Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

9/30/2020

Julia Anggraini: Cinta Rahasia

Apero Fublic.- Sastra Kita. Kehidupan anak manusia tidak akan lepas dari rasa cinta. Mencintai dan menyayangi seseorang adalah hal yang lumrah atau wajar. Cinta hadir di dalam hati setiap insan tanpa konfromi. Datang pada siapa saja dan untuk siapa saja. Umur, kedudukan, jabatan, strata sosial, jarak, persahabatan dan sebagainya tidak menjadi halangan untuk hadirnya cinta.

Namun perkara cinta tidak semudah kehadirannya. Cinta yang paling sering adalah cinta yang tersimpan di hati seseorang. Untuk mengungkap perasaannya, tentang cinta sunggu berat sekali. Sejujurnya cinta yang memang tulus itu, selalu berada di sisi yang sulit. Sisi dimana cinta itu terjepit diantara kekurangan, kerendahan diri, status, keadaan, ekonomi, semua seakan menindas rasa cinta itu.

Kemudian beberapa rintangan yang berat membuat jiwa tertekan dan berujung air mata. Cinta milik siapa saja, tetapi tidak dapat memiliki semua cinta. Sebab, kita tidak ditakdirkan menulis takdir kita sendiri. Kita hanya dapat berusaha dan berdoa. Orang berkata, sekuat apa kita bertahan, menggenggam, kalau memang bukan jodoh kita akan terlepas jua.

Ketika cinta hadir sebab perkenalan dan pertemanan, kemudian berinteraksi dan saling mengenal lebih jauh. Disinilah sering tumbu benih-benih cinta yang tulus. Disanalah itu cinta muncul dalam keterasingan, namun selalu menuntut untuk kebersamaan. Cinta rahasia bermain diantara hati-hati yang tulus, hati yang lembut, hati yang masih polos.

Cinta rahasia mengintip dari balik sukma-sukma seseorang. Bukan hanya seorang gadis yang menunggu sering memendam cinta rahasia, tetapi begitu juga dengan para perjaka. Maka, ketika semua belum mendapat jawaban, maka doa dan harapanlah yang di panjatkan pada sang pemilik hati, yaitu Allah SWT.

Cinta rahasia tetap di hati, biarlah kemana terbawa arus mimpi. Sampai aku sadar dari mimpi ini, suatu saat nanti. Entah ia yang aku harap, mungkin yang lain sudah Allah persiapkan. Sebab, keikhlasan bersama hati yang mencintai karena Allah, kan selalu menanti.

CINTA RAHASIA

Karna dikau ku ada.
Disaat menulis ini, aku tak tahu apa yang harus kumulai.
Saat membicarakan tentangmu.
 
Tentang dikau yang selalu menghantui setiap langkahku,
Nafasku, fikiranku yang entah tak menentu karnamu.
 
Apakah benar rasa ini yang engkau ciptakan ya rabb,
Disaat ku tak kuasa melihat wajahnya.
Walaupun dikejauhan mata memandang.
Dengan berbatas kaca.
Sungguh aku tak kuasa.
 
Duhai dikau seseorang yang ku kagumi dalam diam,
Apakah engkau rasakan sama dikala ku ada.
Ataukah hanya sekedar semu yang hilang begitu saja.
Aku tak tau.
 
Yang pasti karna dikau ku ada.
Walaupun ku sadar,
Bahwa emas tak setara dengan loyang.
Cukup doa dan mengikhlasnya.
Semuanya kepada yang telah menciptakanmu,
Itu saja sudah buatku tenang.
Teruntuk kamu yang saat ini ku kagumi.
Yang membenam di hati.

Sekilas tentang penyair, dia bernama Julia Anggraini, bole dipanggil Juli atau Angraini. Sekarang penyair sedang kulia di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, dengan bidang studi jurusan Ilmu Al-Quran dan tafsir. Penyair cantik ini lahir di Kota Palembang pada tanggal 22 Juli 1996.

Warna kesukaannya adalah warna pink, putih, ungu. Sedangkan boneka kesukaannya, yaitu boneka Marsha. Dia menyukai boneka Marsa sebab boneka Marsha itu lucu, cantik dan indah, dan lincah. Untuk pesan-pesannya, tetaplah bersemangat dalam menjalani hidup, jangan menyerah dan berputus asa, ingatlah bahwa setiap lelahmu akan menjadi lillah, keep happy and smiling.

Kalau moto hidup, dia bilanga “be you're self.  Berbicara tentang makanan, Juli menyukai  masakan ibu. Maka apa yang dimasak oleh ibu itulah makanan favoritnya. Dahulu waktu kecil dia punya cita cita, ingin menjadi dokter, bahkan keinginan itu pun timbul sampai ke jenjang Madrasah Aliyah.

Maka dia suka sekali pelajaran IPA, seperti biologi, matematika, fisika dan kimia. Walaupun itu ribet tapi ia tetap semangat. Namun saat dia menginjak masuk dunia perkuliahan ternyata saya menyadari bahwa agama lah yg paling penting dari segalanya.

Oleh. Julia Anggraini
Editor. Selita, S.Pd
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 24 Desember 2018.


Sy. Apero Fublic.

Musi Banyuasin: Covid-19 Kembali Menggila

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Musi Banyuasin, Rabu (30/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 23 kasus positif COVID-19. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita.SS.M.Kes. "Ada penambahan 23 kasus positif, total pasien positif yang saat ini dirawat ada sebanyak 92 orang," ungkapnya.

Kasi Surveilans ini  merinci, adapun penambahan 23 kasus positif yakni kasus 190 perempuan usia 50 tahun Kelurahan Serasan Jaya, kasus 191 perempuan usia 39 tahun Sungai Lilin, kasus 192 perempuan usia 32 tahun Sungai Lilin, kasus 193 perempuan usia 29 tahun Sungai Lilin, kasus 194 perempuan usia 26 tahun Sungai Lilin, kasus 195 laki-laki usia 26 tahun Bandar Agung.

Kemudian, kasus 196 laki-laki usia 35 tahun Bandar Agung, kasus 197 perempuan usia 26 tahun Bandar Agung, kasus 198 perempuan usia 30 tahun Bandar Agung, kasus 199 perempuan usia 28 tahun Bandar Agung, kasus 200 perempuan usia 33 tahun Bandar Agung, kasus 201 perempuan usia 30 tahun Bandar Agung, kasus 202 perempuan usia 4 tahun Bandar Agung, kasus 203 perempuan usia 28 tahun Bandar Agung, dan kasus 204 perempuan usia 28 tahun Belakang Stadion.

"Lalu, kasus 205 perempuan usia 11 tahun Kayuara, kasus 206 laki-laki usia 31 tahun Lumpatan, kasus 207 perempuan usia 41 tahun Kayuara, kasus 208 perempuan usia 40 tahun Sekayu, kasus 209 laki-laki usia 55 tahun Sungai Lilin, kasus 210 laki-laki usia 3 hari Serasan Jaya, kasus 211 laki-laki usia 41 tahun Babat Toman, kasus 212 perempuan usia 72 tahun Desa Cinta Karya, dan kasus 213 perempuan usia 26 tahun Serasan Jaya," bebernya.

Sefti mencatat hingga 30 September 2020 ada sebanyak 213 kasus terkonfirmasi di Muba. "110 kasus sembuh, 11 meninggal dunia, dan 92 orang masih dirawat," terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 30 September 2020 tercatat ada sebanyak 403 ODP 6 selesai pemantauan masih dipantau 397 orang, 814 kontak erat 659 kontak selesai pemantauan 155 kontak erat yang masih dipantau, 151 PDP 9 proses pengawasan 123 selesai pengawasan. (HS)

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 1 Oktober 2020.


Sy. Apero Fublic

COVID-19: Kesadaran Individu Adalah Keselamatan Kita Semua

Apero Fublic.- Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki budaya sosial yang tinggi. Salah satu sifat sosial bangsa Indonesia yang membudaya adalah sifat kegotongroyongan. Dengan bergotong royong dapat mengatasi pekerjaan berat dengan mudah.

Gotong-royong adalah kerja sama dalam suatu pekerjaan agar menjadi mudah dan ringan untuk mencapai tujuan yang sama. Budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu telah mengakar kedalam jati diri bangsa Indonesia.

Apabila kita mendapati suatu permasalahan yang besar, pelik dan rumit. Maka dengan bekerjasama atau dengan bergotong royong permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik. Saat ini, sifat kegotongroyongan sangat baik apabila digalakkan untuk mengatasi suatu permasalahan kita bersama, semisal wabah pandemi virus corona atau COVID-19.

COVID-19 adalah virus yang datang dari negeri wuhan, china dan menyebar keseluruh dunia dengan cepat termasuk negara kita yaitu Indonesia. virus ini disebabkan oleh virus acute respiratory syndrem corona virus 2 (SARS-COV-2).

Virus ini juga menyebabkan terganggunya saluran pernapasan dan imun tubuh yang lemah yang dapat mengakibatkan kematian pada penderita virus ini dan kecil harapan untuk sembuh karena belum adanya obat penawar COVID-19.

Virus corona atau covid-19 dapat menyebar dengan cepat. Menular melalui cairan tubuh orang yang terinveksi. Masa inkubasi covid-19 selama lima belas hari. Masa ini saja covid-19 telah dapat menular pada orang lain atau dengan istilah OTG (Orang Tanpa Gejalah). Satu saja terinveksi, dapat menyebabkan klaster-klaster penyebaran virus. Sehingga dapat menular banyak orang dalam waktu yang cepat.

Masalah covid-19 bukan hanya permasalahan  kesehatan saja. Namun juga merupakan permasalahan sosial masyarakat luas dalam satu kawasan wilayah. Sehingga memerlukan penangganan yang mengganggu mobilitas sosial berskalah besar. Dengan demikian muncul istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). PSBB sudah diterapkan diberbagai kota di Indonesia dan di dunia. Dampak COVID-19 bermacam sebagai berikut;

1.Dampak COVID-19 pada Dunia Pendidikan
Belajar masa pandemi covid-19 sering disebut dengan daring membuat siswa kurang mengerti materi yang di beri guru, susah sinyal membuat siswa ketinggalan pelajaran, membuat siswa bosan dan memilih bermain game online, siswa kehilangan belajar bersama-sama, dan sebagian siswa memilih menikah di usia dini.

2.Dampak COVID-19 pada Perekonomian
Sejak adanya pandemi semua kegiatan di batasi maka berdampak pada perekonomian yaitu, penurunan perekonomian negara, onset penjualan berkurang, berkurangnya karyawan di perusahaan dan perindustrian, mengecilnya penghasilan baik masyarakat yang mampu maupun yang tidak mampu, dan kesulitan mencari pekerjaan bagi seseorang yang baru memulai ke dunia kerja.

3.Dampak COVID-19 pada Keagamaan
Pandemi membuat tempat ibadah tidak di datangi oleh banyak orang dan tempat beribadah  menjadi sepi, COVID-19 ini membuat kurangnya silaturahmi, dan juga menyebabkan beberapa kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang dihentikan untuk sementara waktu.

4.Dampak COVID-19 pada Kesehatan
Dampak yang diberi oleh COVID-19 pada kesehatan mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan, dan naiknya angka kematian. Cara mengatasi COVID-19 yaitu sebagai berikut;
1. Beribadah memohon pertolongan Kepada Yang Maha Kuasa.
2. Menaati peraturan pemerintah.
3. Budayakan hidup bersih.
4. Konsumsi makanan yang sehat.
5. Menjaga imun tubuh agar tetap kuat.
6. Setelah beergian keluar rumah mandilah terlebih dahulu.
7. Konsumsi jamu-jamu yang terbuat dari jahe.
8. Kurangkan bepergian keluar kota apabila tidak terlalu penting.
9. Disiplin dalam pemakaian masker.
10.Laranglah diri sendiri tidak berada dikerumunan orang.

Kita jangan hanya memandang permasalahan wabah virus ini hanya dari kerugian materi saja. Tapi juga ada hikma dan pelajarang yang dapat kita pertik. Pertama, membuat kita lebih menghargai tempat ibadah, kegiatan keagamaan, dan bersekolah.

Kedua kita dapat berlatih untuk disiplin. Ketiga, kita dapat menguatkan kerja sama. Keempat, kita memiliki waktu luang bersama keluarga. Kelima, kita tidak melakukan hal-hal penting diluar. Keenam, melatih hidup lebih sehat, dan bersih.

Kesimpulan
Hal-hal demikian sudah umum dan diketahui oleh hampir semua masyarakat kita. Tentu sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Dengan cara penanggulangan dan pencegahan virus corona atau covid-19 ini. Dengan gencarnya sosialisasi oleh pemerintah, membuat masyarakat mengerti dan sadar kesehatan.

Mengingat besarnya dampak sosial masyarakat yang disebabkan oleh pandemi virus corona ini. Tentu akan banyak sekali hal-hal yang tidak berjalan semestinya. Maka pengendalian ini perlu memobilisasi masa yang luas. Tidak mudah untuk negara padat dan luas seperti Indonesia. Maka, kerjasamalah yang dapat kita andalkan dalam mengatasi pandemi covid-19 ini.

Kerjasama atau dengan bergotong royong kita dapat mengatasinya. Mulai dari sosialisasi kesehatan dan pencegahan, sampai kerjasama ekonomi. Kerjasama ekonomi misalnya seperti membuka donasi sumbangan untuk orang-orang miskin yang terdampak. Atau kita membeli dagangan para pedagang kecil. Sehingga ekonomi mereka terbantu.

Kalau para pekerja tetap (swasta), dan ASN (Aparatur Sipil Negara). Mungkin tidak khawatir jurstru sebaliknya. Banyak waktu libur disebabkan PSBB. Kemudian mendapat tunjangan dan santunan atau konpensasi. Atau orang yang memang miskin dan terdaftar. Mendapat BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari pemerintah.

Tapi bagi para masyarakat miskin perantauan dan tidak terdata. Mereka tentu akan sangat kesulitan. Pada tahap ini adalah tugas kita yang melakukannya. Dengan membantu secara materi atau administrasi supaya mereka mendapatkan BLT.

Dengan demikian terlihatlah kebersamaan atau kerjasama kita dalam bergotong royong mengatasi penyebaran dan penanggulangan pandemi covid-19 ini. Semoga musibah ini cepat berlalu, dan kita dapat mengatasi bersama tanpa harus kehilangan salah satu keluarga kita karena terinveksi virus covid-19 ini.

Saran
Saya sebagai seorang siswi tentu merasakan bagaimana sekolah secara daring (online). Maka sangat mengerti apa kekurangan yang dihadapi oleh para siswa dan siswi. Tapi saya hanya ingin menyoroti pada keadaan siswa-siswi. Kalau sekolah terus libur maka kebodohan dan kenakalan siswa-siswi akan bertambah parah.

Oleh karena itu, sekolah sebaiknya memberikan waktu belajar di sekolah walau dengan cara menerapkan sistem protokol kesehatan. Begitu juga dengan orang tua yang kesulitan memenuhi dana paket internet. Sebaiknya, siswa dan siswi mengumpulkan tugas secara langsung ke sekolah. Agar menghemat biayah data internet dan membantu para orang tua yang tidak memiliki handphone android. Walaupun tugas dikirim guru melalui internet.

Oleh. Sindi Mariska Putri
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Sekayu, 30 September 2020.

Seorang siswi SMA di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sy. Apero Fublic

9/29/2020

Mengenal Koperasi Tertua di Indonesia

Apero Fublic.- Kisah berawal dari Perpindahan Pusat Pemerintahan Kesultanan Riau Lingga dari Daik Lingga ke Pulau Penyengat. Semasa Pemerintahan Sultan Abdul Rahman Muazam Syah II pada tahun 1900 Masehi.

Perpindahan Sultan ke Pulau Penyengat disambut baik oleh Belanda. Karena posisi di kepulauan akan menjauhkan Sultan dari rakyat. Residen Belanda juga dapat mengontrol dengan baik aktivitas Sultan Riau.


Di Pulau Penyengat Sultan membangun istana kesultanan yang megah dengan arsitektur bercorak Eropa. Sehingga semakin mantap kedudukan Sultan di Pulau Penyengat.


Untuk memajukan perekonomian dan usaha rakyat. Pada tahun 1906 didirikan badan usaha bernama, Asy-syarkah al-Ahmadiyah di Midai, Pulau Tujuh. Sekarang masuk administratif Kabupaten Natuna.


Pendiri badan usaha bersama rakyat atau koperasi ini, adalah Raja Haji Ahmad bin Raja Umar (Endut). Beliau masih anak Raja Ali Haji Pahlawan Nasional Indonesia. Persatuan ekonomi masyarakat ini bergerak pada bidang usaha kopra (kelapa kering).


Para petani kopra dikumpulkan dan dibina serta bekerjasama. Masyarakat petani kopra dibina layaknya anggota koperasi seperti sekarang. Koperasi ini bekerja sama dengan Raja Ali Kelana. Kemudian mereka membeli sebuah kapal besar yang diberi nama, Karang.


Kopra yang terkumpul di Midai kemudian di pasarkan ke Singapura. Sehingga usaha sangat membantu usaha masyakarat pengumpul kopra. Terhindar dari monopoli asing dan mendidik masyarakat berekonomi yang maju.


Pada awal kemerdekaan, ketika Bapak Koperasi Indonesia H. Mohammad Hatta yang waktu itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, berkunjung ke Midai. Beliau menyatakan kalau Badan Usaha Asy-syarkah al-Ahmadiyah adalah Koperasi tertua di Indonesia.


Oleh. Eftaro, S.Hum

Editor. Desti, S.Sos.

Tatafoto. Dadang Saputra.

Palembang, 24 September 2020.

Sy. Apero Fublic.

Memeriakan HUT Muba dan HTN: Kecamatan Sungai Lilin Tanam 4500 Pohon Pinang

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Meskipun Peringatan Hari Jadi Kabupaten Musi Banyuasin ke 64 ini masih dilanda pandemi COVID-19, tapi tidak menyurutkan semangat pemerintah dan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin untuk merayakannya.

Banyak cara bisa dilakukan walaupun tidak seperti perayaan biasanya, seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Sungai Lilin yang merayakan HUT Muba dengan melakukan penanaman Bibit Pinang Sebanyak 4.500 Batang, bertempat di desa Mulyorejo (B4) kecamatan Sungai Lilin, Jumat (25/9/2020).

Giat dipimpin langsung oleh Camat Sungai Lilin Agus Kurniawan SIP MSi ini, bertepatan dengan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2020.

Dalam kesempatan, Agus Kurniawan SIP MSi menjelaskan, Penanaman 4.500 batang Bibit Pinang ini dalam Rangka menyambut HUT Kabupaten Muba dan Hari Tani Nasional  di masa pandemi COVID-19.

Saat ini kita ketahui Wabah Pandemi COVID-19 masih terus berlangsung, maka dari itu kegiatan ini adalah pilihan yang tepat untuk menyambut HUT Ke 64 Kabupaten Muba yang kita cintai ini. Adapun kegiatan yang kita laksanakan ini adalah berupa penanaman 4.500 Pohon Pinang, yang kita langsungkan di desa Mulyorejo (B4),” jelas Agus.

Selain itu, diterangkannya bahwa tujuan laksanakan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kawasan hijau yang asri, udara yang sejuk, menata dan mempercantik desa.

Kedepannya nanti, hasil dari pinang tersebut akan di kelola oleh BUMDes Rejo Mulyo, dan limbah kering serta pelepahnya dimanfaatkan menjadi kerajinan usaha UMKM dan UP2K Ibu-ibu PKK.

”Saya juga mengingatkan agar setiap penyelengaraan kegiatan yang ada di Kecamatan Sungai Lilin untuk mematuhi Protokol Kesehatan, saat ini kita memiliki Perbup 67 Tahun 2020, bagi pelanggar akan dikenakan Sanksi Disiplin.” Tegasnya.

Sementara, Kepala Desa Mulyorejo (B) kecamatan Sungai Lilin Suhardi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Muba.

Dia juga berharap Pemkab MUBA terus disupport dan membantu masyarakat untuk  penanaman bibit pinang tersebut. ”Mudah-mudahan kedepannya kita selalu disupport oleh pemerintah, dan diharapkan ada bantuan bibit dari pemerintah kabupaten terkhususnya OPD terkait.” Diharapkannya.

Terpisah, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, bahwa dirinya merasa bersyukur, walaupun perayaan hari jadi Kabupaten Muba ini, digelar sederhana tidak seperti biasanya, mengingat saat ini tengah menghadapi pandemi COVID-19.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Muba, dalam hal ini mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan dan masyarakat Sungai Lilin yang telah memperingati HUT Muba ini dengan kegiatan yang menurut saya sangat bermanfaat sekali untuk lingkungan kita. Dan saya mengajak seluruh masyarakat kabupaten Muba untuk tetap memprioritaskan protokol kesehatan.” Kata Bupati.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kades Mulyorejo, Korwil atau UPTD TPHP MUBA, Kades Panca Tunggal (C5), Perangkat Desa Mulyorejo, Tenaga Pendidik, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Musi Banyuasin, 29 September 2020.


Sy. Apero Fublic.

Aksi Pengedar Narkoba: Modus Bola Lampu

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Telah terjadi pengamanan pada terduga pelanggar hukum di wilayah Kapolisian Resor Musi Banyuasin. Terduga Andika Pranata (29) jenis kelamin laki-laki. Terduga membawa 17 (Tujuh belas ) Paket Yang diduga Narkotika Jenis Shabu dengan Berat Bruto 3,65 Gram. Terduga berhasil diamankan oleh personil Anggota Sat Lantas Polres MUBA.

Kronologis kejadian dan penangkapan; Pada Selasa 29 September 2020 Sekira Pukul 11.30 WIB, pada saat Anggota Sat Lantas Polres MUBA sedang melaksanakan giat pengaturan Strong Point Siang.

Tepatnya di Jalan Bupati Oesman, Tugu Adipura, Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Lalu melihat pengendara sepeda motor yang tidak Menggunakan Helm (berpotensi laka lantas) melaju dari arah Sp. Pendopoan Ke arah Tugu Adipura sehingga Anggota Sat Lantas BRIPKA ARI SISOKO KURNIAWAN, S.H. yang sedang melakukan pengaturan Strong Point  memberhentikan pengendara.

Pengendara tersebut berhenti di kiri jalan, dan saat anggota akan memeriksa pengendara tersebut,  melihat pengendara tersebut memegang bola lampu emergency LED, dan kemudian melihat pengendara tersebut menunjukkan tingkah laku yang mencurigakan.

Kemudian BRIGADIR ABDUL WACHID, memeriksa bola lampu emergency LED yang dipegang pengendara tersebut dan saat kepala bola lampu tersebut dibuka, dan BRIGADIR ABDUL WACHID melihat ada Kantong Plastik Kecil yang diduga Jenis Shabu. Kemudian pengendara tersebut langsung berlari sambil membawa kepala lampu emergency tersebut.

Lalu dilakukan pengejaran oleh BRIPKA ARI SISOKO KURNIAWAN, S.H dan BRIGADIR ABDUL WACHID, dan dilakukan tembakan peringatan sebanyak 1 (satu) Kali, kemudian anggota Lantas yang melakukan pengejaran memerintahkan berhenti.

Lalu pengendara sepeda motor tersebut tiarap dan diamankan, lalu setelah dilakukan pemeriksaan oleh AKP CANDRA KIRANA PUTRA, S.H., S.I.K., M.Si. (Kasat Lantas Polres Muba), didapati 17 (Tujuh belas) Paket Yang diduga Narkotika Jenis Shabu, kemudian langsung diamankan dan di serahkan ke SAT RES Narkoba Polres Muba, guna penyidikan lebih lanjut. (PD)

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic

9/23/2020

Surat Ulu Projec: Makna Cinta dan Perjuangan

Apero Fublic.- Palembang. Aksara Ulu adalah budaya tulis pedalaman di Sumatera Selatan pada masa lalu. Sesungguhnya jenis aksara tradisional semacaman aksara ulu juga terdapat dibeberapa kawasan di Pulau Sumatera. Seperti aksara rejang, kerinci, batak dan lainnya. Khusus di Sumatera Selatan disebut dengan Aksara Ulu atau sering juga disebut aksara Kaganga.

Budaya tulis menggunakan aksara ulu di pedalaman Sumatera Selatan zaman dahulu menggunakan media tulis dari bambu (bila-bila atau ruas bambu), jenis tanduk, jenis kulit pohon (kaghas atau karas). Kaghas atau karas sejenis pohon yang sering diambil gaharunya. Kulit pohon dapat dijadikan media tulis dengan goresan benda tajam.

Kulit kaghas atau karas juga sering digunakan penduduk untuk ikatan, untuk tali keranjang (abuk), dan dinding pondok. Kaghas bahasa uluan meliputi kawasan anak Sungai Musi (Ogan, Komering) diantaranya daerah Basema dan sekitarnya. Sedangkan kata karas meliputi kawasan sepanjang Sungai Musi. Peninggalan tulisan aksara ulu dinamakan, prasasti, surat ulu dan ada juga diistilahkan naskah ulu.

Kembali menggali kebudayaan Sumatera Selatan tersebut. Pada Rabu, 21 September 2020, pukul 16.00 WIB. Komunitas Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan ikut menghadiri kegiatan diskusi santai live streaming, dari Dinas Budaya dan Pariwisata Sumatera Selatan tentang Pelestarian Adat Istiadat Dalam Mempertimbangkan Pengembalian Sistem Adat Marga, yang berlokasi di Bukit Siguntang Palembang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua Pembina adat Sumatera Selatan, Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan bidang Kebudayaan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Serta Bapak Ahmad Rapanie Igama selaku Pembina Komunitas Pecinta Aksara Ulu.

Di Sela-sela kegiatan tersebut, komunitas Pecinta Aksara Ulu yang berdiri sejak tahun 2018 lalu. Didirikan oleh Nuzulur Romadhona, Vixkri Mubaroq dan Kawan-kawan. Menyempatkan mempromosikan kaos aksara ulu sebagai produk dari, "Surat Ulu Project."

Merupakan bagian dari agenda komunitas Pecinta Aksara Ulu. Dalam mengenalkan aksara ulu pada masyarakat luas. Komunitas yang diketuai oleh Nuzulur Romadhona, S.Hum, wakil ketua Vixkri Mubaroq, S.Hum tersebut. Menggabungkan kreatifitas dan bisnis dengan media aksara ulu.

Dalam kegiatan tersebut, Pak Hidayat Comsu sebagai staf Gubernur dan Pak Aufa sebagai Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ekonomi kreatif dari komunitas Pecinta Aksara Ulu, sebagai pelaestarian budaya tulis asli Sumatera Selatan.

Begitu juga Pak Ahmad Rapani Igama selaku Pembina komunitas pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan. Beliau optimis bahwa aksara ulu bukan hanya ilmu pengetahuan kebudayaan. Tapi juga mampu menumbuhkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat, khusus masyarakat Sumatera Selatan.

Karena produk surat ulu project tidak hanya kaos, tapi juga gantungan kunci, perhiasan dinding, name tag, dan lain sebagainya. Kedepannya akan dikembangkan, Seperti papan nama individu, pernikahan, Perusahaan, instansi, kartu ucapan dan lainnya.

Untuk para rekan-rekan semua. Dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi, pebisnis dan pedagang yang ingin berkontribusi dalam pelestarian aksara ulu. Dapat ikut mendukung dengan berbisnis menjadi reseler, berjualan di toko-toko atau menjadi agen dari Surat Ulu Projec. Apabila tertarik dapat menghubungi pengurus komunitas Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan.

By. Pecinta Aksara Ulu.
Vixkri Mubaroq & Nuzulur Romadhona.
Editor. Selita, S.Pd.
Palembang, 23 September 2020.

Sy. Apero Fublic.

9/21/2020

Kontrak Politik: Raja Alim Raja Disembah-Raja Lalim Raja Disanggah.

Apero Fublic.- Palembang. Perjalanan Bangsa Melayu (Indonesia) sudah berlangsung ribuan tahun lalu. Telah bermunculan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Dalam perjanan politik bangsa Melayu ada kontrak politik antara rakyat dan penguasa. Rakyat dan penguasa harus mematuhi kontrak politik tersebut. Kalau tidak mematuhinya, maka bencana dan malapetaka akan datang. Hukuman Tuhan akan datang untuk menghukum rakyat atau sang penguasa.

Kontrak politik bermulah pada masa lampau di negeri Melayu, Palembang. Palembang adalah peradaban awal dari Bangsa Indonesia. Di mulai dari Kedatuan Sriwijaya, adalah negara tradisional pertama Indonesia yang menyatukan Nusantara. Meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Semenajung Malaysia, juga sekitarnya.

Kontrak politik pertama orang Indonesia bermulah dari kronik Demang Lebar Daun di Palembang. Perjanjian antara rakyat dan pemimpin, dilaksanakan. Sumpah setia disepakati, dan Tuhan menjadi saksi sekaligus hakim. Hukuman akan menimpa kedua belah pihak apabila melanggar sumpah setia tersebut. Yaitu, kontrak politik antara Demang Lebar Daun dengan menantunya Sang Sapurba.

Sumpa setia antara rakyat dan penguasa diikrarkan, setelah Demang Lebar Daun raja Palembang menyerahkan tahtanya pada menantunya Sang Sapurba, putra Iskandar Zulkarnain. Permintaan Demang Lebar Daun adalah; kalau anak-cucunya (rakyat) berbuat salah, hukumlah.

Kalau perlu dihukum mati sesuai salahnya. Tapi syaratnya jangan dipermalukan, yang bermakna jangan berbuat melampaui batas. Demang Lebar Daun dalam sumpah setia itu, memposisikan diri sebagai wakil rakyat.

Sedangkan Sang Sapurba meminta rakyat agar tidak menjadi rakyat yang durhaka pada rajanya. Tidak Durhaka dalam makna disini adalah menjadi rakyat yang baik, patuh dan setia pada negara dan pemerintah. Syarat Sang Sapurba diterima Demang Lebar Daun selaku wakil rakyat.

Waktu berlalu, kontrak politik berjalan dalam diam dan senyap. Bahkan para pemimpin dan rakyat sendiri sudah banyak yang lupa dan tidak tahu dengan kontrak politik ini. Kemudian terjadilah pelanggaran dari kontrak politik tersebut.
******
Pelanggaran Kontrak Politik.
Berawal dari kisah Wan Anom istri Megat Sri Rama. Dia sedang mengandung anak pertamanya. Megat Sri Rama adalah seorang Laksamana yang bertugas meronda perairan Riau. Saat sedang duduk di depan rumah. Lewatlah Penghulu Bendahari membawa talam berisi buah nangkah untuk dihidangkan pada Sultan Mahmud Syah II. Sultan saat itu sedang diperistirahatan dikawan hulubalang Sri Bija Wangsa.

Wan Anom yang sedang hamil, sangat ingin makan buah nangkah masak itu. Kemudian dia beranikan diri meminta sebiji buah nangka pada Penghulu Bendahari. Karena kasihan maka penghulu memberikan buah nangka. Betapa girangnya Wan Anom dan dimakannya dengan lahap.

Penghulu Bendahari berlalu dan masuk ke kamar Sultan. Sultan bertanya mengapa sudah ada biji diambil, tidak rata lagi pada potongannya. Penghulu Bendahari menceritakan dengan jujur. Dia tidak sampai hati pada Wan Anom yang sedang mengidam. Karena itu adalah kehendak bayi di dalam kandungan Wan Anom.

Mendengar itu, Sultan Muhmud Syah murka. Hulubalang Sri Bija Wangsa ternyata seorang penjilat dan pencari muka, dia berkata menghasut. “Pendurhaka, memberi makan Sultan makanan sisa.” Ujar Sri Bija Wangsa memanasi Sultan dan menjilat.

Bukan tanpa alasan, Sri Bija Wangsa memang sudah lama iri hati dengan Megart Sri Rama suami Wan Anom. Sultan yang dihasut dan dipanasi oleh hulubalang iri karena Megat Sri Rama yang dipercaya Sultan menjadi laksamana.

Sudah menjadi kebiasaan zaman feodal, kehormatan di simbolkan dari materi dan objek. Sultan feodal ini merasa dirinya dirinya diberi makanan sisa. Hal tersebut berkaitan dengan kehormatan dan derajad dirinya yang seorang Sultan. Mana mungkin seorang Sultan memakan sisa makanan rakyat jelata.

Sultan bersifat feodal tersebut meminta Penghulu Bendahari memanggil Wan Anom. Karena lepas kendali Sultan memerintahkan agar membelah perut Wan Anom dibelah. Dia ingin tahu apakah benar bayinya yang menginginkan makan sebiji buah nangkah tersebut. Oleh karena itu, Wan Anom dan jabang bayi mati.

Hukuman Dari Pelanggar Kontrak Politik.
Saat Megat Sri Rama pulang dari dinas yang membawa rindu pada istrinya. Dia mendapati cerita menyedihkan yang terjadi pada istrinya. Hanya gara-gara seulas buah nangka sultan tega membunuh istrinya Wan Anom dengan keji. Laksamana Megat Sri Rama bertekad menuntut balas.

Megat mengumpulkan anak buahnya, lalu melakukan konspirasi politik yang berbau kudeta. Laksamana Megat Sri Rama menemui Tun Abdul Jalil Bendahara Sultan. Megat Sri Rama bercerita dan akan menghukum raja zalim atau penguasa pendurhaka. Apabila Sultan Mahmud Syah II tewas maka Tun Abdul Jalil yang akan menjadi raja.

Laksamana Megat Sri Rama disuatu kesempatan menghadang iring-iringan Sultan. Dengan dendam membara dia menyerang sultan. Sultan tewas ditikam oleh Megat Sri Rama. Sultan Mahmud Syah II tewas terkena tikaman kerisnya. Setelah mati Sultan digelari (posthumous), “Mangkat di julang (tandu).

Hal-Hal dan Pertimbangan.
Zaman kita sekarang sudah tidak terhitung lagi pelanggaran kontrak politik oleh penguasa. Bahkan lebih dari mengerikan, tapi sudah mulai tidak manusiawi. Kemanusiaan bukan hanya dinilai dari nyawa manusia saja. Tapi prilaku berbuat sewenang-wenang, serakah, buruk dengan kebijakan dan upaya individualistis juga tidak bermoral.

Dengan demikian, apabila rakyat mulai tidak patuh, tidak menghormati, dan mulai melawan pemerintah. Sebaiknya pemerintah mulai mengevaluasi diri. Bukan hanya pemimpin poros seperti Bupati, Gubernur, Presiden, tapi juga para pemimpin lainnya. Apabila gejolak dan tikaman mulai muncul. Tidak mustahil telah terjadi kebiadaban yang mengerikan dibangsa ini.

Pepatah Melayu, “Raja Alim raja disembah, Raja lalim raja disanggah.” Sebuah kearipan lokal yang sangat perlu diperhitungkan oleh pemimpin. Bukan hanya itu, sifat neofeodalisme hendaknya dihilangkan. Agar tidak hanya mementingkan simbol kehormatan melalui materi dan bentuk objek.

Tetapi mulai dari nilai-nilai luhur sebagai seorang pemimpin yang sebenarnya. Hukum dan keadilan yang perlu ditegakkan. Bukan pencitraan dan bagaimana menggelapkan anggaran-anggaran. Atau mengutamakan jatah-jatah dari proyek-proyek. Dari Sabang sampai Merauke adalah rentang makna pepatah tersebut. Maka sebaiknya dipikirkan oleh kita semua. Sebelum hukum pelanggaran kontrak politik datang.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 22 September 2020.


Sy. Apero Fublic.

9/20/2020

UKM: Pengusaha Kerupuk Dalam Hantaman Pandemi Corona

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah ujung tombak perekonomian Indonesia. UKM menjadi penggerak garda terdepan perekonomian Indonesia. Kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia sangat tertunjang oleh UKM secara nasional.

Namun, pada masa pandemi virus corona, keberlangsungan UKM kritis dan tersendat. Akibat berbagai kebijakan pemerintah dalam mengendalikan penyebaran dan penularan virus corona.

Seperti pengrajin Kerupuk Jangek, Ibu Sumira binti Hayat Rebi (Alm). Tinggal di Jalan Praja Mukti, Sekayu, lokasi di depan TK Negeri Pembina. Dia menggeluti usaha Kerupuk Jangek sejak tahun 2010 yang lalu. Ibu Sumira adalah seorang wanita yang kuat dan tegar. Sebagai seorang wanita dia mampu mandiri secara usaha, tekun dan sabar.

Namun akhir-akhir ini, usaha yang digelutinya tidak berjalan begitu baik. Sejak dilanda bencana virus corona. Membuat omset penjualan dan orderan konsumen berkurang drastis. Ada rasa prihatin dan sedih yang menggugah jiwanya.

Karena usaha kecilnya yang menjadi harapan pemasukannya terganggu. Kadang Dia juga berkeinginan mengembangkan usahanya. Namun sudah menjadi hal yang biasa bagi pengusaha, yaitu terkendala modal. Kemudian sistem pengetahuan pasar dan manajemen juga perlu diberikan.

Apabila kita amati, usaha Ibu Sumira sangat perlu diberikan bantuan. Pada masa pandemi virus corona ini. Tentu akan sangat membantu sekali untuk ketahanan dan pengembangan usahanya. Pada pihak pemerintah agar dapat memberikan perhatian pada usaha Kerupuk Jangek ibu Sumira.

Ibu Sumira atau yang sering dipanggil Kopek Ira. Telah memiliki dua orang anak yang masih duduk dibangku sekolah, Fery dan Putri. Tetap tegar dan kuat dalam menjalankan usahanya. Semoga badai virus corona cepat berlalu. Sehingga pelaku Usaha Kecil dan Menengah dapat bernafas lega.

Oleh. Padli, S.Pd.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Sekayu, 20 September 2020.

Sy. Apero Fublic.

9/18/2020

Persiapan: HUT Musi Banyuasin

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Banyuasin yang diperingati setiap tanggal 28 September hanya tinggal menghitung hari. Jumat (18/9/2020) PEMKAB MUBA menggelar Rapat Persiapan Peringatan HUT MUBA ke 64 di Ruang Rapat Serasan Sekate Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin.

Peringatan HUT MUBA tahun ini akan dilaksanakan dengan sangat sederhana dan berbeda dengan Peringatan HUT MUBA pada tahun sebelumnya, mengingat saat ini sedang menghadapi pandemi COVID-19.

Bupati Musi Banyuasin Dr. H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekda bapak Drs. H Apriyadi MSi mengungkapkan. Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Musi Banyuasin yang akan digelar nanti harus betul-betul maksimal memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan. Diharapakan tidak menyebabkan terjadinya penyebaran Virus Corona.

"Mengingat saat ini kita tengah menghadapi pandemi COVID-19. Pelaksaan Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Peringatan HUT Muba pada tahun ini, sesuai dengan instruksi Bupati Dr. H Dodi Reza Alex Noerdin, Lic Econ MBA. Harus dilakukan dengan sederhana dan  diterapkan sesuai dengan Surat Menpan-RB dan ditindaklanjuti Perbup Nomor 67 Tahun 2020. Kondisinya tidak boleh lebih 50 %. Jadi, kami minta pihak terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat menyesuaikannya, seperti membatasi semua kegiatan, tamu undangan, dan harus  menerapan protokol kesehatan. Bila perlu, kalau memungkinkan dilakukan secara virtual seperti Peringatan HUT RI."

Senada yang di sampaikan Sekda, Kapolres MUBA AKBP Erlin Tangjaya SH SIK., dan DANDIM 0401 Muba Letkol ARH Faris Kurniawan SST MT juga mengharapkan pelaksanaan kegiatan HUT Muba tetap menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah tamu undangan, guna mencegah penyebaran wabah COVID-19.

"Pada intinya, Kami TNI-Polri siap mendukung kegiatan Peringatan HUT MUBA ini dengan baik. Akan tetapi kami TNI-Polri juga menyikapi Perbup Nomor 67 Tahun 2020, tentu hal itu harus kita kondisikan. Kami POLRES dan DANDIM juga berharap mohon dijaga agar semua kegiatan dapat dibatasi dan protokol kesehatan harus diperhatikan dengan maksimal." Jelas Kapolres MUBA, AKBP Erlin Tangjaya, SIK.

Untuk perayaan HUT Muba kali ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan DPRD Musi Banyuasin sepakat menggunakan Pakaian Khas Kabupaten Musi Banyuasin yaitu Beskap Gambo MUBA. Agenda dilaksanakan di ruang rapat Paripurna DPRD MUBA. (HS).

Sy. Apero Fublic.

9/17/2020

MUBA: Mendapat Penghargaan Government CI-EL Award 2020

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Dinilai berhasil mengembangkan wilayahnya dalam sektor perdagangan, pariwisata, investasi dan industri, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) menerima penghargaan Government CI-EL Award 2020 kategori Silver Indonesia Industry Award.

Penghargaan diberikan melalui video virtual zoom (17/9/2020). Penghargaan tersebut diberikan kepada kota dan kabupaten di Indonesia yang dinilai berhasil mengembangkan wilayahnya dalam empat sektor terutama di masa pandemi virus corona.

Government CI-EL Award 2020 sendiri merupakan penghargaan pertama yang diselenggarakan oleh CI-EL Academy bagi kota dan daerah yang mendaftar. Meski begitu, penilaian kepada para penerima award dilakukan oleh pihak di luar pemerintahan. 

Founder dan Chairman CI-EL Academy Hermawan Kartajaya menuturkan para pemimpin daerah harus menerapkan kreativitas dan inovasi pada empat sektor. Meliputi bidang perdagangan (trade), pariwisata (tourism), bisnis (investment), dan industri. Untuk menjamin kenetralan pihak juri diambil dari swasta (non departemen).“Juri kita semua dari swasta supaya tidak bias, yang kita lihat dari sisi marketing dan entrepreneurshipnya.” Ungkap Hermawan.

Lebih lanjut Hermawan menjelaskan, Kategori industri sendiri adalah penghargaan bagi daerah yang mengembangkan standarisasi industri, menciptakan program yang menghasilkan industri baru serta inovasi industri dengan teknologi. “Saya ucapkan selamat kepada para pemenang semoga menginspirasi daerah-daerah lain.” Jelas Hermawan.

Sementara itu, Bupati MUBA Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan ucapan terimakasih kepada MarkPlus, Inc yang telah memberikan penghargaan CI-EL Award 2020, pada Jakarta Marketing Week 2020 yang bertemakan Government Day secara daring.

"Alhamdullilah capaian ini tentu berkat kerja keras PEMKAB MUBA bersama masyarakat. Kita ketahui bahwa pandemi COVID-19 telah mengakibatkan perlambatan ekonomi dan juga penurunan ekonomi masyarakat dikarenakan turunnya harga komoditas salah satunya karet dan sawit." Pungkasnya.

Lanjut Dodi, inovasi Musi Banyuasin diantaranya adalah dengan hilirisasi karet melalui program aspal karet yang dapat menaikkan perekonomian petani karet rakyat dan juga hilirisasi sawit melalui program Biofuel merubah sawit jadi bahan bakar nabati (BBN).

Serta hilirasi Gambir dengan program Wastra Gambo MUBA yang menjadi perhatian dunia nasional maupun internasional terkait pemanfaatan pewarna alami. Pada akhirnya program-program hilirisasi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian petani karet, sawit dan gambir di Kabupaten Musi Banyuasin. (HS).

Sy. Apero Fublic.

9/16/2020

Produk-Produk Gelam: Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Lahan Gambut

 

Apero Fublic.- Palembang. Gelam dikenal masyarakat pohon kuat yang selalu digunakan untuk alat membangun konstruksi gedung. Gelam adalah nama sejenis pohon yang tumbuh di kawasan rawa-rawa yang tergenang air dimusim kemarau. Nama latin gelam adalah melaleuca leucadendra. Namun dalam pembahasan ini kita bukan membahas pohon gelam. Tapi gelam disini adalah bentuk kesatuan Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar hutan gambut.

Rawa-rawa hutan gelam adalah kawasan penampungan air alami. Dimana kawasan ini harus tetap terjaga bukan hanya gambutnya agar tidak terbakar. Tapi sebagai kawasan penampungan air alami dimusim penghujan yang harus tetap alami. Agar pola sirkulasi air alam tidak terganggu.

Isu permasalahan rusaknya hutan gambut bukan hanya mengguncang Indonesia. Tapi juga mengguncang dunia Internasional. Sebab, hutan gambut sangat memiliki keterkaitan pada ekosistem dunia dan lingkungan hidup. Rusaknya hutan bergambut akan membuat adanya ketidaknormalan iklim dunia.

Permasalahan lahan gambut bukan hanya permasalahan kebakaran dan restorasi semata. Sehingga dalam upaya melakukan restorasi dan pencegahan kebakaran lahan gambut tidak monoton.

Dimana selama ini hanya berpangkal pada penanaman tumbuhan endemik (reboisasi) dan pengawasan penyebab kebakaran. Permasalahan lahan gambut khususnya di Sumatera Selatan sangat bersinggungan dengan sektor ekonomi penduduk. Yaitu, mata pencaharian penduduk yang tinggal di sekitar lahan gambut.

Untuk permasalahan tersebut pihak Kemitraan atau Patnership dari pengelolaan dana Asing yang berasal dari Norwegia. Mengupayakan pendampingan UKM pada masyarakat setempat. Salah satu program mereka adalah Desa Peduli Gambut (DPG). Dimana pihak Kemitraan melakukan program pemberdayaan masyarakat sekitar Lahan Gambut.

Dalam pendampingan tersebut memprogramkan menumbuh kembangkan model mata pencaharian mandiri masyarakat. Sehingga tidak lagi bergantung pada pengolahan hutan gambut secara langsung. Seperti perternakan, pertanian menetap dan pengembangan home industri. Home industri tersebut dikenal dengan istilah, Gelam.

Diantara hasil-hasil home industri yang mereka dampingi seperti produk: Bandeng Presto Original, Bandeng Presto Pedas Manis, Kemplang Gulung, Kemplang Ikan Rawa, Kemplang Peser, Keripik Bayam, Keripik Terong, Keripik Kangkung, Sambal Lingkung, Terasi Tabur, Keripik Ubi, Krido Uni Nely, Abon Leleh, dan lainnya. Pendampingan meliputi produksi, pengenalan dan pemasaran. Untuk bertahan semua hasil home industri tersebut memerlukan pemasaran yang luas.

Bagi masyarakat luas (kita semua) untuk ikut serta dan peduli pada pelestarian lingkungan hidup, terutama lahan gambut tersebut. Untuk berpartisipasi langsung dapat dengan membantu pengembangan home industri masyarakat sekitar lahan gambut. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan membantu pemasaran produk-produk mereka.

Seperti menjadi perantara atau penghubung antara: pelaku usaha-dengan pasar. Misalnya menjadi reseler dari produk-produk Gelam. Dapat juga dengan membeli produk-produk Gelam. Ikut mempopulerkan produk Gelam dengan cara mengenalkan pada masyarakat luas. Baik melaui media teknologi internet dan secara lisan.

Pada pihak formal misalnya Pemerintahan Pusat atau Daerah baik di Sumatera Selatan dan di Indonesia agar memiliki program pembelian bersama-sama. Mendorong pihak ASN dan BUMN membeli produk-produk Gelam. Menjadikan produk Gelam sebagai kuliner oleh-oleh daerah. Serta fasilitasi lelang nasional pada produk gelam.

Begitu juga pihak Akademisi, seperti para mahasiswa dan mahasiswi yang jago dagang. Tentu sangat bermanfaat apabila ikut berdagang produk hasil home industri masyarakat di sekitar hutan gambut. Sedangkan para pelaku pasar lainnya, seperti gerai-berai berjaringan (swalayan) dapat membantu memasarkan produk-produk tersebut.

Apabila kita bekerja sama, keberhasilan itu akan terwujud. Namun apabila kita tidak peduli dan tidak menyadari betapa pentingnya kelestarian lahan Gambut. Kita sendiri sebagai manusia yang akan menerima dampak dan akibat rusaknya lingkungan kita. Maka dari itu, mari kita bersatu dan selamatkan hutan gambut kita.

Oleh. Rama Saputra
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 6 Agustus 2020.


Sy. Apero Fublic.