Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

9/04/2022

Keunggulan Multimedia Dalam Pembelajaran

APERO FUBLIC.- Bates menekankan bahwa diantara media-media lain, interaktivitas multimedia atau media lain yang berbasis komputer adalah yang paling nyata (overt). Interaktivitas nyata di sini adalah interaktivitas yang melibatkan fisik dan mental dari pengguna saat mencoba program multimedia. Sebagai perbandingan media buku atau televisi sebenarnya juga menyediakan interaktivitas, hanya saja interaktivitas ini bersifat samar (covert) karena hanya melibatkan mental pengguna.

Interaktivitas secara fisik dalam multimedia pembelajaran bervariasi dari yang paling sederhana hingga yang kompleks. Interaktivitas sederhana misalnya menekan keyboard atau melakukan klik dengan mouse untuk berpindah halaman (display) atau memasukkan jawaban dari suatu latihan yang diberikan oleh komputer.

Interaktivitas yang komplek misalnya aktivitas di dalam suatu simulasi sederhana di mana pengguna bisa mengubah-ubah suatu variabel tertentu atau di dalam simulasi komplek di mana pengguna menggerakkan suatujoystick untuk menirukan gerakan mengemudikan pesawat terbang.

Keunggulan multimedia di dalam interaktivitas adalah media ini secara inheren mampu memaksa pengguna untuk berinteraksi dengan materi baik secara fisik dan mental. Tentu saja kemampuan memaksa ini tergantung pada seberapa efektif instruksi pembelajaran mampu menarik pengguna untuk mencoba secara aktif pembelajaran yang disajikan. Selanjutnya Fenrich (1997) menyimpulkan keunggulan multimedia pembelajaran antara lain:

þSiswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan , kesiapan dan keinginan mereka. Artinya pengguna sendirilah yang mengontrol proses pembelajaran.

þSiswa belajar dari  tutor yang sabar (komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan dari siswa.

þSiswa akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang seketika.

þSiswa menghadapi suatu evaluasi yang obyektif melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan.

þSiswa menikmati privasi di mana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan.

þBelajar saat kebutuhan muncul (“just-in-time” learning).

þBelajar kapan saja mereka mau tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.


Oleh: Revi Olvanadia

Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Adab dan Humaniora. Jurusan Ilmu Perpustakaan.


Sy. Apero Fublic

9/03/2022

Meningkatkan Potensi Literasi Siswa Melalui Kegiatan Majalah Dinding SD IT Bina Ilmi

APERO FUBLIC.- Majalah Dinding (mading) adalah suatu ungkapan atau imajinasi pikiran yang kreatif melalui tulisan, gambar, lukisan dan lain sebagainya ataupun kombinasi antara tulisan dan gambar. Mading biasanya ditemukan di lembaga pendidikan seperti sekolah, madrasah, pesantren ataupun lembaga organisasi lainnya. Sebagaimana pengertian dari penulis atau pengarang sastra yaitu Nursisto dalam penjelasannya bahwa majalah dinding merupakan salah satu jenis media komunikasi massa yang sangat sederhana di lingkungan sekolah, disebut majalah dinding karena prinsip majalah yang begitu dominan dan penyajiannya dipampang di dinding atau sejenisnya.

Adapun fungsi mading adalah untuk sarana informasi, sarana hiburan, menumbuhkan sikap kritis, mengembangkan wawasan pengetahuan berfikir, dan yang pastinya berfungsi  untuk menumbuhkan, mengembangkan, dan memperkuat potensi literasi. Karena proses kegiatan mading terdiri atas, pertama kegiatan membaca, misalnya sebelum kita menulis, kita membaca buku rujukan sesuai tema atau membaca di internet mengenai tema yang akan kita tulis, kedua kegiatan berfikir, misalnya dari referensi yang kita baca kita memikirkan suatu konsep baru, merenungkan dan menelaah inti bacaan yang perlu dituangkan dalam bentuk tulisan, atau merenungkan dari apa yang kita lihat, misalnya lingkungan, alam, peristiwa unik, ketiga kegiatan menulis, melukis serta menggambar, adalah hasil dari perenungan yang kita baca yang telah kita dapatkan yaitu inti dari tema yang akan kita tuliskan. Sehingga kegiatan mading dapat dikatakan sebagai sarana sistem imajinasi ilmiah dan non ilmiah. Artiyan secara istilah mading dapat mengasah kemampuan berfikir, menelaah, dalam bingkai produk tulisan, baik artikel, opini, cerpen, puisi, syair, pantun, gurindam, slogan dan lain sebagainya. 

Generasi muda bangsa Indonesia harus didorong dan dipacu untuk menciptakan ide-ide  inovatif dan kreatif, salah satunya adalah melalui program mading sekolah sebagai implementasi dari Gerakan Literasi Nasional yang tengah digalakkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Oleh karena itu, untuk mengembangkan kemampuan potensi literasi siswa, Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Ilmi Palembang, berusaha mengimplementasikan Gerakan Literasi Nasional melalui, program kegiatan siswa yaitu majalah dinding (mading) sekolah. Artinya sekolah akan membuka ruang potensi literasi siswa dalam bentuk tulisan yang baik, bermanfaat, kreatif, edukatif, dan  informatif.

Sebagaimana menurut Bunda Julie Andriani S.Pd selaku Kepala Sekolah SD IT Bina Ilmi Palembang tahun pelajaran 2022/2023, menyampaikan bahwa akan selalu mensupport kegiatan siswa untuk meningkatkan potensi literasi siswa seperti kegiatan majalah dinding sekolah, seperti yang telah dilaksanakan pada periode pertama di bulan agustus, kita bersyukur program mading ini telah berjalan dengan baik, bukan hanya sekedar melaksanakan program mading nya saja, tapi kita lebih kepada proses kegiatan siswa/i menulis, sehingga kreatifitas siswa/i dapat tersalurkan melalui tulisan yang edukatif baik berupa tulisan ilmiah atau non ilmiah, seperti puisi, syair, pantun, atau kombinasi antara lukisan dan tulisan, dan lain sebagainya.

Oleh: Vixkri Mubaroq, S.Hum
Guru SD IT Bina Ilmi Palembang.

Sy. Apero Fublic

PERAN PERPUSTAKAAN KELILING DIMASA PANDEMI COVID-19.

APERO FUBLIC.- Pandemi covid-19 sudah menjadi suatu hal yang sudah sangat familiar dikalangan masyarakat bahkan sampai saat ini. Berawal dari munculnya wabah penyakit yang digadang-gadang sebagai salah satu virus yang mematikan, bahkan tidak menutup fakta bahwa virus ini sudah banyak merugikan masyarakat dalam berbagai aspek.

salah satu aspek yang terpengaruhi ialah pendidikan dan pengetahuan masyarakat, dengan adanya batasan kegiatan yang tidak bisa sama seperti biasanya membuat sebagian orang kesusahan untuk datang dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan secara langsung ke perpustakaan.

Hal ini menuntut peran sesungguhnya dari perpustakaan keliling (mobile library) yang merupakan salah satu unit layanan dari perpustakaan umum. perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dengan membawa bahan perpustakaan untuk melayani masyarakat dari satu tempat ke tempat lain yang belum terjangkau oleh perpustakaan umum.

menjangkau masyarakat yang tidak sempat dan tidak bisa datang langsung ke perpustakaan menjadi alasan untuk perpustakaan lebih meningkatkan performa terutama pada masa pandemi covid-19. Unit layanan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan menjadi Salah satu unit layanan perpustakaan keliling yang juga terus menjalankan layanan perpustakaan keliling dimasa pandemi.

Dalam situasi pandemi, walaupun layanan perpustakaan ditiadakan. Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan  menjadikan layanan Perpustakaan Keliling sebagai salah satu opsional agar perpustakaan tetap bisa memberikan layanan, dan tidak benar-benar terhenti akibat pandemi yang berkelanjutan. Hal ini tentunya merupakan langkah yang tepat, dengan tetap menjalankan layanan perpustakaan keliling di hari sabtu dan minggu serta mendatangi panti asuhan, pondok pesantren, dan berbagai tempat tertentu, bahkan jika ada tempat-tempat yang minta dikunjungi maka unit layanan perpustakaan keliling akan datang ketempat tersebut seperti sekolah dan komunitas literasi.

Tak hanya mengunjungi tempat-tempat demikian, perpustakaan keliling juga terkadanga mengajarkan beberapa pengetahuan dan pelajaran ringan kepada anak-anak di panti asuhan dan pondok pesantren. Hal tersebut menyongsong lebih banyak peran yang dilakukan oleh perpustakaan keliling agar tidak semata-mata melakukan layanan kunjungan saja.

diharapkan hal ini dapat menjadi contoh bagi unit layanan perpustakaan keliling lainnya, dan semoga semakin banyak lagi kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh perpustakaan keliling dimasa mendatang.

Oleh: Mely Risca
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Adab dan Humaniora. Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

PENGARUH SIKAP ASERTIF TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA

PERO FUBLIC.- Apa itu perpustakaan? Perpustakaan adalah sebuah gedung yang menyimpan buku-buku baik yang dijilid atau pun tidak terjilid yang digunakan sebagai bahan pustaka untuk menyusun karangan yang berbentuk artikel, skripsi, jurnal, proposal dan majalah. Dapat diartikan juga sebagai wadah belajar, perkumpulan, kreasi, dan hiburan bagi pengunjung yang berkunjung ke perpustakaan di sekitar mereka.

Perpustakaan bukan hanya ada disekolah melainkan di lingkungan yang memiliki masyarakat yang membutuhkan sumber informasi jenis-jenis perpustakaan sendiri seperti perpustakaan internasional, perpustakaan nasonal, perpustakaan umum dan keliling, perpustakaan swasta, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi.

Keberhasilan sebuah perpustakaan dalam mewujudkan visi dan misi perpustakaan tidak hanya diukur dari fasilitas saja melainkan diukur juga dari pelayanan yang dilakukan oleh pustakawan terhadap pemustaka. seorang pustakawan harus bisa memiliki keterampilan komunikasi yang baik, agar dapat memberikan rasa kepuasan profesional dalam melayani serta meningkatkan citra profesi pustakawan dan perpustakaan tersebut, hal tersebut di bentuk agar memudahkan pustakawan untuk menjalin hubungan rasa percaya baik kepada pemustakanya.

Suatu komunikasi dapat dikatakan berjalan efektif, jika seorang pustakawan yang bersangkutan mampu menampilkan tingkah laku asertif. Perilaku asertif ialah keterampilan sosial dalam menjalin hubungan antara individu dengan mengemukakan perasaan atau ide-ide tanpa menyinggung perasaan orang lain. Perilaku asertif yang dimiliki pustakawan sangat dikaitkan dengan perasaan pemustaka, karena seorang pustakawan yang bekerja di perpustakaan akan lebih sering berkomunikasi dengan pemustaka.

Tujuan perpustakaan yaitu untuk memberikan pelayanan yang baik demi menuju terciptanya kepuasan bagi pemustaka. yang dimaksud dengan kepuasan pemustaka ialah suatu ekspresi senang yang muncul dari suatu ekspetasi yang dipikirkan sebelumnya oleh seseorang. Pelayanan pada perpustakaan dikatakan asertif ketika perpustakaan tersebut telah berhasil menciptakan pelayanan yang bersifat harmonis baik antara pustakawan dan pemustaka, di mana masing-masing pihak dapat saling memahami dan menghargai sehingga lebih memudahkan untuk memecahkan suatu permasalahan.

Kutipan: “ Luang kan waktu mu 5 sampai 10 menit saja untuk berkunjung keperpustakaan untuk membaca buku agar ilmumu tidak tumpul, karena percuma memiliki ilmu tapi tidak pernah diasah lambat laun ilmu itu akan hilang”.

Oleh: Lusi Oktaviani
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Adab dan Humaniora. Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

Peran dan Fungsi Perpustakaan Digital

APERO FUBLIC.- Mengingat masalah yang dihadapi perpustakaan konvensional di era digital, sangat penting bagi semua perpustakaan Universitas atau Perguruan Tinggi untuk memilikinya saat ini. Perpustakaan tidak lagi hanya bangga dengan kepemilikan rak mereka yang luas. Karena perilaku pengguna pencarian informasi kini telah berubah sebagai akibat dari kemajuan teknologi informasi. Perpustakaan harus mampu berkembang jika ingin bertahan dalam menghadapi kemajuan teknologi. Salah satunya dengan membuat perpustakaan elektronik yang sering disebut perpustakaan digital.

Sebagaimana tujuan awal penciptaan teknologi untuk memudahkan aktivitas manusia, era digital telah memberikan banyak kemudahan. Memfasilitasi tidak selalu berarti kecepatan, terutama jika hal itu akan memanjakan manusia atau hanya mengubah mereka menjadi orang pemalas. Orang malas memandang rendah segala sesuatu dan sering tidak mematuhi prosedur karena mereka terbiasa dengan hal-hal yang cepat atau sederhana.

Pada kondisi tertentu, manusia harus kembali pada kesadaran awal bahwa teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia bukan memperbudak manusia. Bahasa lainnya teknologi diciptakan bukan untuk mengendalikan manusia tetapi manusialah yang mengendalikan teknologi. Manusia menyadari bahwa teknologi ini hanyalah alat, dimana kinerja alat ini akan tergantung pada siapa yang memainkannya. Manusia yang dianugerahi akal oleh sang pencipta akan berusaha memanfaatkan tekonologi itu untuk kemaslahatan orang banyak bukan sebaliknya.

Era digitalisasi setidaknya berdampak pada perpustakaan Universitas atau perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dan pendidikan. Kali ini, penulis ingin berbagi analisis singkat tentang bagaimana digitalisasi perpustakaan pemanfaatan perpustakaan digital dalam bidang pendidikan atau akademisi merupakan hal yang coba penulis ulas.

Salah satu perpustakaan perguruan tinggi negeri yang ada di sumatera selatan adalah UIN Raden Fatah Palembang yang telah mulai mengembangkan perpustakaannya kearah digital. Salah satu bentuk dari perpustakaan digital yang telah dikembangkan yaitu dengan membuat aplikasi E-library Universitas Islam Negeri Raden Fatah. Tujuan dibuatnya aplikasi tersebut untuk menawarkan kemudahan bagi para pengguna perpustakaan untuk mengakses sumber-sumber elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesemapatan dimana saja dan kapan saja.

Oleh: Niar Nurfasiha
Palembang, 5 Agustus 2022.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Adab dan Humanira. Jurususan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

Kesiapan Mahaiswa Dalam Kuliah Tatap Muka

APERO FUBLIC.- Sejak akhir tahun 2020 muncul kabar burung yang mengatakan jika perkuliahan akan dilaksanakan secara hybrid atau kuliah luring yang menimbulkan dilema bagi mahasiswa. Perkuliahan hybrid merupakan cara yang efektif dalam dunia pendidikan, namun jika dilaksanakan pada tahun 2020 menimbulkan kekhawatiran adanya penularan Covid-19.

Pada tahun 2021 civitas benar-benar menerapkan perkuliahan hybrid ini walaupun tidak menyeluruh. Perkuliahan hybrid ini dilandasi dengan persetujuan oangtua agar mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan secara luring.

Melihat pandemi yang sudah berkurang civitas telah menerapkan perkuliahan luring secara menyeluruh. Salah satu perguruan tinggi di kota Palembang yaitu UIN Raden Fatah juga telah melaksanakan perkuliahan tatap muka sejak 29 Agustus 2022. Mahasiswa telah benar-benar mempersiapkan keseluruhan yang dibutuhkan selama masa perkuliahan seperti yang dikatakan H mahasiswa Tarbiyah.

“iya, kami mulai kuliah dari taggal 29 Agustus 2022 aku juga telah mempersiapkan segala yang di butuhkan mulai dari mental hingga finansial. Aku sih siap menjalani perkuliahan luring karena aku juga rindu suasana seperti sebelum muncunya covid”

Semoga pandemi covid-19 benar-benar hilang agar perkuliahan dapat terus dilaksanakan secara luring.

Author: Arum Framitia.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Adab dan Humaniora. Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

Moda Transportasi LRT dapat dijadikan sebagai Hidden Gem di Palembang

APERO FUBLIC.- LRT (Light Rail Transit) Sumatera Selatan atau LRT Palembang adalah sebuah sistem transportasi angkutan cepat yang menghubungkan Bandara Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kompleks Olahraga Jakabaring.

Saat ini LRT Palembang telah menjadi sasaran para remaja dan mahasiswa untuk mengambil spot foto yang estetik di Palembang dan tak jarang pula warga Palembang menggunakan lrt hanya untuk  berekreasi bersama keluarga. Harga tiket yang dipatok Menteri Perhubungan Palembang adalah Rp.25.000 untuk sebulan perjalanan, harga tersebut dapat dikategorikan ekonomis untuk warga dari semua kalangan.

Seorang penumpang LRT Muhammad Sukron (20 tahun) mengatakan kerap naik LRT bersama dengan teman-temannya khususnya di waktu akhir pekan, waktu tersebut dimanfaatkannya untuk bepergian ke Mall ataupun hanya sekedar mengambil foto di setiap sudut LRT. Ia pun mengatakan guna menghindari kemacetan lalu lintas kota di akhir pekan ia lebih memilih naik LRT.

Rian (18 Tahun) menambahkan bahwa ada beberapa fasilitas yang harusnya di tambahkan di setiap stasiun LRT, tidak adanya tempat parkir bagi pengendara yang sedikit membuat kami kesusahan kalau mau ke stasiun karna mobil tidak tahu harus di parkir dimana.

Oleh: Emi Khotami
Mahasiswi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
Editor. Arip Muhtiar, S.Hum

Sy. Apero Fublic

CERPEN: Sebuah Rasa

APERO FUBLIC.- Pukul 05.00 pagi alarmku mulai berbunyi. Aku segera bangun dari tempat ternyaman itu. Setelah selesai melaksanakan solat subuh, aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Aku menuruni anak tangga dan menghampiri meja makan yang sudah ada Ibu, Ayah, dan Abangku disana serta tersedia berbagai macam sarapan.

Setelah melakukan sarapan aku segera bersiap untuk pergi, notifikasi di HP ku juga sudah berbunyi. Siapa lagi kalau bukan Nura Tsabita sahabatku yang jahil itu, kami sudah bersama sejak SMA. Dan sekarang kami juga satu Universitas, tetapi di fakultas yang berbeda.

“Ayesha pergi dulu ya, udah jam 08.00 nih,” pamitku pada Ayah, Ibu, dan Abang.

“Enggak mau di anter sama Abang Ay, sekalian ini Abang berangkat kerja,” tawar Bang Rasyid.

“Enggak deh Bang. Nura mau jemput Aku kok, ini dia udah hampir sampai,” Jawabku.

“Ya udah kalau gitu, hati-hati di jalan,” kata Bang Rasyid.

“Iya.” Jawabku, dan Abang pergi. Beberapa menit kemudian Nura pun tiba, dengan sedikit klaksonnya.

“Ayah, Ibu, Ay pamit ya, Assalamu’alaikum.” Kataku berpamitan, setelah mencium tangan ayah dan ibu, agak tergesah.

“Waalaikumussalam,” Jawab mereka berdua hampir bersamaan.

Waktu berlalu, sekitar pukul 09.00 kurang kami pun sudah tiba di kampus. Nura cukup gesit membawa sepeda motornya diantara jalanan yang ramai sekali.

“Ra, ke Masjid dulu yuk, aku mau sholat dhuha,” ajakku pada Nura.

“Aku langsung tunggu di Perpustakaan aja ya Ay, aku lagi libur nih hehe,” Jawabnya.

“Ya udah kalau gitu,” Jawabku, begitulah kalua cewek ada waktu liburnya, dan kami pun berpisah.

Selesai melaksanakan sholat, aku langsung menuju Perpustakaan untuk menemui sahabatku itu. Aku berjalan sambil mengirimkan pesan kepada Nura untuk mengetahui dia duduk di sebelah mana.

“Dug “Aduh,” tiba-tiba kepalaku terasa sedikit sakit.

“Eh maaf-maaf, aku gak sengaja tadi,” Dan melihat siapa yang aku tabrak.

“Iya gak papa, makanya kalau lagi jalan fokus ke depan bukan ke HP”, Katanya. Batinku sangat malu, karena aku menabrak seorang lelaki yang berperawakan tinggi, tampan, dan rambut yang sedikit basah oleh air wudhu. Bagi wanita mungkin bisa langsung jatuh suka jika melihatnya. Namun aku langsung menundudukan kepala dan meminta maaf kepadanya.

“Iya sekali lagi maaf ,” mohonku.

“Ya udah gak masalah.” Katanya.

Aku segera bergegas pergi ke Perpustakaan menemui Nura, sambil menahan malu yang kurasakan. Bisa-bisanya aku menabrak orang, begini lah jadinya kalau main HP sambil jalan. Mudah-mudahan nanti, besok, dan seterusnya tidak bertemu dengan Kakak itu lagi.

“Eh sudah disini aja Ay, aku pusing nih cari buku dari tadi gak ketemu-ketemu. Ketemu satu, waktu dibuka isinya enggak ngerti. Gini ya anak semester akhir susah banget mau cari referensi,” Keluh Nura padaku. “Ay kamu dengerin aku enggak sih,”

“Iya apa Ra?” Aku mendengarkannya tetapi aku masih tidak fokus akibat kejadian tadi.

“Kamu kenapa sih Ay,” Tanya Nura padaku.

“Gak papa kok Ra, Aku cuma malu banget. Aku tadi nabrak cowok di depan Masjid.”

“Hahahaha, kok bisa sih Ay,” Nura tertawa mendengar ceritaku.

“Kamu…, ih nyebelin, sahabatnya lagi nahan malu juga malah diketawain.” Ujarku agak kesal.

“Kamu sih, ada-ada aja,” Timpal Nura, senyum-senyum..

“Udahlah Aku mau nyari buku dulu,” Kesalku pada Nura.

Setelah mendapatkan buku yang dicari, Aku langsung mengajak Nura menuju petugas peminjaman buku. Aku meminjam 2 buku sedangkan Nura hanya 1 buku, kami juga langsung pulang karena bertepatan Perpustakaan sudah mau tutup, untuk istirahat. Sekitar jam 12.00 kami sudah sampai di rumahku.

Sudah seminggu aku hanya dirumah setelah terakhir keluar kemarin waktu ke kampus bersama Nura. Dalam seminggu ini aku menyelesaikan revisian skripsiku, mudah-mudahan hari ini bisa disetujui oleh pemimbing dan segera mengajukan sidang skripsi. Aku mengirim pesan kepada Nura, apakah dia bisa menemani Aku untuk bimbingan. Pesanku dibalas, dan dia bisa menemaniku. Tidak lama kemudian sekitar setengah jam kami telah tiba di kampus, dan langsung menemui dosen pembimbingku.

“Gimana Ay, hasilnya?” Nura langsung menanyaiku ketika aku sudah keluar dari ruangan dosen.

“Alhamdulillah Ra, bentar lagi Aku sidang,” Kataku.

“Alhamdulillah, aku ikut seneng Ay.” Kata Nura, sambil memelukku.

“Makan dulu yuk Ra, Aku traktir deh.”

“Asyik…dapet traktiran, makasih ya Ay,” Kata Nura.

Sambil menunggu makanan datang, kami mencari tempat duduk yang kosong. “Nah, disana aja yuk Ay,” ajak Nura. Dan aku baru sadar bahwa disebelahnya ada cowo yang pernah aku tabrak seminggu yang lalu. Kenapa harus ketemu lagi coba, haduh gimana ini. “Kamu kenapa sih Ay kok jadi tegang gitu?” Tanya Nura yang melihat perubahan ekspresiku.

“Ra Aku malu duduk disana, itu disebelahnya ada cowok yang pernah Aku tabrak kemarin.”

“Loh itukan kak Malik!!.”

“Kamu kenal Ra, sama cowo itu?” Tanyaku.

“Kenallah Ay, dia itu Kakak tingkat Aku. Dia juga udah lulus dari sini, yaudah lah duduk yuk gak ada tempat lain juga.” kata Nura sambil menarik tanganku.    

“Assalamualaikum, apa kabar Kak? Ada keperluan apa nih datang ke kampus,” sapa Nura kepada Kak Malik

“Waalaikumusalam, eh ini Nura adek tingkat itu ya? Alhamdulillah baik, ini ada urusan ambil ijazah.” Jawab kak Malik.

“Kamu sendiri ada perlu apa ke kampus, bukan nya sudah semester akhir ya?”

“Iya kak sudah skripsian, aku nemenin sahabatku bimbingan tadi, ini orangnya.” Kata Nura, sambil mengenalkanku pada Kak Malik.

“Loh, kamu yang kemarin nabrak Aku kan?” Katanya.

“Hehehe iya Kak,” haduh ketahuan, padahal tadi sudah pura-pura tidak tahu.

“Ooo jadi kemarin yang kamu bilang nabrak cowok itu Kak Malik ini Ay.” Kata Nura antusias.

“Iya Ra, dia nabrak Kakak kemarin soalnya jalan sambil main HP jadinya nabrak orang deh.” Sahut Kak Malik menjelaskan, sambil tertawa kecil.

“Hahahaha ada-ada aja sih, kalian.” Nura ikut tertawa dan aku pun disana hanya menahan malu.

“Oh ya, siapa namanya?” Tanya Kak Malik padaku, kenapa dia jadi sok akrab gini.

“Ayesha, kak.” Jawabku, dan di oh kan saja denganya. Lama-lama kenapa Aku jadi merasa canggung, padahal Nura dan Kak Malik sudah asyik mengobrol berdua.

Mereka sudah seperti akrab sekali, mungkin karena mereka satu jurusan jadi nyambung kalau diajak diskusi. Dan aku disini seperti patung yang hanya menyimak percakapan mereka. Setelah selesai makan Aku mengajak Nura ke Fakultasku untuk mendaftar sidang skripsi. Kemudian kami pun langsung pulang dan dua hari yang akan datang aku harus siap untuk melaksanakan sidang skripsi. Dan besok mungkin aku akan mencari buku untuk persiapan sidang. Dalam perjalanan pulang aku penasaran dengan kedekatan Nura dan Kak Malik, aku pun menanyakan kepada Nura.

“Ra, kok kamu bisa deket sama Kak Malik?”

“Kenapa emangnya Ay, cemburu ya kamu Aku deket sama cowo ganteng,” kata Nura

“Ih apaan sih Ra ngapain juga cemburu. Aku tuh cuma heran aja, kamu bisa deket sama cowok. Soalnya kan kamu gak pernah sedeket itu sama cowok.”

“Kami bisa deket itu karena Kak Malik sering berbagi ilmu sama adik-adik tingkatnya. Jika ada tugas yang menurut kami sulit, dia selalu membantu untuk menyelesaikannya. Dan juga orangnya baik banget, rajin solat, bertanggung jawab kalau di kasih amanah. Pokoknya idaman cewek-cewek deh. Tapi aku sih biasa aja, udah kaya Kakak sendiri menurut ku.” Jelas Nura pada ku.

“Maa Syaa Allah, beruntung banget nanti yang jadi pasangan halalnya, ya Ra,” Kagumku.

“Ciee…ada yang kagum nih sama Kak Malik,” goda Nura padaku.

“Udah deh, gak usah kumat nyebelinnya.” Kesalku, Nura pun hanya tertawa.

Hari terasa begitu cepat berlalu hari ini aku melaksanakan sidang skripsi, tetapi Nura tidak ada kabar dari semalam. Aku sedikit sedih akhir-akhir ini dia seperti sibuk sendiri, padahal Aku butuh dukungan dari dia. Tetapi sekarang dia malah menghilang begitu saja tanpa penjelasan. Namaku sudah dipanggil, Bismillah semoga nanti sidangnya lancar. Sekitar satu jam kemudian Aku sudah melaksanakan sidang dan akhirnya Aku lulus dari Universitas ini. Sampai jam sekarang aku tidak melihat tanda-tanda kedatangan Nura, Aku sedikit kecewa dengannya.

Aku melihat dari kejauhan seperti ada Nura dan Kak Malik disana, mereka sedang apa kenapa hanya berdua. Dan aku tidak habis pikir Nura lebih memilih untuk mengobrol berdua disana, padahal Aku menunggunya dari tadi untuk bisa menyemangatiku. Aku mendekati mereka berdua.

“Oh, jadi gini ya Ra yang namanya sahabat padahal Aku dari tadi nunggu kamu untuk nemanin Aku sidang. Tapi apa, kamu malah asyik ngobrol disini pantas aja akhir-akhir ini kamu berbeda Ra,” Aku sudah mengeluarkan air mata dan kecewa dengannya.

Mereka terkejut melihatku ada disana, “Ay gak seperti yang kamu pikir kok, Aku bisa jelasin dengerin Aku dulu,” kata Nura kepadaku.

“Udahlah Ra, Aku gak tau mau bilang apa lagi,” Sambil menghusap air mataku yang mengalir deras.

“Yang jelas Aku sekarang kecewa sama kamu.” Aku langsung meninggalkan mereka berdua, dan segera pulang. Hari ini adalah hari bahagia tetapi, hari ini juga aku kecewa dengan sahabatku sendiri. Aku sedih kenapa Nura seperti ini dengan ku.

Hari ini aku sangat tidak bersemangat melakukan kegiatan apapun, kajadian kemarin masih sedikit membuatku sakit hati dan kecewa. Terdengar Ibu mengetuk pintu kamarku dan memanggilku.

“Ayesha, ada yang cari kamu tuh dibawah.”

“Siapa bu?” tanyaku, sambil membuka pintu kamar.  

“Itu ada Nura, cobalah kamu temui dulu enggak baik loh marahan gitu kaliankan sudah sahabatan lama. Masa cuma masalah kecil gak bisa nyelesain baik-baik, udahlah dengerin dulu penjelasannya.” Nasehat Ibu padaku.

“Iya bu, Ay coba bicarain sama Nura.” Aku langsung pergi ke bawah untuk menemuinya.

Aku terkejut, Ibu tidak bilang kalau dibawah bukan cuma ada Nura, tetapi ada Kak Malik. Aku bingung kenapa ada Kak Malik datang kesini juga, Aku tidak tahu harus memulai bicara dari mana. Aku langsung duduk di sofa, Nura langsung menghampiri dan memegang tanganku, “Ay maafin aku ya, Aku gak bermaksud buat kamu kecewa. Kalau tahu kejadiannya gini aku gak akan buat rencana kaya gini.”

“Tunggu…emang kamu buat rencana apa?” tanyaku.

“Jadi gini ceritanya, sebenarnya aku dan Kak Malik mau buat suatu kejutan yang gak bakal kamu lupain. Kemarin itu kami lagi diskusi untuk buat bagaimana rencananya, bertepatan dengan sidang skripsimu supaya bahagianya double gitu. Tapi kamu malah udah nemuin kita berdua, dan kamu malah salah paham. Aku emang sengaja beberapa terakhir kemarin pura-pura sibuk,” Nura menjelaskan semuanya, tapi aku masih bingung emang kejutan apa yang mereka siapkan.

“Emang kejutan apa yang mau kalian kasih?” tanyaku.

“Kalau itu biar Kak Malik yang jelasin, silakan Kak.” Nura mempersilakan Kak Malik bicara.

“Jadi gini Ay, intinya aja ya aku gak mau panjang lebar.” Katanya, kenapa aku jadi deg-degan gini. “Aku mau melamar kamu.”

Deg Aku langsung terdiam dan tidak bisa berkata apapun, kenapa bisa secepat ini. Aku mencoba menormalkan degub jantungku yang tidak beraturan ini. Dan aku memberanikan diri untuk betanya.

“Kenapa Kakak bisa seyakin ini sama aku, padahal kita belum lama kenal?”

“Kamu yang mungkin belum kenal aku, tapi aku sudah mengenal kamu lewat sahabatmu ini. Aku juga sudah sering memperhatikanmu secara diam-diam. Aku tahu kamu wanita yang tidak ingin memiliki hubungan special dengan siapapun kecuali akad sudah diucapkan. Oleh sebab itu aku memantapkan diri untuk melamarmu, bagaimana pun jawaban kamu Aku terima. Karena aku tidak ingin memedam perasaan ini lebih lama lagi.”

“Sebelumnya aku berterima kasih sama Kakak, karena sudah berani menyampaikan hal ini padaku. Mungkin aku bisa kasih jawaban iya, tetapi semuanya aku serahin sama orang tuaku. Kalau Kak Malik benar serius langsung temui Ayahku.” kataku dengan rasa gugup.

“Baiklah, Aku akan menemui Ayahmu dan membawa kedua orang tuaku juga,” Jawabnya.

“Oke masalah ini sudah clear ya, jadi kamu gak marah lagi sama aku kan Ay?” Kata Nura.

“Iya Ra aku sebenarnya gak pernah bisa marah sama kamu, cuma kamarin itu aku sedikit kecewa. Maafin Aku juga ya kemarin langsung pergi aja, tanpa mau dengerin penjelasan kamu,” Kataku pada Nura.

“Iya Ay gak papa kok, aku ngerti.” Kami berdua berpelukan.

“Udah kali pelukan nya, kan jadi pengen,” Tegur Kak Malik pada kami berdua.

“Sabar ya Kak, halalin dulu baru bisa di peluk Ayeshanya.” Ucap Nura sambil terkekeh.

“Iya deh, iya.” Kata Kak Malik. Dan kami berdua pun hanya tertawa.

Aku tidak pernah menyangka rencana yang telah Allah siapkan untukku, aku tahu rasa kecewa yang aku buat adalah dari kesalahanku sendiri. Aku terlalu cepat mengambil kesimpulan, padahal belum tentu yang kita lihat itu benar. Dan aku masih tidak percaya dengan sebuah takdir yang Allah tetapkan saat ini. Ada sebuah rasa yang sebelumnya hanya samar-samar. Sekarang sebuah rasa itu mulai terlihat jelas ketika dia yang pernah ku kagumi memberanikan diri untuk meminangku secara langsung. Terimakasih Ya Rabb, untuk perjalanan awal ini. Aku akan memulai perjalanan yang berikutnya dengan selalu mengingat-Mu.

Karya: Nurfaidati.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri. Fakultas Adab dan Humaniora. Jurusan Ilmu Perpustakaan.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic

9/02/2022

Hidden Paradise : Pantai Menarik di Lampung, Yang Jarang diketahui Banyak Orang

APERO FUBLIC.- Lampung merupakan sebuah provinsi yang terletak paling selatan di pulau Sumatera, Indonesia. Lampung memiliki berbagai macam destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, dan bersebelahan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Banyak wisata menarik yang menjanjikan keindahan destinasi yang ada di Lampung, salah satunya adalah pantai.

Tetapi, masih banyak pantai yang belum diketahui banyak orang. Dimana pantai-pantai tersebut masih asri, dan menjadi rekomendasi para traveller yang akan berkunjung dan berwisata ke Lampung. Berikut ini adalah beberapa pantai yang menarik dan jarang diketahui banyak orang, yang wajib dikunjungi:

1.Pantai Teluk Hantu

Pantai teluk hantu terletak desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung.  Berjarak kurang lebih 85 KM dari pusat kota Bandar Lampung, atau sekitar 3,5 jam berkendara jalur darat. Belum diketahui mengapa pantai teluk hantu, yang jelas namanya sangat berbanding terbalik dengan sesuatu hal yang menyeramkan.

Justru orang yang melihatnya akan terkesima dengan keindahan pantai tersebut. pantai ini sangat rekomendasi untuk kalian yang suka dengan tempat/pantai yang masih asri, alami dengan pepohonan yang masih rimbun, pasirnya putih bersih, air laut yang bening dan jernih dengan suasana yang tenang.

2. Pantai di Pulau Kelapa

Pulau kelapa berlokasi di Pekon Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Berjarak kurang lebih 3 jam dari pusat kota dengan berkendara menggunakan jalur darat. Sesampainya di Teluk Kiluan, kita harus menyenbrang menggunakan kapal kecil dengan estimasi harga 20 ribu/orang dan pulau ini berjarak kurang lebih 3 KM dari tepi pantau Teluk Kiluan dengan waktu menybrang selama 10menit.

Pulau ini tidak jauh dari habitat Lumba-lumba yang ada di perairan Lampung. Beberapa keindahan tersebut bisa dilihat dari pantainya yang bersih, airnya yang jernih, sehingga kamu dapat melihat keindahan-keindahan terumbu karang yang berada di dasar lautnya.

3.Pantai di Pulau Wayang

Pulau wayang, yang sering di sebut “raja ampat” di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Bernama asli Pulau Kamintara dan sering juga disebut dengan Pulau Botak. Untuk perjalanan dari Bandar Lampung menuju ke Dermaga Pulau Ketapang membutuhkan waktu berkisar 50 menit, dan dari dermaga kita dapat naik kapal kecil sewaan dengan waktu 1-2 jam tergantung cuaca dan kondisi ombak air laut. Ketika anda melakukan perjalanan kesana, jika beruntung anda dapat melihat kawanan lumba-lumba yang muncul di permukaan dengan pemandangan yang laut yang indah.

4.Pantai Gigi Hiu

Pantai Gigi Hiu terletak di desa Pegadungan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Pantai ini dapat dilalui dua rute. Rute yang paling sering dilalui pengunjung yaitu melalui padang cermin dan akan melewati pesisir pantai teluk kiluan. Jarak pantai ini dari gerbang pantai teluk kiluan sekitar 5 KM dan jarak dari Bandar Lmpung sekitar 80 KM.

Jalan alternatif lainnya yang ditempuh dari Bandar Lampung adalah melalui Padang Cermin kemudian menyusuri jalan Bawang hingga ke Desa Kelumbayan. Dinamai gigi hiu, sebab memiliki bebatuan yang eksotis dengan bentuk tajam layaknya gigi hiu. Pantai ini dipenuhi dengan batu-batu karang yang artistik.

Hal ini menjadi ciri khas dari pantai ini karena tidak ditemukan di pantai lainnya. Di pantai ini tidak memiliki pasir dan pengunjung dilarang untuk berenang karena ombak yang sangat besar dengan bebatuan yang cukup tajam. Warna air laut yang jernih dan dapat digunakan perbedaannya dari tepian pantai.

Di pantai ini, sama sekali tidak ada seluruh sinyal provider yang tersedia, jalan yang ditempuh juga berlubang dan beberapa jalan juga masih berupa tanah liat. Untuk mencapai pantai ini, disarankan untuk membawa perlengkapan sendiri terutama makanan/snack karena sama sekali tidak ditemukan warung disekitaran pantai tersebut. meskipun begitu, pantai ini sangat eksotis dan unik yang tidak ditemukan seperti pantai lainnya.

5. Pantai di Teluk Nipah

Teluk Nipah memiliki potensi wisata yang indah, namun sayangnya belum banyak teresplorasi. Destinasi yang terletak di desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan ini mempunyai banyak sekali potensi wisata yang masih sangat alami dan menawan.

Teluk Nipah memiliki tiga pantai utama, yaitu pantai Sundul sepanjang 400 meter, pantai Teluk Nipah 650 meter, dan Pantai Marina 750 meter. Pantai yang berada di Teluk Nipah merupakan objek pantai yang tenang, tebing-tebing yang masih asri, dengan deburan ombak yang tenang, tebing-tebing yang tinggi yang menawan serta pepohonan nipah yang rindang menambah indah suasana di destinasi ini.

Oleh: Dyan Sariranau Putri.
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Fakultas Adab dan Humaniora. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
Editor. Arip Muhtiar, S.Hum
Tatafoto. Dadang Saputri

Sy. Apero Fublic