Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

8/31/2021

PROKES KETAT: Musi Banyuasin Bakal Gelar Kejurnas Motoprix.

Pembalap Bakal Rebut Piala  Presiden di Musi Banyuasin.

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Kabar gembira untuk para pencinta Motoprix tanah air, karena dalam waktu dekat Ajang Kejuaraan Nasional Motoprix Region A putaran 3 Sumatera Selatan dan Piala Presiden RI siap digelar di Sirkuit Internasional Skyland Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin.

Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19, Pemkab Musi Banyuasin memastikan pelaksanaan Ajang Kejuaraan Nasional Motoprix Region A Putaran 3 Sumatera dilaksanakan dengan ketat, dan sesuai dengan prokes COVID-19. Selain itu, para pembalap yang akan ikut ajang Kejurnas nanti wajib mengantongi hasil Swab PCR atau Rapid Antigen dari daerahnya masing-masing.

"Siapapun yang datang ke Muba terkait dengan kegiatan ini, harus membawa surat keterangan vaksin. Disamping mereka sudah mengantongi surat Swab PCR, kita juga harus tetap lakukan tes Rapid Antigen secara gratis sehingga tidak memberatkan para peserta, hal ini kita lakukan sebagai antisipasi dan bentuk kehati-hatian kita, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Apriyadi.

Pada kesempatan ini, Kepala Dispopar Muba Muhammad Fariz SSTP MM mengungkapkan ada tiga kelas yang dilombakan pada kejuaraan ini yakni Kelas Kejurnas, Kelas Pendukung/Supporting, dan Kelas lokal Muba. Ada beberapa kelas yang dilombakan diantaranya, Bebek 4 TAK 150 cc tune up injeksiexpert, Bebek 4 TAK 150 cc tune up injeksi novice, Bebek 4 TAK 150 cc standard injeksi rookie.

Selanjutnya, kelas pendukung supporting diantaranya Bebek 4 TAK 150 cc tune up mix open (MP3), Bebek 4 TAK 125 cc tune up mix open (MP 6), Bebek 2 TAK 116 cc standard open, Bebek 2 TAK 125 cc Underbone open, Sport 144 cc open, sport s/d 155 cc super pro, matic 130 cc tune up open. Sedangkan, kelas lokal Musi Banyuasin Bebek 4 TAK 150 cc tune up mix (MP3), Bebek 4 TAK 125 cc tune up mix (MP 6).

"Kegiatan event ini akan kita laksanakan pada tanggal 18-19 September 2021 mendatang di Sirkuit Skyland Internasional Sekayu, dan akan disiarkan secara virtual (Livestreaming) tanpa penonton. Untuk itu, kami mohon bantuan dan dukungan dari seluruh OPD untuk menyukseskan acara ini," terang Fariz.

Sementara, Ketua Pengprov IMI Sumatera Selatan Augie Bunyamin menyatakan bahwa pihaknya sudah siap dari keseluruhan dan tinggal menunggu kebijakan dari Pemkab Muba.

"Intinya kami siap dan InsyAllah besok kita akan layangkan surat dan akan segera berkoordinasi,"tandas Augie. (HS).

Editor. Desti, S.Sos. 
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 1 September 2021.

Sy. Apero Fublic

Pustakawan Harus Multitalent.

APERO FUBLIC.- Pernahkah kalian mendengar istilah pustakawan?. Apa yang kalian ketahui tentang pustakawan?. Dalam kesempatan ini kita akan membahas apa itu pustakawan. Pustakawan merupakan sebuah profesi yang berkecimpung dengan dunia buku. Di sisi lain, seorang pustakawan juga dituntut untuk giat membaca.

Sebagai bentuk pengembangan kepentingan profesinya. Seperti pengembangan pengetahuannya dibidang disiplin ilmu pengetahuan. Sekaligus juga bentuk pengembangan kepribadian, intelektualitasnya serta intuisinya sebagai seorang pustakawan. Sehingga, di dalam perpustakaan dirinya memiliki fungsi sosial, fungsi komunikasi dan fungsi informasi, bukan hanya sebatas penjaga gudang buku.

Pustakawan secara formal lulusan dari sebuah Perguruan Tinggi. Mempelajari dan menguasai ilmu tentang perpustakaan. Gelar akademisi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang lulusan dari jurusan ilmu perpustakaan adalah S.IP yang berarti Sarjana Ilmu Perpustakaan. Banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang jurusan Ilmu Perpustakaan. Banyak yang bertanya-tanya apalagi adik-adik yang baru lulus SMA (Sekolah Menengah Ata).

“Memangnya ada ya, kuliah jurusan Ilmu Perpustakaan?,” Begitulah mungkin pendapat dari masyarakat luas. Tidak heran kalau banyak kalangan yang bertanya demikian. Memang di tengah masyarakat kita kuliah dibidang Ilmu Perpustakaan masih asing. Belum banyak Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan tersebut.

Sebab dalam pandangan masyarakat seorang penjaga perpustakaan saja, tentu tidak perlu lulusan perguruan tinggi. Karena masyarakat belum tahu fungsi dan baiknya sebuah perpustakaan dikelolah dengan baik dan rapi.         Sebab pustakawan menguasai bidang keilmuan dan karakter literasi sehingga mampu menjadi penggerak perpustakaan dengan baik. Maka dari itu, berbeda sekali antara penjaga gudang buku dan pustakawan.

Bahkan penulis pada awalnya tidak mengetahui adanya jurusan Ilmu Perpustakaan. Baru tahu dan masuk kulia Ilmu Perpustakaan atas saran ibu penulis. Wajar, sebab kurangnya pengetahuan masyarakat dan kurang populer karena jurusan Ilmu Perpustakaan terbilang baru di Indonesia.

Di sisi lain dalam pandangan masyarakat umum, mungkin untuk menjadi seorang pustakawan tidak perlu banyak ilmu karena hanya duduk di meja pengunjung dan mencatat nama pengunjung. Sehingga mereka menganggap bahwa pustakawan adalah profesi yang sangat mudah bahkan seseorang yang tidak menjalani perkuliahan pada jurusan Ilmu Perpustakaan pun dapat menjadi pustakawan. Banyak hal yang tidak diketahui orang-orang tentang tatakelolah perpustakaan.

Menjadi pustakawan harus menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan tentang tatakelolahnya, seperti pengkatalogan buku dan non buku, klasifikasi buku, automasi perpustakaan, kearsipan, bahkan aplikasi teknologi informasi, ilmu komunikasi dan sebagainya.

Selain ilmu-ilmu bidang kearsipan dan tatabuku. Seorang pustakawan juga harus banyak pengetahuan terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan tentang literasi. Misalnya adanya pengunjung ingin mencari referensi tentang suatu displin ilmu. Seorang pustakawan harus dapat menunjukkan tempat dan jenis-jenis buku. Sehingga pengunjung terbantu dan mudah dalam mencari buku.

Sehingga untuk menjadi seorang pustakawan haruslah orang yang memiliki multitalent. Bayangkan saja apabila di dalam sebuah perpustakaan terdapat pustakawan yang tidak menguasai bidang apa pun. Maka akan sangat kacau perpustakaan tersebut, mulai dari tata kelolah adminsitrasi buku sampai dengan klasifikasi bidang keilmuan.

Lalu seorang pemustaka atau pengunjung akan sangat kebingungan mencari literasi yang dia inginkan. Kalau pun berjumpa dengan bidang ilmu yang dia inginkan, pastilah dia sudah membongkar dan membolak-balik satu demi satu buku di dalam perpustakaan tersebut. Tentu sangat melelahkan karena perpustakaan memiliki banyak koleksi buku-buku.

Dengan demikian perpustakaan akan kacau dan buku berantakan selalu. Pengunjung akan malas datang ke perpustakaan. Kalau demikian akankah perpustakaan itu berkembang dan lebih maju?. Lalu adakah kenyamanan di dalam perpustakaan yang berantakan itu?. Apakah dapat orang membedakan antara gudang buku dengan perpustakaan lagi?. Ada pepatah berkata, “Perpustakaan adalah jantungnya kampus.” Bagaimana kalau jantung tidak berfungsi. Tentu kampus layaknya zombi-zombi yang berjalan tapi tidak hidup lagi. Apakah lulusan pada universitas tersebut patutu diperhitungkan?.

Selain itu, perpustakaan juga jantung sekolah, jantung masyarakat dan jantungnya negara. Dimana kecerdasan dan intelektual masyarakatnya dapat dikembangkan. Sekaya apapun dan sebesar apapun sebuah bangsa kalau dihuni rakyat bodoh tetap akan hancur juga. Dimana kesejahteraan dan keadilan hanyalah omong kosong belaka. Itulah sebabnya sebuah perpustakaan memerlukan seorang pustakawan. Bukan pustakawan penjaga gudang buku, tapi pustakawan yang multitalenta.

Multitalenta jangan hanya ditapsirkan sebatas Ilmu Perpustakaan saja. Misalnya diadakan suatu kegiatan atau seminar digedung perpustakaan. Apa bila pemandu acara berhalangan hadir, seorang pustakawan harus dapat dan siap menggantikannya. Sebagaimana pustakawan semasa kuliah sudah dibekali ilmu komunikasi. Bekerja pada sebuah perusahaan seorang lulusan Ilmu Perpustakaan dapat menjadi  arsiparis (yang mengurus kearsipan) sebagaimana dia dibekali ilmu tentang kearsipan.

Jika dibandingkan antara tugas seorang guru dengan seorang pustakawan tidak jauh berbeda. Karena seorang pustakawan dituntut untuk menguasai segala macam disiplin ilmu pengetahuan dan informasi literasi. Perbedaan keduanya, seorang guru membagikan ilmu pada murid-muridnya dengan cara mengajarkan. Sedangkan pustakawan membagikan ilmu secara tidak langsung, dia memberikan ilmu pada pemustaka saat dia berkunjung. Dan pemustaka diminta belajar mandiri. Sementara pustakawan akan memandu dan mengarahkan tentang literasi yang pemustaka inginkan.

Pada intinya, pustakawan bukanlah sebuah profesi yang hanya duduk untuk menjaga perpustakaan dan buku-buku saja. Tetapi tugas pustakawan lebih berat lagi dari itu. Jangan meremehkan profesi pustakawan, sebab disana terdapat tugas mulia. Profesi sebagai pustakawan sama halnya dengan profesi lainnya. Kita hidup memiliki jalan dan takdir masing-masing. Cita-cita dan pengabdian pada masyarakat yang berbeda-beda. Ingat, memberikan ilmu yang bermanfaat pada manusia, adalah amal jariyah. Bangga menjadi seorang pustakawan.

Oleh. M. Bimo Jati Atmojo
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Parodi Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

PKK Musi Banyuasin Gelar Rakor Program Kerja Bunda PAUD

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Bertempat di Sekretariat PKK Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (31/8/2021) Bunda PAUD Kabupaten Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza bersama jajaran melaksanakan Rapat Koordinasi Program Kerja terkait Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI). Bunda PAUD Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza mengharapkan Program Kerja Pokja Bunda PAUD di Muba dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

"Satu hal yang kita ketahui, PAUD HI ini harus digarisbawahi bagaimana pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat menjadi menyeluruh dan terintegrasi. Kita harus melaksanakan pelayanan secara terpisah di beberapa tempat layanan. PAUD HI sama dengan kurikulum terpadu, tetapi mungkin juga dilaksanakan secara terpisah di tiap pelayanan. kita harus juga membuat kurikulum individual ditempat masing-masing," terang Thia.

Dia juga menekankan cara penyampaian ke masyarakat sehingga layanan yang diberikan kepada anak-anak, PAUD HI tidak berbeda dengan kurikulum meski ketersediaan tempat berbeda hingga  mengharuskan pelayanan secara terpisah.

"PAUD Holistik Integratif itu artinya semua harus terkoordinasi dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait. Kita harus bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kemajuan PAUD di Muba. Semoga, layanan yang kita berikan kepada anak-anak tetap mendapatkan kurikulum yang sama dan tidak berbeda," ungkap Thia.

Dalam kesempatan ini, ketua Pokja Bidang Pendidikan Herliyani Yusuf menjelaskan bahwa PAUD Holistik Integratif guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal demi mewujudkan anak sehat, cerdas, berkualitas dan kompetitif.

Program kerja Pokja Bunda Paud ada 5 yaitu rapat koordinasi internal pokja Bunda PAUD, rakor dengan Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa dan lurah, penguatan kapasitas Bunda PAUD tingkat kecamatan/desa/lurah, pendampingan ke 3 PAUD Binaan Kabupaten oleh OPD terkait/mitra Pokja Bunda Paud. Dan yang kelima adalah monev program kerja PAUD ke 3 kecamatan.

"Untuk kegiatan pertama kali ini, penyampaian kesempatan untuk 5 kegiatan. Kegiatan ini Sudah terbentuk 30 PAUD binaan dan dari Kabupaten Muba ada 3 PAUD binaan. Kami juga mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan berupa permainan diantaranya ayunan. Semoga program ini bisa kita jalankan sesuai dengan harapan bersama," katanya.

Kepala Dikbud Muba Musni Wijaya diwakili Kabid Paud dan TK Drs RR Gunawan MM dalam paparannya, menjelaskan Program PAUD Holistik Integratif tersebut merupakan sebuah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan terkait secara simultan, sistematis, dan integrasi.

PAUD HI ini merupakan program yang sudah diprogramkan oleh kementerian pusat, bahwa sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan negara.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pencapaian tumbuh kembang optimal sangat ditentukan kualitas perkembangan anak selama periode, yaitu sejak janin, anak usia 6 tahun yang terlihat dari meningkatkannya drajat kesehatan gigi.

"Anak dari umur nol sampai enam tahun harus dipersiapkan sedini mungkin, baik itu pendidikannya, layanan gizi dan kesehatannya, pengasuhannya, dan juga perlindungannya," tandasnya.

Terakhir, mewujudkan PAUD yang Holistik Integratif merupakan tanggung jawab bersama orang tua, Bunda PAUD provinsi dan kabupaten/kota, seluruh seluruh pemangku kepentingan. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

Aplikasi MCP Selaras dengan Visi Misi Bupati Dodi Reza

Sinergi dan Realisasi Nyata Cegah dan Berantas Korupsi.

APERO FUBLIC.- Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengikuti rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah secara Nasional (Rakorwasdanas) 2021 dan Launching Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Centre Prevention (MCP) Pencegahan Korupsi Oleh Kemendagri, KPK dan BPKP untuk Mendorong Tata Kelola Pemerintah Daerah Secara Virtual, Selasa (31/8/2021).

Rakorwasdanas dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. Dalam arahannya Tito menyampaikan, untuk seluruh Kepala Daerah harus mendukung MCP Pencegahan Korupsi dengan menugaskan para Inspektur di masing-masing Daerah agar tersambung dengan sistem MCP. Pengelolaan bersama MCP bertujuan untuk mendorong Pemerintah Daerah dapat melakukan transpormasi nilai dan praktek Pemerintahan Daerah sehingga tercipta tata kelola Pemerintahan Daerah yang baik.

Intervensi yang dapat dilakukan Kemendagri sebagai fungsi Pemerintah dan Pengawasan umum diantaranya perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, dana Desa, optimalisasi pendapatan Daerah dan manajemen aset Daerah.

"Untuk itu, diharapkan agar Kepala Daerah terutama Badan Perencanaannya harus bisa memastikan bahwa rencana yang di buat sudah tepat,"ungkapnya. 

Lanjutnya, tindakan dalam pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan oleh KPK. Penguatan APIP salah satu faktor penting pemberantasan korupsi. Maka perlu dikuatkan dari sisi lembaga, anggaran dan SDMnya.

Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) merupakan instrumen pertama Pemerintah yang melakukan deteksi dini agar jangan terjadi penyimpangan anggaran atau keuangan dalam pelaksanaan kebijakan.

"Semoga APIP dapat menjadi mitra yang baik dan diperhatikan perannya. Untuk itu, APIP yang beranggotakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Kementerian/Lembaga dan Inspektorat Daerah baik Provinsi, Kabupaten/kota, harus dapat saling bersinergi dengan mengutamakan pencegahan sebelum penindakan," ulasnya.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, KPK telah membangun dan secara berkala mengembangkan aplikasi MCP untuk mengukur capaian keberhasilan perbaikan tata kelola pemerintahan. Bahkan KPK mengkoordinasikan dengan menyelaraskan kewenangan yang dimiliki Kemendagri dan melibatkan seluruh perwakilan BPKP di daerah untuk melakukan monitoring, pendampingan dan pengawasan atas implementasi 8 area perbaikan tata kelola Pemda yang terangkum dalam MCP.

Adapun kedelapan area tersebut adalah Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Pengawasan APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah, Manajemen Aset dan tata kelola keuangan desa.

"Semoga melalui MCP dapat memperkuat tata kelola pemerintah daerah agar lebih baik, yang berlangsung secara kontinyu, masif dan terukur," ucapnya.

Sementara Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, pihaknya tentu akan selalu proaktif dalam pemberantasan korupsi yang salah satunya adalah dengan terus melakukan pencegahan agar tidak terjadi praktik korupsi.

Melalui aplikasi MCP yang digunakan untuk mengukur capaian keberhasilan perbaikan tata kelola pemerintahan. "Semoga ini dapat bermanfaat dengan baik, sehingga yang di harapkan berupa peningkatan pelayanan publik dan terwujudnya penyelenggaraan Pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi, dapat tercapai dengan baik," pungkasnya.

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic.

KUPA PPASP R-APBD Musi Banyuasin TA 2021 Disetujui.

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) R-APBD Perubahan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021, disepakati bersama oleh DPRD dan Pemkab Muba. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan bersama antara Bupati Muba dan Pimpinan DPRD Muba pada Rapat Paripurna DPRD Masa Persidangan III Rapat ke-18, Kamis (ertempat di Ruang 31/8/2021) di ruang rapat Paripurna DPRD Muba, Selasa (31/8/2021)

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Muba Sugondo SH dan Wakil Ketua DPRD Jon Kanedy SH dan H Rabik SE. Dari eksekutif hadir Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi. Seluruh anggota DPRD Muba dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta pimpinan OPD d Pemkab Muba yang hadir secara virtual.

Bupati Dodi Reza menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi serta penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Ketua, Wakil Ketua dan seluruh Anggota Banggar yang telah membahas Rancangan KUPA PPASP Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021.

“Kami menyadari ditengah COVID-19 yang masih melanda dunia pada umumnya dan Kabupaten Muba Khususnya, tentu banyak hal yang menjadi kendala bagi kita dalam melaksanakan kegiatan yang sudah kita rancang pada awal tahun namun belum terlaksana secara maksimal. Hal ini akan kita upayakan lagi pada pelaksanaan program dan kegiatan tahun berikutnya,” ucap Bupati Muba.

“Meskipun masih adanya perbedaan pendapat dan persepsi dalam rangkaian pembahasan. Namun semangat musyawarah dan mufakat semangat kemitraan yang tinggi antara Pemerintah Daerah dan DPRD, membuat kita telah dapat menyelesaikannya dengan baik dan DPRD dapat menyepakati KUPA-PPASP Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021,"ujar Dodi

Setelah dilaksanakannya persetujuan bersama antara Badan Anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Muba. Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan nota kesepakatan persetujuan yang dilakukan oleh Bupati, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muba yang disaksikan oleh Sekretaris Dewan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

8/30/2021

Aksi "ASN Peduli Bencana" Dimulai di Musi Banyuasin

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. Keren, sebagai pelayan masyarakat, Pemkab Musi Banyuasin dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA  kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat melalui Aksi ASN Peduli Bencana. Jika selama ini seluruh ASN sudah menyisihkan 2,5 persen gaji untuk zakat, kali ini TPP seluruh ASN  disisihkan untuk bencana termasuk menanggulangi pandemi COVID-19.

Sekda Drs H Apriyadi MSi merincinya saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Pelaksanaan Aksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli Bencana,  bersama seluruh OPD dan Camat, di Ruang Rapat Serasan Sekate Gedung Pemkab Muba, Senin (30/8/2021).

Tidak banyak daerah yang mengambil langkah ASN Peduli Bencana yang sangat luar biasa ini. "Sesuai dengan arahan pak Bupati Dodi kita harus memberikan bantuan dan kontribusi yang besar kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Jadi program aksi ASN Peduli Bencana ini segera kita mulai tahun ini. Ini donasi untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. InsyaAllah rencana yang akan kita jalani ini direstui Allah SWT," ungkap Apriyadi.

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Muba, Sunaryo SSTP MM mengatakan terkait penyaluran bantuan, akan dilakukan pendataan untuk calon penerima bantuan memakai pola by name by address.

"Kalau dananya sudah terkumpul nanti, kami akan segera menggelar rapat, dan tim akan segera menentukan jenis bantuan per Kepala Keluarga (KK), dan menentukan berapa jumlah KK penerima bantuan di setiap kecamatan. Jika data sudah tepat, kita langsung menyerahkan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan", terangnya.

Kepala BPKAD Muba Mirwan Susanto SE MM diwakili Kabid Pembendaharaan Ariyanto menjelaskan mekanisme pelaksanan program ASN Peduli Bencana.

Menurutnya, program ASN Peduli Bencana adalah salah satu program penggalangan dana yang bersumber dari pembayaran (Tambahan Penghasilan Pegawai) TPP ASN di lingkungan Pemkab Muba sebesar 2,5% dari TPP netto yang diterima ASN dan diperuntukkan sebagai wujud peduli dalam rangka membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, khususnya pandemi COVID-19di Kabupaten Muba.

"Bendahara pengeluaran masing-masing organisasi perangkat daerah/unit kerja melakukan pembayaran tambahan penghasilan kepada ASN yang tercatat daftar ASN organisasi perangkat daerah/unit kerja berkenaan setelah dikurangi dengan PPh 21 dan program ASN Peduli sebesar 2,5% dari TPP netto yang diterima ASN dan diperuntukkan sebagai wujud peduli ASN dalam rangka membantu masyarakat yang terkena bencana, khususnya dampak COVID-19. Selanjutnya, menyetorkan dana ini ke rekening satgas peduli bencana pada bank Sumsel Babel,"pungkasnya. (HS)

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

Hampir 100 Persen Warga Muba Ter-cover BPJS Kesehatan, Bupati DRA Dianugerahi Penghargaan.

Penghargaan BPJS Kesehatan Atas Capaian UHC.

APERO FUBLIC.- MUSI BANYUASIN. BPJS Kesehatan Cabang Palembang memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA atas komitmennya  mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Piagam penghargaan  diberikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang, Palembang Rudhy Suksmawan Hardhiko usai penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Kesehatan Cabang Palembang dan Pemkab Muba,  Senin (30/8/2021) di Sekayu.

Menurut Rudhy, penghargaan ini layak diterima Pemerintah Daerah Kabupaten Muba, karena  Muba salah satu dari enam kabupaten terbaik di Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai UHC 95,07% dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

“Perlu juga kami sampaikan bahwa Kabupaten Muba adalah kabupaten pertama di Sumsel yang telah berhasil mencapai UHC. Hal ini sejalan dengan RPJMN Pemerintah Pusat, artinya seluruh penduduk sudah dijaminkan kesehatannya. Tentunya ini adalah suatu prestasi yang luar biasa bagi Kabupaten Muba yang juga secara manfaat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Muba di tengah situasi pandemi saat ini tidak perlu khawatir lagi akan biaya pelayanan kesehatan, ” ujar Rudhy.

Bupati Dodi Reza menyampaikan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas capaian yang didapat di wilayah Kabupaten Muba. Dirinya menyebut, capaian yang diraih Kabupaten Muba merupakan hasil kerja keras bersama antara Pemerintah Kabupaten Muba dengan BPJS Kesehatan Cabang Palembang.

"Masuknya BPJS dengan pola sekarang ini, sudah jelas menurut Undang-undang semua jaminan kesehatan berpindah ke BPJS semua, oleh karena itu tidak memikirkan kerugian, kami Pemkab Muba bukan semata-mata mengejar UHC karena kami UHC dari 20 tahun yang lalu, namun kami mengejar pelayanan jaminan kesehatan masyarakat di Muba tidak terganggu oleh karena adanya BPJS," ujar Dodi.

Dikatakan Dodi, dengan berbagai konsekuensi tentu Pemkab Muba terima baik itu adanya kenaikan tarif sehingga Pemkab harus keluar biaya lebih besar.

"Nah kalau kami masuk dalam enam besar kabupaten di Sumsel, kami bersyukur namun bukan itu yang kami kejar, karena memang harus dipertahankan. Tapi yang saya sayangkan 60 % dari jumlah pesertaan itu, seluruhnya dibiayai oleh APBD sebesar 120 milyar lebih, bisa di cek di Provinsi Sumsel kita terbesar bayarannya," ujarnya.

Lanjut Dodi, oleh karena itu kepada pihak BPJS kiranya dibantu Pemkab Muba untuk melakukan pendataan ulang agar pembiayaan peserta BPJS dari APBN bisa ditambah lagi untuk Kabupaten Muba. Kemudian juga untuk perusahaan agar lebih di gencarkan  kepesertaan BPJS nya, bila perlu dibuatkan aturan, staf/karyawan wajib terdaftar BPJS.

"Pembiayaan 120 milyar tersebut kalau di anggarkan untuk pembangunan infrastruktur jalan, atau fasilitas lainnya untuk peningkatan pelayanan kesehatan tentu sangat berguna sekali,"pungkasnya.

Disela kegiatan Bupati Muba melakukan   penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Muba dan BPJS Cabang Palembang Sinergi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang jaminan kesehatan di Kabupaten Musi Banyuasin.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Bapeda Kabupaten Muba Drs Iskandar Syahrianto MH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Kepala Bagian Kerjasama Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, Perwakilan RSUD Sekayu serta Kepala Bidang Sumber Daya Umum Komunikasi Publik dan Hukum BPJS Palembang Hendra Kurniawan dan Kepala Kantor BPJS Sekayu Hamrizal. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

Tertarik Kualitas Kompetensi ASN Musi Banyuasin: STISIPOL Candradimuka Tawarkan Kerjasama.

Jajaran STISIPOL Candradimuka Palembang Sambangi Bupati Musi Banyuasin.

APERO FUBLIC.- MUBA-SEKAYU. Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menerima Audiensi Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Candradimuka Palembang, di ruang Audiensi Bupati Muba, Senin (30/8/2021).

Menurut Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Administrasi STISIPOL Candradimuka Palembang Desi Aryani SSos, audiensi dimaksudkan untuk menawarkan kerjasama kepada Pemerintah Kabupaten Muba dalam peningkatkan kompetensi SDM khususnya bagi ASN di Kabupaten Muba.

Kerjasama mencakup peningkatan kompetensi ASN, di jenjang S1, S2, dam S3, Jurusan Ilmu Pemerintahan dan Megister Ilmu Komunikasi.

"Kalau disini ada yang ingin kuliah namun terkendala oleh dana, kami juga ada program kuliah gratis bagi yang tidak mampu, bisa daftar ke kami kebetulan pendaftarannya belum ditutup. Itu bantuan dari Kementerian Pendiri, setiap tahun kami menerima 60 orang khusus S1," ujarnya.

Ia berharap kerjasama-kerjasama ini dapat ditindaklanjuti dengan MoU antara Pemkab Muba dan STISIPOL Candradimuka Palembang.

Menanggapi tawaran kerjasama tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sangat mengapresiasi, untuk mendorong berbagai kerjasama itu dalam bentuk kesepakatan atau MoU.

Dikatakan Dodi, sebelumnya Pemkab Muba sudah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam negeri, diantaranya UIN Raden Fatah Palembang, UNSRI, IPB, dan ITB sesuai dengan bidang masing-masing.

"Prinsipnya kami, alhamdulillah makin banyak perguruan tinggi bekerjasama dengan Muba makin bagus, untuk peningkatan kualitas SDM," ucapnya.

Bupati Dodi mengintruksikan Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah Kabupaten Muba untuk menindaklanjuti dan mengintensifkan lagi kerjasama-kerjasama dengan STISIPOL.

"Kalau untuk beasiswa kita prioritaskan dari Muba dulu, nanti yang berprestasi dari Sumsel selama tidak menyalahi aturan kita lakukan," imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya SSos MSi diwakili Kepala Bagian Bidang SMP Nazarul Hasan MPd menuturkan program beasiswa untuk S1, S2, dan S3 sudah dijalankan kembali. Untuk S1 kuota 470 orang, S2 140 orang, dan S3 5 (lima) orang.

"Alhamdulillah program beasiswa khusus untuk masyarakat Muba yang kuliah di universitas mana saja sudah dihidupkan kembali dua tahun terakhir ini tinggal kita tingkatkan lagi. Dari kuota tersebut sudah ada sebagian yang telah mendaftar," ungkapnya.

Turut hadir, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Kabag Kerjasama Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, dari STISIPOL Candradimuka Palembang, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dita Mayreista SH MH, Kepala Program Studi Magister Komunikasi Budi Santoso MCom, Kepala Pusat Karir Siti Lady Havivi MSoc SC, Dosen Ilmu Politik Ade Indra Chaniago MSi, dan Dosen Komunikasi Arif Ardiansyah. (HS).

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 30 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

8/28/2021

MUBA: Update COVID-19 Nihil Kasus Positif, Bertambah 10 Kasus Sembuh.

APERO FUBLIC.- MUBA-SEKAYU. Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (29/8/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus positif dan bertambah 10 kasus sembuh.

"Nihil penambahan kasus positif dan bertambah 10 kasus sembuh per 29 Agustus 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP.

Kadin Kominfo Muba ini merinci, hingga 29 Agustus 2021 ada sebanyak 2856 kasus, diantaranya 2628 kasus sembuh. "Lalu, 83 masih dirawat, dan 145 kasus meninggal dunia," urainya.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 29 Agustus 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan. (HS).

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 29 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

INFO VAKSIN: 96 Ribu Lebih Warga Musi Banyuasin Sudah Vaksin.

Serapan Nakes dan Petugas Publik Lampaui Target.

APERO FUBLIC.- MUBA-SEKAYU. Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, hingga Minggu (29/8/2021) mencatat sebanyak 96.903 warga Muba telah melaksanakan vaksin, bahkan serapan vaksin dinilai merata dan telah menyisir hingga kawasan pelosok.

"Sesuai arahan pak Bupati Dodi Reza warga Muba harus di fasilitasi suntik vaksin secara merata, berdasarkan data sudah 96.903 warga Muba yang sudah disuntik vaksin," ungkap Kadinkes Muba, dr Azmi Dariusmansyah Mars, Minggu (29/8/2021).

Azmi merinci, adapun sasaran dan jumlah yang sudah suntik vaksin diantaranya SDM Kesehatan 3.137 sasaran, untuk yang sudah vaksin pertama 3.364, vaksin kedua 3.046, vaksin ketiga 1.671 orang. Lalu, Lansia 38.695 sasaran, vaksin pertama 6.822, vaksin kedua 3.908 orang.

"Kemudian, petugas publik 32.671 sasaran, vaksin pertama 51.290, vaksin kedua 26.650 orang, masyarakat rentan dan umum 312.978 sasaran, vaksin pertama 33.066, vaksin kedua 11.419 orang, remaja 63.350 sasaran, vaksin pertama 1.447, vaksin kedua 191, dan gotong royong 914 sasaran," urainya.

Lanjutnya, untuk golongan tenaga kesehatan (nakes) atau SDM kesehatan dan petugas publik serapan nya melampaui target. "Jumlah sasaran nakes dan petugas publik sangat baik bahkan melampaui target," ujarnya.

Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengajak warga masyarakat Muba yang belum mengikuti vaksin untuk segera melaksanakan suntik vaksin. "Ayo kita semua harus ikuti rangkaian suntik vaksin, demi menjaga diri sendiri dan orang terdekat dari bahaya virus COVID-19," ajaknya.

Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini menyebutkan, Pemkab Muba bersama stakeholder akan terus memfasilitasi kebutuhan vaksin kepada seluruh elemen dan masyarakat di Muba yang benar-benar memenuhi syarat untuk disuntik vaksin.

"Dalam upaya percepatan serapan pelaksanaan vaksin ini akan terus kita gencarkan, demi masyarakat Muba akan kita sisir hingga daerah pelosok yang ada di Muba," tandasnya. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 29 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

Andai-Andai: Lubuk Lesung dan Raksasa Ompong

APERO FUBLIC.- Dikisahkan pada suatu masa yang lampau, terdapat sebuah Talang orang Melayu di pedalam Sumatera Selatan. Masa itu, manusia masih sedikit dan kehidupan sangat tradisional sekali. Belum ada kerajaan-kerajaan, masyarakat masih hidup dalam kelompok-kelompok yang dipimpin orang yang dituakan. Pemimpin dipilih dan mereka menggelari pemimpin dengan, Datu. Talang tersebut bernama Talang Gajah Mati. Nama diberikan karena kelompok pendiri Talang menemukan seekor gajah yang sudah mati di dalam sebuah sungai kecil di sisi Talang.

Masa itu, tersebutlah seorang datu yang baik hatinya. Dia memimpin dengan adil dan bijaksana, sehingga warganya menyayanginya. Nama beliau Tan Maranu, dan istrinya bernama Tan Manana.  Namun, telah lama dia hidup berumah tangga dengan istrinya, namun belum juga mendapatkan seorang anak pun. Suatu saat bedoalah datu itu pada yang maha kuasa dengan sungguh-sungguh. Agar dia seorang seorang anak. Dia sangat sedih, sebab umur sudah mulai lanjut. Doa sang datu dikabulkan oleh yang kuasa, dan hamilah istrinya walau sudah berusia agak lanjut.

“Kanda, sepertinya adinda hamil.” Istrinya menceritakan di suatu hari. Bukan kepalang bahagianya suami istri itu. Mereka akhirnya merayakan kehamilan itu, dengan mengundang banyak warganya. Semua bahagia, dan mengucapkan selamat.

Waktu berlalu cepat, sudah sembilan bulan umur kandungan. Namun belum juga ada tanda-tanda akan melahirkan. Baru setelah sepuluh bulan umur kandungan, melahirlah istri Datu. Dengan sangat kesakitan istri datu melahirkan seorang anak laki-laki. Datu menamakan anaknya dengan Punta Balarai. Arti dari namanya adalah seorang pemuda yang cepat dan gesit.

*****

Bertahun-tahun sudah kini terlewati. Kini besarlah anak Datu Tan Maranu. Sudah lima belas tahun umur Punta Balarai. Dia banyak belajar ilmu alam dan ilmu beladiri. Sehingga dia menjadi pemuda yang tangkas dan gesit. Selain itu, Punta Balarai juga pintar dan banyak akalnya. Semua pemuda di Talang Gajah Mati menjadi sahabatnya. Banyak pula gadis tergila-gila padanya.

Suatu, hari Punta Balarai berkeliling Talang. Dia ditemani dua sahabatnya, Kadra Puju dan Kadra Pacung. Yang menjadi aneh bagi keduanya adalah dimana semua penduduk Talang Gajah Mati sering menumbuk buah padi bersama-sama beberapa kali dalam setahun. Ratusan keranjang tepung beras entah dibawa kemana. Suara alu beradu dengan lesung bertalu-talu bagai musik yang luas.

Perlu diketahu kalau masa itu buah padi masih besar-besar, sebesar buah kelapa. Belum kecil-kecil seperti zaman kita sekarang, bertangkai bulir-bulir. Punta Balarai berhenti di depan rumah seorang warga, lalu bertanya. Dia sangat penasaran, sebab dari kecil memendam keingin tahuan itu. Namun jawaban orang-orang tidak ada yang meyakinkan Punta.

“Bibi, apa yang menyebabkan warga kita menumbuk padi beberapa kali dalam setahun, dan sebanyak ini?.” Tanya Punta. Punta selalu bertanya pada orang yang berbeda-beda. Namun jawaban juga simpang-siur tanpa ada penjelasan.

“Sudah, ini pekerjaan orang-orang tua, nanti kalau kalian sudah dewasa, dan mulai menjadi orang tua, akan diberitahu yang sebenarnya.” Jawab bibi itu, kemudian dia mulai menumbuk padi lagi. Punta dan dua sahabatnya pergi dan bermain di sisi Talang mereka.

“Aku merasa aneh, mengapa warga kita menumbuk padi begitu banyak. Padahal warga kekurangan makan?.” Tanya Punta.

“Aku juga tidak mengerti, Punta. Mengapa kedua orang tua kita melakukan itu.” Jawab Kadra Puju.

“Ada baiknya kita selidiki saja, aku juga penasaran. Aku sering meminta Umak untuk menanak nasi lebih banyak. Sebab di bilik banyak buah padi.” Kata Kadra Pacung.

“Setiap kali bertanya, Umak-Bak selalu bilang, "untuk sesuatu dan keselamatan Talang kita.” Ujar Kadra Puju.

“Betullah katamu, Pacung. Kita selidiki saja, sebab ada yang aneh dan semua ini merugikan warga.” Kata Punta.

"Kasihan, orang-orang tua kita." Punta Balarai menanggapi. Mereka kemudian bermain-main di sisi tebing sebuah lubuk yang tidak jauh dari Talang. Ada juga beberapa pemuda datang untuk bersantai di sana, bertambah seruhlah mereka bermain. Di Sungai Keruh sesekali lewatlah perahu atau rakit warga.

*****

Beberapa hari berlalu, penduduk selesai menumbuk padi.  Sekarang beras yang sudah ditumbuk sudah menjadi tepung beras. Sudah dikemas di dalam bunang (keranjang besar). Jumlahnya dua ratus bunang, dan telah siap diberangkatkan. Dua ratus sepuluh orang laki-laki berkumpul di halaman rumah datu. Mereka, dengan pimpinan datu mulai bergerak. Masing-masing laki-laki menggendong satu bunang. Lima orang laki-laki membawa getuk dari cangkang kura-kura sungai. Mereka berjalan beriringan menuju suatu tempat. Lima lagi membawa perbekalan mereka.

Sementara itu, Punta Balarai dan dua sahabatnya mengawasi dari jauh. Mereka bertiga mengikuti, kemana tujuan Datu dan warga membawa tepung beras itu. Perjalanan berlanjut, siang dan malam. Jalan semakin lama semakin menanjak dan berbukit-bukit. Terdengar dari percakapan mereka kalau mereka menuju Bukit Pendape. Tiga hari-tiga malam sampailah di tempat tujuan. Di kaki Bukit Pendape. Meletakkan dan mengumpulkan keranjang di tanah terbuka berumput hijau. Lima orang warga memukul getuk (kentongan). Suara getuk bertalu-talu memekakkan telinga.

Dari kejauhan terdengar suara bergemuruh makhluk besar berjalan. Pohon besar bergoyang-goyang dan burung-burung berterbangan. Sosok besar itu semakin dekat, warga mulai berlarian bersembunyi di balik pepohonan disekitar lapangan berumput itu. Hanya datu yang masih berdiri di sekitar keranjang berisi beras yang sudah di tumbuk. Tidak lama kemudian muncul raksasa yang sudah tua. Rambut putih, wajah keriput. Ada tongkat besar, dan bercawat terbuat dari kulit hewan. Tampak berjalan mendekati lapangan itu. Tanah bergetar saat kakinya melangkah.

“Kalian sudah mengantar upeti kalian, wahai manusia?” Kata raksasa. Saat dia berkata, terlihat kalau dia tidak lagi memiliki gigi dan taring, ompong.

“Benar Puyang Raksasa Pendape, ini semua tepung beras sebagaimana permintaanmu setelah panen.” Kata Datu. Raksasa menghitung dan jumlahnya seperti yang dia syaratkan, 200 bunang.

“Baiklah, sekarang kalian boleh pulang. Ingat, 200 hari lagi kalian datang mengantarkan tepung beras lagi, kalau tidak kalian yang akan aku makan dan Talang kalian Aku hancurkan.” Kata Raksasa itu mengancam. Sebagai gertakan dia memukulkan tongkat kayu ulinnya ke tanah lapang itu. Terdengar suara seperti pohon besar yang roboh. Datu mengiakan, kemudian dia pulang bersama rakyatnya. Sementara itu, Punta dan kedua sahabatnya menyaksikan semua yang terjadi dari tempat persembunyian mereka.

"Grubakkkkk. Grubakkkk. Grubakkk." Bunyi langkah kaki raksasa itu membawa bunang ke puncak Bukit Pendape.

*****

Waktu berlalu, dua ratus hari telah tiba. Sekarang warga Talang Gajah Mati mulai menumbuk buah padi lagi. Sekarang buah padi mulai mengecil tidak sebesar hasil panen dua ratus hari yang lalu. Hanya sebesar buah embacang saja. Buah padi mengecil sebab selalu ditumbuk manusia, jelas orang-orang tua.

Punta Balarai dan dua sahabatnya Kadra Puju dan Kadra Pacung mulai menyusun rencana. Mereka ingin mengalahkan raksasa ompong yang selalu makan bubur nasi. Menindas manusia untuk memenuhi kebutuhan makannya.

“Pantasnlah raksasa itu meminta tepung beras karena dia sudah ompong.” Kata Kadra Puju.

“Betul, lalu bagaimana kita menghadapi raksasa itu.” Tanya Kadra Pacung.

“Aku sudah berpikir sejak lama, sepertinya Aku memiliki ide untuk mengalahkan raksasa ompong itu.” Ujar Punta.

“Baiklah, apa rencanamu Punta. Kami akan membantumu.” Kata Kadra Puju.

“Tapi, jangan sampai warga talang dan ayahku tahu tentang ini.” Kata Punta. Lalu punta memberi tahu rencananya dan mereka diminta mulai membantu untuk membuat jebakan raksasa tua yang sudah ompong itu, agar tidak menindas masyarakat mereka lagi. Pagi-pagi keesokan harinya mereka berangkat ke hutan, membawa parang masing-masing.

“Mau kemana kalian, koyong-koyong?.” Tanya seorang wanita agak tua yang sedang menumbuk padi di sisi jalan.

“Kehutan, mencari onak rotan, Uwa.” Jawab Punta.

“Kenapa buah padi semakin mengecil aku perhatikan, Uwa?.” Tanya Kadra Pacung basa-basi.

“Ya, beginilah tak sebesar dahulu, Bujang. Kata orang tua buah padi sebesar keranjang pada mulanya. Namun karena sering di tumbuk manusia di setiap tahun, membuat buah padi mengecil." Jelas ibu-ibu itu.

"Mengapa bisa demikian, Uwa?." Tanya Punta.

"Karena padi punya jiwanya. Dia mengecil sebab manusia selalu mengecilkan buahnya." Jelas nenek itu. Punta dan kedua sahabatnya baru mengerti mengapa buah padi terus mengecil. Sekarang sudah sebesar buah embacang saja. Sebab di tumbuk warga setiap tahun untuk diberikan pada raksasa Bukit Pendape. Ketiganya juga kesal sekali, sebab buah padi menjadi kecil karena ulah raksasa itu.

*****

Punta Balarai dan dua sahabatnya mengambil onak berduri sebanyak-banyaknya. Kemudian mereka menjalin seperti susunan jaring. Ada bagian yang mereka buat seperti tali dan melingkar seperti jerat tali. Ada juga onak yang mereka rangkai seperti tali-tali melintang. Kemudian mereka juga menjalin onak berduri seperti jala-jala. Banyak onak mereka ikatkan pada batang dan dahan-dahan pohon di sekitar lubuk dimana mereka sering bermain. Lubuk tidak bernama itu, kemudian mereka penuhi dengan onak berduri juga. Sekarang, jebakan onak berduri mereka sudah siap. Rencana mulai dilaksanakan.

Pekerjaan menumbuk padi hampir selesai. Malam harinya, Punta Balarai, dan dua sahabatnya mencuri semua lesung-lesung milik warga. Lalu mereka lemparkan semua lesung-lesung itu di dalam lubuk tidak bernama dimana mereka sering bermain. Lesung tersangkut dijalinan onak-onak berduri, sehingga tampak mengambang dan tidak hanyut. Dua ratusan lesung berserakan di lubuk itu.

Setelah itu, mereka juga mencuri bunang-bunang yang baru saja selesai dianyam untuk wadah tepung beras, Kemudian mereka menghancurkannya. Keesokan harinya, ibu-ibu dan warga semuanya menjadi ribut dan bertanya-tanya kemana kiranya lesung dan keranjang besar (bunang) mereka. Warga menjadi takut dan khawatir akan kemarahan raksasa yang tinggal di Bukit Pendape.

“Datu, bagaimana ini. Sepertinya lesung kita telah dicuri. Begitu juga dengan keranjang-keranjang yang kita anyam. Waktu kita tinggal satu hari lagi, tentu raksasa itu marah sekali. Kita akan menjadi makanannya, dan Talang kita akan dia hancurkan.” Kata seorang warga, dan yang lainnya menjadi takut.

“Aku tidak habis pikir, bagaimana ada orang mencuri lesung dan keranjang-keranjang itu. Ini adalah perbuatan yang sangat membahayakan. Kalau dia perlu makanan atau harta, tentu dia dapat memintanya daripada dia mencuri lesung-lesung itu.” Kata Datu dengan rasa kesal dipenuhi rasa khawatir.

“Lalu bagaimana, kita sekarang. Apakah kita perlu membuat lesung dan keranjang kembali. Mungkin kita bisa bermusyawara dengan raksasa itu.” Kata seorang ibu-ibu memberi saran.

“Iya, kita akan membuat lesung dan keranjang kembali. Tapi untuk berjaga-jaga ada baiknya wanita, anak-anak dan orang tua kita sembunyikan terlebih dahulu. Kalau musyawara gagal tentu akan aman bagi mereka. Sementara yang lain mulailah membuat lesung dan menganyam keranjang. Aku dan lima orang akan menemui raksasa itu, untuk musyawara.” Kata Datu. Lalu dia memerintahkan lima orang prajurit untuk mengambil lima getuk dari cangkang kura-kura untuk memanggil raksasa. Dia naik kerumah, mengambil pibang lanang dan pibang betine lalu dia selipkan di pinggangnya.

“Ampun Datu, tiga buah getuk hilang.” Lapor seorang prajurit, sementara dua lainnya membawa dua getuk yang tersisa.

“Kurang ajar, siapa yang melakukan ini. Sepertinya mereka ingin kita mati semua. Akan aku hukum berat mereka kalau ketahuan." Kata Datu sangat marah sambil menggenggam telapak tangannya. Dia memerintahkan prajurit untuk menyelidiki dan menggeledah seluruh Talang. Namun mereka tidak menemukan, kemudian semua warga juga dikumpulkan. Tapi sia-sia, semua memang tidak tahu menahu. Hanya ada yang aneh, Punta Balarai, Kadra Puju dan Kadra Pacung tidak ada. Saat dicari juga tidak ada, dan timbul tuduhan kalau mereka bertigalah yang berbuat. Tapi belum ada bukti, jadi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

"Kalau anakku, Punta Balarai adalah pelakunya, dia akan tetap di hukum." Kata Datu Tan Maranu tegas, dia tidak pilih kasih. Walau anaknya dia tetap dihukum. Menandakan dia pemimpin sejati yang bijaksana.

*****

Sementara itu, Punta Balarai, Kadra Puju, dan Kadra Pacung sudah sampai di kaki Bukit Pendape. Mereka berdiri di padang rumput luas dimana biasanya warga memberikan persembahan dua ratus keranjang besar tepung beras. Raksasa ompong itu tidak bisa mengunya lagi, sehingga dia memakan bubur yang terbuat dari tepung beras. Satu hari dia menghabiskan satu keranjang tepung beras. Karena dia tidak bisa bertani dan tidak mau berusaha maka dia memaksa masyarakat Talang Gajah Mati memberikan hasil panen padi padanya. Kata Punta geram dan jiwa mudanya yang memberontak berapi-api.

“Tungggg. Tuuungggg. Tuuunggg.” Begitulah bunyi getuk yang dipukul berulang-ulang. Mereka memanggil raksasa itu agar datang ke padang rumput. Sementara raksasa diatas bukit mendengar suara getuk itu. Dia tersenyum, manusia telah datang mengantar makanan untuknya. Maka dia bergegas bangkit dan berjalan menuju Padang Rumput.

“Wahai manusia, dimana keranjang tepung beras untukku.” Tanya Raksasa dengan marah.

“Maaf raksasa, kami datang mengadu padamu. Bahwa lesung-lesung penumbuk padi di Talang kami telah dicuri oleh raksasa lainnya. Ayah dan banyak warga ditangkap olehnya. Kalau kau ingin kami memberikan tepung beras lagi padamu, tolong ambilkan lesung yang diambil Raksasa itu. Kami tidak bisa melawannya, hanya dirimu yang sama besar dan sama kuat.” Kata Punta Balarai.

“Kalian ingin menipuku, tidak ada raksasa lagi di dunia ini selain aku.” Jawab Raksasa itu.

“Apakah kau takut, pada raksasa itu sehingga kau begitu marah dan tidak mau melawannya.” Ujar Kadra Pacung, sengaja memancing amarah raksasa.

“Kurang ajar, Aku tidak pernah takut. Awas kalian berbohong akan aku hancurkan Talang kalian dan aku makan dirimu. Tunjukkan padaku raksasa lain kata kalian itu, dan dimana lesung-lesung itu dia buang, aku akan mengambilnya.” Kata Raksasa ompong itu.

Raksasa itu, berjalan menju Talang Gajah Mati diikuti Punta dan dua sahabatnya. Setibanya di Talang mereka, Punta terus menunjukkan dimana lesung-lesung berada. Sementara penduduk talang menjadi takut dan mereka mulai berlarian bersembunyi. Mereka berpikir kalau raksasa itu mulai marah, sebab mereka terlambat memberikan upeti tepung beras dua ratus keranjang besar. Tibalah di dekat Sungai Keruh, Raksasa itu melihat lesung berserakan di dalam sebuah lubuk di Sungai Keruh.

Tanpa ragu raksasa itu melangkah masuk ke lubuk itu, dimana kedalam air Sungai Keruh sedang naik. Sungai sedalam itu, hanya sebatas pinggangnya. Saat dia mulai memunguti lesung-lesung itu. Tiba-tiba kakinya dibelit sesutau yang tajam dan banyak. Semakin lama semakin banyak dan terus berbelit belit. Aneh juga, semakin dia bergerak semakin rapat juga pada kaki dan pinggangnya. Rupanya, Punta dan kedua temannya membuka ikatan onak berduri yang sudah mereka siapkan hulu lubuk. Lalu hanyut terbawa arus air yang deras. Semakin lama semakin banyak. Raksasa sulit bergerak sebab kaki sudah terpilin onak berduri. Saat dia ingin menarik terasa sangat sakit menggores kulitnya. Selain itu, duri onak yang melekuk juga saling mengait membuat onak tidak bisa dilepaskan.

Semakin lama semakin berat dan rapat, membuat tubuh raksasa roboh kedalam air sungai. Kemudian dari sisi tebing seberang melesat onak berduri seperti jala ikan. Tubuh raksasa itu sekarang dibaluti onak berduri dengan kuat. Sehingga dia tidak bisa bergerak sedikitpun. Lesung-lesung mulai hanyut ke hilir. Begitu juga raksasa mulai tenggelam kedalam sungai.

Dalam waktu cukup lama raksasa itu tidak dapat bernafas di dalam air. Lalu mati dan jasadnya menghilang di dalam aliran sungai entah kemana. Mungkin hanyut terbawa arus air. Kejadian tersebut disaksikan Datu ayah Punta beserta warga Talang Gajah Mati. Punta dan kedua sahabatnya merasa gembira, begitu juga semua masyarakat Talang Gajah Mati menjadi bahagia. Sekarang mereka terbebas dari raksasa yang kejam itu. Semua memuji atas keberanian dan kecerdasan Punta dan dua sahabatnya.

Setelah semua berlalu dan suasana tenang kembali. Barulah Punta Balarai menceritakan semuanya pada ayah dan warganya. Mereka meminta maaf karena telah mencuri lesung dan tiga getuk. Datu dan warga memaafkan mereka bertiga. Mereka juga bersyukur sebab memiliki calon pemimpin di masa depan. Kelak Punta Balarai akan menjadi seorang Datu yang hebat. Kadra Puju dan Kadra Pacung menjadi hulubalang yang luarbiasa.

Lubuk dimana Punta Balarai dan dua sahabatnya Kadra Puju dan Kadra Pacung meletakkan lesung-lesung untuk menjebak raksasa kemudian dinamakan dengan, Lubuk Lesung. Sampai sekarang Lubuk Lesung masih ada, yang terletak di Sungai Keruh, Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 26 Agustus 201.
Sumber Andai-andai: Sastra lisan masyarakat di Kecamatan Sungai Keruh, Musi Banyuasin.

Arti Kata: Datu: Gelar pemimpin tradisonal Melayu. Puyang: Gelar Bangsawan/orang yang dihormati/tokoh agama/ketua adat. Lubuk: Bagian badan sungai yang terletak di pengkolan/tikungan aliran sungai, dimana kedalaman dan luas badan sungai lebih lebar dan dalam. Talang: Nama pemukiman tradisional zaman dahulu. Umak: Ibu. Bak: Ayah. Bilik: Tempat menyimpan hasil panen, terutama padi. Embacang: Nama buah-buahan sejenis buah mangga. Bunang: Keranjang besar yang dibuat dari anyaman bambu. Keranjang ini khusus untuk mengangkut padi karena rapat dan besar. Getuk: Kentongan, biasanya dibuat dari cangkang kura-kura atau labi-labi sungai.

Sy. Apero Fublic.