-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Kampus Mahasiswa Opini Pendidikan Teknologi Teknologi Menentukan Segar atau Busuknya Pangan
Kampus Mahasiswa Opini Pendidikan Teknologi

Teknologi Menentukan Segar atau Busuknya Pangan

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
23 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  OPINI. -  Di balik kesegaran buah, sayur, dan ikan yang kita konsumsi tiap hari, ternyata tersimpan proses biologis yang terus berlangsung bahkan setelah produk dipanen. Banyak yang mengira bahwa panen adalah akhir dari siklus hidup bahan pangan, justru sebaliknya, fase pascapanen menjadi penentu utama apakah produk akan tetap segar atau lebih cepat membusuk.

Hal ini menjadi perhatian karena kehilangan pangan (food loss) di tahap pascapanen masih sangat tinggi dan berdampak langsung terhadap ketahanan pangan serta efisiensi sistem pangan global.

Setelah dipanen, produk segar masih hidup. Buah dan sayuran tetap melakukan respirasi (proses penguraian gula menggunakan oksigen yang menghasilkan energi, karbon dioksida, dan air).

Semakin tinggi laju respirasi, semakin cepat pula cadangan nutrisi habis sehingga produk menjadi layu, lunak, dan akhirnya rusak. Laju respirasi sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan.

Secara umum dikenal dengan Q10, yaitu setiap kenaikan suhu sebesar 10°C dapat meningkatkan laju respirasi sekitar 2-3x lipat. Oleh karena itu, pengendalian suhu menjadi faktor dalam mempertahankan kesegaran produk hortikultura.

Selain itu, hormon alami seperti etilen juga berperan besar dalam proses pematangan. Pada buah klimakterik seperti pisang dan mangga, produksi etilen meningkat sehingga mempercepat pematangan bahkan pembusukan.

Untuk mengendalikan prosesnya, ada salah satu langkah awal, yakni precooling, merupakan proses penurunan suhu produk setelah panen untuk menghilangkan panas lapang (field heat). Ini terbukti mampu memperlambat respirasi, aktivitas enzim, serta pertumbuhan mikroorganisme sehingga umur simpan produk dapat diperpanjang secara signifikan.

Beberapa metode precooling yang umum digunakan ada hydrocooling (pendinginan menggunakan air dingin) dan forced-air cooling (menggunakan aliran udara dingin untuk menurunkan suhu produk secara cepat dan merata).

Selain suhu, komposisi udara di sekitar produk juga mempengaruhi laju kerusakan. Teknologi seperti Modified Atmosphere Packaging (MAP) memungkinkan penurunan kadar oksigen dan meningkatkan kadar karbon dioksida.

Umunya, komposisi gas pada sistem MAP berkisar antara 2-5% O2 dan 3-10% CO2, meski nilainya dapat berbeda tergantung jenis komoditas. Hasilnya, mampu memperlambat respirasi, menekan aktivitas mikroba, dan produk tetap segar lebih lama meski disimpan berhari-hari.

Kerusakan pada buah dan sayuran juga sering terjadi akibat proses browning (pencoklatan). Fenomena ini umumnya disebabkan oleh oksidasi senyawa fenolik yang katalisnya enzim polifenol oksidase (PPO) ketika jaringan tanaman mengalami kerusakan. Untuk mencegah reaksi ini, dapat digunakan anti browning agent (asam askorbat) yang bekerja dengan menghambat aktivitas enzim PPO serta mengurangi reaksi oksidasi.

Selain itu, teknologi edible coating juga semakin berkembang, dimana lapisan tipis berbahan alami mampu mengurangi kehilangan air, memperlambat pertukaran gas, dan melindungi produk dari kontaminasi mikroba. Beberapa bahan yang sering digunakan dalam pembuatan edible coating berupa kitosan, alginat, atau polisakarida alami yang aman untuk dikonsumsi.

Pada ikan, tantangannya lebih kompleks karena jaringan ikan mengalami perubahan lebih cepat setelah kematian, mulai dari fase rigor mortis hingga pembusukan akibat aktivitas bakteri. Oleh karena itu, penerapan rantai dingin (cold chain) kuncinya.

Pendinginan pada suhu -1 sampai 0°C (superchilling) dapat memperlambat pertumbuhan mikroba dan reaksi enzimatis, sehingga mutu ikan tetap terjaga lebih lama. Penilaian mutu ikan tidak hanya didasarkan pada perubahan sensoris, tetapi juga menggunakan parameter kimia dan mikrobiologi.

Salah satu indikator yang umum adalah Total Volatile Base Nitrogen (TVB-N) dengan batas mutu ikan segar sekitar < 20 mg/100 g. Selain itu, parameter mikrobiologi seperti Total Plate Count (TPC) juga digunakan untuk mengukur jumlah total mikroorganisme yang terdapat pada produk selama penyimpanan.

Secara umum, prinsip pengawetan pangan modern tidak lagi bergantung pada satu metode saja, melainkan kombinasi berbagai faktor yang dikenal hurdle technology. Ini memanfaatkan berbagai penghalang yang bekerja sama untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperlambat kerusakan pangan.

Contoh penerapannya adalah kombinasi suhu rendah, Modified Atmosphere Packaging (MAP), serta penggunaan edible coating. Setiap faktor tersebut tidak bekerja secara terpisah, namun secara sinergis dalam menghambat proses kerusakan sehingga efektivitas pengawetan menjadi lebih tinggi tanpa harus mengorbankan kualitas gizi atau karakteristik sensori produk.

Data dari FAO, 2019 mencatat bahwa sekitar 30-40% produk hortikultura di negara berkembang hilang setelah panen, terutama akibat penanganan dan penyimpanan yang tidak memadai. Indonesia sendiri, kerugian pascapanen pada buah dan sayuran diperkirakan berkisar 20-30%, menunjukkan besarnya celah dalam sistem distribusi dan penyimpanan pangan.

Penerapan teknologi pascapanen yang tepat, khususnya sistem rantai dingin terbukti mampu menurunkan tingkat kehilangan hingga lebih dari 50% pada beberapa komoditas hortikultura dan perikanan.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah perlu difokuskan pada investasi infrastruktur rantai dingin, insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan teknologi seperti MAP dan mengedukasi petani juga nelayan terkait penanganan pascapanen berbasis ilmiah.

Melalui pendekatan ini, tidak hanya umur simpan yang meningkat, tetapi juga kualitas, keamanan, dan nilai ekonomi pangan nasional terjaga secara berkelanjutan. 

Kesegaran pangan bukan karena kebetulan, melainkan hasil dari pengendalian proses secara biologis, kimia, dan mikrobiologis melalui penerapan teknologi yang tepat setelah panen. Memahami apa yang terjadi pada pangan setelah dipanen termasuk langkah awal untuk menciptakan sistem pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

PENULIS:  Zefanya Serepina Sirait


PENULIS:  Zefanya Serepina Sirait
Mahasiswi dari Institut Teknologi Sawit Indonesia.
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Kampus
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Dekonstruksi Kebijakan Sentralistik: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Melalui Lensa Antropologi Hukum

PT. Media Apero Fublic- Saturday, June 13, 2026 0
Dekonstruksi Kebijakan Sentralistik:  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Melalui Lensa Antropologi Hukum
APERO FUBLIC   I  HUKUM .-  Antropologi hukum hadir sebagai antitesis, menegaskan bahwa hukum tidak sekadar teks yang diproduksi oleh lembaga legis…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261128
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 65 Berita 1606 Berita Daerah 1591 Berita Internasional 37 Berita Nasional 1193 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 53 Cerita Rakyat 12 Cerpen 23 Dongeng 67 Ekonomi 81 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 750 Kesehatan 39 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 581 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 46 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 58 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 2 Sastra Kita 43 Sastra Klasik 54 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 187 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us