Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

9/02/2020

Mengenal Pohon Bulian Atau Pohon Ulin.

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Mengenal kayu Bulian tumbuhan endemik Indonesia yang terdapat di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.  Kayu Bulian memiliki beberapa nama lokal diantaranya; kayu belian, bulian, kayu besi, kayu onglen, dan ulin. Nama-nama tersebut sesui penyebutan di setiap daerah-daerah di Indonesia.

Kayu ulin atau kayu bulian, memiliki nama ilmiah eusideroxylon zwageri dari marga lauraceae. Tinggi batang pohon bulian mencapai antara 30 sampai 35 meter diatas permukaan tanah. Untuk diameter batang dari 60 sampai 120 centimeter.

Pada zaman kerajaan dan kesultanan, kayu bulian atau kayu ulin ini menjadi komoditas perdagangan. Zaman Kedatuan Sriwijaya kayu bulian dijadikan benteng istanah raja atau bangsawan. Selain itu kayu ini juga diekspor ke luar negeri.

Selain untuk bangunan rumah, istana, juga dimanfaat untuk membangun masjid. Sistem pembangunan masjid yang memakai tiang sakaguru untuk penopang atap bangunan masjid tradisional di Asia Tenggara. Sekarang pun, masih ada masjid-masjid tradisional masih tetap mempertahankan tiang sakaguru kayu bulian ini.

Pada masyarakat pedalaman atau pedesaan. Kayu ulin atau bulian dijadikan tiang-tiang rumah panggung. Kayu ini sangat tahan lama dan anti air. Sehingga diburu warga untuk dijadikan tiang rumah-rumah mereka.

Ada empat jenis kayu ulin atau bulian ini. Bulian Abang, adalah bulian yang batangnya berwarna coklat kemerahan. Bulian Itam yaitu pohon bulian yang batang pohonnya berwarna coklat gelap. Bulian konyet yaitu pohon bulian dengan warna kekuningan.

Bulian sirap bercirikan warna batang coklat muda. Bulian sirap inilah yang sering dijadikan atap sirat rumah atau masjid oleh penduduk. Bulian sirap adalah jenis bulian yang mudah dibelah. Tapi daya tahan sama dengan kayu bulian lainnya.

Karena terlalu tinggi pemanfaatan membuat kayu bulian menjadih langkah. Karena penebangan tidak seimbang dengan pertumbuhan kayu bulian yang memakan waktu lama. 

Saat ini pohon kayu bulian sudah sangat langkah sekali. Di Kabupaten Musi Banyuasin salah tempat yang masih dapat menjumpai pohon bulian atau ulin ini, terdapat di Kawasan Hutan Lindung Bukit Pendape.

Terletak di Desa Jebang, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Semoga kedepannya ada sistem budidaya dan program pelestarian yang lebih meyakinkan, budidaya dan pembibitan. Agar pohon kayu bulian tidak punah.

Oleh. Sujarnik.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 2 September 2020.

Sy. Apero Fublic.

Hentikan Pembukaan Pekebunan-Perkebunan Oleh Perusahaan dan BUMN

Apero Fublic.- Pada masa penjajahan Kolonial Belanda. Bangsa kita menjadi buruh dengan upa murah di perkebunan milik Kolonial Belanda dan perkebunan milik swasta. Sehingga kehidupan bangsa kita terpuruk, sebagai bangsa kacung dan babu bangsa asing. Masyarakat penjajah hidup mewah, senang dan nyaman dengan harta berlimpa. Sedangkan bangsa kita hidup kotor, bangun pagi bekerja di perkebunan, makan seadanya dan tinggal di dalam gubuk.

Memasuki masa kemerdekaan dengan harapan kehidupan rakyat menjadi lebih baik. Tidak ada lagi perbudakan manusia dengan topeng buruh atau pekerja gajih rendah. Tapi, walau sudah merdeka penduduk bangsa Indonesia masih menjadi buruh di perkebunan-perkebunan. Baik itu milik swasta atau milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Karyawan perusahaan memang hidup cukup makan. Tapi untuk perkembangan dan peningkatan ekonomi sudah tertutup. Seumur hidup tetap menjadi buruh perkebunan tanpa ada perkembangan kehidupan. Begitulah yang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Sedikit demi sedikit tanah rakyat, hutan ulayat, tanah negara terus menjadi lahan perkebunan industri.

Dalam waktu beberapa dekade ini. Dampak kemiskinan dan habisnya dasar usaha petani memang belum tampak. Namun seiring waktu dimana pertumbuhan penduduk terus meningkat. Maka kebutuhan pengembangan lapangan usaha mandiri rakyat terus bertumbuh.

Sementara kuota bekerja di perkebunan industri tetap tidak bertambah. Justru semakin berkurang karena perkembangan teknologi. Misalnya teknologi panen dimana awalnya mempekerjakan 20 orang. Setelah ada alat teknologi hanya mempekerjakan satu orang kontraktor.

Sementara perusahaan hanya mampu mempekerjaan karyawan dengan ukuran terbatas. Untuk ukuran perkebunan yang luas seribu hektar. Perusahaan hanya cukup mempekerjakan 200-300 orang karyawan. Begitu juga tenaga kerja akan tetap bertahan dalam kurun waktu lama sampai mereka pensiun.

Sehingga tidak dapat memenuhi unsur lapangan kerja wilayah sekitar perkebunan. Sementara populasi masyarakat terus bertambah. Oleh karena itu, pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat segerah menghentikan pembukaan lahan untuk perkebunan industri milik swasta atau BUMN. Menghentikan izin pembukaan lahan milik rakyat baik itu dengan sistem bagi hasil atau perusahaan membeli tanah milik rakyat.

Demi untuk kemajuan dan kehidupan masyarakat jangka panjang. Agar masyarakat dapat bertumbuh cerdas dan kreatif dalam menumbuh kembangkan usaha-usaha mandiri dari tanah yang mereka miliki. Masyarakat harus didik cerdas dan berpikiran maju. Jangan sampai mereka bodoh sebab berpikir sesaat sebatas umur mereka. Dorong usaha milik rakyat dan tumbuhkan pengusaha-pengusaha baru.

Bagiamana pun, pembukaan perkebunan skala luas. Harus mulai dihentikan dari sekarang (2020). Agar masyarakat tidak menjadi budak perkebunan. Serta tidak menutup tingkat pola mandiri masyarakat dalam mengembangkan usaha. Sekali lagi, hentikan membeli tanah rakayat dan membodohi masyarakat.

Sebelum kita menyesal nanti dimana buruknya kehidupan masyarakat kita akibat tingkat kemiskinan. Kekacauan ekonomi dan meningkatnya kriminalitas. Mari berbena agar kita tidak lagi memakai mental jajahand atau bersifat penjajah. Mari pemuda kita harus mulai bangkit dan menentang sistem kuno oleh sekelompok orang. Mulai membangun bangsa dengan akal yang bijaksana. Salam Revolusi Biru (BIRU).

Oleh. Joni Apero
Palembang, 2 September 2020.
 
Sy. Apero Fublic.

9/01/2020

Aturan dan Etika Saat Mendaki Atau Berkunjung Ke Bukit Pendape

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Dimana bumi diinjak di situ langitu dijunjung. Pepata ini memberi nasihat untuk kita semua dalam bersosial masyarakat dimana kita datangai atau kita kunjungi. Setiap tempat memiliki aturan dan norma-norma yang berlaku.

Sehingga kita sebagai manusia yang berpikir dan berahlak. Patut untuk mentaati norma-norma tersebut. Sekarang kita berbicara tentang norma berkunjung ke sebuah kawasan wisata alam. Tentu saja, aturan menyesuaikan dengan kondisi alam setempat.

Aturan bukan mempersulit tapi justru memperbaiki agar kebaikan kita nikmati bersama-sama. Berikut ini adalah tata cara atau aturan berkunjung dan mendaki ke kawasan Wisata Alam Bukit Pendape.

ATURAN PENDAKIAN BUKIT PENDAPE.

1.Setiap pengunjung atau pendaki Bukit Pendape harus memiliki kesadaran untuk bersikap; sopan. Sopan dalam bertingkalaku atau perbuatan. Sopan cara berpakaian, dan sopan dalam berkata-kata.

2.Setiap pengunjung dilarang membawa tisu basa.

3.Setiap pendaki diwajibkan melapor saat hendak mendaki atau pulang mendaki pada anggota basecame atau pos pendakian Bukit Pendape.

4.Untuk pengunjung yang memiliki riwayat penyakit fatal, misalnya penyakit jantung akut, dan gangguan pernafasan aku diharapkan tidak mendaki.

5.Setiap pengunjung atau pendaki wajib mendaftarkan barang-barang yang dibawa saat mendaki.

6.Setiap pendaki dilarang berbuat yang amoral; seperti mesum, bermesraan dengan pasanga. Dilarang berkata kotor dan berbuat kurang ajar pada wanita.

7.Ikut menjaga dan mewaspadai kebakaran hutan atau penyebab kebakaran hutan. Seperti jangan membuang puntung rokok sebelum apinya dimatikan. Jangan membuat api atau perapian.

8.Dilarang membawa: Setiap pendaki dilarang membawa senjata tajam, senjata api dan sejenisnya. Dilarang membawa atau mengkonsumsi semua jenis NARKOBA dan MIRAS.

9.Setiap pendaki harus menjaga kebersihan lokasi sekitar keramaan kunjungan. Jangan melakukan BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil) sembarangan.

10.Di larangan mengambil tetumbuhan dan satwa liar di Bukit Pendape. Kecuali mengambil foto dan video saat mendaki dan berkunjung. Dilarang meninggalkan apa pun kecuali meninggalkan jejak. Jangan membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik. Bawak kembali turun sampah plastik Anda.

ETIKA DALAM PENDAKIAN ATAU BERKUNJUNG

1.Menghormati dan Bersikap Sopan Pada Pengunjung Lainnya.
Diharapkan pada semua pendaki atau pengunjung Bukit Pendape berlaku baik pada satu sama lain sesama pendaki. Berbuatlah hal baik serta saling membantu apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Menjaga kesopanan dan saling menghormati sesama pengunjung.

2.Menghormati Kehidupan Alam Liar
Di harapkan semua pengunjung menghormati kehidupan alam liar. Seperti jangan merusak semak atau tumbuh-tumbuhan bagaimana pun caranya. Apabila menemukan sarang satwa liar, seperti sarang burung, sarang tupai. Semua pendaki atau pengunjung dilarang merusak dan mengganggu apalagi sampai mengambil.

3.Biarkan Saja Apa Yang di Lihat dan di Temukan.
Setiap pengunjung dilarang mengubah atau merusak serta mencoret: papan nama petunjuk atau nama pohon. Dilarang mencoret batu-batuan. Dilarang mencabut atau mengambil flora dan fauna saat berkunjung.

Jangan melukai batang pohon dan jangan menyentuh hewan terutama telur burung dan anak burung. Sebagai peringatan: Kawasan wisata alam Bukit Pendape adalah kawasan konsevasi hutan dan hutan lindung. Sehingga pelaku dapat dikenakan tuntutan hukum sesuai hukum yang berlaku.

4.Menjunjung Tinggi Adat Istiadat
Dalam berkunjung kita diharapkan menjunjung tinggi adat istiadat agar tercipta iklim pariwisata yang sehat. Tidak merusak citra tempat wisata. Tidak menimbulkan prasangka negatif dalam masyarakat terhadap Wisata Alam Bukit Pendape Lestari. Dengan demikian adat istiadat kita jaga dan diterapakan. “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.”
 
Demikianlah aturan-aturan berkunjung atau mendaki ke atas Bukit Pendape. Diharapkan semua pengunjung mengerti dan menghormati. Agar tercipta kenyamanan bersama kita dalam menjaga kasawan wisata alam Bukit Pendape. Selamat berkunjung dan nikmati hari libur Anda dengan bahagia. Salam lestari.
 
Oleh. Padli. S.Pd.
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 02 September 2020.
Sumber: Bukit Pendape. Kelompok Wisata Hutan Bukit Pendape Lestari. Ketua Pelaksana; Aprianto.
 
Sy. Apero Fublic

Mengenal Air Terjun Badegung.

Apero Fublic.- Muara Enim. Menghabiskan waktu senggang diakhir pekan, atau liburan dihari-hari libur panjang. Adalah suatu agenda yang sangat positif untuk menghilangkan depresi, tekanan mental, dan rasa bosan. Liburan dapat menyegarkan semangat kita kembali serta membuat rileks. Apalagi kalau liburan ditemani oleh orang-orang yang Anda sayangai.

Kabar wisata kali ini, mengulas sebuah lokasi wisata yang sangat indah. Yaitu wisata alam air terjun Badegung. Air Terjun Badegung terletak di Desa Badegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Air Terjun Badegung diperkirakan memiliki ketinggian 90 sampai 100 meter.

Air Terjun Badegung ramai dikunjungi wisatawan saat libur akhir pekan atau masa-masa libur panjang. Untuk informasi tiket masuk kawasan wisata air terjun ini. Pada hari-hari biasa antara lima sampai sepuluh ribu. Sedangkan saat libur panjang dimana pengunjung padat dapat naik antara sepuluh sampai dua lima ribu rupiah. Informasi tiket ini tidak menjadi patokan, karena dapat berubah disetiap waktu.

Di sekitar lokasi air terjun terdapat beberapa fasilitas umum, seperti toilet atau WC, lapangan parkir, dan jalan setapak untuk akses lokasi. Terdapat juga warung-warung dan tempat menginap. Kawasan wisata Air Terjun Badegung sudah cukup memadai untuk Anda yang ingin berwisata. Baik bersama sahabat-sahabat, keluarga kecil Anda, atau bersama keluarga besar.

Air Terjun Badegung adalah salah satu anugerah dari Bukit Barisan. Dimana banyak ditumbuhi pepohonan dan banyak menyimpan air sehingga membuat Air Terjun Badegung tidak pernah kering. Hal ini juga mengisyarakatkan kalau kita harus mencintai alam. Sangat banyak hal yang diberikan alam pada kita. Sudah sepatutnya kita memberikan balasan yang baik pada alam kita, yaitu menjaga alam.

Saat berkunjung usahakan jangan membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik. Jangan pula membuang sampah plastik di aliran sungai. Jangan berbuat melanggar norma-norma susilah dan norma adat atau norma agama. Jadikan tempat wisata sebagai tempat yang baik dan bercitra baik. Selamat berkunjung ke wisata alam Air Terjun Badegung.

Oleh. Adi Saputra, S.IP.
Editor. Selita. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Foto Dock. Adi Saputra.


Sy. Apero Fublic.

8/31/2020

Susus Kambing Etawa: Susu Radik Coklat.

Apero Fublic.- Susu Radik Coklat adalah susu kambing etawa dalam bentuk bubuk yang diformulasikan spesial dibandingkan susu kambing etawa bubuk dipasaran pada umumnya. Susu Radik Coklat ini mengandung komposisi seperti krimer nabati, susu kambing bubuk, gula pasir, dan kakao bubuk.

Susu Kambing
Dari hasil penelitian para ahli, bahwa kandungan susu kambing adalah kalium (pottasium) yang sangat bermanfaat menstabilkan tingginya tekanan darah. Mengatur fungsi kerja jantung dan menekan resiko terkena arteriosclerosis dan mengurangi seseorang mengalami resiko terkena penyakit stroke dan jantung.

Keunggulan susu kambing dibanding susu lainnya, yaitu mempunyai sifat antiseftik alami dan bisa membantu menekan pembiakan bakteri dalam tubuh. Hal ini disebabkan adanya fluorin yang kadarnya 10-100 kali lebih besar dari pada susu sapi, bersifat basah (alkaline food) sehingga aman bagi tubuh. Proteinnya lembut, efek laktasennya ringan, sehingga tidak menyebabkan diare.

Lemaknya mudah dicerna karena mempunyai tekstur yang lembut dan halus lebih kecil dibandingkan dengan butiran lemak susu sapi atau susu lainnya. Dan juga bersifat homogen alami. Hal ini mempermudah untuk dicerna sehingga menekan timbulnya reaksi-reaksi alergi.

Susu kambing dipercaya memiliki berbagai mamfaat luar biasa bagi kersehatan diantaranya, memiliki sifat anti-inflamasi alami. Mengandung asam lemak essensial, memperbaiki sistem pencernaan, bertindak sebagai agen metabolik, mencega osteoporosis. Sebagai nutri baik dan alami.

Dapat mengobati penyakit TBC dan asthma. Baik untuk ibu hamil dan menyusui, membantu mengobari alergi. Menjaga stamina dan dayatahan tubuh bagi penderita anemia dan wanita yang sedang haid. Baik bagi penderita kelainan fungsi ginjal. Sebagai obat terapi penyembuhan asam urat.

Mengatasi masalah impotensi atau frigiditas serta meningkatkan vitalitas pria dan wanita dewasa. Membantu mengurangi keluhan yang diakibatkan sakit kanker. Memperbaiki kondisi jaringan lemak sehingga dapat menghaluskan kulit. Mengandung Zincum (Zn) yang berfungsi membentuk sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Membantu kerja pankreas sebagai penghasil dan pembentuk insulin yang berguna bagi penderita diabetes atau kencing manis. Mengandung Ribobflavin (Vitamin B2 dan B3), yang berfungsi menumbuh kembangkan sel otak dan sel sistem saraf sehingga baik bagi kecerdasan anak dan menurunkan frekuensi serangan migrain.

Saran penyajian, tuangkan satu sachet ke dalam satu cangkir (150 cc) air panas, aduk hingga larut sempurna berlawanan arah jarum jam dan sebaiknya diminum selagi hangat. Sebaiknya minum susu kambing dua gelas sehari untuk menjaga kesehatan tubuh.

Netto. 125 gram
Badan POM MD 603112001054.
Kontak: 089607544565.

Oleh. Padli. S.Pd.
Editor. Selita. S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 31 Agustus 2020.

Sumber: Katalog produk PT. Natural Nusantara.

Sy. Apero Fublic.

Naskah Klasik: Kaba Si Manjau Ari

Apero Fublic.- Kaba adalah jenis kesastraan klasik yang berasal dari daerah Melayu Minangkabau. Kaba sama halnya dengan hikayat pada sastra klasik Melayu lainnya. Kaba cerita bersifat fiksi atau hasil hayalan dan murni imejinasi penulisnya.

Kaba memuat nasihat dan hiburan untuk para pembacanya. Perbedaan kaba dengan dongen terletak pada situasi dan pemeranan. Kalau dongeng semuanya di dunia hayalan. Sedangkan kaba situasinya menggambarkan sosial masyarakat tertentu.

Keajaiban hanya pada saat-saat tertentu. Dengan jalan cerita penokohan orang yang selalu tiga beralur. Masa anak-anak yang berbakat, masa dewasa dengan cobaan dan penderitaan, alur ketiga kemenangan dan kejayaan.

KABA SI MANJAU ARI

Kaik bakaik rotan sago.
Takaik di aka baha.
Sampai ka langik tabarito.
Jatuah ka bumi jadi kaba.
 
Takaba takadia Allah.
Takaba Datuak Bandaharo.
Itulah urang nan urang.
Gadangnyo indak mambali.
Kayonyo sunduik-basunduik.
Gadangnyo asa barasa.
Pusako turun dari nyinyiaknyo.
Indak basimpang basapiah babalahan.
Mangkuto dalam nagari.
Iyo nagari Padang Tarok.
Nagari nan limo koto.
Suaian sungai balantiak.
Nan tacelak tampak jauah.
Nan tabirumbun tampak hampiang.
Nan tasabuik ka kaluaran.
Palentahnyo sadang baturuik.
Titahnyo sadang bajujuang.
Katonyo sadang badanga.
Membunuah indak mamampeh.
Iolah Datuak Bendaharo.
Urang baduo bapadusi.
 
Dek lamo bakalamoan.
Lah sabulan duo bulan.
Lah sampai pulo samusim.
Sakitu lamo babaua.
Bamimpi Puti Lindungan Bulan.
Mimpi mamaluak gunung.
Mimpi mampasalendang bulan.
Bak itu mimpi padusinyo.
Dikatokanyolah mimpinyo itu.
Kepado Datuak Bendaharo.
“Kalau bak itu mimpi adiak.
Tando nagari ka bahunyi.
 
Dek lamo bakalamoan.
Lah dalam tian anyolai.
Tibo diukua dijangkonyo.
Lah sampai sabilangan.
Lah lahia pulo anaknyo.
Sahari ado sahari bakato.
Lah dapek namo jo galanyo.
Le ketek si Manjau samiang.
Lah gadang si Manjau Ari.
Di maso sahari lahia.
Tibo di lantai, lantai patah.
Tibo di rusuak, rusuak kuduang.
Tibo di sandi, sandi balah.
Itulah kabasaran si Manjau.
Bakato Mande Bapaknya:
“Anak kanduang darehlah gadang.
Pamupui malu di kaniang.
Pambangkik batang tarandam.
Pamenan hati jo mato.
Ubek jariah palarai damam.
Hubungan nyao rangkai hati den.
Anak kanduang si Manjau Ari.
        Dipilin sapilin lai.
        Tapilin urek mangkudu.
        Ditindin satindin lai.
        Lah tahu tagak di pintu.
Gadang bak diambak-ambak.
Tinggi bak dibubuik-bubuik.
Bak lobak dipanyiaran.
Bak jaguang tangah duo bulan.
...............................................
Cuplikan tersebut terdiri dari halaman 13 dan 14 pada buku dokumentasi kaba si Manjau Ari. Berikut ini, cuplikan naskah kaba si Manjau Ari bagian lembar terakhir.
 
Di rumah Puti Kasumbo.
Inyo lah naiak ka ateh rumah.
Barapolah suko Mande Rubiah.
Mancaliak anak jo minantu.
 
Bakato Puti Kasumbo:
“Amai den Mande Rubiah!.
Tinggalah mande di rumah.
Mak kami pai jo si murai.
Lamo lambek marusuah juo.
Mak kami manataplah disanan.”
 
Manjawab Mande Rubiah:
“Anak kah diam disanan.
Samo disanan malah kito.
Biak mak tingga rumah gadang.”
Lah diangkui pakaian rumah.
Rumah tingga indah baisi.
Lah bajalan inyo sadonyo.
Sampailah kah rumah si murai.
 
Tacanang Mande si Manjau.
Mancaliak urang mambao baban.
Agak tacameh dalam hati.
Balari Putih Kasumbo.
“Mak sanang hati si Murai.
Lah barangkuik kami kamari.”
 
Menjawab mande si Murai.
“Anak kanduang Puti Kasumbo!.
Itulah nan den niat bana.
Nak buliah basuko-suko.”
Kununlah Mande Rubiah.
Inyo basuo anyolai.
Sadangnyo Puti Lindungan Bulan.
 
Dek lamo barundiang-rundiang.
Bakato Mande si Manjau:
“Kak hai Mande Rubiah!.
Heranlah hambo mamandangi.
Anak kanduang Puti Kasumbo.
Dek cadiak bijaksananyo.
Dek panjang aka jo budi.
Nan tak ka dapek di nyo dapek.
Barapolah silang jo salisiah.
Nan kusuik salasai di nyo.
Nan karuah dipajaniahnyo.
Nan buruak dipaeloknyo.
Kok nan jauah di japuiknyo.
Itu pandainyo Putih Kasumbo.
Utang adat tabayia di nyo.
Itulah karajo nan lah habih.”
Sudahlah kaba hinggo itu.
Bohong urang kami tak sato.
Duto urang kami tak tahu. (H. 138-139).
*TAMAT*

Transliterasi naskah kaba ini tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesia. Sehingga cuplikan hanya menampilkan bahasa Melayu Minangkabau saja. Tapi sudah cukup untuk memberikan informasi bagi Anda pecinta sastra Indonesia terutama sastra klasik Nusantara.

Rewrite. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2020.
Sumber: Balai Pustaka. Kaba Si Manjau Ari. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986.

Sy. Apero Fublic.

8/30/2020

Mengenal Wisata Danau Shuji. Lembak-Muara Enim

Apero Fublic.- Lembak-Muara Enim. Kabar wisata kali ini membahas kawasan wisata alam, Danau Shuji Lembak. Sebuah kawasan wisata yang mengelolah keindahan sebuah danau. Secara administratif Danau Shuji Lembak terletak di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Pengunjung Danau Shuji hampir setiap hari ada yang datang. Pengunjung akan lebih banyak di hari-hari libur. Pengunjung akan membludak apabila memasuki masa liburan panjang misalnya hari raya idul fitri atau idul adha dan libur akhir tahun. Yang datang berkunjung terdiri dari berbagai kalangan masyarakat.

Danau Shuji yang berair jernih dan sangat indah. Gazebo tepian yang unik, jembatan kayu yang menarik. Membuat perpaduan konsep tradisional-alam menjadi natural. Terdapat jasa penyewaan perahu dan bebek-bebekan yang akan memanjakan pengunjung. Panganan tradisional juga tersedia disekitar tempat wisata Danau Shuji Lembak.

Bagi pengunjung yang datang harap menjaga adab dan adat istiadat. Jangan berbuat tidak sopan dan tidak layak. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik.

Pada awalnya Danau Shuji hanyalah kawasan penampungan air alami biasa. Yang tidak terawat dan dipenuhi semak dan sampah alam.

Begitu juga dari sisi kiri dan kanan juga ditumbuhi semak-semak dan pepohonan liar. Kemudian para pemuda Desa Lembak yang kreatif dan berpikir maju. Mengubah Danau Shuji menjadi kawasan wisata alam yang indah.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar. Nama Shuji diambil dari nama seorang perwira Jepang pada masa pendudukan Militer Jepang di Indonesia. Perwira bernama Shuji membangun tempat tinggal di tepian danau tersebut.

Mungkin sang perwira ingin mendapati suasana yang damai dan tenang. Seandainya Jepang berkuasa terus kemungkinan disana menjadi milik Jepang. Beruntung Indonesia merdeka dan Danau Shuji menjadi milik rakyat.

Oleh. Padli. S.Pd.
Editor. Selita. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 31 Agustus 2020.


Sy. Apero Fublic.