11/01/2021

BIJAK MEMBACA BERITA DI TENGAH HOAX !!!.

APERO FUBLIC.- Keberadaan berita dan situs berita abal-abal pengeruk keuntungan financial dengan cara memanfaatkan pembacan yang melalui emosional. Berita hoax merupakan berita bohong yang dibuat dengan tujuan tertentu.

Hoax biasanya disalurkan melalui pesan singkat seperti whatsApp, messenger, instagram, telegram atau status di media sosial (twitter, facebook, line dan lainnya) yang memiliki peluang besar untuk dibagikan kepada lebih banyak orang. Pada masa sekarang Berita Online maupun Situs Online (bloger, website, wordprees dll) sangat mudah diakses, yang banyak bermunculan di media sosial kita.

Media sosial yang biasa kita gunakan sehari-hari untuk berkomunikasi tak luput dari berbagai berita hoax. Tak jarang terkadang masyarakat menemukan berita di Media Online langsung membagikan berita tersebut. Padahal tidak semua berita di Media Online tersebut merupakan berita yang valid.

Hal tersebut bisa terjadi lantaran pembaca yang langsung menelan bulat-bulat berita tersebut tanpa mencari tau kebenaran dari berita tersebut. Sebagai contoh pada tahun 2021 ini,  menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mencatat dan melabeli 1.556 hoaxs terkait Covid-19 serta 177 hoaxs terkait vaksin Covid-19.

Berbagai macam dampak yang timbul dari berita hoax demikian. Hoaxs sangat meresahkan dan membuat panic masyarakat karena isi dari berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan baik secara logika maupun data. Kemudian membuat masyarakat melakukan sesuatu yang tidak baik.

Banyaknya pemberitaan yang mengandung konten hoaxs tersebut membuat masyarakat salah menilai tentang keberadaan virus tersebut membuat pandangan umum masyarakat sangat berbeda-beda. Hampir seluruh isi berita online menggiring opini masyarakat supaya tidak mempercayai adanya Covid-19, menyepelekan virus itu, hingga menghadirkan beragam metode pengobatan di luar nalar (akal sehat). Pastinya hal ini sangat berbahaya karena berhubungan dengan keselamatan banyak orang.

Menimbulkan perpecahan, berbagaimacam isu SARA yang merupakan konten yang sering menimbulkan kebencian antar golongan, atau antar agama tertentu. Mengancam kesehatan mental, berita bohong yang berunsur ancaman tentunya dapat mepengaruhi kesehatan mental karena kata-kata yang mengundang kecemasan, dan kekhawatiran.

Mengakibatkan kerugian materi, dalam hal ini tidak hanya kesehatan mental tetapi dampak hoaxs juga mengakibatkan kerugian material. Dengan kemudahan dan cainggihnya teknologi berkirim pesan berantai sanga tmudah menyebar ditengah masyarakat. Kalimat berunsur fantastis mengiming-imingi target untuk mengirim uang dan hadiah.

Untuk menjadi pembaca berita yang bijak tentunya kita harus mengetahui apa saja ciri-ciri berita hoax. Hal ini bias menjadi tameng atau perisai bagi diri kita supaya tidak membaca berita yang hoax dan menyebarkannya.Berikut ini cirri-ciri berita hoaxs.

1.Berita yang ditampilkan menimbulkan kecemasan, kebencian, atau permusuhan antar satu sama lain.
2.Tidak ada cantuman sumber berita jelas yang dapatdimintai pertanggungjawaban.
3.Informasi bersifat menyerang, berat sebelah, dan tidak netral.
4.Memiliki judul yang provokatif dan tidak sesuai dengan isi berita.
5.Memaksa pembaca untuk membagikan berita tersebut agar viral.
6.Berita yang dikeluarkan tidak menyeluruh, ada fakta yang disembunyikan, dan memotong informasi yang diberikan oleh sumber terpercaya.
7.Menggunakan data dan foto palsu supaya berita yang ditulis dapat dipercaya.
8.Memanipulasi fakta yang sebenarnya.
9. Ditulis oleh media yang tidak
kredibel.

Dengan adanya ciri-ciri berita hoax di atas kita sebagai pembaca semoga bias lebih bijak lagi dalam membaca, menganalisis dan mempercayai berita tersebut sebelum menyebarkan berita tersebut. Berita hoax perlu perhatian serius pada saat ini, karena bisa menimbulkan kerugian bagi kita sendiri atau pun banyak pihak lain.

Oleh: Helfa Tri Wahyuni
Editor. Melly.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 1 November 2021.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

1 comment: