6/18/2019

Bagaimana Manusia Moderen dan Dimana Kemoderenan Manusia

Apero Fublic.- Kata moderen kadang ditulis juga dengan modern. Moderen dalam kamus bahasa Indonesia berarti yang terbaru, secara baru, mutakhir. Dari pengertian ini manusia Indonesia salah dalam mengartika moderen. Sehingga dalam pemahaman orang Indonesia moderen itu sesuatu yang baru, sesuatu yang lain.

Maksud dari pengertian itu, sangat jelas merujuk pada kebendaan. Sehingga moderen itu, dirujuk pada materialisme. Seperti gedung yang tinggi pencakar langit disebut moderen. Perilaku yang aneh dan tidak pernah ada di Indonesia, datang dari negara luar, dianggap moderen.

Membahas pemaknaan moderen, maka saya akan memulai dengan perumpamaan. Seperti tato di tubuh manusia. Kalau tato dalam pandangan sekelompok orang-orang sebagai bentuk budaya modern. Saya beri tahu, kalau tato sudah ada sejak manusia belum memiliki peradaban.

Tato dijadikan sebagai tanda atau pengenal suatu kelompok manusia, bahwa orang tersebut adalah bagian dari kelompok mereka. Di dalam pandangan orang-orang Indonesia tato seakan-akan menjadi simbol kemoderenan. Dengan tato yang bertempelan, dianggap orang moderen.

Selanjutnya, dalam hal berpenampilan, pakaian yang terbuka, disebut sebagai pakaian moderen. Semakin terbuka, semakin menonjolkan aurat dianggap semakin moderen, semakin pintar dan gaul. Bagaimana kalau kita kembalikan ke zaman manusia belum memiliki kebudayaan. Pada masa itu, manusia-manusia telanjang, tanpa ada pakaian menutupi tubuh dengan baik. Apakah dapat kita katakan mereka itu lebih modern dari sekarang.

Kemudian kehidupan moderen di Indonesia juga disimbolkan dengan kehidupan mewah. Memiliki banyak mobil, berbelanja di tempat-tempat berpendingin dengan pelayanan karyawan. Memakai produk-produk terbaru dan mahal, memiliki sifat-sifat gaul. Sifat gaul ini diistilahkan dengan orang yang memiliki pergaulan yang negatif.

Jauh dari agamis dan norma adat-istiadat  masyarakat. Berbangga dengan perbuatan-perbuatan yang amoral dan asusilah. Ada juga memuja kehidupan seks bebas, pelacuran, kumpul kebo. Kehidupan mereka penuh dengan drama-drama romantis, seperti pesta-pesta yang dihiasi oleh kegayahan. Terkadang mereka ini, hanylah orang-orang yang ekonominya tidak begitu baik. Lebih memuja kebudayaan asing, dan meniru-niru yang bertentangan dengan kebiasaan masyarakat negara sendiri.

Menurut seorang dosen saya, dalam pidato sambutan dalam acara yudisium, dia mengistilahkan sistem sipat dan sikap kebudayaan tersebut dengan kebudayaan destruktif. Destruktif diserap dari bahasa Inggris Destruction yang berarti hancur atau rusak. Maka kebudayaan destruktif berarti kebudayaan rusak atau kerusakan kebudayaan manusia atau manusia dalam kerusakan moral dan budayanya.

Oleh karena itu, kemoderenan tidak dapat disimbolkan dengan hasil kebudayaan. Atau prilaku-prilaku menyimpang, atau prilaku yang dramatisasi. Sebab hasil kebudayaan hanyalah alat untuk kehidupan manusia. Kemoderenan manusia tidak terletak pada bentuk material hasil kebudayaan. Kebudayaan tidak dapat mewakili suatu kemoderenan manusia.

Sebab disetiap zaman, teknologi selalu mencapai tingkat tingginya. Misalnya meriam adalah senjata tercanggi pada abad pertengahan. Di waktu itu, meriam sangat menetukan kemenangan perang. Tidak ada senjata paling mematikan dan menghancurkan selain meriam. Maka pada masa itu meriam adalah simbol teknologi tercanggi dan moderen pada masanya.

Ketika masuk zaman sekarang, meriam sudah menjadi senjata yang sangat kuno. Pesawat tempur pada waktu perang dunia kedua adalah pesawat tercanggi. Kemudian sekarang pesawat masa itu sudah menjadi senjata kuno. Maka hasil kebudayaan, sikap, dan sipat tidak dapat menjadi simbol kemoderenan kehidupan manusia.

Manusia moderen
Manusia moderen itu, adalah manusia yang memiliki intergritas hidup. Dimana pola pikir positif menjadi landasan dalam bertindak. Sehingga apapun yang dia kerjakan memiliki manfaat bagi dirinya, masyarakat, bangsanya, dunia, dan alam semesta. Tidak mengambil hak-hak orang lain, atau sesuatu yang bukan hak dirinya.

Kehidupan manusia moderen sesuai dengan realitas yang ada. Apabila dia seorang lelaki, saat berhadapan dengan perempuan dia menghormati, tidak berpikir semata-mata tentang seks, pelecehan seks, karena dia menyadari wanita adalah mahluk yang memiliki hak azazi. Kemudian apabila dia seorang wanita, dia memiliki harga diri dan martabat.

Apabila masih gadis dia menjaga kesuciannya. Memiliki kesetiaan pada suami, dan menjaga nama baik keluarga. Berprilaku yang sesuai dengan kodratnya seorang wanita. Berpakaian semakin tertutup atau sopan. Dalam hal berpakaian ini, semua hal itu, tidak ada sangkut pautnya dengan keagaamaan.

Sebab orang-orang non muslim selalu berpikir bahwa menutupi aurat adalah ajaran Islam sehingga mereka tidak akan melakukannya. Seperti larangan perda untuk minuman keras pasti akan ditentang, sebab mereka berpikir itu hukum Islam, maka mereka tidak mau melakukannya. Padahal mereka tahu agama apa saja melarang mabuk-mabukan.

Manusia moderen adalah manusia yang bertindak memikirkan lingkungan hidup, baik lingkungan sosial atau lingkungan alam. Mereka menyayangi hewan-hewan, taat aturan agama dan aturan negara walau tidak ada manusia yang melihat, atau petugas hukum.

Jujur dalam bersikap, amanah, dan setia kawan. Mencintai perdamaianan dan kedamaian. Berpikir baik dan berpikir panjang dalam menjalani kehidupan. Dalam hal makan, tidak mementingkan penampilan, rasa, harga, dan tempat.

Tetapi manusia moderen dia memakan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, kebaikan tubuh, dan kesehatan. Secara intinya manusia moderen tidak diwakili dengan material, tetapi terletak pada pola pikir yang positif. Manusia moderen terletak dalam adab, dalam etika, dalam kejujuran, dan tanggung jawab.

Dalam hal kemoderenan ini, maka kaum Musliminlah yang paling dituntut menjadi manusia moderen. Sebab apa yang saya tuliskan sudah ada di dalam kitab suci Al-Quran. Begitupun dengan sunah-sunah Rasulullah SAW. Namun di Indonesia, manusia moderen masih sangat sedikit dan kemungkinan langkah.

Untuk menciptakan manusia moderen itu terletak pada pendidikan yang berkualitas. Kemudian dengan banyak membaca buku-buku yang berkualitas. Kalau sekarang pendidikan di Indonesia hanya sebatas untuk mendapatkan ijaza dan kemudian mencari kerja.

Di perguruan tinggi kebanyakan menjadi bentuk bisnis-bisnis pendidikan. Ada tiga cara untuk menciptakan manusia modern, pertama peningkatan kualitas pendidikan yang diikuti dengan peningkatan pemikiran intelektual. Kedua, membudayakan banyak membaca. Ketiga menciptakan lingkungan sosial yang baik dengan diikuti kampanye sosial yang baik. Salam Revolusi Biru.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 4 Januari 2019.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama. Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment