Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

8/31/2021

Pustakawan Harus Multitalent.

APERO FUBLIC.- Pernahkah kalian mendengar istilah pustakawan?. Apa yang kalian ketahui tentang pustakawan?. Dalam kesempatan ini kita akan membahas apa itu pustakawan. Pustakawan merupakan sebuah profesi yang berkecimpung dengan dunia buku. Di sisi lain, seorang pustakawan juga dituntut untuk giat membaca.

Sebagai bentuk pengembangan kepentingan profesinya. Seperti pengembangan pengetahuannya dibidang disiplin ilmu pengetahuan. Sekaligus juga bentuk pengembangan kepribadian, intelektualitasnya serta intuisinya sebagai seorang pustakawan. Sehingga, di dalam perpustakaan dirinya memiliki fungsi sosial, fungsi komunikasi dan fungsi informasi, bukan hanya sebatas penjaga gudang buku.

Pustakawan secara formal lulusan dari sebuah Perguruan Tinggi. Mempelajari dan menguasai ilmu tentang perpustakaan. Gelar akademisi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang lulusan dari jurusan ilmu perpustakaan adalah S.IP yang berarti Sarjana Ilmu Perpustakaan. Banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang jurusan Ilmu Perpustakaan. Banyak yang bertanya-tanya apalagi adik-adik yang baru lulus SMA (Sekolah Menengah Ata).

“Memangnya ada ya, kuliah jurusan Ilmu Perpustakaan?,” Begitulah mungkin pendapat dari masyarakat luas. Tidak heran kalau banyak kalangan yang bertanya demikian. Memang di tengah masyarakat kita kuliah dibidang Ilmu Perpustakaan masih asing. Belum banyak Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan tersebut.

Sebab dalam pandangan masyarakat seorang penjaga perpustakaan saja, tentu tidak perlu lulusan perguruan tinggi. Karena masyarakat belum tahu fungsi dan baiknya sebuah perpustakaan dikelolah dengan baik dan rapi.         Sebab pustakawan menguasai bidang keilmuan dan karakter literasi sehingga mampu menjadi penggerak perpustakaan dengan baik. Maka dari itu, berbeda sekali antara penjaga gudang buku dan pustakawan.

Bahkan penulis pada awalnya tidak mengetahui adanya jurusan Ilmu Perpustakaan. Baru tahu dan masuk kulia Ilmu Perpustakaan atas saran ibu penulis. Wajar, sebab kurangnya pengetahuan masyarakat dan kurang populer karena jurusan Ilmu Perpustakaan terbilang baru di Indonesia.

Di sisi lain dalam pandangan masyarakat umum, mungkin untuk menjadi seorang pustakawan tidak perlu banyak ilmu karena hanya duduk di meja pengunjung dan mencatat nama pengunjung. Sehingga mereka menganggap bahwa pustakawan adalah profesi yang sangat mudah bahkan seseorang yang tidak menjalani perkuliahan pada jurusan Ilmu Perpustakaan pun dapat menjadi pustakawan. Banyak hal yang tidak diketahui orang-orang tentang tatakelolah perpustakaan.

Menjadi pustakawan harus menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan tentang tatakelolahnya, seperti pengkatalogan buku dan non buku, klasifikasi buku, automasi perpustakaan, kearsipan, bahkan aplikasi teknologi informasi, ilmu komunikasi dan sebagainya.

Selain ilmu-ilmu bidang kearsipan dan tatabuku. Seorang pustakawan juga harus banyak pengetahuan terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan tentang literasi. Misalnya adanya pengunjung ingin mencari referensi tentang suatu displin ilmu. Seorang pustakawan harus dapat menunjukkan tempat dan jenis-jenis buku. Sehingga pengunjung terbantu dan mudah dalam mencari buku.

Sehingga untuk menjadi seorang pustakawan haruslah orang yang memiliki multitalent. Bayangkan saja apabila di dalam sebuah perpustakaan terdapat pustakawan yang tidak menguasai bidang apa pun. Maka akan sangat kacau perpustakaan tersebut, mulai dari tata kelolah adminsitrasi buku sampai dengan klasifikasi bidang keilmuan.

Lalu seorang pemustaka atau pengunjung akan sangat kebingungan mencari literasi yang dia inginkan. Kalau pun berjumpa dengan bidang ilmu yang dia inginkan, pastilah dia sudah membongkar dan membolak-balik satu demi satu buku di dalam perpustakaan tersebut. Tentu sangat melelahkan karena perpustakaan memiliki banyak koleksi buku-buku.

Dengan demikian perpustakaan akan kacau dan buku berantakan selalu. Pengunjung akan malas datang ke perpustakaan. Kalau demikian akankah perpustakaan itu berkembang dan lebih maju?. Lalu adakah kenyamanan di dalam perpustakaan yang berantakan itu?. Apakah dapat orang membedakan antara gudang buku dengan perpustakaan lagi?. Ada pepatah berkata, “Perpustakaan adalah jantungnya kampus.” Bagaimana kalau jantung tidak berfungsi. Tentu kampus layaknya zombi-zombi yang berjalan tapi tidak hidup lagi. Apakah lulusan pada universitas tersebut patutu diperhitungkan?.

Selain itu, perpustakaan juga jantung sekolah, jantung masyarakat dan jantungnya negara. Dimana kecerdasan dan intelektual masyarakatnya dapat dikembangkan. Sekaya apapun dan sebesar apapun sebuah bangsa kalau dihuni rakyat bodoh tetap akan hancur juga. Dimana kesejahteraan dan keadilan hanyalah omong kosong belaka. Itulah sebabnya sebuah perpustakaan memerlukan seorang pustakawan. Bukan pustakawan penjaga gudang buku, tapi pustakawan yang multitalenta.

Multitalenta jangan hanya ditapsirkan sebatas Ilmu Perpustakaan saja. Misalnya diadakan suatu kegiatan atau seminar digedung perpustakaan. Apa bila pemandu acara berhalangan hadir, seorang pustakawan harus dapat dan siap menggantikannya. Sebagaimana pustakawan semasa kuliah sudah dibekali ilmu komunikasi. Bekerja pada sebuah perusahaan seorang lulusan Ilmu Perpustakaan dapat menjadi  arsiparis (yang mengurus kearsipan) sebagaimana dia dibekali ilmu tentang kearsipan.

Jika dibandingkan antara tugas seorang guru dengan seorang pustakawan tidak jauh berbeda. Karena seorang pustakawan dituntut untuk menguasai segala macam disiplin ilmu pengetahuan dan informasi literasi. Perbedaan keduanya, seorang guru membagikan ilmu pada murid-muridnya dengan cara mengajarkan. Sedangkan pustakawan membagikan ilmu secara tidak langsung, dia memberikan ilmu pada pemustaka saat dia berkunjung. Dan pemustaka diminta belajar mandiri. Sementara pustakawan akan memandu dan mengarahkan tentang literasi yang pemustaka inginkan.

Pada intinya, pustakawan bukanlah sebuah profesi yang hanya duduk untuk menjaga perpustakaan dan buku-buku saja. Tetapi tugas pustakawan lebih berat lagi dari itu. Jangan meremehkan profesi pustakawan, sebab disana terdapat tugas mulia. Profesi sebagai pustakawan sama halnya dengan profesi lainnya. Kita hidup memiliki jalan dan takdir masing-masing. Cita-cita dan pengabdian pada masyarakat yang berbeda-beda. Ingat, memberikan ilmu yang bermanfaat pada manusia, adalah amal jariyah. Bangga menjadi seorang pustakawan.

Oleh. M. Bimo Jati Atmojo
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Parodi Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

PKK Musi Banyuasin Gelar Rakor Program Kerja Bunda PAUD

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Bertempat di Sekretariat PKK Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (31/8/2021) Bunda PAUD Kabupaten Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza bersama jajaran melaksanakan Rapat Koordinasi Program Kerja terkait Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI). Bunda PAUD Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza mengharapkan Program Kerja Pokja Bunda PAUD di Muba dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

"Satu hal yang kita ketahui, PAUD HI ini harus digarisbawahi bagaimana pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat menjadi menyeluruh dan terintegrasi. Kita harus melaksanakan pelayanan secara terpisah di beberapa tempat layanan. PAUD HI sama dengan kurikulum terpadu, tetapi mungkin juga dilaksanakan secara terpisah di tiap pelayanan. kita harus juga membuat kurikulum individual ditempat masing-masing," terang Thia.

Dia juga menekankan cara penyampaian ke masyarakat sehingga layanan yang diberikan kepada anak-anak, PAUD HI tidak berbeda dengan kurikulum meski ketersediaan tempat berbeda hingga  mengharuskan pelayanan secara terpisah.

"PAUD Holistik Integratif itu artinya semua harus terkoordinasi dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait. Kita harus bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kemajuan PAUD di Muba. Semoga, layanan yang kita berikan kepada anak-anak tetap mendapatkan kurikulum yang sama dan tidak berbeda," ungkap Thia.

Dalam kesempatan ini, ketua Pokja Bidang Pendidikan Herliyani Yusuf menjelaskan bahwa PAUD Holistik Integratif guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal demi mewujudkan anak sehat, cerdas, berkualitas dan kompetitif.

Program kerja Pokja Bunda Paud ada 5 yaitu rapat koordinasi internal pokja Bunda PAUD, rakor dengan Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa dan lurah, penguatan kapasitas Bunda PAUD tingkat kecamatan/desa/lurah, pendampingan ke 3 PAUD Binaan Kabupaten oleh OPD terkait/mitra Pokja Bunda Paud. Dan yang kelima adalah monev program kerja PAUD ke 3 kecamatan.

"Untuk kegiatan pertama kali ini, penyampaian kesempatan untuk 5 kegiatan. Kegiatan ini Sudah terbentuk 30 PAUD binaan dan dari Kabupaten Muba ada 3 PAUD binaan. Kami juga mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan berupa permainan diantaranya ayunan. Semoga program ini bisa kita jalankan sesuai dengan harapan bersama," katanya.

Kepala Dikbud Muba Musni Wijaya diwakili Kabid Paud dan TK Drs RR Gunawan MM dalam paparannya, menjelaskan Program PAUD Holistik Integratif tersebut merupakan sebuah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan terkait secara simultan, sistematis, dan integrasi.

PAUD HI ini merupakan program yang sudah diprogramkan oleh kementerian pusat, bahwa sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan negara.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pencapaian tumbuh kembang optimal sangat ditentukan kualitas perkembangan anak selama periode, yaitu sejak janin, anak usia 6 tahun yang terlihat dari meningkatkannya drajat kesehatan gigi.

"Anak dari umur nol sampai enam tahun harus dipersiapkan sedini mungkin, baik itu pendidikannya, layanan gizi dan kesehatannya, pengasuhannya, dan juga perlindungannya," tandasnya.

Terakhir, mewujudkan PAUD yang Holistik Integratif merupakan tanggung jawab bersama orang tua, Bunda PAUD provinsi dan kabupaten/kota, seluruh seluruh pemangku kepentingan. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

Aplikasi MCP Selaras dengan Visi Misi Bupati Dodi Reza

Sinergi dan Realisasi Nyata Cegah dan Berantas Korupsi.

APERO FUBLIC.- Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengikuti rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah secara Nasional (Rakorwasdanas) 2021 dan Launching Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Centre Prevention (MCP) Pencegahan Korupsi Oleh Kemendagri, KPK dan BPKP untuk Mendorong Tata Kelola Pemerintah Daerah Secara Virtual, Selasa (31/8/2021).

Rakorwasdanas dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. Dalam arahannya Tito menyampaikan, untuk seluruh Kepala Daerah harus mendukung MCP Pencegahan Korupsi dengan menugaskan para Inspektur di masing-masing Daerah agar tersambung dengan sistem MCP. Pengelolaan bersama MCP bertujuan untuk mendorong Pemerintah Daerah dapat melakukan transpormasi nilai dan praktek Pemerintahan Daerah sehingga tercipta tata kelola Pemerintahan Daerah yang baik.

Intervensi yang dapat dilakukan Kemendagri sebagai fungsi Pemerintah dan Pengawasan umum diantaranya perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, dana Desa, optimalisasi pendapatan Daerah dan manajemen aset Daerah.

"Untuk itu, diharapkan agar Kepala Daerah terutama Badan Perencanaannya harus bisa memastikan bahwa rencana yang di buat sudah tepat,"ungkapnya. 

Lanjutnya, tindakan dalam pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan oleh KPK. Penguatan APIP salah satu faktor penting pemberantasan korupsi. Maka perlu dikuatkan dari sisi lembaga, anggaran dan SDMnya.

Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) merupakan instrumen pertama Pemerintah yang melakukan deteksi dini agar jangan terjadi penyimpangan anggaran atau keuangan dalam pelaksanaan kebijakan.

"Semoga APIP dapat menjadi mitra yang baik dan diperhatikan perannya. Untuk itu, APIP yang beranggotakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Kementerian/Lembaga dan Inspektorat Daerah baik Provinsi, Kabupaten/kota, harus dapat saling bersinergi dengan mengutamakan pencegahan sebelum penindakan," ulasnya.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, KPK telah membangun dan secara berkala mengembangkan aplikasi MCP untuk mengukur capaian keberhasilan perbaikan tata kelola pemerintahan. Bahkan KPK mengkoordinasikan dengan menyelaraskan kewenangan yang dimiliki Kemendagri dan melibatkan seluruh perwakilan BPKP di daerah untuk melakukan monitoring, pendampingan dan pengawasan atas implementasi 8 area perbaikan tata kelola Pemda yang terangkum dalam MCP.

Adapun kedelapan area tersebut adalah Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Pengawasan APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah, Manajemen Aset dan tata kelola keuangan desa.

"Semoga melalui MCP dapat memperkuat tata kelola pemerintah daerah agar lebih baik, yang berlangsung secara kontinyu, masif dan terukur," ucapnya.

Sementara Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, pihaknya tentu akan selalu proaktif dalam pemberantasan korupsi yang salah satunya adalah dengan terus melakukan pencegahan agar tidak terjadi praktik korupsi.

Melalui aplikasi MCP yang digunakan untuk mengukur capaian keberhasilan perbaikan tata kelola pemerintahan. "Semoga ini dapat bermanfaat dengan baik, sehingga yang di harapkan berupa peningkatan pelayanan publik dan terwujudnya penyelenggaraan Pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi, dapat tercapai dengan baik," pungkasnya.

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic.

KUPA PPASP R-APBD Musi Banyuasin TA 2021 Disetujui.

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) R-APBD Perubahan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021, disepakati bersama oleh DPRD dan Pemkab Muba. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan bersama antara Bupati Muba dan Pimpinan DPRD Muba pada Rapat Paripurna DPRD Masa Persidangan III Rapat ke-18, Kamis (ertempat di Ruang 31/8/2021) di ruang rapat Paripurna DPRD Muba, Selasa (31/8/2021)

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Muba Sugondo SH dan Wakil Ketua DPRD Jon Kanedy SH dan H Rabik SE. Dari eksekutif hadir Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi. Seluruh anggota DPRD Muba dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta pimpinan OPD d Pemkab Muba yang hadir secara virtual.

Bupati Dodi Reza menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi serta penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Ketua, Wakil Ketua dan seluruh Anggota Banggar yang telah membahas Rancangan KUPA PPASP Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021.

“Kami menyadari ditengah COVID-19 yang masih melanda dunia pada umumnya dan Kabupaten Muba Khususnya, tentu banyak hal yang menjadi kendala bagi kita dalam melaksanakan kegiatan yang sudah kita rancang pada awal tahun namun belum terlaksana secara maksimal. Hal ini akan kita upayakan lagi pada pelaksanaan program dan kegiatan tahun berikutnya,” ucap Bupati Muba.

“Meskipun masih adanya perbedaan pendapat dan persepsi dalam rangkaian pembahasan. Namun semangat musyawarah dan mufakat semangat kemitraan yang tinggi antara Pemerintah Daerah dan DPRD, membuat kita telah dapat menyelesaikannya dengan baik dan DPRD dapat menyepakati KUPA-PPASP Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021,"ujar Dodi

Setelah dilaksanakannya persetujuan bersama antara Badan Anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Muba. Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan nota kesepakatan persetujuan yang dilakukan oleh Bupati, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muba yang disaksikan oleh Sekretaris Dewan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

8/30/2021

Aksi "ASN Peduli Bencana" Dimulai di Musi Banyuasin

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Keren, sebagai pelayan masyarakat, Pemkab Musi Banyuasin dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA  kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat melalui Aksi ASN Peduli Bencana. Jika selama ini seluruh ASN sudah menyisihkan 2,5 persen gaji untuk zakat, kali ini TPP seluruh ASN  disisihkan untuk bencana termasuk menanggulangi pandemi COVID-19.

Sekda Drs H Apriyadi MSi merincinya saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Pelaksanaan Aksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli Bencana,  bersama seluruh OPD dan Camat, di Ruang Rapat Serasan Sekate Gedung Pemkab Muba, Senin (30/8/2021).

Tidak banyak daerah yang mengambil langkah ASN Peduli Bencana yang sangat luar biasa ini. "Sesuai dengan arahan pak Bupati Dodi kita harus memberikan bantuan dan kontribusi yang besar kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Jadi program aksi ASN Peduli Bencana ini segera kita mulai tahun ini. Ini donasi untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. InsyaAllah rencana yang akan kita jalani ini direstui Allah SWT," ungkap Apriyadi.

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Muba, Sunaryo SSTP MM mengatakan terkait penyaluran bantuan, akan dilakukan pendataan untuk calon penerima bantuan memakai pola by name by address.

"Kalau dananya sudah terkumpul nanti, kami akan segera menggelar rapat, dan tim akan segera menentukan jenis bantuan per Kepala Keluarga (KK), dan menentukan berapa jumlah KK penerima bantuan di setiap kecamatan. Jika data sudah tepat, kita langsung menyerahkan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan", terangnya.

Kepala BPKAD Muba Mirwan Susanto SE MM diwakili Kabid Pembendaharaan Ariyanto menjelaskan mekanisme pelaksanan program ASN Peduli Bencana.

Menurutnya, program ASN Peduli Bencana adalah salah satu program penggalangan dana yang bersumber dari pembayaran (Tambahan Penghasilan Pegawai) TPP ASN di lingkungan Pemkab Muba sebesar 2,5% dari TPP netto yang diterima ASN dan diperuntukkan sebagai wujud peduli dalam rangka membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, khususnya pandemi COVID-19di Kabupaten Muba.

"Bendahara pengeluaran masing-masing organisasi perangkat daerah/unit kerja melakukan pembayaran tambahan penghasilan kepada ASN yang tercatat daftar ASN organisasi perangkat daerah/unit kerja berkenaan setelah dikurangi dengan PPh 21 dan program ASN Peduli sebesar 2,5% dari TPP netto yang diterima ASN dan diperuntukkan sebagai wujud peduli ASN dalam rangka membantu masyarakat yang terkena bencana, khususnya dampak COVID-19. Selanjutnya, menyetorkan dana ini ke rekening satgas peduli bencana pada bank Sumsel Babel,"pungkasnya. (HS)

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

Hampir 100 Persen Warga Muba Ter-cover BPJS Kesehatan, Bupati DRA Dianugerahi Penghargaan.

Penghargaan BPJS Kesehatan Atas Capaian UHC.

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. BPJS Kesehatan Cabang Palembang memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA atas komitmennya  mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Piagam penghargaan  diberikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang, Palembang Rudhy Suksmawan Hardhiko usai penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Kesehatan Cabang Palembang dan Pemkab Muba,  Senin (30/8/2021) di Sekayu.

Menurut Rudhy, penghargaan ini layak diterima Pemerintah Daerah Kabupaten Muba, karena  Muba salah satu dari enam kabupaten terbaik di Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai UHC 95,07% dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

“Perlu juga kami sampaikan bahwa Kabupaten Muba adalah kabupaten pertama di Sumsel yang telah berhasil mencapai UHC. Hal ini sejalan dengan RPJMN Pemerintah Pusat, artinya seluruh penduduk sudah dijaminkan kesehatannya. Tentunya ini adalah suatu prestasi yang luar biasa bagi Kabupaten Muba yang juga secara manfaat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Muba di tengah situasi pandemi saat ini tidak perlu khawatir lagi akan biaya pelayanan kesehatan, ” ujar Rudhy.

Bupati Dodi Reza menyampaikan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas capaian yang didapat di wilayah Kabupaten Muba. Dirinya menyebut, capaian yang diraih Kabupaten Muba merupakan hasil kerja keras bersama antara Pemerintah Kabupaten Muba dengan BPJS Kesehatan Cabang Palembang.

"Masuknya BPJS dengan pola sekarang ini, sudah jelas menurut Undang-undang semua jaminan kesehatan berpindah ke BPJS semua, oleh karena itu tidak memikirkan kerugian, kami Pemkab Muba bukan semata-mata mengejar UHC karena kami UHC dari 20 tahun yang lalu, namun kami mengejar pelayanan jaminan kesehatan masyarakat di Muba tidak terganggu oleh karena adanya BPJS," ujar Dodi.

Dikatakan Dodi, dengan berbagai konsekuensi tentu Pemkab Muba terima baik itu adanya kenaikan tarif sehingga Pemkab harus keluar biaya lebih besar.

"Nah kalau kami masuk dalam enam besar kabupaten di Sumsel, kami bersyukur namun bukan itu yang kami kejar, karena memang harus dipertahankan. Tapi yang saya sayangkan 60 % dari jumlah pesertaan itu, seluruhnya dibiayai oleh APBD sebesar 120 milyar lebih, bisa di cek di Provinsi Sumsel kita terbesar bayarannya," ujarnya.

Lanjut Dodi, oleh karena itu kepada pihak BPJS kiranya dibantu Pemkab Muba untuk melakukan pendataan ulang agar pembiayaan peserta BPJS dari APBN bisa ditambah lagi untuk Kabupaten Muba. Kemudian juga untuk perusahaan agar lebih di gencarkan  kepesertaan BPJS nya, bila perlu dibuatkan aturan, staf/karyawan wajib terdaftar BPJS.

"Pembiayaan 120 milyar tersebut kalau di anggarkan untuk pembangunan infrastruktur jalan, atau fasilitas lainnya untuk peningkatan pelayanan kesehatan tentu sangat berguna sekali,"pungkasnya.

Disela kegiatan Bupati Muba melakukan   penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Muba dan BPJS Cabang Palembang Sinergi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang jaminan kesehatan di Kabupaten Musi Banyuasin.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Bapeda Kabupaten Muba Drs Iskandar Syahrianto MH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Kepala Bagian Kerjasama Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, Perwakilan RSUD Sekayu serta Kepala Bidang Sumber Daya Umum Komunikasi Publik dan Hukum BPJS Palembang Hendra Kurniawan dan Kepala Kantor BPJS Sekayu Hamrizal. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

Tertarik Kualitas Kompetensi ASN Musi Banyuasin: STISIPOL Candradimuka Tawarkan Kerjasama.

Jajaran STISIPOL Candradimuka Palembang Sambangi Bupati Musi Banyuasin.

APERO FUBLIC.- MUBA-SEKAYU. Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menerima Audiensi Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Candradimuka Palembang, di ruang Audiensi Bupati Muba, Senin (30/8/2021).

Menurut Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Administrasi STISIPOL Candradimuka Palembang Desi Aryani SSos, audiensi dimaksudkan untuk menawarkan kerjasama kepada Pemerintah Kabupaten Muba dalam peningkatkan kompetensi SDM khususnya bagi ASN di Kabupaten Muba.

Kerjasama mencakup peningkatan kompetensi ASN, di jenjang S1, S2, dam S3, Jurusan Ilmu Pemerintahan dan Megister Ilmu Komunikasi.

"Kalau disini ada yang ingin kuliah namun terkendala oleh dana, kami juga ada program kuliah gratis bagi yang tidak mampu, bisa daftar ke kami kebetulan pendaftarannya belum ditutup. Itu bantuan dari Kementerian Pendiri, setiap tahun kami menerima 60 orang khusus S1," ujarnya.

Ia berharap kerjasama-kerjasama ini dapat ditindaklanjuti dengan MoU antara Pemkab Muba dan STISIPOL Candradimuka Palembang.

Menanggapi tawaran kerjasama tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sangat mengapresiasi, untuk mendorong berbagai kerjasama itu dalam bentuk kesepakatan atau MoU.

Dikatakan Dodi, sebelumnya Pemkab Muba sudah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam negeri, diantaranya UIN Raden Fatah Palembang, UNSRI, IPB, dan ITB sesuai dengan bidang masing-masing.

"Prinsipnya kami, alhamdulillah makin banyak perguruan tinggi bekerjasama dengan Muba makin bagus, untuk peningkatan kualitas SDM," ucapnya.

Bupati Dodi mengintruksikan Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah Kabupaten Muba untuk menindaklanjuti dan mengintensifkan lagi kerjasama-kerjasama dengan STISIPOL.

"Kalau untuk beasiswa kita prioritaskan dari Muba dulu, nanti yang berprestasi dari Sumsel selama tidak menyalahi aturan kita lakukan," imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya SSos MSi diwakili Kepala Bagian Bidang SMP Nazarul Hasan MPd menuturkan program beasiswa untuk S1, S2, dan S3 sudah dijalankan kembali. Untuk S1 kuota 470 orang, S2 140 orang, dan S3 5 (lima) orang.

"Alhamdulillah program beasiswa khusus untuk masyarakat Muba yang kuliah di universitas mana saja sudah dihidupkan kembali dua tahun terakhir ini tinggal kita tingkatkan lagi. Dari kuota tersebut sudah ada sebagian yang telah mendaftar," ungkapnya.

Turut hadir, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Kabag Kerjasama Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, dari STISIPOL Candradimuka Palembang, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dita Mayreista SH MH, Kepala Program Studi Magister Komunikasi Budi Santoso MCom, Kepala Pusat Karir Siti Lady Havivi MSoc SC, Dosen Ilmu Politik Ade Indra Chaniago MSi, dan Dosen Komunikasi Arif Ardiansyah. (HS).

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic