PT. Media Apero Fublic

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan swasta yang bergerak pada bidang usaha Publikasi dan Informasi dengan bidang usaha utama Jurnalistik.

Buletin Apero Fublic

Buletin Apero Fublic adalah buletin yang mengetengahkan tentang muslimah, mulai dari aktivitas, karir, pendidikan, provesi, pendidikan dan lainnya.

Penerbit Buku

Ayo terbitkan buku kamu di penerbit PT. Media Apero Fublic. Menerbitkan Buku Komik, Novel, Dongeng, Umum, Ajar, Penelitian, Ensiklopedia, Buku Instansi, Puisi, Majalah, Koran, Buletin, Tabloid, Jurnal, dan hasil penelitian ilmiah.

Jurnal Apero Fublic

Jurnal Apero Fublic merupakan jurnal yang membahas tentang semua keilmuan Humaniora. Mulai dari budaya, sejarah, filsafat, filologi, arkeologi, antropologi, pisikologi, teologi, seni, kesusastraan, hukum, dan antropologi.

Majalah Kaghas

Majalah Kaghas, meneruskan tradisi tulis tradisional asli Sumatera Selatan.

Apero Fublic

Apero Fublic, merupakan merek dagang PT. Media Apero Fublic bidang Pers (Jurnalistik).

Apero Book

Apero Book merupakan toko buku yang menjual semua jenis buku (baca dan tulis) dan menyediakan semua jenis ATK.

Buletin

Buletin Apero Fublic merupakan buletin yang memuat ide-ide baru dan pemikiran baru yang asli dari penulis.

8/16/2023

Sedekah Juada: Menyemarakkan 17 Agustus dengan Kelezatan Kuliner Tradisional Musi Banyuasin

Foto bersama tim sedekah juada.

SELAMAT; HUT Republik Indonesia ke 78 Tahun 17 Agustus 2023-17 Agustus 1945.


APERO FUBLIC.- Sekayu, 15 Agustus 2023 - Dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, Arsi Muba menggelar acara istimewa berupa Sedekah Juada di Kelurahan Kayuara.

Juada, penganan yang mirip dengan dodol, dibuat dari bahan-bahan alami seperti tepung ketan, gula merah, santan kelapa, dan kemudian dimasak dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Proses pembuatannya membutuhkan keterampilan khusus yang diturunkan dari generasi ke generasi, menjadikannya salah satu lambang kearifan lokal Kabupaten Musi Banyuasin.

Herdoni Syafriansyah, Ketua Arsi Muba, menyatakan bahwa acara Sedekah Juada ini harusnya dilaksanakan pada tahun 2021, namun pandemi yang melanda dunia menghambat pelaksanaannya hingga tahun ini. Dia berharap melalui acara ini, masyarakat dapat lebih mengenal, mengapresiasi, dan mempromosikan kuliner tradisional yang enak ini. Proses acara ini adalah memasak juada bersama masyarakat, lalu juada tersebut dibagi-bagikan kembali kepada masyarakat sekitar.

Tak lupa, pihak penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang telah mendukung kelancaran acara ini. Kehadiran mereka sebagai sponsor turut menunjukkan komitmen dan perhatian dalam mendukung dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.

Sedekah Juada bukan hanya tentang kuliner semata, tetapi juga tentang memperingati kemerdekaan dengan cara yang unik dan bermakna. Melalui cita rasa yang autentik, organisasi kesusastraan dan kebudayaan Arsi Muba berharap agar warisan kuliner ini dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang serta semoga ke depannya kita bisa kembali menyelenggarakan acara ini dengan lebih besar dan meriah. (HS)

ALBUM KEGIATAN




Liputan. Joni Apero.

Foto Doc: Herdoni Syafriansah

Sy. Apero Fublic

Kisah Perjuangan: Letjen (Purn) H. Alamsyah Ratu Perwiranegara

Letjen (Purn) H. Alamsyah Ratu Perwiranegara

Kisah Singkat Perjuangan Kemerdekaan di Wilayah Komering.


APERO FUBLIC.- Letjen (Purn) H. Alamsyah Ratu Perwiranegara merupakan salah satu tokoh pejuang kemerdekaan di masa rovolusi fisik di Sumatera Selatan. Alamsyah Ratu Perwiranegara lahir pada tanggal 25 Desember 1925 kotabumi Lampung, dan meninggal tanggal 8 januari 1998. Riwayat pendidikannya Alamsyah mengenyam pendidikan dasar di Tanjung Karang, kemudian melanjutkan di Lampung Gakuin (setingkat SMP) dan kemudian melanjutkan ke tingkat SMA.

Dimasa penjajahan Jepang, Alamsyah mengikuti pendidikan militer Gyu Gun. Alamsyah memulai pengabdiannya sejak tahun 1943 sebagai kepala staf kompi Gyugun Pengawal Pantai di Krui Lampung, hingga di tahun 1972 beliau memperoleh kepercayaan sebagai Letnan Jenderal TNI dan menjadi Duta besar RI untuk Belanda.

Alamsyah Ratu Perwiranegara juga pernah menjabat sebagai Menteri Agama tahun 1978 – 1983 di masa kabinet pembangunan III dan di masa kabinet pembangunan IV beliau pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan tahun 1983-1988. Dalam artikel ini penulis akan membahas tentang perjuangan Alamsyah Ratu Perwiranegara di wilayah Komering tahun 1945-1948.

Berita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus1945, sampai di Provinsi Sumatera Selatan kota Palembang, pertamakali di dengar oleh saudara Mailan, seorang operator radio dari Palembang Shimbun pada tanggal 22 Agustus 1945. Kemudian berita ini diteruskan kepada Dr. A. K. Gani salah satu tokoh Nasional dan merupakan Gubernur pertama di Sumatera Selatan. Dr. A.K. Gani langsung menghubungi para tokoh di Sumatera Selatan dan menyebarluaskan informasi tentang kemerdekaan.

Alamsyah Ratu Perwiranegara sejak mendengar berita kemerdekaan Indonesia, beliau dengan tim nya langsung bergerak dan datang ke pelosok-pelosok daerah Sumatera Selatan, untuk menyebarluaskan informasi terkait proklamasi kemerdekaan Indonesia, salah satunya ke daerah Ogan Komering Ulu dan sekitarnya.

Alamsyah Ratu Perwiranegara dengan pidatonya membakar semangat juang rakyat, para pemuda serta Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang ada didaerah tersebut, mengajak untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diproklamasikan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 agustus 1945. Rakyat menyambut gembira berita proklamasi kemerdekaan Indonesia yang disampaikan oleh Alamsyah Ratu Perwiranegara dan timnya.

Dengan modal tekad yang bulat serta keberanian, berkorban harta, tenaga, nyawa, bangsa Indonesia mulai menyusun barisan perjuangan, mengorganisir sistem pemerintahan agar dapat mempertahankan kemerdekaan, dengan semboyan perjuangan “Merdeka atau Mati”.

Pasca perang lima hari lima malam di kota Palembang, yang menyebabkan pihak Indonesia (Sumatera Selatan), harus mundur sejauh 20 Km. Peristiwa tersebut tidak melemahkan perjuangan Indonesia untuk berjuang mempertahanakan kemerdekaan. Salah satu strategi di Sumatera Selatan dalam menyusun gerakan perjuangan nya yaitu di daerah Komering Area, dengan menjadikan Alamsyah Ratu Perwiranegara, sebagai pemimpin di daerah Komering Area, dengan memimpin Resimen 44 Garuda Merah yang berkedudukan di daerah Ogan Komering Ilir, pada saat itu pangkatnya adalah Kapten.

Ketika Belanda melanggar perjanjian yang disepakati, Belanda memasuki batas wilayah garis demarkasi yaitu radius 20 Km dari kota Palembang, menyebabkan terjadinya pertempuran hebat, Belanda melalui kekuatan senjata alat perang dan mobil pancernya untuk menggempur pertahanan pasukan Indonesia di wilayah Komering Area, melihat banyak nya rakyat yang gugur dalam perang, maka Kapten Alamsyah Ratu Perwiranegara menarik mundur pasukan dan menjadikan desa Gunung Batu menjadi markas Resimen 44.

Strategi Alamasyah Ratu Perwiranegara sebagai komandan Komering Area menggerakkan dan mengintruksikan pasukan Resimen 44, bersama rakyat bahu membahu untuk mendirikan dapur umum, menumbangkan pohon-pohon besar sebagai rintangan dan penghalang jalan untuk Belanda, kemudian membuat lobang-lobang perlindungan serta usaha-usaha menghancurkan jembatan, untuk menghambat jalannya pasukan Belanda yang akan kembali memasuki daerah Komering Area.

Meskipun demikian pada tanggal 27 Desember 1947, Belanda tetap melakukan penyerangan di wilayah Gunung Batu, dan mengancam markas Resimen 44 Garuda Merah. Kondisi semakin memburuk karena serangan dari Belanda dari berbagai penjuru yaitu darat dan sungai, kondisi perlawanan yang tidak seimbang antara pasukan Indonesia mengalami kekalahan, menyebabkan pasukan Resimen 44 batalyon garuda merah dibawah pimpinan Kapten Alamsyah Ratu Perwiranegara harus mundur dan mengatur strategi kembali yang berkedudukan di desa Campang Tiga, sehingga tanggal 28 Desember 1947 desa Gunung Batu telah kuasai dan dijadikan markas pasukan Belanda.

Konsolidasi Kapten Alamsyah Ratu Perwiranegara beserta timnya selalu dilakukan disetiap perpindahan pusat kedudukan demi membuka ruang strategi untuk melawan pasukan Belanda yang sangat lengkap dengan alat perang, konsolidasi strategi biasanya dilakukan di salah satu rumah warga dan itu menjadi basis atau markas nya pasukan Indonesia yang tergabung dalam Resimen 44.

Salah satu strategi serangan yang telah dirancang yaitu intruksi Kapten Alamsyah kepada pasukan yang berjumlah 55 orang dengan senjata kecepek dan bambu runcing untuk menyerang serdadu Belanda yang sedang istirahat di rumah warga, perang ini disebabkan oleh, salah satu warga Campangtiga terbunuh oleh pasukan Belanda, pertempuran dahsyat terjadi, pasukan  Alamsyah dengan strategi gerilya nya, berlangsung di hutan Campangtiga atau dikenal dengan istilah Talang Gabul, Cugumilang  dan Pamorangan, namun di awal tahun 1948 desa Camapang Tiga dapat dikuasai juga oleh Belanda, penguasaan tersebut berlangsung hingga persetujuan Renville, dan  Kapten Alamsyah Ratu Perwiranegara sebagai ketua tim untuk menarik seluruh pasukan dari “Pocket Area” yang masih berada di hutan-hutan di daerah front Komering, tugas tim ini dilakukan sampai penyerahan kedaulatan Republik Indonesia.

Demikianlah tulisan singkat tentang kisah perjuangan salah satu tokoh lokal Alamsyah Ratu Perwiranegara diwilayah Komering, mesikipun selalu mengalami kemunduran dan kekalahan, tapi hikmah yang patut kita ambil adalah semangat juang yang tak pernah padam, untuk menjaga dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh. Vixkri Mubaroq, S. Hum
Guru SD IT Bina Ilmi Palembang.

Sy. Apero Fublic

8/11/2023

Mengenal Tradisi Besale (Sumsel-Jambi).

APERO FUBLIC.- Tradisi basale merupakan tradisi primitif yang masih bertahan sampai masa modern. Basale merupakan suatu aktivitas ritual masyarakat Kubu dalam pengobatan. Ritual basale memasukkan unsur-unsur mistik dalam pelaksanaanya. Kemudian dipadukan dengan alat-alat ritual dan gerak tarian.

Dasar ritual ini, muncul sebab kepercayaan pada mahkluk halus atau roh yang dapat menyebabkan musibah atau memberi pengaruh dalam kehidupan. Ritual besale berhubungan langsung dengan sistem kepercayaan tersebut. Dimana mereka mempercayai jemalang atau arwah (arwah puyang) dapat menyebabkan pengaruh baik atau buruk pada kehidupan di alam dunia. Terutama membuat manusia menjadi sakit.

Merupakan kepercayaan masyarakat primitif yang dikenal dengan istilah animisme dan dinamisme. Menurut Sachs (1970) ritual dengan tarian saat peristiwa penting seperti sakit merupakan ciri budaya purba atau primitif. Masyarakat Kubu merupakan kelompok masyarakat yang terlambat dalam pengembangan budayanya. Dikarenakan mereka lama terisolasi atau menghindari kontak dengan masyarakat Sumatera Selatan dan Jambi pada masa lalu. Saat ini, mereka mulai mengikuti budaya saudara mereka yang telah lama mengembangkan budayanya. Kehidupan menjelajah hutan mulai ditinggalkan.

Kata Basale berasal dari kata sale yang bermakna suci atau bersih. Awalan be menjelaskan aktivitas yang sedang berlangsung. Sehingga kata besale dapat diartikan membersihkan atau menghilangkan kotoran atau masalah dari sesuatu agar bersih. Dalam hal pengobatan yang dibersihkan atau dihilangkan akibat jahat dari jemalang jahat (suban). Pelaksanaan ritual besale pada masyarakat Kubu merupakan ritual pengobatan purba dan upacara masyarakat tradisional. Ada sepuluh jenis ritual besale yang sering dilakukan masyarakat Kubu.

1.Besale Beringin Tujuh: Merupakan ritual pembacaam mantra berupa sastra suci (sale) yang terdiri dari tiga puluh nyanyian (dundai). Ritual besale ini bertujuan untuk mengobati penyakit berat seperti penyakit hilang ingatan, gila, busung perut dan penyakit berat lainnya.

2.Besale Beringin Tiga Pangkat: Ritual bermalim kecil untuk mengobati penyakit yang ringan seperti sakit perut, demam, pusing, dan lainnya. Juga mendundaikan tiga puluh mantra suci.

3.Besale Tujuh Sale: Ritual dengan menyanyikan (dundai) tujuh sale untuk menyembuhkan penyakit ringan.

4.Besale Suraian yang juga memcakan tiga puluh tiga sale (mantra suci) untuk mengobati penyakit gila, lupa ingatan dan dungu.

5.Besale Gelemat: Untuk mengobati sakit bagi wanita hamil dan wanita yang belum memiliki keturunan.

6.Besale Katu Are: Untuk menyembuhkan sakit setelah melahirkan.

7.Besale Bujuk: Ritual untuk mencari jodoh dan bernazar. Kata bujuk adalah nama ikan sejenis ikan ruan.

8.Besale Beringin Pucuk Meligai: Untuk upacara selamatan besar tamat menjadi malim kepala.

9.Besale Timbang Dundangan: Untuk upacara perkawinan.

10.Besale Jadi (Bermalim Datu) untuk mengusir dan menghindari wabah penyakit yang sedang berjangkit.

Memulai ritual besale selalu diawali dengan pembacaan mantera oleh pawang untuk memanggil jemalang (roh/arwah). Roh yang datang akan masuk ke dalam miniatur bangunan yang dinamakan balai, yaitu Balai Pangasuh, Balai Angkat, Balai Batajuk Bunge, dan Balai Korong Rasio. Untuk persembahan ada hidangan punjung puyang. Punjung Puyang terdiri dari satu ayam punjung yang dimasak utuh tanpa dipotong tapi diolah dengan baik.

Kemudian kacepan beras (kuning, hitam, putih), beras kuning (kunyit), padi arang, pisang, tiruan burung-burung atau tekuyung (siput) sebagai kendaraan jemalang atau roh puyang yang di panggil. Biasanya dibuat dari daun enau atau daun kelapa. Padi dimasak dendang (beti). Beti berarti pijaran dari benda panas misalnya api atau letupan akibat panas. Perlengkapan lain diantaranya kain putih, kain batok, lilin lebah sialang, bunga mayang pinang dan lain-lain.

Ritual besale merupakan tradisi asli masyarakat kubu atau masyarakat anak dalam di Sumatera Selatan dan Jambi. Di Sumatera Selatan terdapat pada masyarakat kubu di Desa Pulai Gading, Medak, Mangsang, Muara Bahar, Dabuk, Muara Merang, Karang Agung semua di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Di Jambi seperti masyarakat kubu di Sungai Bahar, Desa Nyogan-Muaro Jambi, Desa Sengkawang di Kabupaten Batanghari.

Ritual besale untuk ritual pengobatan dilakukan dengan durasi lama, kadang mencapai semalaman. Orang yang sakit berat diobati dalam ritual besale ikut menari di belakang pawang. Ada juga yang didudukkan dibawah balai yang digantung. Di Musi Banyuasin saat menari ada prosesi mandi mayang dimana ada sapuan sejenis daun tumbuhan. Saat pawang atau kepala adat menari sambil membaca mantra diiringi tabuhan gendang.

Suara riuh redah antara teriakan dan jeritan mirip tarian masyarakat primitif masa lalu. Kadang hampir seperti kesurupan. Dalam ritual besale sekarang (2023) masyarakat kubu sudah maju. Bahkan mereka sudah menjadi Muslim. Ritual besale antara masyarakat kubu Sumatera Selatan dan Jambi tidak jauh berbeda. Ritual besale merupakan dokumen hidup dari budaya asli dari nenek moyang (moneng) masyarakat di Sumatera Selatan.

Untuk pengobatan penyakit berat dan ringan dapat dilakukan bersamaan dalam ritual pengobatan penyakit berat. Pengobatan penyakit yang ringan diselah-selah waktu jeda ritual. Lama ritual selama empat putaran setelah semua balai diturunkan. Punjung yang di dalam balai-balai nantinya dibagikan pada orang sekitar. Saat penutupan pasien kembali dimandikan dengan air keramat (ancak keramat). Seorang deman (cenayang) akan mengeluarkan arwah puyang dari dalam tubuh pasien atau peserta pendukung ritual besale tadi.

Demikian sedikit informasi tentang tradisi besale pada masyarakat kubu atau masyarakat anak dalam. Tentu dalam informasi ini tidak begitu lengkap. Saran dan krtitik dibutuhkan dalam memperbaiki tulisan ini.

Oleh: Joni Apero
Editor. Alvin Aretunang, M. Hum

Daftar Baca:
Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol. 21 (2) November 2016.
Eddy Ramlan, dkk.
Studi Budaya Spiritual Masyarakat Kubu di Desa Bukit Lintang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996/1997. Foto Dock: Hutanhapan.id

Sy. Apero Fublic

8/10/2023

Yuk Kenali Hidden Gems Astetik di Gelumbang

APERO FUBLIC.-
Gelumbang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Indonesia. Gelumbang memiliki berbagai macam destinasi wisata menarik yang menyuguhkan pemandangan alam hijau dan pedesaan.  Berikut ini adalah destinasi wisata yang tersembunyi di Gelumbang, yang wajib dikunjungi:


Pinang Banjar

Salah satu tempat hidden gems astetik yang wajib dikunjungi berada di Desa Pinang Banjar. Destinasi ini sempat viral dikarenakan tempat wisata ini memberikan suasana yang tenang dan nyaman. Pemandangan sungai Pinang Banjar serta pohon-pohon yang asri dan sejuk menjadi daya tarik tersendiri.

Gak cuman itu, pengunjung juga bisa menyewa jasa perahu untuk menyebrang sungai dan singgah di beberapa papan bambu dan terdapat ayunan pohon yang telah disediakan untuk bersantai. Pengunjung juga bisa menyewa tempat duduk, tikar, atau bahkan tenda jika hendak berkemah. Wisata Pinang Banjar ini recommended banget buat kamu yang mau berlibur bersama pasangan, atau berlibur bersama keluarga.

Wisata Kampoeng Malaka

Wisata ini terletak di Desa Kartamulia Gelumbang Muara Enim. Destinasi ini menyajikan pesona pedesaan yang sejuk serta aliran sungai dan berbagai macam wisata buatan seperti saung santai dan juga tedapat tempat makan yang menampilkan pemandangan sungai dan pedesaan. Pengungjung bisa menjelajah sungai dengan berswafoto.

Itulah dua tempat wisata yang wajib di kunjungi kalau kamu traveling ke Gelumbang. Tentu akan menjadi kenangan yang indah dan seru, buat kamu dan teman-teman, keluarga atau orang spesial. Ingat, jaga kebersihan lingkungan dan jangan buang sampah plastik ke sekitar apalagi ke dalam sungai.


Oleh: Rizki Nurhidayah.
Editor: Arip Muhtiar, S. Hum
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Adab dan Humaniora. Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

8/09/2023

Kenakalan Siswa di Sekolah

APERO FUBLIC.-
Kenakalan siswa di sekolah merupakan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada di sekolah. Kemudian kenakalan siswa juga sering dianggap sebagai masa pencarian identitas, mulai dari berusaha menjelaskan siapa dirinya, apa dan bagaimana peranannya di sekolah.

Kenakalan siswa di sekolah pasti terjadi disetiap sekolah, baik kenakalan yang bersifat biasa sampai luar biasa. Ada pun beberapa kenakalan yang sering terjadi disekolah antara lain: 1. merokok 2. berkelahi 3. bolos 4. Tawuran.

Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran di dalam diri mereka. Pada usia ini, seseorang masih dikatakan labil, emosi yang belum terkontrol dan mudah terpengaruh oleh pergaulan dan lingkungan di sekitar mereka. Selain itu, juga berbagai faktor yang memengaruhi aksi tersebut dapat terjadi yaitu salah satunya adalah faktor pergaulan atau teman sepermainan.

Guru sangat berperan penting dalam kelakuan siswa di sekolah, sehingga guru diminta untuk selalu melakukan pendekatan kepada siswa yang bermasalah dan memberi nasehat selama berada di lingkungan sekolah.

Kemudian perlu ada kerja sama dari pihak keluarga dan pihak sekolah. Guru juga mengambil peran penting terhadap kasus kenakalan siswa. Bimbingan dari guru sangat diperlukan bagi siswa agar terhindar dari hal-hal negatif.

Dengan melakukan pendekatan terhadap siswa siswi, memberikan teguran dan jika dirasa masih belum cukup, pihak sekolah harus segera menghubungi ahli untuk memberikan penanganan khusus.


Oleh: Wilianuari
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Fakultas Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

8/05/2023

Mengenal Pohon Serdang

Proses penganyaman atap dari daun serdang oleh masyarakat. (doc: internet/anoname).

APERO FUBLIC.- Pohon serdang merupakan tumbuhan yang sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat tradisional zaman dahulu sampai sekarang. Pohon serdang dinamakan dalam bahasa latin saribus rotundifolius. Pohon ini merupakan masi kerabat pohon palem-paleman atau areceae, berakar serabut. Kalau kita perhatikan pohon sedang hampir mirip pohon kelapa, sawit, salak, pinang, rumbiah, kurma, ibul, enau dan jenis rotan.

Tumbuhan tersebut tumbuh lurus tidak bercabang. Tidak memiliki dahan seperti pohon tapi merupakan pelepah lunak. Pelepah berpungsi sebagai tangkai daun sekaligus dahan. Ada pelepah yang berduri dan tidak seperti pohon kelapa. Pohon Serdang mencapai ketinggian antara 15 sampai 25 lebih. Batang pohon bulat berserat dan berkulit keras. Tumbuh di kawasan tropis Asia Tenggara terutama di Indonesia. Serdang dalam bahasa Filipina adalah Luyong dan anahaw.

Pondok tipologi Anjing Meraung beratap daun serdang. (doc: internet/anoname).

Pohon serdang pelepahnya berduri besar dikedua sisi pelepa. Pelepa sekaligus menjadi tangkai daun yang berbentuk telapak tangan terbuka posisi terbalik. Buah bulat sebesar genggaman tangan manusia dewasa. Tumbuh subur di tanah berair dangkar seperti celah beluran, benca, rawa-rawa, paya-paya dan kawasan renah. Berkembang biah dengan buah, lalu tersebar melalui aliran air ke hilir. Sehingga pohon serdang dapat dijumpai di kawasan arus air.

Pohon serdang dimanfaatkan daunnya untuk atap bangunan tempat tinggal. Seperti pondok, rumah, gudang, bilik padi dan lainnya. Atap dari daun serdang mampu bertahan antara lima sampai sepuluh tahun. Tergantung dari ketebalan pelasan atap. Pelas istilah penyebutan untuk satuan anyaman atap dari daun serdang atau daun rumbiah.

Tulang pelas atap terbuat dari bila bambu, dan penjalin terbuat dari rotan. Pada zaman sekarang tali penjalin sering digantikan dengan tali platik keras. Di Kolombia pohon serdang dijadikan tanaman hias. Pemanenan daun yang terlalu sering akan menyebabkan ukuran daun mengecil. Daun untuk atap dimabil daun tua yang berwarna hijau mengkilat agar tahan lama.


Pohon serdang atau saribus rotundifolius. (doc: wikipedia)

Pohon serdang masa lalu sengaja di tanah oleh masyarakat disekitar pemukiman mereka (ladang, rompok, dusun, talang). Merupakan tumbuhan berharga dan dilindungi. Selain daun, serdang juga dikonsumsi ubutnya. Umbut bagian muda pohon serdang yang terlatak antara pucuk dan batang pohon. Pengambilan umbut dilakukan penebangan, lalu mencencang bagian pelepa. Membuang bagian keras dan mengambil bagian lembut (umbut). Pohon yang diambil umbut biasanya pohon serdang yang sudah mencapai ketinggian tertentu. Sebab sudah sulit mengambil daun-daunya.

Pohon serdang sudah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat masa lalu. Sehingga menjadi bagian dari perkembangan budaya masyarakat di pedalaman Sumatra, Kalimantan, Filipina dan lainnya. Sebuah kesultanan bernama Kesultanan Serdang didirikan tahun 1723 di kawasan berawa-rawa yang banyak terdapat pohon serdang.

Berawal dari konflik keluarga Kesultanan Deli. Seorang pangeran pergi mengungsi ke Kuala yang masuk perlindungan Kesultanan Aceh. Kuala merupakan nama daerah dalam bahasa Aceh. Sultan dari Kesultanan Serdang pertama adalah Tuanku Umar Djunjungan. Sekarang bekas wilayah Kesultanan Serdang berkembang menjadi dua kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Di Indonesia ada Kesultanan Serdang Bedagai dan telah menjadi kabupaten. Di Filipina ada kota yang bernama Mandaluyong yang juga mengambil nama pohon serdang. Luyong merupakan nama pohon serdang dalam bahasa Filipina. Masyarakat Mandaluyong menghubungkan sejarah mereka dengan Kerajaan Majapahit semasa Anka Widyaya dan Permaisuri Sasaban dari Kerajaan Sapa.

Kata Mandaluyong berasal dari dua kata Mandala dan luyong. Mandala merupakan daerah pertahan dalam kekuasaan sistem pemerintahan tradisional di Indonesia. Sedangkan Luyong berarti pohon serdang. Secara bahasa dapat diterjemahkan menjadi daerah yang terdapat banyak pohon serdang. Sama halnya dengan Kuala Serdang yang bermakna daerah yang ditumbuhi banyak pohon serdang. Kemudian menjadi daerah bernama Kesultanan Serdang.

Oleh: Joni Apero
Editor. Rama Saputra

Sy. Apero Fublic

8/03/2023

Penerbitan Majalah Kaghas Edisi Pertama Agustus 2023

APERO FUBLIC.-
Majalah Kaghas adalah majalah masyarakat Sumatera Selatan. Nama kaghas diambil dari media tulis tradisional masyarakat zaman dahulu di Sumatera Selatan dari kulit pohon kaghas atau karas. Kata kaghas merupakan dialeg masyarakat uluan pedalaman seperti Basma dan sekitarnya.

Sebelah hilir disebut dengan Karas meliputi wilayah Musi ilir dan tengah. Pohon kaghas sama halnya dengan pohon gaharu yang tumbuh liar di tengah hutan-hutan pedalaman. Kulit pohon ini selain digunakan untuk media tulis juga di gunakan untuk membuat tali (abok).

Kulit pohon kaghas diolah lalu di pulas (pilin) sesuai ukuran. Ukuran lebar dibuat untuk tali penggendong jenis keranjang dan galas. Kulit pohon karas dimanfaatkan untuk dinding pondok dan masa perkembangan peradaban dapat diolah menjadi pakaian seperti baju atau celana.


Aksara yang digunakan adalah aksara ulu atau aksara kaganga. Selain kulit pohon kaghas media tulis lain adalah bambu. Bambu berupa bila-bila bambu yang dinamakan gelumpai dan bambu bulat disebut bumbung bambu. Kemudian ada jenis tanduk dan rotan, kulit hewan dan batu.

Informasi yang ditulis adalah tentang politik masa lalu. Masalah batas marga, pengakatan seorang depati atau pesirah. Masalah agama misalnya pengajaran rukun Islam. Tentang sastra yang memuat cerita-cerita dan mantra. Masalah sosial masyarakat seperti warisan dan batas-batas tanah. Bentuk kaghas masa lalu berupa lembar memanjang, gulungan, lipatan, lembaran dan susunan bertumpuk. Sehingga digolongkan kelompok tulisan tradisonal yang menyerupai buku, majalah, tabloid atau buletin masa sekarang.

Majalah Kaghas yang diterbitkan oleh PT Media Apero Fublic merupakan ide pelanjutan tradisi tulis masyarakat masa lalu tersebut. Kolom yang dipakai adalah, Gelumpai, Kaghas, Rotan dan Tanduk. Sebagai cerminan dari media tulis masa lalu. Isu yang diangkat juga seputar Sumatera Selatan. Meliputi isu politik, sosial masyarakat, lingkungan hidup, sejarah, budaya, kesusastraan, pertanian, HAM, ekonomi dan lainnya.

Sistem penulisan bersifat informasi akan menggunakan disiplin tulis yang baik. Melalui tahapan, sumber masalah (sekunder dan primer), observasi, verifikasi, pengolahan data, rujukan (literasi, wawancara, dan dokumentasi). Selain itu, standar penulisan artikel bersifat jurnalistik berpedoman pada 5 W dan kaidah tulis yang diakui. Kemudian artikel-artikel umum yang berasal dari kontributor.

Majalah Kaghas terbit cetak, dengan durasi bulanan. Ukuran majalah umum lebar 21 cm dan tinggi 29 cm. Ketebalan tidak baku, menyesuaikan produksi. Untuk edisi pertama terdiri; caver, redaksi, daftar isi dan 38 halaman isi, satu halaman caver belakang. Untuk harga satuan majalah kaghas edisi pertama 75 ribu rupiah.

Majalah Kaghas masa lalu yang menggunakan media tulis kulit pohon kaghas. Hasil tulisan masyarakat masa lalu di Sumatera Selatan. Ada juga ilustrasi-ilustrasi dan motif-motif hiasan.

Pimpinan Umum: Joni Apero, S. Hum
PT. Media Apero Fublic

Sy. Apero Fublic 

7/30/2023

Momentum Tahun Baru Islam SD IT Bina Ilmi Lauching Kegiatan Bina Pribadi Islami (BPI)

APERO FUBLIC.- Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Bina Ilmi Palembang merupakan salah satu unit pendidikan dari Sekolah Islam Terpadu (SIT) Bina Ilmi Palembang, dan merupakan salah satu sekolah terpaforit di kota Palembang. Dalam rangka mewujudkan visi SD IT Bina Ilmi yaitu mewujudkan generasi yang Islami, eksploratif, kolaboratif, berwawasan lingkungan, dan cinta tanha air. Maka SD IT Bina Ilmi menggelar acara peringatan hari besar Islam, atau memeperingati tahun baru Islam 1445 Hijriah, pada hari senin tanggal 31 Juli 2023 atau 13 Muharram 1445 H, dengan tema tahun baru Islam adalah kesempatan baru, mari perbaiki diri untuk masa depan dengan kebaikan.

Rangakaian kegiatan adalah muhasabah diri yang di pimpin oleh penceramah ustadz Ahmad Rifa’i. S. Ag, beliau merupakan guru SD IT Bina Ilmi Palembang, serta shalawat bersama guru dan siswa/i kelas empat, lima dan enam, yang berjumlah sekitar kurang lebih 300 siswa. Sedangkan siswa/i kelas satu, dua dan tiga melaksanakan kegiatan manasik Haji, dengan jumlah sekitar kurang lebih 300 siswa, yang di pandu oleh penceramah ustadz Kms. M. Fahmi. S. Sos. Sekaligus beliau juga guru SD IT Bina Ilmi.

Dalam rangka perayaan tahun baru Islam, SD IT Bina Ilmi juga melauching kegiatan Bina Pribadi Islami (BPI) tahun pelajaran 2023/2024, kegiatan BPI ini adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap pekan yaitu setiap hari rabu, seluruh siswa/I kelas empat, lima dan enam. Kegiatan BPI juga merupakan wujud implementasi dari kegiatan peringatan tahun baru Islam untuk memperbaiki diri yang di mulai dari diri sendiri untuk berbuat kebaikan.

Bunda Julie Andrianie. S. Pd, sebagai kepala Sekolah SD IT Bina Ilmi Palembang menyampaikan bahwa dalam suasana muharram tahun baru Islam, kita laksanakan dua kegiatan besar yaitu manasik Haji untuk kelas satu, dua, dan tiga, sedangkan muhasabah diri untuk kelas empat, lima, dan enam, diharapkan dari kegiatan ini siswa/i kita, dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap momen kegiatan ini, dan menjadi stimulus bagi siswa/i untuk menambah wawasan pengetahun agama Islam.

Kemudian beliau melanjutkan terkait kegiatan Bina Pribadi Islami (BPI) siswa, ini adalah kegiatan yang akan membentuk karakter siswa/i kita, sesuai dengan visi sekolah adalah mewujudkan generasi yang Islami, dan mencetak generasi robbani sebagaimana konsep SIT Bina Ilmi, siswa cerdas, sholeh, berakhlak mulia, berkepribadian pemimpin, mandiri dan terampil. Dengan memantau perkembangan ketercapaian karakter siswa/i dalam setiap pekannya melalui indikator yang telah kita rancang dan tetapkan.

Oleh: Vixri Mubaroq.
Editor. Arip Muhtiar.
Tatafoto. Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic

7/24/2023

Peran Bank Syariah dalam Mengembangkan Wisata Halal pada Objek Wisata di Kawasan Pantai Carocok Painan

APERO FUBLIC.-
Konsep wisata halal ini sendiri sampai saat ini masih kerap disalah artikan sebagian kalangan yang mengatakan bahwa wisata halal ini sendiri merupakan sebagai konsep yang tidak berpihak ke satu agama tertentu, padahal konsep ini juga berlaku untuk semua kalangan berbagai agama apapun. Dalam mengembangkan konsep wisata halal merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Dengan adanya konsep ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan minat pariwisata Indonesia pada saat era new normal saat ini. Wisata halal sendiri memiliki makna sebagai konsep wisata yang mengutamakan kenyamanan bagi para wisatawan yang ingin melakukan kunjungan ketempat wisata.

Kenyamanan tersebut diwujudkan dalam bentuk ketersediaan sarana prasarana tempat ibadah yang memadai, kuliner yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, sarana sanitasi yang bersih, sambutan masyarakat lokal yang ramah dan menjunjung tinggi toleransi, akses jalan dan transportasi yang mudah serta pengembangan destinasi wisata yang baik. Dengan demikian, diharapkan para wisatawan yang datang akan merasa nyaman dan aman selama berwisata.

Salah satu objek wisata paling terkenal di Sumatera Barat adalah Pantai Carocok Painan di kabupaten Pesisir Selatan. Pantai Carocok Painan merupakan salah satu kawasan wisata pantai yang sangat terkenal di Pulau Sumatera, khususnya di Sumatera Barat, karena memiliki pemandangan panorama yang sangat indah dan sangat eksotis jika dipandang dimata para wisatawan.

Maka tak heran lagi jika Pantai Carocok ini menjadi salah satu objek wisata yang paling favorit dan banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada tanggal 23 April 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno melakukan kunjungan ke Pantai Carocok Painan dalam melakukan perancangan sekaligus meresmikan pariwisata halal di Pantai Carocok Painan.

Dan dikawasan pantai carocok painan sendiri sudah memasuki kawasan yang layak untuk mendapatkan peresmian wisata halal dengan adanya keberadaan rumah ibadah yang nyaman, bersih dan tertata baik dimasjid terapung yang diharapkan nantinya salah satu daya tarik wisatawan ke Pesisir Selatan. Dan juga Pantai Carocok menjadi salah satu objek wisata unggulan yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, bahkan turis mancan egara. Akan tetapi, ia mengingatkan agar wisatawan dan pengelola wisata tetap mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19.

 

A. Wisata Halal Menjadi Pangsa Pasar Bagi Perbankan Syariah 

Dengan kehadiran Bank Syariah dalam perindustrian syariah di Indonesia merupakan salah satu parameter dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Melalui pembiayaan pada produk jasa umrah dan haji tersebut, Perbankan Syariah bisa ikut berkontribusi dalam menyumbangkan keuntungan yang diperoleh dalam bertransaksi pembiayaan tersebut bagi perekonomian negara.

Argumen ini juga diperkuat dengan fakta bahwasanya Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang mengirimkan jamaah umrah dan haji terbesar di dunia. Setiap tahun nya, ada saja dari jutaan jamaah yang akan diberangkatkan ke tanah suci. Jadi disini peran perbankan syariah sangat diperlukan sebagai membantu pengelolaan pembiayaan umrah dan haji.

Dengan digaungkannya industri halal melalui konsep pariwisata halal, tentu menjadi peluang besar bagi perbankan syariah untuk terlibat didalamnya, baik sebagai agregator maupun pelaku ekonomi berbasis syariah. Pangsa pasar perbankan syariah tidak lagi hanya mencakup urusan umrah dan haji, tapi juga bagaimana bisa mengelola wisata halal melalui kerjasama yang baik dengan para stakeholder bisnis wisata halal seperti perhotelan, kuliner, spot wisata hingga ketersediaan sarana perbankan syariah (atm syariah, aplikasi wisata bank syariah, dll).

Peran perbankan syariah sangat besar sebagai pendukung kesempurnaan konsep halal itu sendiri. Dan diharapkan juga nantinya para wisatawan dapat lebih nyaman dan aman ketika bertransaksi perbankan melalui bank syariah yang sudah pasti memuat nilai-nilai kehalalan tersebut.

 

B. Bank Syariah, Menjadi Penggerak Perkembangan Ekonomi Syariah Melalui Wisata Halal.

Kini sudah saatnya bank syariah tidak hanya fokus pada kegiatan umrah dan haji, tapi juga memfokuskan untuk memprioritaskan pengelolaan wisata halal di Indonesia. Bank syariah bisa memberikan berbagai kemudahan bagi nasabah dalam hal segi pembiayaan wisata halal di Indonesia, dimulai dari pembiayaan tiket, hotel, makan, dll.

Apalagi saat ini, inovasi pengaplikasian di era digital tengah tumbuh dikalangan masyarakat di era saat ini sehingga nantinya dapat memberikan nilai- nilai kemudahan dan efektifitas. Bank syariah saat ini memiliki potensi besar untuk memenangkan pasar wisata halal sebagai penggerak ekonomi syariah Indonesia.

Namun, tentu saja semua itu tidak didapat dilakukan secara maksimal tanpa upaya pengembangan yang maksimal dan terus menerus. Bank syariah harus mampu memiliki kompetensi dan daya saing yang lebih dengan perbankan lainnya, khususnya bank konvensional. Namun, tidak bisa dapat dimungkiri, bahwa potensi bank syariah Indonesia untuk menjadi satu-satunya pelopor ekonomi syariah di Indonesia tidaklah dapat dipandang sebelah mata.

Semoga dengan semakin naik daunnya bisnis wisata halal nantinya khususnya di kawasan wisata pantai carocok painan ini bisa dapat meningkatkan pasar bank syariah serta lebih bisa merealisasikan edukasi kepada masyarakat, terutama pada pemahaman terhadap fungsi dan peran bank syariah di Indonesia.

Oleh: Sintia Delvianti
Editor. Rama Saputra
Jambi, 25 Juli 2023.

Sy. Apero Fublic

7/10/2023

8 Fraksi DPRD Sampaikan Pendapat Akhir terhadap RPPA TA 2022 dan 3 Raperda Muba Tahun 2023

 

APERO FUBLIC.- MUBA-SEKAYU. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama Eksekutif melaksanakan Rapat Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Musi Banyuasin terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2022 dan 3 (Tiga) Raperda Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2023 di ruang Rapat Banmus DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (10/07/2023) Pagi.

Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Irwin Zulyani, SH dihadiri Pimpinan Fraksi-fraksi DPRD, Anggota Banggar, Anggota Pansus, Sekretaris DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin.

Rapat tersebut dalam rangka mendengarkan Penyampaian Laporan Pendapat Akhir Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Musi Banyuasin terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2022 dan 3 (Tiga) Raperda Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2023. (adv/HS)

Sy. Apero Fublic

6/29/2023

Mendukung Himbauan Bupati, Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 M DPRD dan Sekretariat DPRD Muba Potong 6 Hewan Qurban

 

APERO FUBLIC.- MUBA-SEKAYU. Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 M, Sekretariat DPRD yang diketuai oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Musi Banyuasin Marko Susanto, S.STP., M. Si menyelenggarakan Pemotongan Hewan Qurban sebanyak 6 Ekor Sapi di halaman kantor DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (29/06/2023).

Seperti yang diketahui bahwa Perayaan hari raya Idul Adha 1444 H/2023 M ini menjadi momentum untuk saling berbagi guna mempertebal nilai kemanusiaan antar sesama umat muslim dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin, Penyembelihan Hewan Qurban merupakan Agenda rutin Sekretariat DPRD setiap Tahun pada saat Hari Raya Idul Adha. Adapun Sumbangan Hewan Qurban sebanyak 5 Ekor Sapi dari Sekretariat DPRD dan 1 Ekor Sapi dari Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin Rudi Hartono, S. Sos.

Penyembelihan hewan Qurban ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB dan disaksikan oleh Anggota DPRD Rudi Hartono, S.Sos, Sekretaris DPRD Marko Susanto, S.STP.,M.Si didampingi Ketua DWP Sekretariat DPRD Ibu Supa Miana Marko dan Anggota Ikatri DPRD, Proses penyembelihan hewan Qurban ini dilakukan secara gotong-royong sehingga ini akan memupuk rasa kebersamaan antara ASN dan Tenaga Honorer dilingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dan Pembagian Daging akan dibagikan kepada Seluruh ASN, Tenaga Honorer dan masyarakat yang kurang mampu atau berhak menerima Qurban.

Dalam hal ini, Sekretaris DPRD Kabupaten Musi Banyuasin Marko Susanto, S.STP., M. Si mengucapkan terima kasih untuk semua Pegawai ASN, Tenaga Honorer dan pihak lainnya yang terlibat dalam Proses Pemotongan Hewan Qurban ini, semoga di balas kebaikannya oleh Allah Subhanahu Wata'ala.

Kegiatan Pemotongan hewan Qurban ini bertujuan untuk meningkatkan Keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menjadi tali asih bagi masyarakat yang menerima Qurban dan membantu masyarakat sebagai wujud kepedulian bagi sesama, mempererat Silaturahmi, Meningkatkan jiwa sosial di tengah masyarakat, mengajarkan kebersamaan dan saling mendukung satu dan lainnya antara Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Honorer di Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin.

Selanjutnya, Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin sangat mendukung Himbauan Pj. Bupati Musi Banyuasin dengan tidak menggunakan kantong plastik dalam penyaluran atau pembagian Daging Hewan Qurban dan Sekretariat DPRD menggunakan Daun Pohon Kelampayan dengan tujuan mewujudkan Kelestarian Alam dan tidak menambah Sampah kantong Plastik. (adv/HS)

Sy. Apero Fublic

6/19/2023

Sekretariat DPRD Gelar Apel Pagi Rutin Sekaligus Pisah Sambut ASN

 

APERO FUBLIC.- MUBA-SEKAYU. Sekretariat DPRD yang dipimpin oleh Sekretaris DPRD Marko Susanto, S.STP., M. Si bersama seluruh ASN dan Tenaga Honorer Sekretariat DPRD melaksanakan Apel Pagi Rutin Sekaligus Pisah Sambut ASN Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin bertempat di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (19/06/2023).

Acara pisah sambut tersebut diikuti oleh segenap ASN dan Tenaga Honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dengan suasana penuh kehangatan.

Dalam Pelaksanaan apel pagi tersebut, telah dilakukan serah terima jabatan kepada Pegawai ASN Sekretariat DPRD yaitu Pelepasan kepada Pegawai ASN Sekretariat DPRD Bapak Drs. Irzal dan Bapak Muhammad Hatta, SE.,MM dan Penyambutan kepada Pegawai ASN yang baru bergabung di Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin antara lain Ibu Emilya Afrianita, S.TP.,M.Si sebagai Kepala Bagian Program dan Keuangan Sekretariat DPRD dan Bapak Wawan Afrizal, ST sebagai Kepala Bagian Fasilitas Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam Arahannya, Sekretaris DPRD Marko Susanto, S.STP.,M.Si mengucapkan terima kasih dan Apresiasi atas Kinerja yang baik kepada ASN Sekretariat DPRD dan Pengabdiannya selama di Sekretariat DPRD serta harapannya kepada seluruh ASN terutama ASN yang baru bergabung dan Tenaga Honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin agar ke depan dapat terus bekerja secara maksimal dalam tugas dan fungsi masing-masing serta bisa bekerja sama dengan baik terutama Pelayanan kepada Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam Sambutannya, juga Masing-masing ASN yang baru bergabung juga memberikan Arahan terkait tanggung jawab serta tugas dan fungsi di Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin.

Apel pagi semakin penuh kehangatan dengan diakhiri Salam-salaman antar ASN dan Tenaga Honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin. (adv/HS)

Sy. Apero Fublic