6/19/2019

Dakwah Tidak Harus Ceramah


Apero Fublic.- Dakwah ada dua bagian dalam Islam. Pertama dakwah langsung secara individu atau berkelompok. Dakwah individu seperti ceramah, atau memberikan penjelasan suatu hukum Islam langsung pada seseorang, diskusi ilmia tentang keislaman. Dakwah bentuk kelompok dapat seperti majelis taklim, kelompok yasinan, tablik akbar, jamaah tablik, organisasi keislaman seperti dunia pendidikan, ada pesantren, madrasah, dan sebagainya.

Kedua adalah dakwah tidak langsung. Dakwah tidak langsung adalah dakwah yang tidak menyampaikannya dengan ucapan dan tindakan kepada objek dakwah. Tidak juga diumumkan, kadang tidak disadari oleh pendakwanya. Dakwah ini tersembunyi dari kasat mata, dan tidak terdengar. Sebagai contoh dakwah yang tidak langsung, seperti sastra.

Dengan cara menulis, cerita yang memiliki nilai-nilai agamis, moral, budaya, adab. Membuat film yang memberikan pengaruh baik bagi kehidupan masyarakat, tidak membuat film yang amoral. Beraktivitas sesuai ajaran agama, perkataan, cara berpakaian, jujur dan sebagainya.


Kenapa sastra, sebab apa yang ditulis dan ditonton akan menjadi pembelajaran orang banyak. Begitupun dengan aktivitas. Menampilkan sikap dan tindakan yang benar, serta sesuai dengan ajaran Islam. Seperti memakai pakaian sesuai syariah untuk kaum muslimah, memakai pakaian pantas untuk kaum lelaki sesuai adab dan syariah.

Sebab pakaian yang anda pakai akan dicontoh anak anda, saudara anda, tetangga anada, teman anda, dan semua yang dilingkungan anda. Ketika anda keluar dengan pakaian sesuai syariah maka anda telah menegakkan ajaran Islam, membangun dunia Islam, dan memberikan contoh dan pengaruh di tengah masyarakat Islam.

Dengan demikian anda telah berdakwa secara tidak langsung. Perbuatan baik, perbuatan buruk, walau sebesar biji zahrah akan ada perhitungannya di sisi Allah SWT. Dengan demikian, andah telah mendapat pahalah sama dengan orang yang berdakwa. Begitupun di dunia maya atau mesia sosial, banyak juga dakwah yang tidak langsung tersebut. Berikut ini contoh dakwa tidak langsung di dunia maya atau media sosial. Media sosial seperti facebookmessengerwhatsApplinetwitterpinterestblogerwebsiteyoutubeinstagramyahoo, dan sebagainya.

1. Tulislah Hal Yang Baik.
Media sosial tersebut tempat masyarakat mencurakan semua rutinitas mereka, terkadang media sosial tempat mereka mengadu, berekspresi, dan berkenalan dengan orang baru, berhubungan komunikasi sesama sahabat, keluarga, rekan-rekan, orang dekat, jauh, yang tidak kenal di dunia nyata, dan sebagainya. Nah, tentu media sosial ini akan terhubung satu sama lainnya.

Terkoneksi dengan pengguna dengan berbagai tingkat umur dan keimanan. Apabila anda menulis sesuatu di media sosial anda, maka akan terbaca oleh orang-orang yang terkoneksi dengan media sosial anda. Dengan demikian apa yang anda tulis akan berpengaruh kedalam pemikirannya. Baik yang di tulis, baik juga pengaruhnya. Dengan demikian tulislah yang bermakna baik.

Dari menulis status, kata-kata yang bermakna baik, seperti kutipan perkataan-perkataan ulama, tulisan yang merujuk ayat Al-Quran atau Hadis-hadis, dan seandainya anda memang tidak mengerti tentang suatu tulisan baik, setidaknya jangan menulis kata-kata kotor, tidak memaki-maki, tidak menjelek-jelekkan individu atau kelompok. Begitupun saat menulis sejenis sastra, misalnya cerpen, dongeng, puisi, artikel, tulislah sastra yang baik, sesuai kaidah Islam, norma budaya bangsa kita, dan sopan santun sosial.


2. Upload Foto dan Video.
Pada dunia maya atau media sosial tersebut juga di bumbuhi dengan upload foto dan video. Dalam upload foto atau video ini, jangan mengupload foto-foto yang tidak sesuai dengan ajaran agama kita, Islam. Begitupun ajaran yang tidak sesuai dengan norma-norma budaya timur kita, atau budaya Melayu. Seperti foto atau videoa telanjang, setengah telanjang, baik wanita atau pria.

Jangan mengupload foto atau video bermesraan walaupun itu dengan suami atau istri anda. Bagi kaum muslimah jangan mengupload foto atau video yang menampakkan aurat, maka uploadlah foto-foto atau video yang mengenakan hijab saja. Begitupun dengan foto-foto profil anda juga tampilkanlah foto yang mengenakan hijab dan busana muslim.


Apabila anda mengupload foto atau video yang berbusana muslim, maka anda telah mengkampanyekan tentang kewajiaban menutup aurat bagi kaum muslimah. Hapuslah video dan foto-foto yang tidak mengenakan hijab. Baik laki-laki atau perempuan jangan mengirim koneksi dengan akun-akun wanita yang tidak mengupload foto atau video yang berhijab.

Apabila foto dan video anda berhijab maka akan tercipta publik muslima yang baik, dan akan di ikuti oleh muslima-muslima yang belum berhijab. Sehingga hijab bukan hanya sekedar syairah yang wajib, tetapi lambat laun membudaya. Apabila sudah membudaya maka akan menempel dan tidak terpisahkan dari kehidupan muslima walau zaman apapun. 


3. Jauhi Keburukan dan Konten Jokesic.
Di dunia maya atau media sosial selalu ada kata likesharefollowklik, dan dawnload. Maka anda jangan melike, jangan menshare, jangan memfollow, jangan mengklik, dan jangan mendanload konten-konten yang berisi keburukan, seperti foto atau karikatur forno, video forno, film forno, film semi, cerita forno, artikel forno, berita hoax, ujaran kebencian, dan sebagainya.

Kemudian jangan membiarkan orang mengirim atau menandai anda dengan konten buruk tersebut, anda dapat memblokir, menspam, atau melaporkan ke operator. Satu hal yang tidak kalah penting jangan meladeni orang yang mengirim konten seks, chet seks, dan telpon seks. Segerah blokir pengguna tersebut.


Salah satu konten yang juga harus di jauhi adalah konten jokesic. Konten jokesic diserap dari dua kata dalam bahasa Inggris joke berarti lelucon dan sick berarti sakit. Konten tersebut bermaksud memberi kelucuan tetapi menggunakan cara yang tidak sesuai dengan kesopanan sosial dan norma budaya bangsa Indonesia.

Seperti foto atau video yang menari memperagakan berhubungan intim, bergoyang-goyang. Menari dengan membuat sesuatu menyerupai alat kelamin pria. Ada juga yang membuat atau mengedit foto anak-anak balita merokok, memegang botol minuman keras.

Ada juga yang mengedit foto kakek-kakek atau nenek-nenek yang menegak minuman keras. Mengedit foto pemimpin, ulama, bersanding dengan sesuatu yang tidak pantas. Konten jokesic ini, jauhi dan laporkan ke operator atau blokir orang yang suka membagikan konten-konten tersebut. Sedangkan orang-orang yang membuatnya termasuk orang-orang yang mengidap penyakit sosialsic.


Apabila anda melakukan tiga hal tersebut di dunia maya atau media sosial, maka anda telah berdakwah secara tidak langsung. Dengan demikian anda telah mendapatkan Fahalah senilai orang berdakwa secara langsung.

Walaupun anda bukan orang yang taat beribadah. Sehingga anda tanpa sadar telah menegakkan Amar ma’ruf nahi munkar, atau mencegah dari sesuatu yang buru dan mengajak ke kebaikan. Hukum dakwah di media sosial ini adalah fardu ain, dimana semua umat Islam yang beraktifitas di media sosial wajib melakukannya. Selamat berdakwah di dunia maya atau media sosial. Semoga Allah SWT merahmati kita semua.


Oleh. Joni Apero.

Palembang, 21 Januari 2019.
Sumber foto. Foto atas oleh Jusriama. Lahat, Sumatera Selatan.
Foto Danau Singkarak, Agam, Sumatera Barat oleh Ramadhani.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional,  quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim. Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis.

Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: joni_apero@yahoo.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment