan keluar dari rumahnya. Menjelang malam semua semut sudah sangat kelaparan dan terasa sakit di perut mereka. Begitu pun juga perut sang ratu. Kemudian ratu memerintahkan parjurit yang menemui katak pagi tadi untuk menemui katak di dalam rumahnya untuk mencari tahu. Saat prajurit semut itu masuk ke dalam rumah. Dia tidak menemukan katak di dalam rumah. Hanya sepucuk surat di atas meja. Kemudian surat itu diberikannya kepada ratu.

“ratu yang mulia sahabat ku, maaf Aku tidak dapat menjamu baginda ratu, dan rakyat ratu. Hendaklah baginda memaafkan saya yang tidak sopan dan bersalah ini.

“Katak”

Baginda ratu pun sadar dengan kesalahannya. Katak telah pergi dari pintu belakang. Ratu juga merasa bersalah, dia baru sadar bahwa katak hanya seorang diri, mana mungkin dia dapat menjamu banyak rakyatnya. Kemudian ratu semut juga menulis surat.

“Sahabatku, katak yang berhati baik dan mulia. Seharusnya akulah yang meminta maaf atas kehilafan ini. Aku lupa bahwa engkau seorang diri, sedangkan undanganmu hanya untukku. Hendaklah dikemudian hari engkau mau mengundang Aku lagi, dan kita mengulang dari awal silatuhrahmi kita. Aku tunggu. Aku telah membuatmu malu. Maafkan Aku, sahabat. Tetaplah kita menjadi sabat selamanya. Saling memaafkan dan saling menjaga.”

“Ratu Anai-anai”

Surat balasan diletakkan di atas meja katak. Perut semut sudah sakit karena kelaparan. Sehingga mereka tidak dapat bergerak lagi karena laparnya. Ratu bingung, karena tidak ada makanan, apabila mereka minum langsung di air benca keselamatan terancam, karena arus deras atau ikan. Seekor semut tabib menyarankan agar mengikat perut mereka dengan sesuatu.  Tali, akar, atau rerumputan untuk menahan sakit karena lapar. Kemudian ratu memerintahkan rakyatnya untuk mengikat kuat-kuat perut mereka, sehingga menggenting. Setelah mengikat perut lapar kuat-kuat. Barulah ratu  dan semua semut anai-anai berjalan pulang.

Dari peristiwa tersebut mereka belajar menahan lapar. Diwaktu musim hujan dan makanan habis, mereka mengikat perut kuat-kuat. Mengikat perut saat lapar menjadi kebiasaan semut, kemudian dicontoh serangga-serangga lainnya. Dalam waktu lama, terjadi perubahan besar pada tubuh semut dan para serangga. Perut mereka genting sebagaimana kita lihat sekarang. Sementara katak, matanya yang terkejut membesar tidak pernah kembali normal lagi. Sehingga mata kata menonjol keluar. Sampai anak keturunan katak dikemudian hari matanya seperti menonjol keluar, sebagaimana kita lihat sekarang.

 


Oleh: Joni Apero
Editor. Selita. S. Pd.
Palembang, 22 Juli 2018.
Fotografer. Dadang Saputra. Danau Singkarak, Agam, Sumatera Barat, Indonesia.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com atau duniasastra@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic
Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Kurang Solidaritas Sosial di Kalangan Generasi Muda di Era Digital

Kurang Solidaritas Sosial di Kalangan Generasi Muda di Era Digital

Friday, April 03, 2026
Benarkah Konstitusi Kita Hanya Menjadi Alat Legitimasi Kekuasaan Sesaat?

Benarkah Konstitusi Kita Hanya Menjadi Alat Legitimasi Kekuasaan Sesaat?

Friday, April 03, 2026
RAYA BERDARAH

RAYA BERDARAH

Thursday, April 02, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Ponpes Arriyadl Nurul Qur’an Diresmikan, Wabup Muba Kyai Abdur Rohman Dorong SDM Unggul Berakhlak

PT. Media Apero Fublic- Sunday, April 19, 2026 0
Ponpes Arriyadl Nurul Qur’an Diresmikan, Wabup Muba Kyai Abdur Rohman Dorong SDM Unggul Berakhlak
APERO FUBLIC   I  MUSI BANYUASIN .-  Tungkal Jaya- Tak hanya sebagai pusat pendidikan agama, pesantren kini dituntut melahirkan generasi kreatif da…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

Thursday, April 23, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2026633
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu Labura LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Palangkaraya Palembang Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Barat Daya Papua Selatan Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Kurang Solidaritas Sosial di Kalangan Generasi Muda di Era Digital
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Saat ini, teknologi berkembang dengan sangat pesat, dan kita bergantung pada komputer dan internet u...
  • Benarkah Konstitusi Kita Hanya Menjadi Alat Legitimasi Kekuasaan Sesaat?
    PENULIS.  Andyn Cahya Nugraha APERO FUBLIC   I  OPINI .  Konstitusi sering kali hanya dipandang sebagai tumpukan teks hukum yang...
  • RAYA BERDARAH
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Arus mudik tahun ini secara umum sangat lancar dan minim kecelakaan. Upaya pemerintah untuk membuat ...
  • Dinamika Konstitusi Indonesia dalam Perspektif Mahasiswa PKN
    PENULIS:  Tiara Ayu Lestari  APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Sebagai mahasiswa PPKn, saya melihat dinamika hukum konstitusi di Indon...
  • Tidak Kuat atau Tidak Niat? Menelusuri Alasan Terjadinya Fenomena Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Di Indonesia, mayoritas umat yang beragama Islam senantiasa melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramad...
  • Hak Cipta vs Hak Belajar: Menimbang Moralitas dan Legalitas Pembajakan Buku
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perdebatan mengenai pembajakan buku selalu berada di wilayah yang sensitif: antara perlindungan hak ...
  • Sebut Anak Istimewa: Tetapi Tersingkirkan Dari Publik
    Dok. Pinterest APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Banyak postingan di media sosial tentang seorang ibu yang memposting anaknya dengan b...
  • Guru MI Ash-Shabirin Banjarmasin: Amelia Soleha Publikasikan Karya Ilmiah sebagai Bagian Pengembangan Profesional
    Amelia Soleha APERO FUBLIC   I  BANJARMASIN .– Dunia pendidikan madrasah kembali menunjukkan perkembangan positif melalui kiprah...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023

Popular Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Kurang Solidaritas Sosial di Kalangan Generasi Muda di Era Digital

Kurang Solidaritas Sosial di Kalangan Generasi Muda di Era Digital

Friday, April 03, 2026
Benarkah Konstitusi Kita Hanya Menjadi Alat Legitimasi Kekuasaan Sesaat?

Benarkah Konstitusi Kita Hanya Menjadi Alat Legitimasi Kekuasaan Sesaat?

Friday, April 03, 2026
RAYA BERDARAH

RAYA BERDARAH

Thursday, April 02, 2026
Dinamika Konstitusi Indonesia dalam Perspektif Mahasiswa PKN

Dinamika Konstitusi Indonesia dalam Perspektif Mahasiswa PKN

Saturday, April 18, 2026
Tidak Kuat atau Tidak Niat? Menelusuri Alasan Terjadinya Fenomena Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tidak Kuat atau Tidak Niat? Menelusuri Alasan Terjadinya Fenomena Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Monday, March 30, 2026
Hak Cipta vs Hak Belajar: Menimbang Moralitas dan Legalitas Pembajakan Buku

Hak Cipta vs Hak Belajar: Menimbang Moralitas dan Legalitas Pembajakan Buku

Monday, March 30, 2026
Sebut Anak Istimewa: Tetapi Tersingkirkan Dari Publik

Sebut Anak Istimewa: Tetapi Tersingkirkan Dari Publik

Saturday, April 04, 2026
Guru MI Ash-Shabirin Banjarmasin: Amelia Soleha Publikasikan Karya Ilmiah sebagai Bagian Pengembangan Profesional

Guru MI Ash-Shabirin Banjarmasin: Amelia Soleha Publikasikan Karya Ilmiah sebagai Bagian Pengembangan Profesional

Monday, March 23, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 60 Berita 1465 Berita Daerah 1493 Berita Internasional 34 Berita Nasional 1170 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 44 Cerita Rakyat 12 Cerpen 18 Dongeng 67 Ekonomi 38 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 62 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 2 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 3 Jurnalisme Kita 18 Kampus 415 Kesehatan 26 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 356 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 42 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 56 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 36 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 13 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 28 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 166 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 25 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us