Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

1/22/2021

Jumat Bersih: Karang Taruna Tanjung Tebat dan Desa Sugihan

Apero Fublic.- Hari yang cerah, dengan sinar matahari pagi yang cemerlang. Awan putih dan sisa-sisa embun pagi masih menetes di dedaunan. Suara burung berkicau merdu dicelah-celah dedaunan pohon. Pagi-pagi, sekelompok anak muda dari dua desa berkumpul dengan berbagai alat kebersihan.

Sebelumnya rencana telah dimusyawarahkan, dan sepakat. Sesuai kesepakatan, Karang Taruna Desa Sugihan dan Karang Taruna Desa Tanjung Tebat,  Kecamatan Muaradua Kisam, OKU Selatan, Sumatera Selatan. Melaksanakan kegiatan Gotong Royong membersihkan Tempat  Pemakaman Umum dan di sekeliling desa (22/01/2021).

Kegiatan Gotong Royong merupakan bentuk kepedulian dari anak-anak muda di Desa Tanjung Tebat dan Desa Sugihan pada daerah tempat tinggal mereka. Rasa tanggung jawab yang disertai tindakan memang diperlukan. Sehingga wacana tidak hanya menjadi omong belaka.

Salah seorang tim Gotong Royong yang ditemui Apero Fublic, dan sempat berbincang-bincang. Mengungkapkan kata dan harapan pada rekan-rekannya. “Saya harap kegiatan gotong royong ini, tidak hanya sekali ini saja. Tapi bersifat berkelanjutan disertai adanya regenerasi. Supaya kebersihan desa tetap terjaga. Semangat selalu buat rekan-rekan Karanga Taruna. Untuk semua warga desa agar jangan membuang sampah plastik sembarangan. Sebab sangat berpengaruh pada lingkungan. Karena sampah plastik sangat sulit diurai oleh tanah,” ujarnya.

Memang kepedulian pemuda sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan alam kita. Terutama lingkungan tempat tinggal yang memiliki potensi tercemar. Sampah plastik dan limbah rumah tangga yang sangat berdampak dan banyak terdapat di sekitar pemukiman. Semangat selalu buat Karang Taruna Desa Tanjung Tebat dan Desa Sugihan.

Oleh. Zulkifli Adi Putra, S.Hum.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Empat Lawang, 22 Januari 2021.
 
Sy. Apero Fublic.

1/21/2021

The Power Of New Bank Sharia Bank Indonesia (Bank Syariah Indonesia) Hasil Merger Bank BUMN Syariah.

Apero Fublic.- Bicara tentang merger bank syariah indonesia adalah sesuatu topik yang masih hangat untuk dibicara kan khususnya di kaum ekonomi syariah. Yang mana baru-baru ini pemerintah telah melakukan merger bersama tiga Bank Syariah BUMN. bank-bank syariah yang dimaksud ialah PT. Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT. Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT. Bank BNI Syariah (BNIS) yang kemudian telah disahkan untuk berganti nama menjadi Bank Syariah Indonesia (BRIS).

Berdasarkan PP Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1988 bahwa merger ini merupakan suatu perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lainnya yang telah ada. kemudian selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri akan dibubarkan. Tentu dengan adanya merger ini akan menjadi kekuatan serta peluang besar bagi perseroan tersebut agar dapat berkembang lebih kuat dengan pertimbangan kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Namun menariknya menurut Menteri Erick Thohir yang menjadi sekaligus dalam penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2020 lalu menyatakan bahwa hal ini dilakukan agar dapat mengintegrasikan dan meningkatkan nilai dari ketiga Bank Syariah BUMN tersebut.

“Penandatanganan CMA merupakan awal dari proses bersejarah lahirnya Bank Umum Syariah Nasional berkaliber global. Saya optimistis, bank syariah hasil merger nanti akan menjadi energi baru perekonomian. Sebelum pandemi, kinerja bank-bank syariah di kuartal II lalu sangat positif. Penggabungan ini akan membuat posisi bank syariah nasional lebih besar dan lebih solid sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia yang bisa merasakan manfaat kehadiran Bank Syariah Nasional itu”, ujar Erick Thohir.

Hingga saat ini, dari hasil laporan kinerja III/2020, bahwa hanya Bank  BNI Syariah yang tercatat terjadi penurunan laba yakni turun sebesar 16,05 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sementara itu, laporan kinerja dua bank syariah lainnya yaitu Mandiri Syariah dan BRI Syariah mencetak pertumbuhan laba yang sangat positif yakni untuk Mandiri Syariah meraih laba sebesar Rp 1,07 triliun, naik secara signifikan 22,66 % (YoY) dan BRI Syariah sebesar 238% (YoY) menjadi Rp 190,5 miliar  Meskipun saat ini kita mengetahui bahwa pandemi masih terus menghantui sisi keuangan dan perbankan Indonesia, (www.ojk.go.id).

“Keinginan Indonesia memiliki Bank Umum Syariah Nasional terbesar di tahun 2021 merupakan bagian dari upaya dan komitmen pemerintah untuk mengembangkan dan menjadikan ekonomi keuangan syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional”, lanjut Erick Thohir.

Jelas saja, kita tahu bahwa saat ini Indonesia sedang mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah lewat berbagai terobosan baru misalnya mengembangkan melalui Industri halal nya, mengingat juga bahwa Indonesia sebagai penduduk dengan muslim terbanyak. Tentu saja ini merupakan salah satu peluang yang besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat perekonomian syariah terbesar di dunia dimasa yang akan datang.

Menurut perhitungan dari OJK, merger tiga bank syariah ini akan menghasilkan satu entitas bank syariah baru dengan total aset sebesar Rp 207 triliun. Sebagai menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan.

“Karena nawaitu dan tujuan dari penggabungan ini baik, kami mengharapkan dukungan seluruh karyawan ketiga bank, nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas proses lahirnya bank syariah milik Indonesia yang akan menjadi bank syariah terbesar di tanah air, siap bersaing dengan bank konvensional dan masuk 10 besar TOP bank syariah di dunia. Insyaallah ini akan menjadi kebanggaan kita semua”.

Bank syariah Indonesia ini rencananya akan mulai beroperasi pada 1 Februari 2021 dan seperti biasanya akan melayani para pelaku UMKM, nasabah ritel, korporasi maupun investor global. Dengan berkembangnya dunia digital saat ini maka tidak dipungkiri bahwa nantinya akan dapat mengoptimalkan dan mengembangkan sistem digital agar dapat melayani nasabah dengan lebih baik lagi.

Terkait dengan karyawan  dari ketiga bank syariah yang telah melakukan merger tersebut, Erick Thohir berpendapat bahwa tidak akan ada PHK (pemutusan hubungan kerja) bagi karyawan dalam penggabungan tersebut.

“Ini menjadi komitmen kami semua, ketiga bank syariah, para pemegang sahamnya dan kementrian BUMN bahwa dalam proses ini tidak ada PHK. Kita akan menjadi satu keluarga besar. Keluarga besar bank syariah terbesar di Indonesia yang berkaliber global,” tutup  Erick Thohir, sehingga menjadi kelegaan bagi para karyawan yang bekerja di bank-bank tersebut tentunya.

Semoga dengan adanya Merger Bank Syariah ini dapat memberikan celah peluang untuk berkembang pesatnya sistem ekonomi syariah yang akan terus berkembang hingga menjadi pusat Ekonomi Syariah terbesar di dunia yang mana nantinya akan mencapai suatu tujuan untuk memberikan kemashlahatan untuk mensejahterakan ekonomi umat. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.

Oleh: Sintia Delvianti.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Jambi, 22 Januari 2021.
Artikel Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jurusan Perbankan Syariah.

Sy. Apero Fublic.

1/18/2021

Mengenal Kuliner Tradisional: Pede

Apero Fublic.- Pede adalah nama sebuah kuliner tradisional masyarakat Melayu di Sumatera Selatan. Penyebutan nama Pede dibeberapa daerah mengalami perubahan dialeg. Sumatera Selatan, yang wilayahnya memiliki banyak sumber air, sungai, lebung, danau, dan lautan. Tentu ikan berlimpa, sehinggang muncul kebiasaan cara pengawetan  ikan agar tahan lama. Pede bahan dasar pembuatannya dari ikan segar, sebuk (beras dendang), dan garam.

Cara pembuatan pede, pertama ikan segar dibersihkan dari kotorannya. Kalau ikan yang berpantak atau bersengat harus dibersihan juga. Pantak atau sengat ikan adalah tulang sirip sisi badan yang keras dan tajam. Guna pembersihan agar pantak atau sengat supaya tidak menusuk tangan saat pengadukan ikan dengan garam dan beras dendang sewaktu proses pembuatan. 

Sebuk atau beras dendang dalam bahasa Melayu Sekayu adalah beras yang dimasak dengan cara dimasukkan kedalam kuali panas. Lalu diaduk-aduk sampai warna beras kuning tua dan berbau harum beras tercium. Dalam pembuatan beras dendang jangan sampai hangus atau berwarna hitam.

Untuk lima kilogram ikan, membutuhkan sekitar setengah kilogram beras dendang (sebuk). Ikan yang sudah dibersihkan, kemudian diberi garam dengan kadar asin. Lalu sebuk dicampurkan, diaduk sampai merata. Saat mengaduk butiran beras (sebuk) biasanya ada yang dimasukkan kedalam perut ikan. Setelah merata, tempatkan pada wadah yang dapat ditutup dengan rapat. Seperti toples atau guci.

Hal yang perlu diperhatikan saat membuat pede. Yaitu, wadah yang tidak boleh berlobang sedikit pun. Kemudian tutupnya harus rapat dan kuat. Biasanya tutup wadah agar rapat warga menambahkan lembaran plastik atau kain. Sehingga udara benar-benar tidak tembus. Hal demikian untuk mencegah pede berulat. Saat mengambil untuk memasak usahakan juga menutup wadah tetap seperti semulah. Karena akan membuat pede berulat. Simpan di tempat yang sejuk dan kering.

Pede biasanya sudah siap setelah tujuh hari dari pembuatan. Kadang juga tergantung dari jumlah beras dan nominal ikan. Pede adalah cara pengawetan ikan supaya tahan bertahun-tahun. Ada juga kuliner sejenis pede, yaitu bakasam. Bakasam jenis pede yang rasanya asam. Pembuatan bakasam, cara membuatnya tidak menggunakan beras di dendang atau sebuk. Tapi menggunakan nasi sebagai campurannya atau permentasinya. Rasanya agak asam, maka masyarakat menamakannya bakasam.

Cara memasak pede mudah, cukup dimasak dengan cara seperti di tumis. Masukkan sedikit minyak sayur, lalu masukkan pede kedalam kuali. Setelah daging pede agak matan, masukkan air secukupnya.

Kemudian bumbu seperti cabai, serai, bawang, penyedap rasa, kemangi dan bumbu lain sesuai selerah. Setelah masak pede diangkat, siap dikonsumsi. Pede akan sangat lezat apabila disajikan dengan ulam atau lalapan. Seperti daun singkong rebus, umbut atau pucuk rotan rebus, daun putat, dan sebagainya. Jangan meremehkan kuliner tradisional pede. Sebab, itu warisan nenek moyang kita dalam ketahanan pangan masyarakat.

Oleh. Ahmad Reni Efita
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
Sekayu, 18 Januari 2021.
 
Sy. Apero Fublic.

1/17/2021

Hikayat: Alas Duduk Kulit Kerbau

Apero Fublic.- Ada cerita tetang sepasang alas duduk yang dibuat dari kulit kerbau. Alas duduk milik Datu, dan setiap hari alas duduk itu diduduki olehnya. Kalau sudah selesai diduduki dia letakkan di sempare. Sempare tempat meletakkan alat-alat rumah tangga yang terbuat dari bambu dan terletak diatas tungku api.

Karena di letakkan di atas sempare, tempat duduk ini tidak henti-hentinya diintip oleh tikus yang ingin sekali memakannya. Konon, berkat kekuasaan Tuhan, sepasang alas duduk itu dapat berkata-kata seperti manusia. Alas duduk itu satu laki-laki suaminya dan satu perempuan istrinya.

“Wahai istriku, bagaimana jadinya kita ini, kalau kita terus menerus menjadi alas duduk, pasti kita dimakan tikus, sebab siang malam kita diintip oleh tikus. Sekarang, bagaimana jika kita menjadi tikus?.” Kata alas duduk yang laki-laki pada alas duduk istrinya. “Aku setuju, suamiku.” Jawab sang istri. Keduanya berdoa pada Tuhan agar keduanya diizinkan menjadi tikus. Sebuah keajaiban pada sepasang alas duduk dari kulit kerbau itu. Keduanya pun menjadi tikus.

“Nah, sekarang kita sudah menjadi tikus. Tidak perlu takut lagi untuk dimakan tikus.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Keduanya menjadi gembira dan bahagia karena sudah menjadi tikus. Akan tetapi kegembiraan mereka tidak bertahan lama. Mereka tidak bebas seperti dulu lagi bermain. Mereka harus bersembunyi dan tidak berani berisik saat ada kucing. Oleh karena itu, suami alas duduk dari kulit kerbau berkata pada istrinya.

“Menjadi tikus susah, kita merasa tidak aman juga. Diincar dan diintai oleh kucing, suatu hari kita akan menjadi makanan kucing. Sebaiknya kita memohon kembali pada tuhan, untuk menjadi kucing.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Istrinya setuju, keduanya berdoa pada tuhan, untuk menjadi kucing. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan dan keduanya berubah menjadi kucing. Setelah berubah menjadi kucing, keduanya keluar dan jalan-jalan. Tapi, baru saja keduanya keluar bertemu seekor anjing. Keduanya pun dikejar oleh anjing.

“Rupa-rupanya menjadi kucing juga tidak enak dan susah. Lebih baik kita menjadi anjing saja.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Istrinya menurut saja, lalu keduanya memohon pada Tuhan untuk berubah menjadi anjing. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan, dan berubahlah keduanya menjadi Anjing. Saat menjadi anjing keduanya lapar, dan mendekati manusia yang sedang menumbuk padi di lesung. Mereka mencari dedak untuk dimakan. Saat keduanya mendekat, kepala mereka dipukul manusia itu dengan alu.

“Menjadi anjing juga tidak enak, dan susah istriku. Oleh sebab itu, mari kita berdoa pada Tuhan untuk menjadi manusia.” Keduanya berdoa pada Tuhan, doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan. Keduanya akhirnya menjadi manusia. Setelah menjadi manusia keduanya dipaksa oleh Kliang bekerja memikul batu. Tiada henti-hentinya keduanya dipaksa memikul batu untuk membuat jalan. Kliang adalah orang yang selalu memerintahkan orang untuk kerja paksa.

Keduanya tidak tahan menjadi manusia. Kemudian berdoa pada Tuhan untuk menjadi Kliang yang selalu memerintahkan orang-orang kerja paksa memikul batu. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan, keduanya pun akhirnya menjadi Kliang. Setelah menjadi Kliang, keduanya tidak henti-hentinya diperintahkan oleh Datu. Tidak pernah keduanya dapat tidur nyenyak siang atau malam. Baru saja tertidur, datang utusan raja membangunkan mereka mengantarkan surat perintah. Akhirnya keduanya juga tidak tahan menjadi Kliang.

Kepada istrinya dia berkata untuk berdoa pada Tuhan untuk menjadi Datu. Doa keduanya pun dikabulkan oleh Tuhan. Keesokan harinya keduanya menjadi Datu dan Datun. Memiliki kekuasaan dan pasukan, harta benda dan tidak ada lagi yang menyuruh-nyuruh atau memerintah mereka. Tapi di sisi kedatuan mereka terdapat sebuah kedatuan lain. Datu dari kedatuan itu sangat pemberani dan akan menyerang kedatuan mereka. Kedatuan itu kuat dan pasukannya sangat banyak, bersenjata lengkap. Maka keduanya yang sudah menjadi Datu dan Datun menjadi takut.

Dalam pertimbangan keduanya, kalau mereka berperang melawan Datu dari negeri tetangga yang kuat itu. Pastilah mereka akan kalah perang, lalu mereka akan dibunuh atau ditawan. Kalau ditawan pastilah mereka dijadikan budak. Diperintahkan mengurus kuda, menyabit rumput untuk makanan kuda Datu, atau memandikan kuda Datu negeri itu. Berkatalah dia pada istrinya dengan sedih. “Istriku, sebaiknya kita menjadi apa?. Agar tidak ada lagi yang berani melawan kita.” Kata suami alas duduk yang sudah menjadi raja. Istrinya menggeleng dan dia menurut saja. Lalu dia berkata lagi.

“Bagaimana, sebaiknya kita menjadi Tuhan juga. Bukankah tidak akan ada yang dapat melawan kita.” Ide yang bagus menurut suami dari alas duduk yang terbuat dari kulit kerbau itu. Istrinya setuju dan keduanya berdoa pada Tuhan, meminta untuk jadi tuhan juga. Namun, setelah keduanya berdoa meminta menjadi Tuhan. Tuhan pun menjadi murkah, sehingga keduanya yang sudah menjadi Datu dan Datun dikembalikan Tuhan ke wujud mereka semua, menjadi alas duduk raja.

Demikianlah cerita tentang mahluk yang tidak mau bersyukur dan selalu mengeluh tentang kehidupannya. Hidup dalam keadaan apa pun tentu ada kesulitan dan kemudahan. Jangan melampaui batas termasuk takabur dan menyalahi kodrat Tuhan sang maha pencipta. Cerita ini berasal dari masyarakat Melayu Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 18 Januari 2021.
Sumber: Shaleh Saidi, Dkk. Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Sastra Masyarakat Melayu Sasak.

Apero Fublic.- Melayu Sasak adalah identitas mayoritas penduduk yang mendiami Pulau Lombok, di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melayu Sasak mayoritas beragama Islam, dan ada sedikit yang masih menganut kepercayaan pra-Islam yaitu Sasak Boda. Sasak Boda bentuk kepercayaan asli yang mungkin sudah ada sebelum masuknya pengaruh asing.

Masyarakat Melayu Sasak pandai menenun kain. Konon dari aktivitas menenun tersebut muncul istilah sak sak yang akhirnya menjadi nama identitas mereka. Namun, kata Sasak juga ditemukan pada prasasti pujungan yang ditemukan di Kabupaten Tabanan, Bali. Bahasa Melayu Sasak sangat dekat dengan bahasa Melayu Bima, Sulawesi Tenggara dan bahasa Melayu Samawa.

Selain dari itu, masyarakat Melayu Sasak juga memiliki kesastraan sendiri. Hasil karya nenek moyang mereka yang diwariskan pada generasinya. Seperti sastra lisan, kisah mitos, mantera dan lainnya. Berikut ini, contoh sastra mantra dari masyarakat Melayu Sasak. Berikut mantera puji . Mantra ini untuk menjadi kebal senjata tajam.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah menjadi payungku.
Nabi Muhammad tongkatku.
Allah kunciku.
Nabi Muhammad kunciku.
Supaya aku mengunci badanku.
Berkat lailahailallah, Muhammadarrosulullah.

Kemudian jenis cerita lisan legenda seperti cerita asal ulus nama Desa Montong Betok. Cerita Jenaka dimana banyak tersebar cerita-cerita lucu, seperti cerita Loq Godek dait Loq Tontel atau Si Kera dan Si Kodok. Cerita fabel atau cerita dengan tokoh para hewan, seperti cerita tikus dan kera. Cerita raksasa dan cerita hantu. Seperti cerita tentang hantu atau berhala.

Cerita hantu berkeliaran di setiap sore menjelang magrib. Maka dari itu agar anak-anak jangan bermain di luar rumah. Cerita berhala atau cerita hantu adalah untuk menakuti anak-anak yang suka bermain di luar rumah pada sore hari. Sebagai contoh cerita Denawa Kerbar Datun Raksasa yang berarti Denawa Kembar Raja Raksasa. Cerita Inaq Rai Selaq berarti cerita Ibu Rai Hantu Manusia.

Sastra masyarakat Melayu Sasak juga terdapat cerita tentang Datu dan Datun. Datu berarti raja dan Datun berarti ratu atau raja perempuan. Datu adalah gelar pemimpin asli Nusantara sebelum masuk pengaru India (Raja), dan Islam (sultan). Seperti cerita Datu Untal, Datu Aca dait Datun Began yang berarti Raja Aca dan Ratu Tikus.

Ada juga sastra lisan yang menceritakan mitos pada masyarakat Melayu Sasak. Cerita-cerita yang membawakan keajiban-keajaiban. Seperti cerita Lelampak Lendong Kaoq atau Alas Tempat Duduk Dari Kulit Kerau. Putri Nyale, Anak Iwok berarti Anak Yatim, Amaq Walu Kanca Anakna berarti Bapak Walu dan Anaknya.

Sastra lisan masyarakat Melayu Sasak juga ada berbentuk seni. Seperti sastra lisan lelakak atau pantun. Sama halnya masyarakat Melayu pada umumnya, kaum muda mudi yang gemar berpantun. Begitu juga dengan muda-mudi masyarakat Melayu Sasak. Lelakaq atau pantun juga berfungsi sebagai hiburan, nasihat, ungkapan perasaan, dan lainnya.

Lelakaq Penyelemor adalah lelakaq atau pantun penghibur. Fungsi untuk menghibur dan bergembira ria.

Lamun kencili lantong tali.
Kelaq kelor sintung tumpah.
Ndaq sili inaq rari.
Nyelemorang atu susah.
Terjemahan:
Kalau burung kencili membawa tali.
Rebus kelor hanya untuk tumpah.
Jangan marah bibi.
Menghibur hati susah.

Lelakaq nyoake adalah lelakaq atau pantun pengabdian yaitu pantun menyatakan tekad seseorang untuk mengabdi pada raja.

Emben paoq emben gule.
Paoq amplem manis mateng.
Embe taoq kaji ngaule.
Mule tulen tgedeng raden.
Terjemahan:
Dimana mangga dimana gula.
Mangga mempelam manis matang.
Di mana tempat hamba mengabdi.
Sudah pasti di istana.

Untuk kata paoq sama dengan kata pada masyarakat Melayu di Sumatera Selatan. Paoh juga nama buah sejenis mangga. Lelakaq Kasmaran adalah lelakaq atau pantun muda mudi atau pantun percintaan. Tentu isinya penuh dengan curahan isi hati.

Jejojoq daan Beleka.
Sabuk Bali bekantong dua.
Benciq lomboq langanku seda.
Sanggup kaji ngantong sida.
Terjemahan:
Jelojok barat Baleka.
Ikat pinggang Bali bersaku dua.
Tinggi ramping menawan saya.
Sanggup saya mengantar Anda.

Kemudian ada lelakaq pepija atau pantun teka-teki. Cara berpantun ini seperti pantun bersambut di kawasan Melayu pada umumnya. Biasanya dibentuk satu kelompok pemuda dan satu kelompok gadis. Mereka berpantun dengan saling melengkapi sampiran yang diberikan lawan berpantung. Berikut lelakaq teka-teki.

Selebung Batu Baleq.
Uah kedung gin ta kumbeq.
Buaq ara-ara.
Selek bewena.
Dedara-dedara.
Lowek telena.
Tongko Labuan.
Dentok nakaruan.
Terjemahan:
Selebuk Batu Beleq.
Sudah terlanjur akan kita apakan.
Buah ara-ara.
Patah cabangnya.
Gadis-gadis.
Becek kelaminnya.
Bangau di Labuan.
Kelak baru jelas.
Lelakak Tuduh atau pantun nasib yang berisi ratapan seorang yang kecewa karena keinginannya tidak tercapai. Contoh sebagai berikut:
Selebuk Batu Beleq.
Penggorong baku bawi.
Uah kedung gin te kumbeq.
Tesorong isiq janji.
Ijuk malaq daun kere.
Ndeq araq bangket taoq ngaro.
Terjemahan:
Selebung Batu Beleq.
Pinggir kali tempat babi.
Sudah terlanjur akan diapakan.
Didorong oleh janji.
Ijuk bambu daun lontar.
Ketan kukus sebakul.
Saya tidak heran adik tidak mau.
Tidak ada sawah tempat menanam padi.

Selanjutnya ada lelakaq sindirian atau pantun sindirian dimana mereka berpantun sindir menyindir dan cela mencela. Kemudian ada juga lelakaq agama atau pantun bertema keagamaan.

Daun waru jari lelayang.
Bau paku sedin erat.
Pacu-pacu gaweq sembahyang.
Jari sango leq aherat.
Terjemahan:
Daun waru jadi layang-layang.
Petik paku pinggir parit.
Rajin-rajin mengerjakan sembahyang.
Jadi bekal di akhirat.

Nama tumbuhan paku (pakis), dan kata ara untuk nama pohon bua ara. Kedua kata tersebut  juga terdapat di dalam kosa kata bahasa Melayu Sumatera Selatan. Kemudian sastra lisan masyarakat Melayu Sasak juga ada jenis Basa Becik atau kerante kodeq.

Sastra ini adalah mantra seperti di daerah lainnya. Basa becik dibagi kedalam empat bagian, yaitu jejampi, puji, senggeger, dan begik. Fungsi sastra basa becik untuk pengobatan, kekebalan tubuh, pembuat cinta (pelet), dan pembuat penyakit pada orang lain atau sihir (santet).

Buku dokumentasi sastra lisan Melayu Sasak berjudul Sastra Lisan Sasak. Di terbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1987. Buku disusun oleh Shaleh Saidi, Nazir Thoir, I Gusti Nugraha Bagus, I Ketut Asa Kartika, Maria Gorethy Nie Nie. Kalau Anda ingin lebih mendalam mempelajari sastra lisan Sasak dapat menemukan buku di perpustakaan Daerah atau Perpustakaan Pusat.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 17 Januari 2021.

Sy. Apero Fublic.

1/16/2021

Mengenal Durian si Raja Buah

Apero Fublic.- Durian adalah jenis buah-buahan yang memiliki rasa manis yang khas. Sehingga sangat lezat dan harum semerbak. Nama durian diambil dari kulit buahnya yang penuh dengan duri. Untuk penambahan akhiran an yang menjelaskan sesutau yang banyak, Duri-an.

Durian memiliki nama ilmiah Durio Zibethinus. Durian adalah tumbuhan yang berasal dari daerah tropis di Kawasan Asia Tenggara. Di beberapa tempat nama lain durian, seperti dian, taruntung dan lainnya.

Durian dibagi ke dalam tiga jenis sekarang, dengan puluhan varian buah. Pertama durian asli atau durian masyarakat. Durian ini tumbuh subur dan lingkar batang sebesar drum minyak pertamina. Dengan tinggi mancapai tiga puluh meter diatas permukaan tanah.

Durian ini, banyak terdapat di pedesaan di pedalaman Sumatera dan Kalimantan. Durian asli apabila di tanam baru berbuah apabila umur sepuluh sampai limabelas tahun. Batang pohon durian terus tumbuh dan membesar. Umur durian akan lebih panjang apabila disekitar tumbuh ada sungai atau sumer air. Buah durian ini juga besar-besar.

Jenis kedua adalah jenis durian yang tumbuh di dalam hutan. Masyarakat menyebutnya durian rimba. Bentuk durinya panjang-panjang dan buah berbentuk bulat bola. Biji kecil dan daging buah agak tipis. Cara membuka durian rimbah dengan memotong dua pada bagian tengah buah.

Rasa daging buah manis dan harum sama seperti durian pada umumnya. Batang dan daun durian rimba hampir sama seperti durian biasa. Hanya saja durian ini mampu tumbuh di hutan layakanya seperti pepohonan liar pada umumnya. Oleh sebab itulah, masyarakat menamakannya durian rimba.

Jenis ke tiga adalah durian budidaya atau jenis durian unggul. Pada umumnya ciri-ciri durian budidaya sama halnya dengan durian biasa. Hanya masa berbuah yang berbeda, lebih cepat. Durian unggul juga memiliki buah yang banyak. Namun, apakah umur akan sama dan batang pohonnya sama tinggi dan besar dengan durian asli, belum diketahui penulis.

Durian termasuk buah-buahan tahunan. Berkembang biak dengan biji mungkin bisa dengan vegetatif. Daging buah selain dimakan langsung, dapat juga di oleh menjadi berbagai minuman segar, makanan ringan dan selai. Di pedalaman penduduk desa mengolah buah durian menjadi lempuk. Makanan tradisional yang di asap sampai kering.

Selain itu, buah durian juga diolah menjadi jenis asaman, dikenal dengan tempoyak atau jeruk dalam bahasa Melayu Sekayu. Jeruk dijadikan bumbu gulai, pais atau pepes, dan sambal. Buah durian yang masih muda juga sering di masak dengan cara di gulai. Hama buah durian adalah tupai, jenis ulat penggerek buah, dan busuk buah yang disebabkan phytophthora palmivora. Ada juga sejenis jamur yang menyerang buah.

Buah durian mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin c, kalium. Buah durian tergolong panas dan dapat menyebabkan sendawa seperti minum air bersoda. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi durian karena dapat menyebabkan pusing. Batang pohon durian dapat diolah menjadi bahan bangunan atau perabotan rumah tangga.

Biji dari buah durian biasanya dimanfaatkan penduduk untuk pembibitan. Kemudian biji dapat diolah menjadi makanan ringan. Pada zaman dahulu nenek moyang kita mengawetkan biji durian dengan cara di salai. Biji durian yang disalai atau sudah kering suatu saat dapat dimasak dan dimakan (direbus). Biji durian salai dijadikan pengutan pangan masyarakat zaman dahulu. Sebab biji durian hampir sama dengan umbi-umbian. Biji durian juga dapat langsung direbus dan dimakan.

Pengertiak kata salai adalah, pengeringan dengan cara diletakkan diatas nyalah api atau diatas tungku api di dapur. Karena zaman dulu setiap rumah penduduk ada sebuah tempat peletakan sesuatu di atas tungku api yang terbuat dari bambu. Nama tempat yang dimaksud adalah papi. Kata pa dalam bahasa melayu menjelaskan tempat. Papi tempat diatas api. Untuk sesuatu yang kering diatas papi dinamakan, salai.

Oleh. Pais Paliadi, S.Pd.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
OKI, 16 Januari 2021.

Sy. Apero Fublic.

Legenda: Nama Desa Montong Betok

Apero Fublic.- Sudah biasa, di setiap tempat selalu ada cerita asal-usul di Indonesia atau Aisa Tenggara. Seperti cerita asal-usul nama Desa Montong Betok berikut. Desa Motong Betok terletak di Pulau Lombok yang didiami masyarakat Melayu Sasak. Desa Montong Betok terletak di Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menurut cerita orang-orang tua di sana. Nama Montong Betok diberikan warga setelah terjadi suatu kisah pada zaman dahulu. Pada zaman dahulu tanah di sekitar Desa Montong Betok sangat subur. Aliran Sungai Gading mengalir, yang berasal dari Gunung Rinjani. Banyak ikan-ikan yang hidup di dalam aliran sungai, seperti ikan badar,  ikan mujair, ikan lele, ikan tuna, belut, dan bermacam lainnya. Di pinggiran Sungai Gading masih banyak tempat yang belum dihuni penduduk.

Diceritakan, hampir setiap hari selalu ada warga yang menangkap ikan di Sungai Gading. Datang ke tepian Sungai Gading yang belum ada penduduknya. Seperti warga, dari Desa Suranadi, Paoq Motong, Masbagik. Pada suatu hari banyak warga dari Masbagik datang mengail di Sungai Gading. Karena jauh dari desa mereka dan pulang agak telat, maka mereka semua membawa bekal makan, tidak ada lauknya.

Saat mengail rombongan warga dari Masbagik banyak mendapat ikan. Seperti ikan lele, tuna, belut dan lainnya. Ikan yang paling banyak mereka dapatkan adalah jenis ikan badar. Saat hari sudah siang, perut mereka mulai lapar. Salah satu diantara mereka diminta untuk membakar ikan badar. Untuk lauk makan siang mereka. Orang itu, kemudian mencari kayu bakar dan menyalakan api untuk memasak ikan badar.

Dia membersihkan ikan badar yang akan dimasak. Setelah itu, ikan dijepit pada panggangan yang terbuat dari kayu yang dibelah. Bara api dibuat, beberapa panggangan dia letakkan di atas bara api. Beberapa saat kemudian ikan mulai masak. Karena ikan akan segera masak, maka si pemanggang ikan pergi memberi tahu teman-temannya. Dia meninggalkan panggangan masih di atas bara api. Dengan maksud apabilah dia kembali bersama-sama teman-temannya nanti. Ikan panggang sudah masak dengan merata. Pemanggang pergi ke tepian sungai, mulai memanggil teman-temannya.

”Hoyyy, marilah kita makan. Ikan panggang sudah mulai masak.” Pagilnya. Kemudian semua temannya mendengar dan sepakat untuk makan terlebih dahulu. Mereka berjalan beriringan menuju tempat istirahat dimana terdapat tempat memanggang ikan badar. Tapi, entah mengapa saat mereka tiba. Ikan di panggangan telah terbakar dan menjadi arang kehitaman.

“Motong Betok senoq.” Teriak si pemanggang berkali-kali dan disertai rasa menyesal, saat dia melihat ikan panggangannya terbakar dan telah berwana hitam arang. Teman-temannya yang mengiringi datang juga melihat beberapa panggangan telah hangus. Bau angit tercium di sekitar. Berkali-kali pemanggang dan teman-temannya menyebut motong betok senoq, yang berarti ikan badar di panggangan telah terbakar dan jadi arang.

Teman-temannya berpendapat mungkin saat ditinggal pergi ada angin meniup api. Sehingga api menjadi menyalah. Lalu membakar panggangan ikan badar itu, sehingga jadi hangus. Mereka terpaksa membuat panggangan ikan lagi. Sambil bercerita dan beristirahat disekitar itu.

Perut yang sudah sangat lapar dan mereka menahan air liur saja. Kejadian itu, mereka ceritakan pada semua warga dan selalu memberi identipikasi tempat mencari ikan dengan nama tempat, dimana ikan badar panggang terbakar, motong betok. Perlahan, nama tempat itu menjadi Montong betok.

Waktu berlalu, penduduk bertambah banyak dan ingin mencari daerah baru. Lalu warga pindah dan mendirikan pemukiman di sisi Sungai Gading di tempat terbakarnya ikan panggang, atau motong betok senoq. Lama-kelamaan pemukiman itu menjadi desa, dan nama motong betok berubah menjadi nama desa, yaitu Desa Montong Betok.

Rewrite. Tim Apero Fublic.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 16 Januari 2020.
Sumber: Shale Saidi, dkk. Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.
 
Sy. Apero Fublic.

Mengenal Kata Datu dan Datun: Gelar Raja dan Ratu Asli Nusantara Yang Terlupakan

Apero Fublic.- Sejarah Kebudayaan. Gelar Datu adalah gelar asli dari peradaban bangsa Indonesia dan Asia Tenggara. Datu sama halnya dengan raja, sultan, kaisar, king, presiden. Sebelum masuknya pengaruh asing dalam kebudayaan Nusantara. Masyarakat Nusantara telah memiliki peradaban sendiri yang kita kenal dengan peradaban megalitikum.

Peninggalan peradaban megalitikum memang tidak meninggalkan catatan tertulis. Tapi masih dapat dilacak dari tinggalan arkeologis, berupa tempayan kubur, manik-manik, kapak batu, batu berukir, stupa, sisa makanan seperti kulit kerang, keong dan siput. Selain itu, bahasa dan kesastraan juga menjadi bahan untuk meneliti kebudayaan asli Indonesia.

Dalam penggunaan gelar untuk pemimpin mereka, nenek moyang kita di Nusantara menggunakan istilah Datu. Kata-kata datu dapat terlacak di dalam sastra lisan masyarakat dan sastra lama yang tertulis sebelum masuknya pengaruh Indiah. Seperti pada masyarakat Sasak di Lombok yang memiliki sastra lisan tentang Datu.

Kata datu berarti pemimpin atau raja. Seperti dalam cerita lisan Datu Untal (Raja Untal), cerita Datu Aca dait dan Datun Began yang berarti Raja Untal dan Ratu Tikus. Di sini istilah ratu istri raja atau pemimpin wanita di istilahkan dengan Datun. Ada penambahan hurup n untuk membedakan raja dan ratu.[1]

Sastra lisan dari masyarakat Melayu Makasar di Sulawesi Selatan yang berjudul Meompalo Karelae. Dalam cerita lisan tersebut juga memakai kata Datu untuk gelar atau panggilan untuk seorang pemimpin. Berikut cuplikan dari sastra lisan meompalo Karelae:

Datunna Sangiang Seeri. (Datu sang Hiang Sri).
Tennapajaga mattanro. (Tak henti-hentinya memaki).
Puakku punna bole e. (Majikanku yang punya rumah).
Nasitujuang peggangngi. (Bertepatan sekali). (h. 3).

Datunna tiuseng ede. (Datu Tiuseng).
Bata ede barellede. (Sorgum dan jagung).
Sinning betteng maega e
. (Semua sekoi yang banyak). (h. 6).[2]

Pada sastra lisan meompalo karelea memuat kata Datunna yang berarti Datu. Sastra lisan ini telah terpengaruh oleh kebudayaan India. Tapi masa munculnya kemungkinan pada masa peralihan kebudayaan. Yaitu dari kebudayaan asli Nusantara ke kebudayaan pengaruh India.

Selain itu, di masyarakat Melayu Batak juga terdapat kata Datu. Datu dalam pengertian mereka adalah orang yang memiliki kekuatan supranatural. Datu adalah tokoh keagamaan asli dari masyarakat Melayu Batak. Kisah Datu juga terdapat dalam sastra lisan masyarakat, berjudul Tongkat Bagas Marhusor. Sebuah kisah seorang pemuda Batak pada masa lalu. Dimana masyarakat Batak masih hidup dengan kebudayaan asli mereka.

Dokumen tertulis yang memuat kata Datu untuk penyebutan raja, terdapat pada prasasti peninggalan Sriwijaya yaitu, Prasasti Kota Kapur yang ditemukan di Pulau Bangka, beraksara Pallawa berbahasa Melayu Kuno dan berbentuk tugu. Pada baris kedua dengan jelas tertulis Datu Sriwijaya atau Raja Sriwijaya. Kedatuan Sriwijaya sama halnya dengan Kekaisaran Sriwijaya atau Kerajaan Sriwijaya.

Dikutif dari wikipedia, kata Datu juga ditemukan di Pilifina Selatan. Tepatnya di Mindanau dan Bisaya. Datu digunakan untuk penyebutan para pemimpin atau raja yang berdaulat. Di Kalimantan Selatan para ulama yang telah lama wafat. Penduduk menyebutnya dengan tambahan kata Datu. Seperti Datu Kalampaian, Datu Landak, Datu Sanggul, Datu Nuraya, Datu Ingsat dan lainnya.

Di Banjar dan Brunai Darussalam nenek moyang di sebut nini datu orang Banjar, dan datu nini orang Brunai. Untuk Kalimantan Timur, Datu digunakan untuk gelar atau sebutan untuk raja. Raja Tidung dan Raja Bulungan mereka memaki gelar Datu.

Yang menjadi pertanyaan apakah gelar datu adalah bentuk kata penyebutan pemimpin budaya asli Nusantara?. Apakah Datu adalah bentuk jejak pengaruh dari kebudayaan maritim Kedatuan Sriwijaya?. Awalan kata ke menunjukkan pusat atau menyatu. Sedangkan akhiran an menjelaskan yang lebih dari satu.

Menurut Prof. Dr. Slametmulyana dalam buku berjudul Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara. Bahwa kata untuk pemimpin berawal dari kata yang sangat sederhana, yaitu kata tu. Kata tu berasal dari rumpun bahasa shan, berarti kata ganti diri atau badan. Kata tu mewakili orang yang terhormat. Kemudian kata tu di semenanjung Malaysia berkembang menjadi Tun. Kemudian masuk ke Sumatera menjadi Tuan, lalu masuk ke Pulau Jawa menjadi Ratu.[3]

Apabila kata tu berkembang menjadi kata-kata untuk orang terhormat. Lalu teori tersebut mendekati kebenaran, maka kata tu dapat juga berkembang menjadi kata Datu. Yang kemudian tersebar di seluruh Asia Tenggara. Kemungkinan perkembangan kata Datu lebih tua dari kata tun dan tuan.

Selain itu, kata Datu juga berkembang menjadi kata Datuk dan Dato. Kata Datu juga berkembang di setiap daerah dengan pengertian masing-masing masyarakatnya. Namun yang jelas, kata Datu bermakna orang yang terhormat.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 16 Januari 2020.

Sumber:
Slametmuljana. Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara. Jakarta: Balai Pustaka, 1995.
M. Arief Mattalitti. Meompalo Karelea. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990.
Shale Saidi, dkk. Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.
Internet: wikipedia:Datu.

[1]Shale Saidi, dkk. Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987. h. 9.
            [2]M. Arief Mattalitti. Meompalo Karelea. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990.
            [3]Slametmuljana. Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara. Jakarta: Balai Pustaka, 1995. h. 43.

Sy. Apero Fublic

Terjadinya Keseimbangan Pasar Dalam Ekonomi Makro

Apero Fublic.- Keseimbangan adalah menggambarkan suatu situasi dimana semua kekuatan yang ada dalam pasar, permintaan dan penawaran, berada pada dalam seimbang sehingga setiap variabel yang terbentuk dipasar dan kuantitas yang dimina akan sama dengan yang ditawarkan sehingga terjadilah transaksi.

A. Proses Tercapainya Keseimbangan.

Proses terjadinya keseimbangan dalam pasar dapat berawal dari sisi mana saja baik pemerintaan ataupun penawaran, semisal kita anggap proses awal beasal dari sisi permintaan, permintaan tinggi yang tidak bisa dipenuhi oleh pasokan akan menyebabkan adanya kelangkaan, padahal menurut hukum kelangkaan suatu barang yang langka maka akan menyebabkan harga barang tersebut akan meningkat.

B. Perubahan Keseimbangan.

Keseimbangan yang telah tercapai dalam pasar sebagaimana disebut diatas akan tetap bertahan sampai pada akhirnya terjadi perubahan yang bersifat kejutan pada salah satu atau bahkan kedua kekuatan yang ada dalam pasar. Jika terjadi kenaikan pendapatan, maka hal ini akan meningkatkan jumlah permintaan, hal ini bisa direpresentasikan sebagai bergesernya kurva permintaan ke kanan.

C. Perubahan Berasal Dari Sisi Penawaran.

Pada keseimbangan pasar jika terjadi perubahan pada fakto-faktor yang berada pada sisi penawaran, sebagai contoh di sini akan diambil penurunan yang terjadi pada harga input produksi, penurunan tersebut akan meningkatkan jumlah keuntungan per unit, karena adanya produksi turun sementara harga pasar tetap.

D. Perubahan Berasal Dari Sisi Penawaran dan Permintaan.

Pada pemaparan di depan perubahan yang terjadi hanya terdapat pada satu sisi saja, sisi penawaran atau sisi permintaan saja, pada dunia nyata perubahan yang ada bisa terjadi pada kedua belah sisi, sebagai contoh misalnya terjadi kenaikan pendapatan di sisi permintaan dan terdapat perubahan teknologi di sisi penawaran.

E. Bagaimana Proses Yang Terjadi Pada Keseimbangan Pasar.

Beberapa hal tentu mempengaruhi terjadinya proses dalam membentuk keseimbangan pada pasar. Keseimbangan tersebut akan terjadi dikarenakan beberapa hal yang menjadi pengaruh pada market. Berikut ini hal-hal yang bisa mempengaruhi terjadinya sebuah keseimbangan.

1. Penjualan Menyediakan Barang Sesuai Permintaan.

Tugas penjual adalah menyediakan barang disesuaikan dengan permintaan yang ada pada pembeli. Jika barang yang disediakan terlalu banyak. Sementara itu tingkat pembelian buyer menurun maka akan terjadi ketidakseimbangan. Bahkan berpengaruh pada harga pasar yang ada. Oleh karena itu, untuk menciptakan keseimbangan pada pasar dibutuhkan barang yang sesuai dengan permintaan pembeli. Ditandai dengan jumlah yang sama pada satu waktu. Sehingga harga pun tetap normal, tidak mengalami lonjakan harga atau penurunan harga.

2. Stok Barang Sesuai Penawaran Pembeli.

Dalam mendapatkan kesepakatan harga, maka pembeli akan melakukan penawaran kepada penjualan. Pembeli pun akan membeli stok barang dari penjualan sesuai yang dibutuhkan. Jika kedua belah pihak menyetujui adanya kesepakatan harga yang ditentukan maka harga tersebutlah yang disebut dengan harga keseimbangan. Selain itu, stok barang yang tersedia akan konstan saat itu juga, sesuai dengan yang dibutuhkan  pembeli  dan tersedia pada penjual. Jika stok barang kurang, bahkan langka, maka pembeli akan kesulitan mendapatkan barang, hal ini juga akan berpengaruh pada harga.

3. Keseimbangan Permintaan dan Tingkat Ketersediaan.

Kebutuhan pembeli akan barang yang ada pada pasar menjadikan penjual harus memastikan stok barang dagangannya terus tersedia dalam periode tertentu, dan tidak menambahkan jumlah ketersediaan barang yang berlebihan. Maka saat pembeli melakukan permintaan terhadap barang tersebut dengan tidak merubah jumlah permintaan, terjadilah keseimbangan.

Hal ini juga berpengaruh pada harga barang yang ada di pasaran. Harga barang akan disesuaikan dengan permintaan pembeli dan kesepakatan dari penjual. Dengan memperhatikan harga yang sama dan jumlah yang sama pula maka keseimbangan pada pasar terjadi dengan baik.

4. Adanya Kesamaan Jumlah Antara Stok Produsen dan Permintaan Konsumen.

Pada tingkat pemasaran yang efektif, produsen akan menjual barangnya dengan stok yang ada. Setiap harinya produsen tidak akan menambah jumlah stok barang. Sementara itu konsumen pun melakukan permintaan barang sesuai dengan jumlah seperti biasanya.

Jika hal ini terjadi secara terus menerus artinya keseimbangan pada pasar sedang berlangsung. Hal ini terjadi dan berpengaruh kepada harga pasar. Tidak ada alasan bagi produsen untuk menaikkan atau menurunkan harga. Karena sudah terjadi keseimbangan dan harga tetap konstan seperti biasanya.

Penentuan Harga Antara Penjual dan Pembeli.
Dalam bentuknya yang paling sederhana, interaksi konstan antara pembeli dan penjual memungkinkan harga muncul seiring waktu. Seringkali sulit untuk menghargai proses ini karena harga sebagian besar barang yang diproduksi ditentukan oleh penjual. Pembeli bisa menerima harga atau tidak melakukan pembelian. Sementara banyak konsumen yang mungkin melakukan tawar-menawar soal harga dan mereka tidak memiliki pengaruh terhadap harga.

Namun, jika semua pembeli potensial melakukan tawar-menawar, dan tidak ada yang menerima harga yang ditentukan, maka penjual akan cepat mengurangi harga. Dengan cara ini, secara kolektif, pembeli memiliki pengaruh terhadap harga pasar. Akhirnya harga ditemukan yang memungkinkan pertukaran terjadi.

Penjual yang rasional akan mengambil langkah ini lebih jauh, dan mengumpulkan informasi pasar sebanyak mungkin dalam upaya untuk menetapkan harga yang mencapai jumlah penjualan tertentu pada awalnya. Agar pasar berfungsi, arus informasi yang efektif antara pembeli dan penjual sangat penting.

Oleh: Nurul Prastio.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Jambi, 16 Januari 2021.
Mahasiswa Universitas Islam Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Nim: 50290056. Kelas Perbankan Syariah 3 B.


Sy. Apero Fublic.