Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

1/15/2021

Si Kera dan Si Tikus

Apero Fublic.- Cerita lisan masyarakat Sasak. Pada suatu masa, Kera berteman dengan Tikus. Setiap hari mereka selalu bersama-sama bermain-main. Kera memiliki sifat berlagak pintar tetapi sebenarnya dia bodoh. Kera tukang mengajak, tukang rencana, egois atau ingin selalu menang sendiri, dan pendengki. Sedangkan Tikus memiliki sifat yang baik dan jujur, dia pintar dan suka mengalah.

Suatu hari, Kera mengajak Tikus bermain ke sawah. Waktu itu, orang-orang baru saja membersihkan batang padi. Sawah bersih, sedangkan batang padi sudah bertumpuk di pematang sawah. Kedaunya asik bermain, berkejaran dan bermain lemparan di tengah sawah. Lama bermain mereka beristirahat, kelelahan.

“Bagaimana, kalau sekarang kita bermain saling bakar?.” Kata Kera.

“Kita saling bakar?.” Kata Tikus tidak mengerti. Kera mengiakan dan tikus bertanya lagi.” Siapa yang lebih dahulu dibakar, Aku atau Kau?.”

“Tentu kau, Tikus. Sebab kau lebih kecil.” Ujar Kera, Tikus setuju. Kera meminta Tikus untuk berbaring seperti tertidur. Kera kemudian mengambil batang padi kering di pematang sawah, lalu ditimbun ke tubuh tikus. Batang padi pun sudah menumpuk seperti gundukan tanah di atas tubuh tikus.

“Bagaimana Tikus, sudah bisakah aku bakar tumpukan batang padi kering ini?.” Tanya Kera.

“Nanti dulu, saya perbaiki tempat tidur saya dulu.” Jawab Tikus dari balik tumpukan batang padi. Kera menunggu, beberapa saat dia bertanya lagi pada Tikus.

“Bagaimana Tikus, sudah bisa aku bakar batang padi kering ini?.” Tanya Kera.

“Nanti dulu, saya membuat bantal untukku, berbaring?.” Jawab Tikus. Dalam hati Kera sudah tidak sabar, karena Tikus lama sekali. Lalu dia berkata lagi. “Bagaimana Tikus, mengapa lama sekali!. Apa sudah bisa Aku bakar jerami ini?.” Kata Kera.

“Tunggu Kera, saya mau menggaruk pantatku dulu?.” Jawa Tikus. Kera kembali berkata di dalam hatinya. “Sekarang gatal pantat, nanti gatal kepala, gatal tangan dan lain lagi.” Kera sudah tidak sabar lagi. Lalu dia berkata pada tikus.

“Sekarang saya akan bakar batang padi kering ini, Tikus. Saya tidak mau lagi menunggu.” Kera berkata dengan tidak sabar.

“Kalau kau tidak mau menunggu, maka bakarlah hai Kera.” Jawab Tikus. Mendengar itu, Kera langsung membakar tumpukan batang padi kering itu. Dalam waktu cepat api menyalah jadi. Kera menari-nari mengelilingi api itu. Dia tertawa terbahak-bahak menertawai Tikus yang pasti mati terbakar itu, pikir Kera.

“Bodoh sekali kamu Tikus, berani sekali kamu dibakar terlebih dahulu.” Kata Kera. Api pembakar jerami telah padam. Tinggal sedikit asap yang masih mengepul di balik abu-abu batang padi. Kera mengambil sebatang kayu untuk mengorek-orek tumpukan abu. Dia ingin melihat sisa-sisa tubuh Tikus yang terbakar. Tapi Kera terkejut, Tikus tiba-tiba melompat keluar dari balik tumpukan abu pembakaran, sambil tertawa.

“Mengapa kau tidak terbakar Tikus?. Bagaimana caramu sehingga tidak terbakar seperti itu?.” Tanya Kera dengan heran bercampur terkejut. Karen di luar perkiraannya sama sekali.

“Yah, caranya seperti tadilah yang aku katakan. Tempat tidur perbaiki, membuat bantal, yang gatal di garuk-garuk.” Kata Tikus. Lalu dia melanjutkan. “Sekarang giliranmu Kera, yang di bakar.” Kata Tikus. Kera setuju dan dia mengingat kata-kata Tikus tadi. Maka Kera akan mengikuti cara Tikus tadi agar tidak terbakar. Kera kemudian berbaring layaknya benar-benar akan tidur. Kemudian Tikus menimbun tubuh Kera dengan batang padi kering. Setelah tubuh Kera diliputi oleh batang padi kering. Tikus mulai bertanya seperti yang Kera tanyakan tadi.

“Bagaimana Kera, sudah bisakah saya bakar batang padi kering ini?.” Tanya Tikus. Kera ingat kata-kata Tikus tadi, dia memperbaiki posisi berbaringnya. Kera tidak tahu, sesunggunya Tikus saat Kera bertanya demikian. Tikus menggali lubang ke dalam tanah. Saat Kera membakar batang padi kering, lalu api berkobar jadi. Tikus masuk lobang dan dia tidak terbakar. Saat api padam, dan Kera mengorek dengan kayu tumpukan abu. Tikus melompat dan tentu Tikus tidak terbakar.

Sementara Kera tidak tahu, maka dia benar-benar hanya memperbaiki posisi berbaring di dalam tumpukan batang padi kering. Menggaruk-garuk tubuh gatal terkena batang padi. Setelah siap, Tikus kemudian mulai membakar. Kera berpikir dia akan selamat seperti tikus tadi. Sebab dia sudah meniru cara Tikus tadi. Tapi, Kera sekarang kena batunya sendiri.

Sikap jahatnya pada temannya mendapat balasan juga. Api membakar tumpukan padi berkobar-kobar. Kera pun terbakar dan bulunya habis, dia melompat dan tidak tahan panas. Tubuhnya sakit dan  luka bakar disekujur tubuhnya. Begitulah, cerita orang yang berbuat jahat pada teman sendiri atau saudara sendiri.

Rewrite. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 15 Januari 2021
Seumber: Shaleh Saidi, dkk. Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.


Sy. Apero Fublic.

Cerita Datu: Mengenal Sastra Lisan Masyarakat Sasak

Apero Fublic.- Lombok. Indonesia dan Asia Tenggara tentu memiliki suatu sistem kebudayaan lama yang kita kenal dengan kebudayaan tua, kebudayaan megalitikum. Kebudayaan masa itu adalah kebudayaan yang berkembang ditengah masyarakat Indonesia secara sendiri.

Peninggalan masa megalitikum dapat di temui di dataran tinggi di seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Di Sumatera Selatan terdapat kawasan warisan kebudayaan megalitikum yang sangat luas, terletak di kaki Gunung Dempo, meliputi Pagaralam, Lahat, Muara Enim, Linggau, Empat Lawang dan lainnya.

Sekarang kita akan mengangkat tentang cerita datu. Kata Datu tersebar luas di kawasan Asia Tenggara terutama di Indonesia. Datu memiliki artian yang sama, yaitu bersipat tinggi, mulia, kuat, sakti, tua dan pemimpin. Di tengah masyarakat Sasak terdapat cerita lisan yang turun-temurun tentang datu. Datu dalam cerita lisan masyarakat sasak berarti raja atau pemimpin. Cerita Datu tersebar luas di Pulau Lombok.

Seorang Datu dianggap tokoh utama di kalangan nenek moyang masyarakat Sasak. Selain itu, roh atau arwah Datu masih menguasai kehidupan manusia. Hal tersebut terbukti dengan masih ada kepercayaan masyarakat pada kuburan Datu.

Pada beberapa waktu lampau sekitar tahun 80-an masyarakat di Desa Sukadana masih memiliki kepercayaan adanya arwah-arwah datu dapat mengganggu kehidupan manusia. Seperti, ketika tanaman padi mereka diserang hama tikus, berarti Datun Begang (Ratu Tikus) atau mertua Datu Aca Muka sedang marah atau murkah.

Agar tikus-tikus tersebut berhenti merusak tanaman padi. Maka masyarakat membawa persembahan ke kuburan Datun Tikus dan Datu Aca. Yaitu, air, bubur lima warna, jajan renggi, beras digonseng, gula merah dan ketupat nasi. Air yang tadi dibawa ke kuburan Datu Tikus atau Raja Tikus dibawa kembali pulang lalu di percik-percikkan di tengah-tengah sawah. Dengan harapan tikus-tikus tidak lagi menyerang tanaman padi mereka.

Masyarakat Sasak juga percaya bahwa dengan menyebut dirinya sebagai keturunan Datu Untal, buaya tidak akan berani menelannya. Hal ini terdapat dalam cerita Datu Untal. Selain itu, terdapat juga cerita datu-datu lain, seperti cerita Datu Aca dait Datun Begang atau cerita Raja Aca  dan Ratu Tikus.

Yang menjadi catatan kita bersama adalah pemakaian kata Datu. Kata Datu secara resmi dipakai nama kerajaan maritim Sriwijaya dengan istilah Kedatuan Sriwijaya. Kemudian kata datu juga dipakai oleh masyarakat batak yang berarti orang yang memiliki kekuatan supranatural atau dukun.

Cerita tentang datu terdapat dalam buku berjudul, Tongkat Bagas Marhusor. Di Kalimantan Timur yang dipakai Raja Tidung dan Raja Bulungan bergelar Datu. Di Banjar dan Brunai Darussalam kata Datu berarti Buyut atau orang tua dari kakek nenek kita. Datu juga berarti nenek moyang dalam Bahasa Banjar di sebut nini datu dan Brunai yaitu datu nini.

Di Kalimantan Selatan para ulama atau tokoh masyarakat meninggal zaman dahulu ditambahkan kata datu nama depannya, seperti Datu Kalampaian, Datu Landak, Datu Sanggul, Datu Nuraya, Datu Ingsat. Sementara di Filipina Selatan Datu adalah gelar dipakai oleh parah pemimpin, pangeran, atau raja yang berdaulat, seperti di Bisaya, Mindano. Berikut cuplikan cerita rakyat Sasak, berjudul Datu Untal:

Ne araq sopoq cerite si ngesahang asal mule Datu Untal. Nurut cerite leq Labu Aji araq sopoq kerajaqan bebaloq si teperentah isiq sopoq datu si tearanin maraq aran taoqne: Datu Labu Aji bedueang bije nine araq sopoq aranne Dende Peropok. Dende peropok teperanakan isiq sebiniq datu aranne Suri Nunggal keturunan bebaloq darat. Keingesan Dende Peropok langsot kesohor leq kalangan bebajangan, bebajangan lekan segara lauq dait bebajangan lekan segara daye.”

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 15 Januari 2021.
Sumber: Shaleh Saidi, dkk. Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987. Wikipedia: Datu.

Sy. Apero Fublic.

1/14/2021

Ceritaku: Menjelajah Alam di Akhir Tahun 2020

Apero Fublic.-
Pariwisata. Bercerita tentang akhir tahun, dimana kita mengenang ulang masa-masa yang telah berlalu. Dimana aktivitas yang padat membuat jenuh sekali. Membuat pemikiran terasa buntu dan tertutup. Semua itu terasa sekali dan tanpa terasa membuat mengendurnya semangat.

Sebuah ide berwisata adalah jawaban yang tepat sekali. Untuk jawaban dari semua itu. Berikut ceritaku tentang perjalanan diakhir tahun 2020. Bersama teman-teman Aku pergi berwisata ke Pagaralam. Sebuah kawasan wisata di Provinsi Sumatera Selatan.

1.Bukit Besar Lahat

Bukit Besar atau Bukit Besak adalah tempat wisata alam yang sangat terkenal di Kabupaten Lahat. Kalau berwisata ke Lahat dan belum mendaki Bukit Besar berarti kamu belum berwisata ke Lahat. Sepanjang Pendakian kita akan disuguhi panorama alam yang akan mengobati rasa lelah kita.

2.Kebun Teh Pagaralam

Siapa tak kenal kebun teh di Pagaralam. Sebuah perkebunan teh yang terletak di kaki Gunung Dempo. Disini tentu sangat indah sekali. Pemandangan berbukitan hijau tanaman teh, jalan berkelok-kelok, berbukit-bukit dan pemandangan lembah yang menakjubkan seperi hamparan permadani hijau.

3.Air Terjun Tujuh Kenangan

Air Terjun Tujuh Kenangan atau Cughup Tujuh Kenangan tempat wisata yang sangat indah. Terletak di Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

4.Cughup Embun

Air Terjun Embun atau dikenal dengan Cughup Embun tempat wisata terkenal di Pagaralam.

5.Wisata Botani

Wisata botani adalah wisata yang mengunjungi tempat-tempat pertanian. Dimana terdapat lokasi perkebunan atau pertanian masyarakat. Seperti perkebunan sayuran, buah-buahan, sawah, dan lainnya. Selain mengenal tanaman dan menikmati alam sekitar. Wisata botani juga dapat menambah wawasan tentang tanaman pangan. Dengan harapkan menginspirasi pengunjung dalam bertani. Serta mencintai dunia pertanian.

Itulah sedikit kisahku diakhir tahun 2020. Sebagai penutup rutinitas di tahun ini. Selamat datang tahun 2021. Semoga di tahun baru ini, keadaan bertambah lebih baik. Terutama berakhirnya pandemi virus covid-19 dan kita semua dapat beraktivitas dengan leluasa kembali. Nah, itu ceritaku mana ceritamu. Kirimkan kisahmu ke Apero Fublic pada laman Cerita Kita, melalui email redaksi fublicapero@gmail.com.

Oleh. Novitasari
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 15 Januari 2021

Sy. Apero Fublic

Mengenal Air Terjun Tujuh Kenangan

Apero Fublic.- Pagaralam. Air Terjun Tujuh Kenangan adalah salah satu destinasi wisata di Pagaralam. Air terjun ini dikenal dengan penyebutan, Cughup Tujuh Kenangan. Terletak di Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Dinamakan tujuh kenangan karena air terjun ini sangat indah. Sehingga akan selalu terkenang bagi orang-orang yang pernah mengunjunginya. Selain air terjun yang indah, ada aliran air pada batu yang dapat diseluncuri. Membuat manja para pengunjung.

Diakhir seluncuran alami itu, terdapat sebuah tampungan air yang berbentuk kolam. Di sini pengunjung dapat mandi dan berendam di dalam air. Sehingga menjadi sangat menarik dan membuat kenangan. Apa lagi kalau kita berkunjung bersama sahabat-sahabat dan keluarga tercinta.

Jangan lupa mengabadikan moment indah di kawasan Cughup Tujuh Kenangan atau Air Terjun Tujuh Kenangan. Untuk melengkapi kenangan indah Anda. Jangan abaikan kesempatan berlibur dan berwisata. Nikmati alam negeri kita yang indah ini. Agar damai dan tumbuh kecintaan akan bangsa kita.

Air terjun Tujuh Kenangan selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan lokal. Hari-hari ramai pengunjung seperti akhir pekan, libur nasional, terutama libur panjang. Ayo, semuanya datang dan kunjungi Air Terjun Tujuh Kenangan di Pagaralam. Maju terus wisata daerah Provinsi Sumatera Selatan.

Oleh. Asdi Merkah, S.Hum
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
OKI, 15 Januari 2020.

Sy. Apero Fublic.

Bukit Besar: Cerita Berkema Yang Menakjubkan

Apero Fublic.- Lahat. Salah satu kawasan wisata di Kabupaten Lahat adalah Kawasan Wisata Bukit Besar. Kawasan perbukitan ini juga masuk dalam jajaran Bukit Barisan. Bukit Besar menjadi tujuan wisata di Kabupaten Lahat. Ada yang bilang, kalau belum mendaki Bukit Besar berarti belum ke Lahat.

Umumnya, para pendaki Bukit Besar berada di puncak bukit pada siang hari. Menikmati indahnya panorama alam sekitar. Untuk jarak pendakian yang tidak terlalu tinggi membuat perjalanan dapat ditempuh dalam satu hari pulang-pergi. Pemandangan yang indah menyaksikan kehijauan bukit-bukit, dan tingginya puncak bukit sulap.  

Kali ini, Aku akan bercerita tentang indahnya pemandangan Bukit Besar di malam hari. Berteman api unggun dan hangatnya kopi asli setempat. Kita disuguhkan dengan pemandangan gemerlapnya lampu di kawasan pemukiman warga terutama di kota Lahat.

Bagi sahabat-sahabat yang belum mencoba berkemah di Bukit Besar. Ada baiknya mencoba dan rasakan sensasinya. Selain itu, saat berkemah harap menjaga kebersihan tempat wisata dan menjaga adat-istiadat kita dimana saling menghormati antara wanita dan laki-laki. Kita sebagai kaum muslimin tentu memiliki pengetahuan tentang dosa. Ditunggu cerita-cerita dari sahabat-sahabat semua.

Oleh. Zulkipli Adi Putra, S.Hum.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Lahat, 14 Januari 2021.


Sy. Apero Fublic.

Pariwisata: Mengenal Curup Embun

Apero Fublic.-
Pagaralam. Mengunjungi kawasan wisata di Kotamadia Pagaralam tidak akan ada habisnya. Terutama wisata air terjun atau cughup bahasa setempat. Pagaralam adalah kawasan dimana wilayahnya terletak di kaki Gunung Dempo dan di kaki Bukit Barisan. Sehingga menjadikan wilayah ini berbukit-bukit tinggi. Hutan dan pepohonan di hulu sungai-sungai dan perbukitan menjadi sumber suplai air. Sehingga terbentuk banyaknya air terjun-air terjun.

Pagaralam juga dikenal dengan bumi Basema. Didiami masyarakat Melayu yang bergama Islam. Secara bahasa kawasan ini sama dengan bahasa-bahasa daerah lain di Sumatera Selatan. Hanya sedikit berbeda dialeg saja, berbahasa Melayu. Masyarakatnya ramah dan sangat terbuka bagi para pengunjung.

Berbicara tentang kawasan wisata air terjun di daerah Pagaralam. Salah satunya air terjun yang terkenal adalah, Cughup Embun. Terletak di Desa Pematang Bango, Kotamadia Pagaralam, di kaki Gunung Dempo.

Jarak tempu perjalanan darat menggunakan Bus, sekitar delapan jam dari Kota Palembang. Sekarang sudah ada layanan penerbangan Palembang-Pagaralam. Sehingga dapat dengan cepat sampai di Kota Pagaralam.

Air terjun Cughup Embun memiliki ketinggian seratus meter. Di bagian bawah air terjun terdapat badan sungai yang membentuk seperti kolam. Selain itu, dipenuhi dengan bebatuan sungai. Sehingga menjadi tempat bersantai dan berendam para pengunjung. Cughup Embun ramai dikunjungi wisatawan saat hari-hari libur, terutama libur panjang. Seperti libur akhir tahun atau cuti bersama saat lebaran idul fitri dan idul adhah. Maju terus pariwisata Sumatera Selatan.

Oleh. Rama Saputra
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 14 Januari 2021.


Sy. Apero Fublic

1/08/2021

Kerja Bakti: Perangkat Desa Gajah Mati

Apero Fublic.- Kerja Bakti atau gotong royong adalah budaya bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Hidup bersama di suatu kawasan tentu memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga dan membangunnya. Salah satu wujud cinta pada kesehatan, cinta pada lingkungan hidup, cinta pada tempat tinggal. Salah satunya, dengan melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat.

Seperti bersama-sama membangun rumah ibadah, menjaga keamanan dan menjaga kebersihan lingkungan. Sebagaimana yang dilakukan Jajaran Pemerinta Desa, Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Musi Banyuasin. Mereka melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa (8/01/2021).

Kegiatan gotong royong yang diikuti oleh semua perangkat desa dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Gajah Mati, Bapak Arianto.  Membersihkan sisi jalan di tengah desa, membuang dan memusnahkan sampah plastik yang menampung air hujan. Karena berpotensi menjadi sarang nyamuk dan merusak lingkungan hidup. Sampah plastik sangat sulit diurai oleh tanah maka harus dimusnahkan. Dari pantauan Apero Fublic tampak semua jajaran aparat desa sibuk dengan tugas masing-masing.

Di selah-selah kesibukan Apero Fublic berbincang-bincang dengan Kepala Desa Gajah Mati. Saat di saat diwawancarai kenapa tidak melibatkan warga gotong royong pagi ini. “Ada dua alasan yang melatari gotong royong kita pagi ini. Pertama, saya Kepala Desa, beserta dengan seluruh  jajaran Perangkat Desa adalah pemimpin. Ada baiknya sebelum menggerakkan warga secara menyeluruh. Terlebih dahulu sebagai pemimpin kita memberikan contoh, wujud nyata dalam dalam mengabdi di tengah masyarakat dan tanggung jawab. Kedua, belum menggerakkan masyarakat karena saat ini dalam masa pandemi virus covid 19. Agar tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi terjadinya penyebaran dan penularan virus tersebut. Kalau hanya jajaran Perangkat Desa tidak banyak, dapat dilihat sebagaimana sekarang,” ujar Bapak Kepala Desa Gajah Mati.

Apakah kedepannya nanti ada rencana mengajak warga secara berkalah melakukan kegiatan gotong royong. “Benar sekali, nanti kita akan kordinasi dengan masyarakat terutama para pemuda melalui Karang Taruna. Bagaimana kegiatan gotong royong ini dilakukan secara berkalah. Mulai dari membersihkan sisi jalan, menebas semak, menggali parit yang menyebabkan air meluap ke tengah jalan, membersihkan aliran sungai kecil dari sampah. Sebagaimana di Sungai Gelumbang di tengah desa. Sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat agar tidak membuang sampah plastik kedalam sungai. Karena akan menyebabkan penyempitan badan sungai dan berakibat meluasnya area banjir hujan, Insyaa Allah,” tegas Pak Arianto.

Semoga rencana kebersihan pemerintahan Desa Gajah Mati berjalan sesuai rencana kedepannya. Masyarakat juga memiliki kesadaran sosial tinggi. Semuanya memiliki jiwa mulia dalam kepentingan bersamaan. Tentu mereka akan membantu dan ikut kerja bakti apabila sudah digerakkan oleh pemimpin mereka. Begitu juga dengan kesadaran sosial para pemudanya, tanpa pamri dan tanpa perhitungan materi.

Oleh. Padli, S.Pd.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Sungai Keruh, 8 Januari 2020.

Sy. Apero Fublic