8/27/2021

Perpustakaan Sebagai Gerbang Ilmu Pengetahuan.

APERO FUBLIC.- Dunia perpustakaan dari dahulu sampai saat ini memegang peranan penting dan strategis untuk mengantar generasi muda Indonesia menuju pintu gerbangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang canggih dan modern. Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan wawasan pengetahuan yang luas dari Masyarakat, hendaknya dapat memanfaatkan kehadiran perpustakaan di daerahnya. Kehadiran sebuah perpustakaan di tengah-tengah masyarakat luas hendaknya dapat dimanfaatkan secara baik dan benar oleh semua lapisan masyarakat Indonesia baik itu dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. 

Di zaman yang serba modern, serta canggih ini masyarakat dituntut untuk rajin mengunjungi perpustakaan. Untuk membaca berbagai buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Apalagi di setiap perpustakaan daerah di negeri ini sudah dilengkapi oleh berbagai fasilitas teknologi yang sudah canggih dan memadai. Seperti tersedianya fasilitas komputer gratis yang didukung jaringan internet yang siap dioperasikan sesuai dengan keinginan pengunjung perpustakaan.

Sebagai usaha untuk memajukan dua membaca, dalam rangka mendorong persaingan SDM secara internasional di era globalisasi seperti saat ini. Penulis mengharapkan sekali agar masyarakat kita melakukan upaya-upaya dan mendorong lebih kuat lagi dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Dimana membaca menjadi budaya, dengan harapan didalam jiwa masyarakat kita muncul semangatnya dalam mengasah intelektual mereka. Terutama pada dunia akademisi, dan tentunya juga masyarakat secara umum. Motivasi-motivasi belajar yang tinggi, tanpa mengenal batas waktunya demi peningkatan pengetahuan dan daya pikir bangsa kita.

Upaya-upaya tersebut dapat kita lakukan sejak dini. Mulai dari tingkat Pendidikan Usia Dini. Misalnya memperkenalkan dunia baca anak-anak yang menyenangkan, seperti membaca dongeng, cerpen, dan komik-komik mendidik. Kemudian terus digalakkan pada tahap pendidikan selanjutnya. Yang perlu dilakukan adalah memberi tahu pentingnya membaca, dan kebaikan-kebaikan yang didapat karena banyak membaca.

Sebab, masyarakat membaca akan tumbuh menjadi komunitas yang unggul di dalam segala bidang. Peran dalam pendorong minat baca tentu adalah tersedianya perpustakaan. Seorang mahasiswa, pelajar, masyarakat secara pribadi apabila banyak membaca buku-buku di perpustakaan. Baik itu, setiap hari, waktu senggang, atau saat ada tugas tentu akan mendapatkan nilai tambah yang bersifat positif sekali bagi pengembangan intelektualitas dirinya.

Sementara ini masyarakat kita memiliki tradisi budaya lisan dilihat dari segi sejarah dan arkeologis. Tentu masyarakat demikian budaya membacanya buruk. Sehingga daya pikir masyarakat kita malas berpikir, kurang kreatif, membuat rendahnya daya pikir mereka. Sulit serta ketinggalan dalam memperoleh berbagai informasi-informasi sosial, budaya, teknologi dan ekonomi. Indonesia termasuk dalam tingkat baca rendah dalam indeks global.

Untuk bisa menarik minat baca dari masyarakat kita saat ini memang sudah selayaknya Pemerintah serta berbagai pihak terkait dapat membuka akses yang seluas-luasnya bagi terpenuhinya kebutuhan informasi dunia ilmu pengetahuan. Terutama dalam hal ini adalah dunia perpustakaan. Kita juga dapat menjadikan perpustakaan sebagai tempat tujuan wisata atau menjadikan perpustakaan adalah tempat istimewa dalam kehidupan berbagngsa kita.

Dengan tersedianya ruang baca yang memadai dan kondusif, dengan suasana damai, nyaman, pelayanan yang baik, serta didukung teknologi terbaru. Akan memegang peranan penting sekali dalam mendukung masyarakat kita gemar membaca atau gemar belajar. Sehingga program dalam rangka mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kemampuan intelektualnya terpenuhi.

Selain itu, dengan diperbanyaknya ruang publik bagi kepentingan masyarakat dalam memperoleh informasi dunia literasi. Juga akan menumbuhkan masyarakat cinta membaca. Dalam hal ini, tentu pemerintahlah yang berperan. Di mulai dari Pemerintahan tingkat Desa, Kabupaten/Kota, Provinsi akan  membawa dampak positif dalam perkembangan minat baca masyarakat. Semua itu, tentu juga pemerintah harus memiliki komitmen sebagai roda penggerak kehidupan bernegara. Perhatian khusus dan dukungan materi dan non materi. Kekuatan budaya membaca dari masyarakat adalah modal awal untuk membangun jati diri anak bangsa (SDM), serta membangun dalam bentuk non SDM.  Akan mengarahkan negara kita menuju kemajuan disegala bidang yang kompetitif dan dinamis.

Penulis sendiri merasa optimis dan yakin apabilah Pemerintah Pusat dan Daerah di seluruh Indonesia. Begitu juga dengan dunia pendidikan negeri atau swasta. Apabila memiliki gedung perpustakaan, juga didukung pustakawan yang kreatif. Akan memberikan dampak langsung dalam mendukung minat baca masyarakat.

Oleh karena itu, penulis mengajak semua komunitas masyarakat, baik secara langsung dan tidak langsung. Tidak henti-hentinya mengajak semuanya dari komponen bangsa agar terus mendukung minat baca masyarakat. Kesejahteraan dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat sangat tergantung dari pola pikir yang baik dan logis. Semua hal demikian hanya mampu didapat dari banyaknya membaca.

Membaca juga tidak terbatas pada buku bacaan formal dapat juga melalui buku-buku umum, majalah, internet. Pola pikir logis dan kecerdasan emosional juga dapat menangkal hoax, mengikis tahayul, membuat masyarakat menjadi terpelajar. Dengan rajin membaca pola pikir seseorang akan terus berkembang dengan sendirinya dan ketajaman untuk menganalisis persoalan hidup yang akan datang akan mudah ia atasi. Integritas sebagaimana sorang pemimpin hebat akan dibentuk dari banyaknya membaca.

Dengan kata lain siapa yang rajin membaca berbagai jenis buku yang ada di perpustakaan atau dimana pun maka orang tersebut telah lebih dulu memperoleh jalan hidup yang lebih baik sehingga dia dapat mengendalikan hidupnya dengan baik karena banyak mendapatkan ilmunya saat membaca. Surah pertama di dalam Al-Quran diturunkan adalah Iqra, yang berarti membaca.

Soekarno, Mohammad Hatta, Buya Hamkah, Ibnu Khadun, filsuf Cina Kong Hu Cu, dan semua orang-orang hebat diawali dengan rajinnya mereka membaca. Sebanyak apa pun gelar akademis seseorang, apabila tidak rajin membaca. Dia tidak lain seperti tong kosong yang nyaring bunyinya. Sebab ilmu pengetahuan tidak dapat masuk kedalam kepala seseorang secara ajaib hanya karena lama sekolah atau lama kuliah. Tapi ilmu pengetahuan dan manfaatnya akan didapat apabila orang tersebut banyak membaca dan banyak belajar.

Oleh. M. Akbar Seftaneri
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 28 Agustus 2021.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment