1/11/2020

Tebat. Penampungan Air Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Apero Fublic.- Air adalah elemen kehidupan yang sangat penting. Air adalah sumber kehidupan di muka bumi ini. Tanpa air makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup. Mulai dari manusia, hewan, dan tumbuhan semuanya akan mati apabila tidak cukup air. Sumber daya air dapat hilang dan juga dapat di jaga.

Jangan berpikir kalau air akan selalu ada di muka bumi ini atau berada tempatnya. Kedalam sungai, kedalaman danau, tidak menjamin air akan terus ada dan bertahan. Sebab alam selalu berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi. Pepohonan dan tempat penampungan air sangat diperlukan untuk menjaga air tetap terjamin berada di muka bumi ini.

Apabila hutan-hutan di bukit-bukit gundul maka akan terjadi kekeringan di daerah hilir. Daerah hilir meliputi badan sungai-sungai, danau dan rawa-rawa. Begitupun tempat penampungan air alami, seperti sungai, danau, lebung, benca, bencani juga dapat menyusut badannya akibat abrasi, longsor, pengikisan tanah saat hujan dan oleh lumpur yang mengendap di tempat penampungan air. Atau  sengaja timbun manusia dengan tanah atau sampah.

Kasus sungai-sungai sekarang umumnya. dimana tebing sungai dan danau rusak. Akibat pepohonan ditebang dan tebing menjadi gundul akan menyebebkan longsornya tanah tebing. Kemudian badang sungai akan mendangkal dan lambat laun sungai akan surut dan kering. Hal berdampak pada pola air, saat musim kemarau akan cepat kekeringan. Saat musim penghujan air akan cepat banjir. Banjir besar biasanya akibat dari rusaknya sistem penampungan air alami.

Maka manusia yang mendiami wilayah tersebut harus pandai menjaga alam. Terutama menjaga sumber-sumber air alami. Manusia juga dapat menata dan mengelolah sumber air. Salah satu contoh manusia mengelolah sumber air adalah dengan bendungan. Dari bendungan distribusi air menjadi merata untuk pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Namun pembangunan bendungan besar tentu juga memerlukan dana besar dan kawasan luas.

Salah satu cara untuk memenuhi sumber air masyarakat, kita dapat menciptakan sumber penampungan air buatan. Sember penampungan air yang  efektif untuk masyarakat secara terbatas. Misalnya masyarakat di sebuah pedesaan atau kampung. Bekerja sama dalam pembuatan penampungan sumber daya air. Dengan cara membendung aliran air hilir bukit.

Pada umumnya wilayah geografis Indonesia di suatu kawasan terdiri dari, kawasan rawa-rawa, kawasan renah,[1] dan kawan berbukit sedang. Kawasan berbukit sedang terdiri dari tanah bergelombang naik turun. Sehingga di setiap celah bukit akan terdapat bluran[2] atau lembah bukit yang memanjang. Bluran menjadi tempat saluran air hujan mengalir turun dari lereng bukit-bukit.

Sehingga saat hujan terbentuk aliran air seperti sungai pada bluran. Setelah hujan redah beberapa saat kemudian bluran kering kembali. Kadang juga memang ada sungai kecil di antara celah bukit-bukit begitu. Sehingga terdapat aliran air yang hidup selama musim hujan.

Wilayah tropis seperti di Indonesai tentu akan terus turun hujan pada musim penghujan. Kurang lebih tujuh bulan dalam setahun wilayah Indonesia dicurahi hujan. Sehingga bluran atau lembah bukit terus aktif mengalirkan air.

Dari celah bukit ini penduduk atau pemerintah dapat menciptakan penampungan sumber air untuk masyarakat setempat (tebat). Dengan cara membuat bendungan di bagian hilir bukit sehingga air hujan akan tertampung, lalu membentuk sebuah danau kecil. Atau oadang sejenis tampungan air yang memanjang.

Keberadaan air tebat akan bertahan selama musim kemarau. Sehingga membantu masyarakat mendapatkan air di musim kemarau. Penduduk menamakan sumber air, dari bendungan kecil ini dengan tebatTebat berarti bendungan dalam pengertian Bahasa Indonesia. Tapi bendungan skalah kecil.

Tebat yang sudah ada sekarang. Banyak terdapat di kawasan permukaan bukit sedang, yang tercipta tanpa sengaja sewaktu pembangunan jalan pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Sebab zaman dahulu teknologi gorong-gorong belum seperti sekrang. Oleh karena itu, di celah-celah bukit terbentuk bendungan arus air bluran atau arus air sungai kecil oleh badan jalan.

Sehingga banyak tebat terbentuk di sepanjang jalan. Di daerah tanah berbukit disaat pembangunan jalan pada masa itu. Dalam perkembangan selanjutnya, tebat peninggalan bekas pembangunan jalan semasa Kolonial Belanda. Mulai banyak yang dangkal dan tertutupi oleh rumput air. Begitupun saat pembangunan jalan masa kemerdekaan, gorong-gorong diganti dengan beton besar sehingga air tebat kering.

Penduduk dan pemerintah tidak memiliki kesadaran atau mungkin tidak terpikirkan kalau potensi air tebat sangat besar bagi kehidupan masyarakat dan negara. Berikut ini beberapa manfaat dari tebat.
1. Untuk Ketahanan sumber air masyarakat setempat.
2. Dapat digunakan untuk budidaya ikan, udang, dan ternak itik. Tebat yang digunakan untuk peternakan khusus untuk tebat budidaya atau usaha yang tidak dijadikan sumber air kebutuhan sehari-hari, misalnya mandi dan mencuci.
3. Menjadi sumber ikan air tawar.
4. Menjadi tempat wisata masyarakat setempat.
5. Menjadi sumber air bersih, dengan menciptakan badan usaha PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) mini pada masyarakat sekitar.
5. Membantu mengurangi naiknya permukaan laut.
6. Membantu mengurangi pemanasan global.
7. Menstabilkan musim hujan dengan penguapan air yang merata.
8. Tebat dapat digunakan tempat olah raga, seperti lombah bidar, lombah perahu, lombah rakit atau lomba berenang.

9. Menjadi sumber air cadangan pada masyarakat sekitar saat musim kemarau panjang. Saya sebagai orang desa pernah mengalami masa-masa kemarau panjang. Sumur-sumur sudah kering dan air sungai sudah kotor. Dengan para penduduk menggali bagian hulu dari gambut-gambut tebat atau sungai-sungai kami menemukan mata air.

Pemerintah dan masyarakat dapat memikirkan potensi tebat untuk kemandirian ekonomi masyarakat. Menguatkan ketahanan kesejahteraan masyarakat dan negara. Potensi besar tebat sangat tepat kalau dikembangkan. Perkebunan akan menjadi subur dan sumber ikan melimpah.

Pemerintah dapat mengalokasikan anggaran dana untuk membangun tebat. Bekerjasama dengan masyarakat setempat. Musyawara bersama, apakah membangun tebat umum atau tebat usaha. Seberapa tinggi debit bendungan air tebat karena akan memberikan ukuran tinggi rendanya debit air. Semua dimusyawarahkan agar tercipta harmoni.

Tebat memerlukan penjagaan dari masyarakat. Pertama, jangan sampai tebat ditumbuhi oleh rumput air yang menutup permukaan air. Sebab hampir semua jenis rumput air akan mengikat lumpur saat hujan, kemudian membuat tebat dangkal. Kedua, jaga tebing tebat dari erosi atau abrasi. Dapat dengan menanam pepohonan berakar besar, diantaranya seperti pohon rengas. Kalau sudah terlihat tebing longsor segerah diperkuat dengan beton.


Ketiga, jangan bermain di tebing tebat dengan cara menginjak langsung bibir tanah yang lembut diantara air dan tanah tebat karena akan menyebabkan longsor. Keempat, buatlah tepian atau pelabuhan kecil untuk beraktivitas di tebing tebat.

Mari kita bangun sumber penampungan air dan selamatkan tebat-tebat yang sudah ada. Tebat yang sudah ada agar jangan mengganti gorong-gorong atau saluran air keluar dengan gorong-gorong atau saluran air yang besar. Jangan merendahkan dinding bendungan atau dinding tebat di sebelah hilir agar air tebat tidak menyusut.
Foto Tebat Kertajaya Indah, terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Tampak dua anak-anak sedang bersantai. Di seberang tebat terlihat bangunan rumah panggung khas masyarakat Melayu.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 12 Januari 2020.
Sumber foto. Sisi.

[1]Renah nama kawasan tanah yang terdapat disekitar sungai-sungai, lebung, paya atau disekitar penampungan air alami. Kawasan renah juga tergenang banjir alami saat musim hujan dengan curah tinggi. Tanah renah datar dan subur.
[2]Bluran nama bagian terbawa lembah yang terletak diantara dua bukit membentuk seperti lekuk sungai memanjang disepanjang lembah bukit. Kemudian menjadi tampungan air hujan mengalir. Kemudian hanyut ke hilir seperti sungai. Tapi kering beberapa saat setelah hujan selesai.
By. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment