6/25/2019

Kunci Utama Keberhasilan Pendidikan Generasi Milenial

Apero Fublic.- Generasi milenial adalah generasi yang terlahir sekitar tahun 1980 sampai dengan 2000-an. Terlahir dengan zaman yang sudah maju dalam teknologi. Misalnya televisi yang sudah berwarna, handpone yang canggih, dan internet yang super cepat. Sehingga salah satu ciri khas generasi ini adalah mahir berteknologi.

Tetapi dengan pesatnya kencangihan teknologi membuat generasi anak zaman now (sekarang) semakin nyeleneh  dan bertindak semaunya sendiri, bahkan ada yang mengatakan karena banyak micin. Hal ini disebabkan karena seringnya mereka bermain game lewat ponsel android dari pada permainan tradisional yang mengajarkan bagaimana kerja sama itu.

Generasi milenial mempunyai tujuh sifat dan perilaku yaitu, milenial lebih percaya informasi interaktif dari pada informasi searah, milenial lebih memilih ponsel dibanding televisi, milenial wajib memiliki media sosial, milenial lebih tahu teknologi dibanding orang tua mereka, milenial kurang suka membaca secara konvensional, milenial cenderung tidak loyal namun bekerja efektif, serta milenial mulai banyak melakukan transaksi secara  cashless (Zakiyyudin Baidhawy).

Generasi milenial sangat mempengaruhi dunia pendidikan dan sebaliknya juga dunia pendidikan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap generasi milenial. Pada generasi milenial ini minat belajar dan rasa ingin tahu anak akan mata pelajaran sangatlah kurang dan menurun. Kesalahan pemanfaatan kecanggihan teknologilah yang dialami bangsa Indonesia.

Namun, salah satu kelebihan generasi milenial yaitu cepat beradaptasi dengan teknologi yang ada saat ini. Contohnya hampir semua aplikasi sosial media dipenuhi oleh generasi milenial. Katakan saja generasi milenial adalah pemuda, remaja atau manusia yang berumur 33 tahun. Sebagian besar dari mereka menominasi kehidupan dunia digital. Sebenaranya generasi milenial adalah generasi pembaru dan penerus bagi suatu bangsa. Jika diberikan pendidikan pendidikan dengan metode pembelajaran yang tepat dengan menarik dan inovatif.

Pada generasi milenial dan era milenial, dunia pendidikan harus mampu mengikuti era milenial ini. Dunia pendidikan harus mampu menjawab  tantangan di era milenial. Pendidikan tidak jauh-jauh dari yang namanya seorang guru.

Guru pada era milenial yaang mengajar anak milenial harus memiliki skill dan harus mengetahui kecangihan teknologi saat ini. Tidak ada alasan masalah guru tua atau muda, semuanya bertanggung jawab yang sama dalam mencerdaskan kehidupan generasi bangsa dengan teknologi yang ada.

Upaya menerapkan nilai-nilai karakter pada anak di era milenial bisa dengan mengiintergrasikan mata pelajaran melalui teknologi, seperti pada anak dikenalkan dengan film-film anak yang mengandung nilai-nilai moral yang baik contohnya film “Nusa dan Rara” dan dengan memberikan anak tugas mencari cerpen, novel atau sastra yang memiliki makna yang baik dan mendidik.

Strategi mengajar seorang guru di era milenial harus diiringi dengan kecanggihan teknologi yang ada. Karena dengan strategi yang unik, menarik dan menantang akan membuat anak  menjadi lebih bersemangat dalam belajar. Peran  guru untuk masa depan generasi milenial sangatlah penting, kenapa? Karena anak lebih sering berada di sekolah dan bertemu dengan gurunya dari pada di rumah dan bertemu orang tuanya.

Itulah peran guru dalam mendidik anak milenial, karakter anak awal dibentuk pada saat anak berada di MI/SD hingga anak dewasa. Jadi, yang paling awal mendidik karakter anak di sekolah adalah guru yang baik dan tidak hanya baik tetapi  guru yang harus memiliki 14 karakter. Yang petama sabar, penuh kasih sayang, penuh perhatian, ramah, toleransi terhadap anak, empati,

Pendidikan karakter yang diintergrasikan dengan teknologi yang ada dalam pembelajaran berbagai bidang studi dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak karena memahami, menginternalisasi, dan mengaktualisasikannya dalam proses pembelajaran.

Guru di era milenial dengan tantangan global yang cepat dalam mengupayakan pendidikan khususnya pendidikan karakter harus bekerja keras melalui beberapa pembiasaan di lingkungan sekolah. Peran guru dalam mengembangkan karakter tidak bisa diganti oleh kemajuan teknologi, sehingga guru menjadi kunci utama dalam keberhasilan pendidikan.

Oleh. Berlian Arista Putri.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 25 Juni 2019.

Jurusan Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Raden Fatah Palembang. Sumber. Berlian Arista Putri. Artikel sudah terbit di koran Sumatera Ekspres dan Sriwijaya Post.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama. Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment