-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng Sahabat Sejati: Kisah Burung Tattiuq dan Rusa. (Toraja)
Dongeng

Sahabat Sejati: Kisah Burung Tattiuq dan Rusa. (Toraja)

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
08 Feb, 2022 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Pada suatu ketika seekor burung Tattiuq membuat sarangnya dan bertelur di sebuah ladang penduduk kampung. Tidak menyadari kalau padi sudah mulai menguning, yang sebentar lagi akan dipanen oleh pemilik ladang. Beberapa hari kemudian datanglah pemilik ladang datang keladangnya.”Sepertinya sudah siap di ketam padi kita.” Kata pemilik ladang itu.

Burung Tatiuq melihat kedatangan pemilik ladang. Dia baru saja mulai mengeram telurnya merasa sangat sedih sekali. Karena apabila pemilik mulai memanen padi, maka sarangnya akan rusak dan telurnya akan pecah. Belum tentu si pemilik ladang dan keluarganya baik terhadap hewan. Kebanyakan manusia memperlakukan burung dengan jahat. Seperti mengambil anak burung, memakan burung kadang hanya dirusak saja sarangnya. Betapa sedih hati burung Tattiuq akan hal tersebut. Menetaslah telur-telurnya, dan anak-anak yang terus bersuara yang berisik.

Suatu hari, burung Tattiuq pergi mencari minum disebuah anak sungai kecil sekitar ladang. Dia murung dan sering melamun memikirkan sarang dan anak-anaknya yang baru menetas. Sementara padi benar-benar sudah masak dan pemilik ladang telah berada di ladang terus mempersiapkan mengetam buah padi.

“Hai, sahabatku gerangan apa yang membuat kau begitu melamun dan murung dari tadi. Sehingga kedatanganku dari tadi tidak kau sadari.” Kata seekor rusah yang sudah berdiri tidak jauh dari burung Tattiuq bertengger. Burung Tattiuq sedikit terkejut dan dia tampak tidak bersemangat.

“Maafkan aku sahabat. Ada masalah besar yang terjadi menimpa. Aku terlanjur membangun sarang di tengah ladang penduduk kampung. Sekarang padinya sudah masak dan akan siap dipanen. Anak-anakku baru menetas belum dapat terbang. Sedangkan pemilik ladang sudah bersiap mengetam buah padi. Tentu kau akan tahu apa yang akan terjadi padaku, sarang dan anak-anakku.” Kata burung Tattiuq sambil menangis.

“Manusia kebanyakan akan merusak, tentu sarangmu akan dirusak, anak-anakmu akan diambil dan kau akan ditangkap.” Kata Rusa. Burung Tattiuq bersedih, rusa tampak diam berpikir bagaimana memecahkan permasalahan burung Tattiuq. Sampai-sampai rusa lupa untuk minum karena berpikir. Beberapa saat kemudian dia berkata lagi.

“Betapa malang hidupku.” Kata burung Tattiuq sambil menangis tersedu-sedu.

“Begini sahabat, maukah kau berjanji kalau kita akan menjadi sahabat sejati. Kita akan saling membantu dalam segala hal.” Kata Rusa.

“Tentu sahabat, asal saling membantu dalam hal kebaikan.” Mereka saling mengikat janji untuk saling membantu dalam segala hal sebagai sahabat seperti dua saudara sekandung. Rusa kemudian menasihati burung Tattiuq agar jangan bersedih lagi. Dia meminta burung Tattiuq segerah pulang ke ladang dan memberi makan anak-anaknya. Rusa akan membantu akan masalah yang menimpanya itu, dengan cara rusa sendiri.

Pemilik ladang mulai memanen padinya dari sekitar pondok ladangnya. Perlahan hari demi hari, dan sekarang mulailah mendekat ke sarang burung Tattiuq. Burung Tattiuq sudah gelisah sekali, kalau-kalau diketahui pemilik ladang. Dia meminta anak-anaknya jangan berisik lagi, diam saja di dalam sarang mereka. Sementara bulu anaknya sudah mulai tumbuh dan berkembang, tapi belum dapat terbang. Hari itu, pemilik ladang benar-benar akan memanen tempat dimana sarang burung Tattiuq berada.

Rusa yang terus mengawasi mulai menjalankan rencananya. Saat pemilik ladang mulai menuai padi rusa menampakkan dirinya. Melihat rusa jantan besar yang tampak jinak pemilik ladang terkejut, tapi dia menjadi gembira. Sementara induk burung Tattiuq pergi membuat sarang di tengah hutan agar aman.

“Rusa jantan yang jinak. Makan besar ini, kepala dan tanduknya akan aku jadikan hiasan, dagingnya akan Aku masak enak-enak.” Kata hati pemilik ladang. Dia berjalan hati-hati ke pondoknya dan mengambil tombak. Kemudian dia berjalan perlahan mencari rusa tadi. Tampak rusa sudah berjalan di tepi ladangnya memakan rumput segar. Pemilik ladang terus mengintai si rusa dan akan dia tombak.

Seharian dia mengintai rusa itu. Menjelang sore dia kembali ke ladang tapi tidak ada waktu lagi untuk memanen buah padi. Keesokan harinya juga demikian, saat pemilik ladang akan memanen buah padinya, kembali rusa muncul di sekitar itu. Tampak jinak, sambil memakan rumput-rumput segar. Kembali lagi si pemilik ladang mengintai dengan tombaknya. Anehnya si rusa selalu dapat membaca geraknya dan menjaga jarak dari pemilik ladang. Hari berikut juga demikian, rusa muncul dan tampak jinak.

Bulu anak burung Tattiuq tumbuh sempurna, dan sudah dapat terbang walau masih setengah melompat-lompat. Tapi dengan segera burung Tattiuq meminta anak-anaknya untuk terbang keluar dan segera pergi dari sarang mereka. Dengan segera juga mereka pinda sarang yang baru saja dibuat oleh burung Tattiuq di tengah hutan. Mereka sekarang aman dan terlindungi dari panas dan hujan. Setelah itu, rusa tidak lagi muncul dan pemilik ladang kembali memanen padinya. Dia menemukan sarang burung Tattiuq yang sudah kosong.

*****

Waktu berlalu, anak-anak burung Tattiuq itu sudah besar. Terbang bermain-main di seluruh hutan. Sementara itu, ada sebuah ladang petani yang banyak tanamannya. Tapi ladang petani itu selalu diserang hama babi dan kera.  Untuk mengatasi hama babi dan kera pemilik ladang banyak memasang jerat di sekitar ladangnya.

Suatu hari, rusa jantan yang pernah membantu burung Tattiuq berjalan-jalan di sekitar ladang petani itu. Rusa tidak mengetahui kalau banyak jebakan jerat terpasang. Rusa dengan tenang memakan rumput-rumput segar disekitar itu. Tampa sadari dia akhirnya menginjak sebuah jerat, dan tanpa ampun kakinya terikat dengan kuat.

“Ah, rupanya disini ada jerat. Kakiku terikat dan bagaimana aku melepaskan diri. Betapa kuat tali jerat ini dan pastilah tidak mungkin memutusnya.” Kata hati sang rusa. Rusa meronta-ronta berusaha melepaskan diri namun sia-sia. Justru tali jerat semakin kuat mengikat di kakinya. Rusa mulai putus asa. “Matilah Aku kalau pemilik jerat ini datang.” Jerit hati rusa.

Tiga ekor anak burung Tattiuq lewat berterbangan bermain saling mendahului. Sementara induk burung Tattiuq sedang bekerja mencari makan. Salah satunya melihat rusa itu. Lalu memberintahu saudara-saudaranya. Mereka teringat cerita ibunya, kalau dulu mereka dibantu oleh seekor rusa jantan yang baik. Seorang saudaranya terbang pergi memberi tahu ibu mereka yang sedang mencari makan. Dua saudaranya kemudian terbang menghampiri dan berjaga-jaga. Beberapa waktu kemudian ibu burung Tattiuq tiba di mana rusa terkena jerat.

“Hai sahabatku, maafkan semua salahku padamu. Juga sampaikan permintamaafpanku pada saudara-saudaraku. Sebab, sebentar lagi Aku akan mati. Mungkin sebentar lagi pemilik jerat ini datang dan menangkapku.” Kata rusa dengan lesu. Burung Tattiuq bersedih melihat sahabatnya terkena jerat.

“Sahabatku, jangan berputus asa. Kita akan berusaha dalam keadaan apa pun.” Kata induk burung Tattiuq.

“Usaha apa lagi, sahabatku. Kalau kita tidak dapat memutus tali jerat ini, mana mungkin aku bisa bebas.” Kata rusa putus asa.

“maukah kau mengikuti saranku, mudah-mudahan berhasil.” Kata induk burung Tattiuq. Rusa mengiakan, lalu dikatakanlah apa yang akan dia lakukan dan rencanakan. Kemudian burung Tattiuq dan anak-anaknya pergi. Mereka mencari-cari ulat, dan menemukan kotoran kerbau. Tampak pada kotoran kerbau banyak ulat-ulat bergerak. Kemudian mereka kumpulkan dan mereka bawa ke dimana rusa terkena jerat.

Banyak ulat yang ditebar disekitar rusa. Kemudian ulat-ulat ditaburkan keseluru badan rusa yang terbaring. Ada juga ulat yang diletakkan di mata (mata terpejam), di dalam telinga, di pantat, di hidung. Ulat-ulat itu, mengundang lalat dan semut datang. Sehingga banyak semut memakan ulat sekitar rusa dan lalat yang mengerubungi sekitar itu. Tampak sekali kalau rusa seakan sudah mati lama.

“Saat pemilik jerat tiba, kau tahan napas dan gelembungkan perutmu.” Kata burung Tattiuq. Rusa mengangguk dan berdoa agar rencana mereka berjalan lancar. Burung Tattiuq dan anak-anaknya terbang ke atas dahan pohon mengawasi.

Benar saja, beberapa saat setelah itu pemilik jerat datang. Burung Tattiuq memberi isyarat pada rusa dan rusa mulai menahan napas dan menggembungkan perutnya. Pemilik jerat begitu gembira melihat jeratnya mendapat rusa. Tapi kegembiraannya lansung berubah menjadi kekecewaan. Saat melihat ulat-ulat berserakan ditubuh dan sekitar tubuh rusa. Lalat dan semut juga banyak disekitar tubuh rusa.

“Yaaa. Sudah mati dan busuk. Tapi, tidak apalah. Kalau sudah hancur kulitnya, kepala dan tanduknya dapat dijadikan hiasan dinding.” Kata pemilik jerat, dia tampak sedih dan kecewa. Kemudian dia melepas tali jerat yang mengikat di kaki rusa. Karena dia ingin memasang jerat itu lagi. Dia seret tubuh rusa kesebelah jerat, dan diletakkannya.

“Nanti akan Aku datangi jerat sesering mungkin agar tidak ada yang mati sia-sia begini.” Kata si pemilik jerat. Dia berbalik dan melangkah meninggalkan tubuh rusa, lalu menghampiri jeratnya. Suara burung Tattiuq berbunyi sebagai tanda aman untuk lari. Pemilik jerat duduk dan mulai memasang jeratnya.

“Wussssss, grusakk-grusakkkk.” Pemilik jerat terkejut dan menengok ke arah suara. Dia melihat rusa yang dia sangka mati tadi melompat dan berlari kencang. Pemilik jerat tampak bingung dan keheranan sekali. Bagaimana mungkin rusa yang sudah berulat, perut menggembung masih bisa berlari. Muncul rasa takut, kalau-kalau hantu yang dia temui.

Rewrite: Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero.
Palembang, 5 Februari 2021.
Muhammad Sikki, Dkk. Struktur Sastra Lisan Toraja. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986. Kunjungi berikut portal pembahasan kesastraan lainnya: Klik Disini

Sy. Apero Fublic

Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

PWI Sumatera Selatan

PWI Sumatera Selatan
Seluruh Wartawan PWI Sumatera Selatan Mengucapkan Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 Tahun

Post Populer

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
PERJUANGAN: Kisah Akan Terukir Bagi Yang Tak Pernah Menyerah

PERJUANGAN: Kisah Akan Terukir Bagi Yang Tak Pernah Menyerah

Tuesday, August 05, 2025
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Kunjungan Tim 1 Patriot Universitas Diponegoro ke Pustu UPT 2 Trans Air Balui

PT. Media Apero Fublic- Friday, August 29, 2025 0
Kunjungan Tim  1 Patriot Universitas Diponegoro ke Pustu UPT 2 Trans Air Balui
APERO FUBLIC . MUSI BANYUASIN .- Musi Banyuasin, 29 Agustus 2025 – Tim 1 Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kunjungan pra-survei ke Puskesmas …

PUBLIKASI PEMKAB

PUBLIKASI PEMKAB
Kabupaten Musi Banyuasin

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

Thursday, April 23, 2020
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2025323
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Andai-Andai APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Biruisme Bola Brand Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Daratan Daratan dan Hutan Dongeng Dongeng Dunia Dunia Anak e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi FASHION Fauna Film Flora Fotografi Gatget Healthy & Fitness Himpunan Muslim Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ilmu Kesastraan Info Desa Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial Jurnal AF Jurnalisme Kita Kabar Buku Kampus Kata Mutiara Kepemimpinan Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita kesenian Kisah Legenda Kriminal Kuliner Laporan Penelitian Majalah Kaghas Mask Mitos Musik Olah Raga Opini Otomotif Pantun Pariwisata PDF Pemerintahan Pendidikan Penyakit Masyarakat Pertanian dan Alam Politik Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PraLeader Problematika Seks Propaganda Public Figure Puisi Puisi Akrostik Pustakawan PWI PWI SumSel Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Seniman Sepeda Listrik Sepeda Motor Skil Wanita Smart TV Sosial dan Masyarakat Sport Sudut Pandang Sumber Air Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Teknologi Tokoh Wanita UKM-Bisnis Video Women World

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah
    APERO FUBLIC. SUMATERA SELATAN.- Palembang – Bupati Muba H. M Toha, didampingi Kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga dan Kepala Ba...
  • e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II
    Apero Fublic.- Ilalang atau juga sering di sebut alang-alang memiliki nama ilmiah  imperata cylindrica . Ilalang jenis rumput berdaun ...
  • PERJUANGAN: Kisah Akan Terukir Bagi Yang Tak Pernah Menyerah
    APERO FUBLIC. OPINI.- Perkenalkan saya Nurkarima, lahir 24 tahun silam. Anak kedua dari empat bersaudara. Perjumpaan kita melalui tulisan k...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Malam Grand Final Pelopor Anak Muba 2025: Selamat Alya dan Rakha Terpilih sebagai "Pelopor Anak Muba 2025"
    APERO FUBLIC. MUSI BANYUASIN.- Malam gemilang Grand Final Pemilihan Pelopor Anak Muba Tahun 2025 di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Kamis (21/...
  • JAWA BARAT: PWI Sumatera Selatan Terima Undangan Kongres 2025
    Kurnaidi Ketua PWI SumSel Saat Menyerahkan Bantuan Bersama Pengurus PWI SumSel beberapa waktu lalu (Doc: PWI Sumsel) APERO FUBLIC. PALEMBANG...
  • Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.
    APERO FUBLIC.- Raden Kamandaka sebuah cerita rakyat dari dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Cerita Rakyat ini bercerita tentang Keraja...
  • Kisah Singkat Perjuangan Seorang Penjaga Sekolah dan Penjual Makanan di Kantin Sekolah yang Berusaha Untuk Menyekolahkan Anak-Anaknya
    APERO FUBLIC. OPINI.- Perkenalkan Nama saya Nurkarima, saya berusia 24 tahun dan merupakan anak kedua dari empat bersaudara Ini adalah kisa...
  • Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
    Apero Fublic.- Pantun Daerah dari Dataran Negeri Bukit Pendape ini adalah warisan pantun berbahasa Melayu. Hadir dari buah pemikiran ne...

Editor Post

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

Thursday, April 23, 2020
Mengenal Masjid Berkubah Tertua di Indonesia

Mengenal Masjid Berkubah Tertua di Indonesia

Tuesday, April 21, 2020
Dongeng si Kera dan si Bangau. Dari Sulawesi Utara

Dongeng si Kera dan si Bangau. Dari Sulawesi Utara

Saturday, January 18, 2020
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Legenda Kisah Cinta  I Jayaprana dan Ni Layonsari dari Bali

Legenda Kisah Cinta I Jayaprana dan Ni Layonsari dari Bali

Tuesday, January 14, 2020
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025

Popular Post

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
PERJUANGAN: Kisah Akan Terukir Bagi Yang Tak Pernah Menyerah

PERJUANGAN: Kisah Akan Terukir Bagi Yang Tak Pernah Menyerah

Tuesday, August 05, 2025
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Malam Grand Final Pelopor Anak Muba 2025: Selamat Alya dan Rakha Terpilih sebagai "Pelopor Anak Muba 2025"

Malam Grand Final Pelopor Anak Muba 2025: Selamat Alya dan Rakha Terpilih sebagai "Pelopor Anak Muba 2025"

Saturday, August 23, 2025
JAWA BARAT: PWI Sumatera Selatan Terima Undangan Kongres 2025

JAWA BARAT: PWI Sumatera Selatan Terima Undangan Kongres 2025

Friday, August 08, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Kisah Singkat Perjuangan Seorang Penjaga Sekolah dan Penjual Makanan di Kantin Sekolah yang Berusaha Untuk Menyekolahkan Anak-Anaknya

Kisah Singkat Perjuangan Seorang Penjaga Sekolah dan Penjual Makanan di Kantin Sekolah yang Berusaha Untuk Menyekolahkan Anak-Anaknya

Tuesday, August 05, 2025
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020

Populart Categoris

Andai-Andai 1 Artikel 38 Berita 319 Berita Daerah 494 Berita Internasional 20 Berita Nasional 396 Brand 117 Budaya Daerah 29 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 23 Cerita Rakyat 12 Cerpen 10 Dongeng 66 Ekonomi 14 Elektronik 21 FASHION 9 Fauna 4 Flora 62 Healthy & Fitness 14 Ibu dan Anak 1 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 2 Jurnalisme Kita 17 Kampus 107 Kesehatan 6 Kisah Legenda 10 Kuliner 20 Mitos 15 Olah Raga 41 Opini 61 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 36 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 47 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 22 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 12 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 28 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 7 Tablet 20 Teknologi 126 Tokoh Wanita 9 UKM-Bisnis 12 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23 kesenian 3
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us