10/07/2019

Perbedaan Demokrasi Indonesia dan Demokrasi Barat

Apero Fublic.- Runtuhnya sistem monarki absolut telah melahirkan beberapa macam bentuk negara dalam masyarakat dunia. Pertama, bentuk monarki parlementer, perkembangan dari monarki absolut. Kedua, bentuk negara bangsa yang berideologi  sosialisme. Sosialisme pecah menjadi sosialisme kanan dan sosialisme kiri seperti komunisme dan leninisme.

Ketiga, bentuk negara demokrasi, yang memiliki paham sekulerisme, liberalisme, kapitalisme. Demokrasi juga terpengaru oleh aliran kebudayaan dan keagamaan masyarakatnya. Keempat, negara berbentuk religiusme atau negara agama. Dalam permasalahan ini saya akan membahas Demokrasi Indonesia dan Demokrasi Barat.


Demokrasi Indonesia.
Demokrasi Indonesia adalah demokrasi kebersamaan atau kemufakatan. yang dipengaruhi oleh kebudayaan timur dan agama. Dimana yang menjadi pusat demokrasi adalah masyarakat. Dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Hal-hal yang merugikan masyarakat baik secara materi dan sosial tidak diperbolehkan.

Manusia tidak dapat berbuat seenaknya dan sesuka hatinya saat dia berinteraksi dengan publik atau dengan masyarakat lainnya. Negara Indonesia adalah negara bebas tapi bukan negara liar. Dimana banyak norma-norma hukum yang harus di patuhi. Untuk menjaga moral masyarakat agar tidak rusak.


Jadi setiap perbuatan yang bersinggungan dengan masyarakat secara umum. Atau setiap perbuatan yang melanggar aturan sosial-budaya dan keagamaan tidak dapat dibenarkan. Karena setiap yang dilakukan oleh Individu tersebut berpotensi menular, mempengaruhi dan diikuti orang lain. Ketika hal-hal tersebut mulai merugikan masyarakat maka tidak boleh dilakukan. Semisal seorang yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan.

Dari sini memang secara individu dan materi tidak merugikan orang lain, hak dia. Namun secara umum perbuatan mereka mempengaruhi dan berpotensi mengancam publik masyarakat. Serta mengancam norma-norma hukum sosial masyarakat setempat. Maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Kita telusuri ada hak keluarga, hak masyarakat, hak lingkungan anak, hak orang bergamana, perlindungan adat istidat.


Sebagai contoh misalnya, seorang perempuan membuka praktek prostistusi atau tempat pelacuran. Dia kemudian beralasan kalau itu hak dia. Yang dia jual adalah dirinya bukan diri orang lain. Ketika dia membuka prostistusi itu. Maka dia telah masuk kedalam ruang publik masyarakt. Orang yang datang adalah masyarakat. Lingkungannya adalah lingkungan masyarakat.

Langganan mereka adalah laki-laki yang terdiri dari suami orang, anak seseorang. Dari sini prostistusi telah merugikan banyak orang, keluarga. Seorang suami yang tentunya membuat kecewa istrinya dan anak-anaknya. Masih untung kalau keuangan sang suami masih dapat mencukupi biaya keluarga. Kalau separu uangnya habis dia gunakan untuk membayar jasa pelacur.

Maka itu otomatis merugikan keluarga yang bagian dari masyarakat. Begitupun seorang anak, bujangan yang datang. Tentu juga merusak moralnya ketika dia mulai kecanduan seks. Dia akan menilai wanita tidak lebih dari tempat memuaskan nafsu.

Berdekatan dengan wanita dia hanya berpikir seks. Kreatifitas anak-anak muda akan terganggu karena kecanduan seks. Pada tingkat kekeluargaan tingkat perceraian semakin tinggi dan mudah. Kita perhatikan saja tidak banyak orang di dunia barat hidup dengan satu pasangan sepanjang hidupnya.

Selanjutnya dari perbuatan ini berkembang juga penyakit-penyakit kelamin (HIV-AIDS, sifilis, klamidia, gonore, herves genital). Maka inilah yang dimaksud dengan merugikan masyarakat. Sehingga hal demikian dilarang di Indonesia yang menganut demokrasi pancasila atau demokrasi kebersamaan dimana rakyat sebagai pusat demokrasi.


Demokrasi Barat
Demokrasi barat menyesuaikan dengan budaya barat yang bebas. Orang-orang barat yang tidak memiliki adat istiadat. Norma-norma sosial dan tata kelakuan dalam bermasyarakat. Individualisme mereka sangat tinggi dan jauh berbeda dengan budaya timur terutama budaya masyarakat Islam.


Demokrasi Barat, seperti di Amerika Serikat individu menjadi pusat dari demokrasi. Mengapa demikian, karena setiap tindakan individu dan tindakan sosial masyarakatnya sesuai kehendak dari individu per individu. Sehingga perbuatan dan keputusan hidupnya negara tidak mengatur.

Misalnya pelaku LGBT diakui oleh negara dan dilindungi. Pelaku seks bebas, berzina, tidak menjadi masalah karena mereka berpaham demokrasi Individu. Mereka berkarya sesuka hatinya menuruti hawa nafsu. Hal ini sesuai karena norma budaya mereka berbeda dengan norma budaya timur. Ketelanjangan di kebudayaan barat adalah hal biasa.

Kita dapat mengetahui semua itu, seperti aktivis telanjang dada, cenal televisi dan cenal youtube dimana presenter dan orang-orang telanjang. Di dunia timur terutama masyarakat Islam itu adalah hal yang sangat keterlaluan. Dalam hal tersebut, konstiusi hukum negara mereka tidak dapat melarang karena dinilai hak orangnya.


Jenis Demokrasi Individu ini terpengaruh budaya barat itu. Dari zaman dahulu sampai zaman sekarang seorang laki-laki berpelukan dengan perempuan bukan mahram adalah hal biasa. Berciuman di tempat umum dan berbuat mesum tidak masalah. Karen memang dunia Barat tidak memiliki norma-norma hukum sosial. Mereka tidak memiliki adat istiadat yang dipatuhi oleh masyarakatnya. Itulah mengapa kehidupan keagamaan Nasrani tidak dapat membendung prilaku masyarakatnya. Padahal agama Nasrani memiliki aturan-aturan dalam kehidupan juga.


Demokrasi dimana Individu menjadi pusatnya hanya cocok pada masyarakat yang non muslim berkebudayaan Barat atau non Timur. Atau masyarakat yang tidak terikat oleh norma-norma adat istiadat dan agama. Oleh karena itu, demokrasi barat tidak dapat diterapkan di timur, terutama ke negara berpenduduk muslim seperti Indonesia. Kehidupan sosial demokrasi barat memasuki tahap jahiliyah sekarang. Mereka sudah menjadi liar dalam sosial masyarakatnya. Orang Indonesia hanya menyoroti teknologi mereka saja.

Seandainya Demokrasi Barat atau Demokrasi Individu diterapkan di Indonesia maka komflik-komflik sosial akan terjadi terus menerus. Terutama perlawanan dari kaum muslim sendiri. Kehidupan beragama menjadi salah satu bentuk norma hukum tertinggi, yang tidak dapat dikesampingkan.

Ideologi bangsa yang mengakui agama sebagai dasar pertama dalam berbangsa dan bernegara tidak dapat ditentang. Semoga pihak-pihak yang ingin menerapkan pola demokrasi barat berpikir bijaksana dan banyak merenungi semua ini. Pelajari ilmu budaya dan karakteristik Indonesia dari akarnya.

Demokrasi Barat dianut oleh kelompok-kelompok non muslim di Indonesia. Semoga pemerintah tidak salah memantapkan pola demokrasi Indonesia. Kalau salah kelompok Islam Politik akan terus membuat perlawanan dan tidak mustahil negara Islam menjadi pilihan. Mari kita belajar dari Iran, sebelum revolusi Islam apa alasan revolusi tersebut.


Oleh. Joni Apero

Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 8 Oktober 2019.
Sumber foto. Internet.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment