Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

8/08/2021

Update COVID-19 Musi Banyuasin: Bertambah 3 Kasus Positif, 4 Meninggal Dunia.

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (8/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 3 kasus positif dan 4 meninggal dunia.

"Ada penambahan 3 kasus positif dan 4 meninggal dunia per 8 Agustus 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P.

Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2555 perempuan usia 75 tahun asal Sekayu, kasus 2556 perempuan 76 tahun Babat Toman, dan kasus 2557 Laki-laki 65 tahun asal Jirak Jaya.

"Untuk kasus meninggal dunia dialami kasus 2452 Laki-laki usia 73 tahun asal Sekayu, kasus 2555 perempuan usia 75 tahun asal Sekayu, kasus 2556 perempuan 76 tahun Babat Toman, dan kasus 2557 Laki-laki 65 tahun asal Jirak Jaya. Keempatnya sudah dimakamkan sesuai prokes COVID-19," ungkapnya.

Diketahui, hingga 8 Agustus 2021 ada sebanyak 2557 kasus diantaranya 2201 kasus sembuh, 227 masih dirawat, 129 kasus meninggal dunia," urainya.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 8 Agustus 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan. (HS).

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 8 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

8/07/2021

Update COVID-19 Muba: Bertambah 22 Kasus Sembuh, 24 Positif, 1 Meninggal Dunia

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (7/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 22 kasus sembuh, 24 positif, dan 1 meninggal dunia.

"Ada penambahan 22 kasus sembuh, 24 positif, dan 1 meninggal dunia per 7 Agustus 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P.

Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2531 perempuan 23 tahun asal Bayung Lencir, kasus 2532 Laki-laki 64 tahun Bayung Lencir, kasus 2533 Laki-laki 51 tahun Sekayu, kasus 2534 Laki-laki 36 tahun Sekayu, kasus 2535 perempuan 35 tahun Sekayu, kasus 2536 perempuan 43 tahun Sekayu, kasus 2537 perempuan 32 tahun Sekayu, kasus 2538 perempuan 76 tahun Babat Toman, kasus 2539 Laki-laki 39 tahun Sekayu, kasus 2540 perempuan 46 tahun Sekayu, kasus 2541 Laki-laki 30 tahun Bayung Lencir, dan kasus 2542 perempuan 9 tahun Bayung Lencir.

"Kemudian, kasus 2543 perempuan 42 tahun Bayung Lencir, kasus 2544 Laki-laki 52 tahun Plakat Tinggi, kasus 2545 perempuan Plakat Tinggi, kasus 2546 Laki-laki 66 tahun Plakat Tinggi, kasus 2547 perempuan 16 tahun Plakat Tinggi, kasus 2548 Laki-laki 19 tahun Sekayu, kasus 2549 perempuan 47 tahun Sekayu, kasus 2550 perempuan 38 tahun Sekayu, kasus 2551 Laki-laki 35 tahun Babat Toman, kasus 2552 perempuan 45 tahun Sekayu, kasus 2553 perempuan 47 tahun Sekayu, dan kasus 2554 Laki-laki 46 tahun Lawang Wetan," urainya.

"Untuk penambahan 1 kasus meninggal dunia dialami kasus 2439 perempuan 54 tahun asal Sekayu dan sudah dilakukan pemakaman sesuai prokes COVID-19," tambahnya.

Diketahui, hingga 7 Agustus 2021 ada sebanyak 2554 kasus diantaranya 2201 kasus sembuh, 228 masih dirawat, 125 kasus meninggal dunia," urainya.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 7 Agustus 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan. (HS).

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 7 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

Update COVID-19 Muba: Bertambah 16 Kasus Sembuh, 42 Positif, 1 Meninggal Dunia

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (6/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 16 kasus sembuh, 42 positif, dan 1 meninggal dunia.

"Ada penambahan 16 kasus sembuh, 42 positif, dan 1 meninggal dunia per 6 Agustus 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P.

Povi merinci, adapun  penambahan kasus positif diantaranya kasus 2489 Laki-laki 23 tahun asal Sekayu, kasus 2490 perempuan 25 tahun Sanga Desa,  kasus 2491 perempuan 27 tahun Sekayu, kasus 2492 perempuan 42 tahun Sekayu, kasus 2493 perempuan 59 tahun Babat Toman, kasus 2494 perempuan 58 tahun Sungai Keruh, kasus 2495 Laki-laki 25 tahun Sekayu, kasus 2496 perempuan 31 tahun Lawang Wetan, kasus 2497 perempuan 34 tahun Kayuara, kasus 2498 perempuan 42 tahun Babat Toman.

"Kemudian, kasus 2499 Laki-laki 57 tahun Jirak Jaya, kasus 2500 perempuan 35 tahun Babat Toman, kasus 2501 perempuan 23 tahun Plakat Tinggi, kasus 2502 perempuan 42 tahun Babat Supat, kasus 2503 perempuan 49 tahun Tungkal Jaya, kasus 2504 perempuan 61 tahun Sungai Lilin, kasus 2505 perempuan 73 tahun Kecamatan Tungkal Jaya, kasus 2506 perempuan 54 tahun Bayung Lencir, kasus 2507 perempuan 55 tahun Tungkal Jaya, kasus 2508 Laki-laki 63 tahun Tungkal Jaya," urainya.

Selain itu, kasus 2509 perempuan 39 tahun Bayung Lencir, kasus 2510 perempuan 22 tahun Sekayu, kasus 2511 perempuan 53 tahun Sekayu, kasus 2512 perempuan 23 tahun Sekayu, kasus 2513 Laki-laki 43 tahun Sekayu, kasus 2514 Laki-laki 23 tahun Keluang, kasus 2515 Laki-laki 45 tahun Sekayu, kasus 2516 perempuan 6 tahun Jirak Jaya, kasus 2517 perempuan 30 tahun Plakat Tinggi, kasus 2518 perempuan 63 tahun Plakat Tinggi.

"Lalu, kasus 2519 perempuan 33 tahun Plakat Tinggi, kasus 2520 perempuan 15 tahun Lawang Wetan, kasus 2521 perempuan 11 tahun Lawang Wetan, kasus 2522 perempuan 53 tahun Sekayu, kasus 2523 perempuan 5 tahun Plakat Tinggi, kasus 2524 Laki-laki 1 tahun Plakat Tinggi, kasus 2525 Laki-laki 21 tahun Plakat Tinggi, kasus 2526 perempuan 27 tahun Bayung Lencir, kasus 2527 Laki-laki 63 tahun Bayung Lencir, kasus 2528 perempuan 70 tahun Bayung Lencir, kasus 2529 perempuan 25 tahun Babat Supat, dan kasus 2530 Laki-laki 82 tahun Lalan," imbuhnya.

"Untuk satu kasus meninggal dunia dialami kasus 2436 perempuan 51 tahun asal Sekayu dan telah dimakamkan sesuai prokes COVID-19," tambahnya.

Diketahui, hingga 6 Agustus 2021 ada sebanyak 2530 kasus diantaranya 2179 kasus sembuh, 227 masih dirawat, 124 kasus meninggal dunia," urainya.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 6 Agustus 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 6 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

8/06/2021

Tokoh Bangsa: Wage Rudolf Supratman

APERO FUBLIC.- Wage Rudolf Supratman lahir pada tanggal 9 Maret 1903, anak ke tujuh. Lahir di sebuah desa Pulau Jawa. Saat lahir beliau dinamakan oleh ibunya dengan, Wage. Wage diambil dari hari kelahirannya sekaligus mengingat kelahiran beliau. Ayah Wage adalah seorang sersan Pasukan KNIL (Koninklidjk Nederlands Indisch Leger), bernama Djoemeno Senen Sastrosoehardjo. Sang ayah kemudian menambahkan namanya dengan Supratman, menjadi Wage Supratman.

Ayah beliau kemudian membuatkan akta kelahiran untuk beliau (geboorte acte), dan tertulis kalau dia lahir ditangsi Meester Cornelis (Jatinegara). Menginjak usia sekolah, Wage Supratman ikut dengan keluarga kakak sulungnya, Nyonya Rukiyem Supratiyah van Eldik di Makasar. Dari sinilah dia mendapat nama tambahan lagi dari kakak iparnya, yaitu Rudolf. Dengan tambahan itu, lengkaplah nama beliau sebagaimana kita kenal sekarang, Wage Rudolf Supratman.

Tambahan nama Belanda bukan tanpa alasan, dengan demikian Wage dapat masuk sekolah anak-anak Eropa, Europese Legere School (ELS). Kedudukannya disamakan dengan orang Belanda asli (gelijkgesteld). Wage Kecil berangkat dari Batavia ke Makasar pada umur 11 tahun, 1914. Dalam pelayarannya dia menumpang kapal laut legendaris Van der Wijk.Kapal laut ini mengingatkan kita pada novel karya Buya Hamka atau film berjudul, Tenggelamnya Kapal Van der Wijk.

Wage kecil menyukai musik, dan sangat terkesan dengan permainan biolah kakak iparnya, van Eldik. Van Eldik juga seorang sersan KNIL. Dalam perjalanan itu, dia menyatakan kalau dia menyukai musik, terutama permainan biola. Setelah tinggal di Makasar dia kemudian menjadi anggota grup band pimpinan van Eldik bernama, Black White Jazz BandBlack dan White menggambarkan kalau pemain musik terdiri dari orang pribumi yang kulit berwarna dan orang kulit putih (Eropa).

Nama Wage menjadi tenar juga, dan para gadis menyebutnya dengan Meneer Supratman. Karena waktu itu dia menjadi guru bantu setelah tamat dari sekolah Normaal School di Makasar.

Wage Rudolf Supratman awal karirnya sebagai seorang guru. Kemudian ditugaskan di pedalaman Sulawesi (Singkang). Kakaknya khawatir dengan keselamatan dirinya, sehingga dia diminta untuk berhenti dari Pegawai Pemerintah (PNS). Kemudian dia mencurahkan perhatiannya pada seni musik. Dia mengenal dan mempelajari lagu kebangsaan Perancis, La Marseilles karya Rouget de L’ise. Dari sini dia terinspirasi dan bercita-cita suatu saat nanti dapat menciptakan lagu kebangsaan sendiri (Indonesia).

Wage sempat menjadi juru tulis di kantor dagang Firma Nedem, lalu pindah kerja ke kantor pengacara Schulten. Pada awalnya kehidupan Wage dihabiskan bergembira ria, namun sejak tahun 1924 hatinya berubah. Dia berpikir kalau kehidupannya selama ini tidak memiliki arti yang baik. Perhatiannya mulai beralih pada bidang politik dan pergerakan pemuda Indonesia.

Mulai dia membaca koran-koran terutama koran, Sin Po. Mengikuti cerama, mengikuti pemberitaan dari koran Pemberitaan Makasar. Dari kegiatannya itu, Wage masuk daftar orang yang diawasi oleh pemerintah Kolonial Belanda melalui Dinas Intelijen Belanda atau PID (Politieke Intilichtingen Dienst). Karena menjaga nama baik keluarga kakaknya, dia mengurangi kegiatannya.

Keinginan Wage Rudolf Supratman untuk membuat lagu kebangsaan terus menggebu di dalam jiwanya. Dia mengurung diri di dalam kamar, namun tidak menemukan inspirasi untuk menciptakan lagu-lagu kebangsaan. Oleh karena itulah, dia berpikir kalau harus terjun langsung ke lapangan dan ikut dalam pergerakan kemerdekaan bersama-sama pemuda dan masyarakat luas. Di Pulau Jawa adalah tempat pergerakan pemuda di seluruh Hindia Belanda berkumpul. Timbulah keinginannya untuk pergi ke Pulau Jawa. Kepergiannya diiringi rasa haru keluarga kakaknya, dan biola pemberian kakak iparnya, van Eldik dia bawak juga.

Kaum pergerakan diawasi dengan Undang-Undang Pemerintah (Regering Reglementen), yang mengancam kaum pergerakan kemerdekaan. Wage tiba di Jawa Timur, Kota Surabaya. Di sini yang pertama dia bergaul dengan Kelompok Studi Indonesia (KBI). Mulailah dia menyelami jiwa kebangsaan Indonesia. Akhir tahun 1924 dia meninggalkan Surabaya, menuju Cimahi di Warung Contong- tempat kediaman orang tuanya.

Sebua harian, Kaoem Moeda yang sangat terkenal waktu itu, di Bandung. Koran ini terkenal karena kritikan yang tajam pada Pemerintahan Kolonial Belanda. Wage mendaftar menjadi salah satu wartawan disana. Suasana Bandung penuh hiruk pikuk gerakan pemuda, dimana Soekarno mendirikan Kelompok Studi Umum. Organisasi Budi Utomo juga bergejolak, dimana pada April 1925 menyelenggarakan kongres mendesak Belanda terhadap kesewenangan pada kaum buruh (poenale sanctie).

Gaji menjadi wartawan tidak sebesar gajinya di Makasar. Namun karena jiwa perjuangannya dan idealismenya tidak dia pikirkan. Untuk menambah penghasilan, dengan bermain musik di Gedung Societeit Bandung. Siang sebagai wartawan, malam sebagai pemain musik. Membuat dia bekerja terlalu keras dan atas nasihat dokter untuk mengurangi kegiatannya. Untuk itu, dia meminta berhenti sementara dari reporter Harian Kaoem Moeda.

Kebetulan Perada Harapan sedang mencari orang untuk menyelenggarakan biro pers Alpena (Algemene Pers Niews Agency) di Batavia (Jakarta). Wage menerima tawaran sebagai desk editor dan wartawan. Wage menerima tawaran itu, dan pergi ke Batavia. Biro pers Alpena adalah perusahaan kecil, hanya dikerjakan tiga orang, Perada Harapan sebagai direktur. Kadar sebagai Tata Usaha dan sekretaris, dan Wage sebagai asisten Perada Harapan.

Karena itu, kehidupan Wage menjadi sangat sederhana. Dia hanya memiliki sepasang sepatu putih, sepasang jas putih, pakaian bekerja, selembar kain sarung, sebuah peci, dan tas kulit. Kalau sepasang sepatunya yang dicat dengan kapur siri tidak kering karena hari mendung. Wage tidak dapat pergi ke kantor. Karena itulah, sempat terlintas dia ingin kembali ke Makasar, atau menjadi pemain musik lagi.

Dalam keadaan kesulitan, walau sekedar mencari makan. Wage melihat iklan dari koran Sin Po yang sedang mencari wartawan, terutama orang Melayu. Wage mendaftar, bersama sepuluh orang lainnya dia mengikuti tes. Wage lulus dan diterima sebagai wartawan. Koran Sin Po waktu itu sedang tenar. Didirikan oleh sejumlah pengusaha nasionalis, dipimpin oleh Kwik Kek Beng.

Menjadi wartawan di Sin Po cukup menyenangkan, dari sini juga dia dapat berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan. Diantaranya M. Tabrani, Soegondo Djojopoespito, dan Soemarsono. Dari merekalah Wage mendapat informasi tentang sekelompok pemuda yang akan menyelenggarakan Kongres Pemuda Indonesia.

Nama Wage Rudolf Supratman mulai dikenal luas sebagai wartawan mulai dikenal luas, saat dia meliput kegiatan Kongres Pemuda Indonesia I pada 30 April sampai 2 Mei 1926. Kemudian Kongres Pemuda Indonesia II pada 27 sampai 28 Oktober 1928. Dari sana namanya muncul dalam sejarah pergerakan bangsa Indonesia. Berita dimuat secara besar-besaran pada koran dimana dia bekerja, Koran Tionghoa, Sin Po. Selain koran Sin Po, berita KPI (I-II), juga dimuat oleh Pers Melayu.

Dari pergaulan dan sentuhan dengan kaum pergerakan, membuat hasrat menciptakan lagu-lagu perjuangan menggelora. Lagu pertama yang diciptakan berjudul, Dari Barat Sampai ke Timur. Lagu ini kemudian sangat populer di kalangan pemuda-pemuda di Batavia. Tertarik dengan pidato M. Tabrani, dia menemuinya secara pribadi dan berkata. “Mas Tabrani, saya terharu pada pidato yang diucapkan dalam Kongres Pemuda Indonesia Pertama, terutama pidato Mas Tabrani dan pidato Sumarto. Cita-cita satu Nusa, satu Bangsa, yang digelari Indonesia Raya itu saya akan buat. Dan namanya, Indonesia Raya (M. Tabrani, 1975).”

Kegiatan kaum muda terus diikuti Wage, tiga kali seminggu dia datang ke gedung Indonesisch Clubgebow (Gedung Pemuda). Pemuda tahu kalau Wage mempunyai konsep lagu kebangsaan dan akan mengakui sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Pada bulan Desember 1926 terjadi huru hara pemberontakan Komunis, dan Pemerintah Kolonial memperketat keamanan. Gedung Pemuda, Jalan Keramat Raya 106 kemudian diawasi oleh intelijen (PID).

Memasuki tahun 1927 kegiatan para pemuda kembali ramai. Wage sebagai wartawan mendapat informasi rencana pendirian Organisasi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Berdiri pada  4 Juli 1927, Ketua Soekarno dan sekretaris Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo. Desember 1927 Wage mengikuti apel PNI, dan terkesan dengan pidato Soekarno. Pada Mei 1928 Organisasi PNI (Perserikatan Nasional Indonesia) berubah nama menjadi Partai Nasional Indonesia.

Dalam pada itu, Wage juga ikut menyebarkan paham kemerdekaan dan kebangsaan Indonesia. Dia menjadi agen dari media pers lainnya, seperti Persatuan Indonesia, Timboel, Soeloeh Indonesia Moeda, Soeloeh Rakyat Indonesia, Indonesia Raya. Bersamaan dengan itu, Wage menciptakan lagu bertema patriotisme berjudul Indonesia Hai Ibuku. Pada tanggal 13 Septemeber 1928 setelah meliput kelahiran Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Terciptlah lagu, Bendera Kita.

Wage ingin lagu kebangsaannya dinyanyikan dalam kongres pemuda, sehingga dia memberikan salinan lagu pada para pemuda. Penutupan Kongres Pemuda Indonesia II tanggal 28 Oktober 1928. Pada malam penutupan Wage berangkat lebih awal, memakai jas putih-putih, berkopiah, sepatu putih mengkilap, membawa biolahnya dan segerah bergeromol dengan wartawan-wartawan Melayu. Soegondo menjanjikan bahwa Wage boleh memainkan lagunya saat istirahat.

Namun, karena khawatir akan terjadinya penutupan acara oleh Pihak Kolonial Belanda karena menyanyikan lagu kebangsaan. Padahal kongres hanya tinggal mengumumkan hasil keputusannya saja. Maka Soegondo meminta lagi dinyanyikan hanya instrumennya saja. Suatu ketika, Wage memberikan salinan lagu, Indonesia Raya pada Soekarno. Sehingga, pada Kongres PNI tanggal 18-20 Desember 1929 lagu kebangsaan Indonesia kembali berkumandang. Dalam kongres itu, menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Pada awalnya Pemerintah Kolonial Belanda tidak melarang lagu Indonesia Raya. Banyak dinyanyikan oleh pemuda dan anak-anak secara luas. Sehingga Belanda menjadi hawatir dan melarang menyanyikan lagu Indonesia Raya pada tahun 1930. Wage kemudian ditangkap lalu di introgasi. Saat diintrogasi dia ditanyai, mengapa dinamakan lagu kebangsaan, mengapa ada kata merdeka-merdeka, dan apa maksud menciptakan lagu Indonesia Raya.

Wage menjawab, tujuannya adalah menciptakan lagu-lagu perjuangan. Untuk kata “merdeka-merdeka” bukan dari dia. Tapi dari anak-anak muda, aslinya katanya adalah “muliah-muliah. Mengapa disebut lagu kebangsaan dengan tepat Wage menjawab kalau itu keputusan dari Kongres PNI II tanggal 20 Desember 1929. Dia pun akhirnya dibebaskan.

Pelarangan menyanyikan lagu Indonesia Raya mendapat protes dari Volksraad. Sehingga akhirnya Pemerintah Kolonial Belanda kembali mengizinkan tetapi di dalam ruangan yang tertutup. Saat Jepang masuk bulan Maret 1942 diawal penjajahan terhadap Indonesia. Lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Dalam perjalanannya kemudian lagu Indonesia Raya kembali dilarang dinyanyikan. Kemudian Jepang terdesak oleh kekuatan sekutu, dan Jepang berbalik menjanjikan kemerdekaan.

Kemudian terbentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Tugas pertama adalah membentuk Panitia Lagu Kebangsaan Indonesia. Sehingga ada sedikit perubahan musikal dan kata-kata dalam lagu Indonesia Raya. Pada tanggal 16 November 1948 dibentuklah Panitia Indonesia Raya. Sebagai hasilnya, pada tanggal 26 Juni 1958 dikeluarkan Peraturan Pemerintah RI Tentang Lagu Kebangsaan, Indonesia Raya. Peraturan terdiri dari 6 Bab, mengatur tata tertib dan penggunaan Lagu Indonesia Raya. Dilengkapi pasal-pasal penjelasnya, dengan demikian tercapailah keseragaman dalam nada, irama, iringan, dan gubahan lagu.

Namun sayang, jauh sebelum masuk kedalam masa kemerdekaan Indonesia. Wage mulai sering sakit-sakitan, dan dokter memaksa dia berhenti bekerja dari koran Sin Po pada November 1933. Wage sempat menulis romas sosial, berjudul Perawan Desa. Tetapi saat akan Wage cetak salinannya dirampas oleh Pihak Kolonial Belanda. Dia kecewa dan sangat marah. Wage menikah degan seorang wanita bernama Salamah. Sebagai janda pahlawan dia menerima tunjangan 95.000 rupiah (nilai rupiah zaman dahulu) per bulan  bantuan presiden dan Departemen Sosial.

Lagu ciptaan beliau cukup banyak, diantaranya Indonesia Raya yang kita kenal sebagai lagu kebangsaan kita sekarang. Kemudian lagu berjudul Dari Barat Sampai ke TimurBendera KitaIbu Kita KartiniIndonesia Hai IbukuBangunlah Hai KawanMars KBIMars ParindraSuryo Wirawan, dan Matahari Terbit.

Pada 17 Agustus 1938 dia wafat, dan dimakamkan di Pemakaman Kanjeran, Surabaya. Untuk menghormati jasa-jasa beliau, masyarakat Indonesia melalui Pemerintahan Repulik Indonesia menganugerahin sebagai Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputra Utama Kelas II berdasarkan SK Presiden Repulik Indonesia No. 016/TK/1971. Kemudian selanjutnya pada tanggal 19 Juni 1974  Pemerintah zaman Orde Baru memberikan Piagam Penghargaan. Delapan belas tahun kemudian (31 Maret 1956) setelah wafatnya, makam Pahlawan Nasional Wage Rudolf Supratman dipindahkan ke pemakaman baru di Tambak Segaran Wetan dengan Upacara Kenegaraan.

Naskah Lagu Indonesia Raya 1928

Indonesia, tanah airku.
Tanah tumpah darahku.
Di sanalah aku berdiri.
Menjaga, pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku.
Kebangsaan tanah airku.
Marilah kita berseru.
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku.
Hiduplah negeriku.
Bangsaku, jiwaku semua.
Bangunlah rakyatnya.
Bangunlah bangsanya.
Untuk Indonesia Raya. (Wage Rudolf Supratman).

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 5 April 2021.
Sumber: Yanto Bashri dan Retno Suffatni (ed). Sejarah Tokoh Bangsa. Dalam: ST. Sularto. Wage Rudolf Supratman Menunggu Pelurusan Fakta Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Tokoh Bangsa, 2011. Sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/620652392373837850/.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Pohon Gelam (Melaleuca Leucadendron)

APERO FUBLIC.- Pohon gelam yang sangat terkenal di Indonesia. Pohon ini memiliki nama latin Melaleuca Leucadendron dari ordo myrtales.Pohon ini  tumbuh di dataran rendah, yaitu rawa-rawa dan sekitar perairan dangkal. Pohon gelam di beberapa tempat ada juga dinamakan kayu putih atau kayu gelang. Belum tahu alasannya mengapa dinamakan masyarakat dengan pohon gelam. Kalau penamaan kayu putih kemungkinan karena kulit pohon berwarna putih.

Kulit pohon gelam juga unik dan berbeda dari jenis pohon lainnya. Pada kulit luar tampak membusa dan membela seperti tali juga tebal. Tekstur batang kayunya juga kenyal dan awet. Apa bilah ingin menggunakan lebih awet untuk kerangka rumah. Dapat merendam pohon gelam beberapa bulan sampai kulit mengelupas. Kalau digunakan langsung pohon gelam cenderung cepat lapuk.

Ukuran tinggi tumbuh pohon gelam antara 10 sampai 20 meter di atas permukaan tanah. Batang tumbuh lurus ke atas dengan cabang kecil. Bunga malai, berambut berwarna putih ungu. Akarnya semi tunggang dan berserabut. Cabang pohon gelam tidak memecah batang pohon sebagaimana pohon lain. Cabang hanya seperti sirip yang muncul di sisi. Sehingga bentuk pohon lurus keatas. Dengan demikian pohon ini menjadi pohon komersil yang digunakan masyarakat untuk alat membangun rumah, kerangka bangunan.

Pohon gelam tumbuh alami di habitatnya secara berkelompok. Bahkan dapat tumbuh pada tanah yang tandus dan gersang. Gelam berkembang biak dengan biji atau dengan tunas. Anda dapat memotong beberapa bagian batang pohon gelam lalu ditusukkan ke tanah. Kemudian pohon gelam dapat tumbuh bertunas apabilah cukup air. Gelam dapat dijadikan tanaman hias, dengan cara dibonsai. 

Eksplorasi pohon gelam terus menerus tidak baik bagi lingkungan hidup. Sebab gelam masuk dalam bagian lahan hutan gambut. Karena pohon gelam tumbuh pada kawasan resapan air. Pohon gelam juga menjadi bagian dari penghijauan kawasan rawa-rawa yang sulit ditumbuhi  pohon lainnya. Sudah saatnya sistem cor bangunan menggunakan sistem yang lain. Misalnya diganti dengan besi, lalu dikomersil sistem sewa.

Oleh. Arip Muhtiar, S.Hum
Editor. Selita, S.Pd
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 6 April 2021.

Sy. Apero Fublic.

Nama dan Istilah-Istilah Penyakit

APERO FUBLIC.- Penyakit dalam ilmu pengetahuan diberikan nama-nama untuk mengenali jenis penyakitnya. Kemudian diberikan keterangan tanda-tanda dan ciri-ciri penyakitnya. Posisi dan pada bagian tubuh yang sakit juga dijelaskan. Dengan demikian para pengidap penyakit akan mengenali penyakitnya.

1.Viginismus

Viginismus adalah nama penyakit yang diderita oleh seorang wanita dimana dia merasa kesakitan saat melakukan hubungan suami istri. Penderita viginismus memiliki hasrat seks yang normal sebagaimana wanita normal lainnya.

Namun saat dia melakukan hubungan suami istri pada kemaluan si wanita (istri) terasa sakit. Pederita viginismus biasanya tidak mengenali dan menyadari penyakitnya. Sehingga dia merasa hal demikian adalah biasa. Sehingga timbul tanda tanya dan kekhawatirannya tentang seksnya.

2.

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 7 April 2021.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Pohon Kiara Beringin (Ficus Annulata)

APERO FUBLIC.- Pohon kiara beringin dikenal dalam masyarakat Melayu di Sumatera Selatan dengan nama Kiare. Kiara beringin sering juga dijuluki dengan beringin pencekik memiliki nama ilmiah ficus annulata, dari genus ficus dan keluarga moraceae. Kiara beringin adalah pohon besar yang sangat unik dalam pertumbuhannya. Pada awalnya pohon asli Indonesia ini adalah kotoran hewan yang memakan buahnya. Seperti burung, kelelawar atau jenis hewan primata (kera).

Kemudian hewan-hewan tersebut terbang jauh dan membuang kotorannya. Kotoran yang dimana terdapat biji buah kiara beringin jatuh, dan menempel pada dahan pohon. Kemudian biji tersebut tumbuh perlahan. Pada awalnya tumbuh menyerupai akar yang menjuntai pada batang pohon tersebut, lalu menjuntai ke bawah sampai menyentuh tanah. Pada ujung yang menyentuh tanah muncul akar, sedangkan bagian yang menjuntai atau menempel muncul sejenis akar yang mulai melilit pada batang pohon tersebut.

Semakin lama semakin banyak belitan dan semakin membesar. Juntaian yang pada awalnya seperti akar kecil perlahan membesar dan menjadi batang pohon kiara beringin. Seiring waktu pohon kira terus besar dan mencengkeram seluruh batang pohon dimana awal dia tumbuh. Akhirnya pohon tersebut menjadi mati. Pohon kiara beringin pun tumbuh mandiri menjadi sebatang pohon kiara beringin yang besar dan rindang.

Ketinggian pohon kiara beringin tergantung dari tempat pohon yang dia tumbuhi. Akar pohon kiara beringin berbentuk banir lebar, dan akar yang melingkar-lingkar. Buah berbentuk bulat dan berwarna hijau, tangkai daun bersifat tunggal. Batang yang besar menciptakan dahan-dahan yang besar. Uniknya dahan kiara beringin berbentuk melandai dan melebar. Karena rindang dan sejuk oleh oksigen pohon kiara beringin menjadi pohon yang nyaman.

Membuat lebah hutan tertarik bersarang, sehingga sering dijadikan masyarakat di Sumatera dan Kalimantan sebagai pohon bersarang lebah hutan. Di Sumatera pohon yang dijadikan tempat bersarang lebah hutan dinamakan pohon sialang, sialang kiare atau sialang kiara beringin.  Penduduk pada awalnya membersihkan dahan-dahan pohon kiara beringin, lalu membuat sarang tiruan dari ijuk. Untuk memancing lebah bersarang.

Sialang kiara beringin biasanya tidak bertahan lama. Karena sistem naik pohon sialang kiara beringin penduduk melukai batang dan dahannya dengan menancapkan kayu tajam (lantak). Sehingga membuat pohon kiara beringin menjadi sakit, dalam waktu kurang lebih sepuluh tahun pohon Kiara beringin, mati. Pohon kiara beringin terhitung pohon yang berumur lama, lebih dari satu abad.

Oleh. Pais Paliadi, S.Pd
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
OKI, 7 April 2021.

Sy. Apero Fublic