7/20/2022

SASTRA KLASIK: Mengenal Syair Kumbayat

APERO FUBLIC.-
Syair Kumbayat mengisahkan Putra Darman Syah yang bernama Zainal Abidin yang bergelar Fath Al-Arifin. Dia bersahabat akrab dengan anak para menteri, bernama Jafar Sidik, Umar Bakri, Abdullah Sinai, dan Muhammad Muhadin. Zainal Abidin mendapat bekal berbagai ilmu dari ayahnya.

Pada suatu hari Zainal Abidin bermimpi jatuh cinta kepada seorang putri. Kemudian dia pergi mengembara bersama keempat orang sahabat-sahabatnya tersebut, untuk mencari seorang putri yang dia impikan itu. Setelah ditemukan ternyata putri tersebut anak seorang pendeta. Putri itu, bernama Zubaidah dan saudaranya bernama Muhammad Tahir. Selanjutnya, Zubaidah dan Zainal Abidin menikah.

Pada suatu ketika di negeri Cina terjadi peperangan. Dalam peperangan tersebut Zainal Abidin dan keempat temannya tertangkap dan dipenjarakan. Karena pertolongan Zubaidah yang memiliki ilmu kesaktian, Zainal Abidin dapat dibebaskan dari penjara. Peperangan terus berlanjut kemudian, banyak putri-putri Cina yang tertangkap oleh pasukan Zainal Abidin.

Kemudian Zainal Abidin menikah dengan seorang putri Cina bernama Kilan Syah. Kilan Syah mempunyai seorang kakak yang bernama Kilan Suara. Selain itu, Zainal Abidin kemudian menikahi seorang putri bernama Ruki. Putri Ruki adalah teman Zubaidah dan selalu membatu Zubaidah.

Setelah perang, Zainal Abidin, teman-temannya kembali pulang ke Negeri Kumbayat. Kemudian Zainal Abidin diangkat menjadi raja di Negeri Kumbayat. Permaisuri Zainal Abidin bernama Lailah Bangsawan. Putri Zubaidah mendapat kehormatan yang tinggi karena dia telah banyak membantu Zainal Abidin. Dalam kepemimpinan Zainal Abidin, Negeri Kumbayat berkembang dan maju dengan pesat.Berikut cuplikan dari Syair Kumbayat.

1.Syair Kumbayat
Alhamdulillah maka tersebut.
Membaca dengan lidah yang lembut.
Janganlah diberi nafas berebut.
Kalimatnya lepas mengenanya luput.
 
Inilah puji yang amat nyata.
Memuja Allah Tuhan semesta.
Handai tolan yakin sekalian kita.
Supa kita jangan mendapat lata.
 
Inilah kisah suatu cerita.
Cerita Raja Kumbayat Negara.
Kerajaan besar tiada terkira.
Banyaklah raja-raja tidak setara.
 
Inilah gunanya ceritanya.
Seorang raja yang sangat besar.
Sultan Darmana Kumbayat namanya.
Memerintah negeri sangat adil.
 
Adil dan murah amat kepalang.
Lengkaplah dengan menteri hulubalang.
Takluknya banyak tidak terbilang.
Menghantar upeti tiada berselang.
 
Adil pandai pendekar Johan Pahlawan.
Gagah berani tiada berlawan.
Seorang muridnya sangat bangsawan.
Memerintah di bawah baginda nan tuan.
 
2.Negerinya besar jalannya tentu.
Dagang seraya buru pun di situ.
Ramainya bukan lagi suatu.
Indah makmur negerinya itu.
 
Beberapa pula saudagar yang kaya.
Berniaga di dalam negeri dia.
Pasarnya dihiasi dengan yang mulia.
Tempatnya orang bersuka ria.
 
……………………………………………………………..
 
153. Raja Muwayat buta dan tuli.
Patut diikat dengan tali.
 
Datangku ini hendak menyerang.
Mari engkau kulawan berperang.
Rakyatku banyak beribu orang.
Beberapa pahlawan pendekar yang garang.
 
Setelah didengar lascar segala.
Maranya seperti api menyala-nyala.
Mudah ketiga sama setala.
Menggertakkan kudanya sama terhela.
 
Seraya bertempik nyaring suara.
Sambil memusing-musingkan cakra.
……….. celaka kafir angkara.
Keluarlah engkau bersegera.
 
Amuklah pahlawan di negeri Kumbayat.
Beranimu itu hendak ku lihat.
Marilah sini segera laknat.
Kafir murtad tidak ………..
 
Setelah di dengar hulubalang ………….
Pahlawan bertempik menderu bahana.
Ia pun marah terlalu hina.
Memacu kudanya ke Padang Sujana.
 
Serta memalu tambur yang besar.
Menggerakkan segala rakyat lascar.
Sekaliannya marah pahlawan pendekar.
Musuh mengamuk terlalu gempar.
 
Kedua pihak lascar pun marah.
Bertikamkan tombak berlontarkan cakra.
Tempik dan sorak tiada terkira.
Sepertikan sampai ke atas udara.
 
Gemercinglah bunyi alat senjata.
Di tengah padang gegap gempita.
Hari yang terang gelap gulita.
Suatu pun tidak kedengaran nyata.
 
Berperanglah kafir Dengan Islam.
Matahari yang bersih menjadi kelam.
Seperti gempa bumi dan alam.
Rasanya dunia sepertikan tenggelam.


Buku syair Kumbayat setebal 207 halaman. Naskah aslinya dialihaksarakan oleh Drs. Muahammad Jaruki dan Drs. Mardiyanto kemudian disunting oleh Drs. Sriyanto. Sebagaimana sastra klasik lainnya, syair Kumbayat digubah seperti puisi. Terdiri dari bait-bait yang setiap bait terdapat empat baris kalimat. Ssusunan bait terdiri dari enam sampai sepuluh bait.

Syair Kumbata terdiri dari 153 susunan bait dan beraksara Arab. Kemungkinan aksara jawi atau aksara Arab Melayu. Buku Syair Kumbayat I diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1996. Naskah asli dapat dijumpai di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta.

Disusun. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 20 Juli 2022.
Sumber: Muhammad Jaruki dan Mardiyanto. Syair Kumbayat I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment