Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

1/27/2020

Sebuah Wacana. Menutup Aurat Dengan Baik Adalah HAM Milik Kaum Muslimah

Apero Fublic.- Sistem pemerintahan negara kita, berdasarkan Pancasila. Pancasila adalah landasan bernegara orang Indonesia, weltanschauung. Semua daya hidup di negara kita harus merujuk ke Pancasila. Apabila menyangkut sistem hidup secara umum. Sistem administrasi negara kita memisahkan  apa pun dari tata pemerintahan.

Seperti memisahkan urusan keagamaan, kepentingan kelompok, ras, dan suku bangsa. Untuk kekuasaan tertinggi negara adalah hukum. Sehingga negara kita sering juga disebut, negara hukum. Sehingga semua wujud masyarakat di Indonesia memiliki kedudukan yang sama.

Baik itu mayoritas atau non mayoritas. Negara kita termasuk dalam kelompok negara sekuler. Tapi bukan sekuler ekstrim seperti negara-negara barat. Sekuler itu negaranya, bukan manusianya. Kehidupan demokrasi kita berasas pancasilah atau permusyawaratan. Berbeda dengan demokrasi barat yang bersifat individu dan liar.

Kenapa disebut liar, karena masyarakat barat dapat berbuat apapun asal tidak merugikan orang lain secara kasat mata dan tidak melanggar hukum negara. Sebagai contoh misalnya mereka membiarkan pelacuran dengan bebas, menjual minuman keras secara bebas, produksi film forno, kawin sesama jenis, dan sebagainya. Di sisi lain bagi yang ingin hidup sesuai tuntunan agama mereka juga tidak masalah.


Di dalam praktik sosial masyarakat di negara kita, Indonesia. Masih banyak yang belum mengerti atau belum memahami makna Pancasila. Misalnya, ada kelompok cara pikirnya menjadikan manusia seperti benda mati. Atau menjadikan manusia seperti administrasi-administrasi. Demokrasi pancasila diartikan seperti demokrasi barat. Begitu pun dalam hal urusan agama, maka agama Islamlah yang paling tertindas.

Kelompok ini beralasan negara Indonesia bukan negara agama. Membuat aturan-aturan yang menjauhkan masyarakat mengikuti kewajibannya sebagai manusia beragama. Misalnya sekolah umum negeri, karena beralasan bukan negara agama, membuat aturan sekolah tidak mengajarkan keagamaan secara baik atau memadai di sekolah. Padahal negara demokrasi dimana manusia memiliki hak. Pembayar pajak terbesar pun adalah umat Islam.


Padahal pendidikan untuk seorang manusia di dalam ruang lingkup negaranya, hak mereka. Dia memiliki hak mendapat pendidikan agamanya, agama yang dia anut. Paham akibat kenegaraan manusia. Akhirnya, pendidikan agama hanya sedikit sekali diberikan pada anak-anak di bangku sekolah negeri.

Akibatnya, program pemerintah yang menjadi manusia layaknya benda mati, atau menegarakan manusia. Umat Islam mencari pendidikan sendiri. Masih untung lebih banyak yang belajar ke Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Kalau mayoritas belajar ke Afganistan, Libya, atau kenegara dimana memiliki paham keras lainnya???.

Kelalaian dari Orde Lama dan Orde Baru membuang pendidikan Islam. Telah melahirkan bibit-bibit Islam dengan paham yang lain. Umat Islam adalah umat aktif dan selalu mencari kebenaran agama, ilmu agama, penuh rasa khawatir akan kerusakan agama. Sehingga umat Islam akan terus mencari pengetahuan.

Dari itu, hendaklah pemerintah memberikan pendidikan agama Islam secara memadai di sekolah-sekolah negeri. Dalam pengajaran kekhalifaan, berikan pengertian. Dimana kesesuaian dengan politik zaman sekarang. Agar generasi Islam tidak kosong, serta dapat menjadi Muslim yang moderat.
******
Menjawab hal tentang hak muslimah dalam menutupi aurat. Di Indonesia atau di dunia. Masih banyak perusahaan-perusahaan yang tidak membolehkan karyawan muslimah memakai hijab. Hanya karena pemilik bukan orang Islam. Bealasan negara bukan negara Islam.

Membuat aturan dan larangan memakai hijab atau jenis menutup aurat lainnya. Padahal kaum muslimah memiliki hak untuk menutup aurat. Hak tersebut mutlak, karena urusan pribadi individu dalam beragama. Tidak ada hubungannya dengan sistem pemerintahan atau sistem organisasi.

Kalau pemerintah tidak memberikan hak beragama. Atau suatu badan hukum tidak memberikan hak mengikuti anjuran beragama pada muslimah. Maka pemerintah atau badan hukum telah melanggar konstitusi negara UUD 1945, serta menginjak-injak silah pertama dan silah kelima dalam pancasilah. Dimana ketuhan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak tersampaikan. Berikut cuplikan UUD 1945 tentang kebebasan menjalankan perintah agama.

"Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memeilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali." Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD 45). Silah pertama di dalam Pancasila, "Ketuhanan yang maha Esa. Yang bermakna kehidupan orang Indonesia adalah kehidupan beragama. Kalau orang mengaku pancasilais, seharusnya mereka mengerti kalau agama adalah hal pertama di Indonesia sebelum melakukan hal-hal lain.

Di negara Indonesia yang mayoritas Muslim. Masih ada universitas yang melarang muslimah memakai cadar. Ketika orang-orang ini ditanyakan. Berapa Mazhab yang diakui di Indonesia?. Mereka akan menjawab ada empat yang utama. Diantara Mazhab tersebut, bercadar ada hukum yang mewajibkan.


Maka dari itu kaum muslimah di Indonesia atau di dunia ini. Memiliki hak untuk menutup aurat sesuai dengan tuntunan agama Islam. Memiliki hak untuk beragama dan mengikuti semua aturan didalam ajaran agama yang dia sanggupi dan dia inginkan.  Karena hak tersebut dijamin konstitusi 1945 dan Pancasila. Bagian HAM muslimah.

Misalnya guru PNS tidak memakai cadar. Tidak memakai gamis, dan tidak memakai hijab syar'ih. Karena adanya anggapan bukan negara Islam. Jangan sampai seperti negara komunis, menjadikan manusia elemen negara atau menegarakan manusia. Yang kembali ditekankan adalah, yang sekuler adalah sistem pemerintahan negara, bukan manusia atau rakyat dari negara tersebut.

Kaum muslimah di Indonesia dan di dunia ini haruslah menuntut hak mereka dalam beragama (menutup aurat). Hak menutup aurat di tempat pendidikan. Menutup aurat di ruang publik, atau di tempat umum. Hak menutupi aurat di tempat bekerja. Baik itu bekerja pada pemerintahan (ASN) atau pihak swasta, dan lainnya. HAM muslimah yang tidak dapat ditawar-tawar.

Selain itu, hak dilindungi. Misalnya dilindungi dari ujaran kebencian. Seperti sebutan radikal, sebutan kadrun (kadal gurun). Sebutan pengikut budaya Arab. Perlindungan dari kampanye kebencian, misalnya adanya gerakan "hari bebas tidak berhijab" propaganda-propaganda yang menyerang muslimah.

Seperti adanya cross hijaber dan sebagainya. Perlindungan intimidasi ditempat umum, untuk muslimah bercadar. Ada perlindungan hukum bagi muslimah yang dilecehkan. Misalnya cadar atau hijabnya dibuka paksa oleh keluarga atau orang tidak dikenal.

Kaum muslimah seharusnya membentuk wadah persatuan. Semacam organisasi untuk melindungi dan memperjuangkan hak menutup aurat muslimah di Indonesia dan di dunia ini. Baik itu di Indonesia atau di tingkat internasional (PBB).

Harus muslimah yang memperjuangkan hak menurut aurat. Karena kalau laki-laki muslim. Nanti disangka masyarakat non muslim di negara asing. Bahwa kaum muslimah dipaksa kaum laki-laki untuk memakai hijab. Kalau Muslimah sendiri yang berbicara dan memperjuangkan. Tidak ada bantahan lagi dari mereka-mereka.

Seperti di Perancis dimana simbol keagamaan dilarang. Maka kaum Muslimah tidak dapat berhijab apalagi bercadar di muka umum.  Dari semua itulah kaum Muslimah harus berjuang dan bersatu untuk kebaikan ibadah menutup aurat dan memperjuangkan HAM sebagai seorang muslimah.

Kalau baru-baru ini ada kasus penusukan Bapak Wiranto oleh oknum bercadar. Hal tersebut tidak ada hubungan dengan ibadah atau muslimah lainnya, tapi masuk kerangka kriminal. Pelaku kriminal dapat berupa, menyerupai apa saja. Berikut salah satu ayat Al-Quran yang memerintahkan muslimah berhijab atau menutup aurat.

"Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian supaya mereka lebih mudah dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab. 59).

#Muslimah harus bersatu dan membentuk organisasi untuk memperjuangkan hak menutupi aurat di dunia ini, baik itu di negara sendiri atau di tingkat dunia, PBB. #Himpunan Muslim.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 27 Januari 2020.

Jilbab: Sejenis baju kurung yang lapang dan dapat menutup kepala, wajah, dan dada.
Alquran Terjemahan: Ar-Rahman. Bandung: Fokusmedia-Yayasan Assalam International Indonesia. 2010. h. 426. N0:P.VI/1/TL.02.1/764/2010.

Sy. Apero Fublic

1/26/2020

Contoh Paham Neofeodalisme Derajad Dirinya Diukur Dengan Makanan

Apero Fublic.- Apakah ubi goreng makanan yang buruk, merusak kesehatan, atau apa???. Bagaimana dengan makanan mewah, harga ratusan ribu satu porsi. Apa begitu baik untuk kesehatan???. Apakah ubi goreng dan jajanan pasar lebih mulia dari makanan yang dibeli dengan uang hasil korupsi???. Apakah makanan yang rupanya bagus, wadah mahal, dimakan di tempat mewah atau di hotel berbintang saat keluar dari dubur kita bukan kotoran???.

Yang perlu dicatat, nilai sebuah makanan dinilai dari, kehalalan, kebaikan untuk tubuh (gizi), dan kebersihan. Bukan dinilai dari harga, rupa, rasa, wadah, dan tempat makannya. Pada pembahasan ini, bagaimana mencontohkan paham orang yang berpaham neo-feodalisme. Orang tersebut seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Orang ini merasa dirinya memiliki derajad, kedudukan, posisi, yang tinggi atau kelas orang elit, orang muliah. Untuk melegitimasi dia sebagai orang mulia. Maka perlakuan orang pada dirinya harus spesial. Sebab dia seorang anggota DPR. Ke spesialan ini dia ukur dengan hal yang luar biasa. Karena dengan perlakuan istimewa dia baru merasa kalau dia orang yang dihargai. Penghargaan itu dari simbol-simbol materi, dan sandiwara.

Misalnya, kita harus berkata lemah-lembut. Selalu mengalah dan membenarkan kata-kata dia. Begitupun dalam penyajian makanan harus yang mewah dan mahal. Sebab dia orang yang terhormat dan kelas tinggi. Apabila dia tidak mendapatkan hal tersebut. Maka dia akan tersinggung dan merasa tidak dihormati.

Kalau kita memberikan jawaban yang tidak membenarkan pendapat dia. Maka darah akan mendidih marah. Karena dia merasa dianggap bodoh atau digurui. Ketika dia disuguhi makanan sederhana sudah pasti dia akan tersinggung. Sebab makanan sederhana menurut dia tidak selevel dengan dirinya seorang pejabat. Dalam pemikiran orang-orang feodalisme. Kelas pejabat negara haruslah disuguhkan makanan mewah dan mahal.

Sebagai bentuk ilustrasi. Perhatikan di film-film bagaimana seorang raja makan dengan hidangan berhamparan. Tidak suka sedikit, langsung membanting sesuatu atau mumukul orang. Bagi mereka ukuran tingginya seorang pejabat yaitu dengan simbol-simbol tersebut, kekasaran. Bukan dengan prestasi dan kinerja Dirinya.

Ukuruan kemewahan tersebut menjadi letak tingginya derajad dirinya. Dia tersinggung karena menganggap singkong atau ubi dan makanan sederhana lainnya adalah makanan kelas orang rendah. Orang rendah misalnya petani, rakyat biasa. Padahal dari pada anggota dewan tersebut lebih bergunahlah petani. Sebab petani membayar pajak dan hasil pertaniannya dijual dan memenuhi kebutuhan manusia lainnya.

Orang ini menilai kualitas sutu makanan dari rupa dan rasa. Tidak dinilai dari kandungan gizi dan manfaat untuk kesehatan tubuh. Kalau dibandingkan dengan coklat, kue manis-manis. Ubi lebih sehat dan lebih bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Pola pikir yang menilai makanan dari rasa dan rupa adalah pola pikir masyarakat primitif dan pola pikir anak-anak. Bukan pola pikir manusia moderen dan berpikir.

Bahasan sedikit ini menjelaskan bentuk paham neofeodalisme manusia Indonesia. Paham seperti ini, hanya akan hilang dengan ilmu pengetahuan. Kalau manusia tidak memiliki cukup ilmu pengetahuan maka sulit lepas dari paham neofeodalisme. Neofeodalisme sumber korupsi dan awal korupsi di Indonesia. Di negara kita manusia yang sedikit menyimpan uang saja sudah berpaham neofeodalisme. Apalagi sekelas anggota dewan atau berkedudukan lainnya.

Bagi orang-orang yang merasa dirinya tinggi oleh sebab simbol dan materi. Agar merenenungkan diri dengan mengambil hikmah dari Rasulullah SAW. Rasulullah adalah seorang nabi, sekaligus seorang pemimpin negara. Namun beliau tidak menjadi feodal pada zamannya. Pada suatu hari seorang sahabat mendatangi beliau yang sedang mengambil kayu bakar.

Rasulullah SAW, dapat memerintahkan siapa saja untuk mengerjakan keperluan hidup beliau. Tapi beliau tidak melakukan hal tersebut. Beliau tidak mentang-mentang dan tidak mengambil kesempatan. Tidak merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain. Dia tahu kalau manusia itu sama saja. Di Indonesia, baru kredit mobil dengan DP lima belas juta saja, gayanya sudah selangit.

Sebab dia sudah merasa sukses dari orang yang belum punya mobil. Karena dia menganut paham feodal. Bagi yang belum mengerti makna paham feodalisme. Feodalisme suatu paham yang merasa berhasil dengan simbol-simbol, seperti memiliki kedudukan dan materi, bukan diukur dari prestasi dan kebaikan.


Sebagai contoh lagi, ada seorang pemuda desa yang Kulia di kota. Kemudian dia bekerja disebuah perusahaan. Pemuda ini karena sudah bekerja di perusahaan tersebut merasa derajatnya sudah tinggi. Lalu dia merasa elegan, tidak mau kotor lagi. Agak rumit dengan makanan.

Dahulu makan di warteg, air putih gratis. Sekarang merasa tidak pantas lagi makan di warteg dikarenakan sudah bekerja di kantoran. Inilah orang yang disebut penganut paham neo-feodalisme. Dimana ukuran kesuksesan dan derajad diukur dari simbol-simbol materi dan yang tampak, alias sombong.
Paham feodalisme muncul bukan karena monarki tapi karena kebodohan intelektual, kesombongan, ingin dipuji, ingin dihormati, ingin dipandang tinggi derajadnya dan merasa lebih dari orang-orang, dan egoisme individu. Neo-feodalisme adalah bentuk feodal baru. Kalau dizaman monarki kaum bangsawan dan borjuisme yang menganut paham ini. Dizaman sekrang penganut paham ini adalah orang-orang yang sedikit berkedudukan di tengah masyarakat.
#Salam Revolusi Biru.
#Barisan Indonesia Baru (BIRU).

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 26 Januari 2020.

Sy. Apero Fublic

1/24/2020

Legenda Puyang Putri Salabure. Sumatera Selatan.

Apero Fublic.- Kisah bermulah dari kehidupan masyarakat Melayu yang mendiami wilayah di lembah sebelah hilir, dan di sekitaran kaki Bukit Pendape. Sistem pemukiman penduduk memanjang terletak di pinggir-pinggir tebing sungai-sungai. Sebab sungai sebagai jalur transportasi dan pemenuhan kebutuhan hidup.

Sebuah talang yang terletak tidak jauh dari aliran Sungai Keruh, Talang Manau. Talang yang cukup besar masa itu. Terdapat sekitar tiga ratusan kepala keluarga. Aktivitas mereka bertani ladang berpindah, berburu, dan menangkap ikan di sungai. Rumah-rumah mereka berbentuk panggung dan terbuat dari kayu.

Datu Talang Manau bernama Lakulah. Umurnya sekitar lima puluh tahun. Selain itu, ada juga orang yang dihormati di Talang Manau, keluarga yang mahsyur. Keluarga sederhana bukan dari keluarga kaya, bukan golongan bangsawan. Namun kebaikan budi keluarga tersebut sangat terkenal. Kalau ada masalah, belajar ilmu pengetahuan, belajar ilmu kuntau (silat). Penduduk selalu mendatangi keluarga ini, namanya Puyang Salikuliku. Puyang Salikuliku memiliki sepuluh orang anak. Sembilan laki-laki dan si bungsu perempuan bernama, Putri Salabure.

*****

Suatu sore Puyang Salikuliku dan tiga anak laki-lakinya sedang latihan ilmu silat (kuntau). Anak laki-laki ke enam bernama Lindu, anak ke tujuh Jujuka, anak ke delapan Pulana. Ketiganya berganti-ganti berlati dengan Puyang Salikuliku. Terdengar suara saling menyerang dengan garang. Mereka latihan dengan tangan kosong. Kadang juga dengan menggunakan senjata khas masyarakat Pedatuan Bukit Pendape, Pibang.

“Heeaaaaa. Heeaaaa. Trannng. Trannggg.” Begitulah suara gaduh kakak beradik berlatih ilmu bela diri.  Puyang Salikuliku mengamati dan kadang terjun ke kanca latihan. Tubuh mereka basah oleh keringat. Tampak pada baju Tenun Belango mereka basah. Berlatih dengan semangat dan penuh kesungguhan.

“Serangan koyong, jurus bulan bintang tambah mantap. Sulit aku nak mengimbangi yong.” Ujar Jujuka memuji kehebatan Lindu. Lindu hanya tersenyum simpul, dia bilang jangan memuji. Perkataan Jujuka didukung oleh Pulana. "Betul koyong, bukan nak memuji. Koyong bisa kembangkan dapat jadi jurus andalan Kakak.

Pulana menegak air di dalam teko gerabah. Terdengar suara tegukan. Setelah puas dia melemparkan teko ke arah Jujuka yang tampak mengisyaratkan kalau dia juga mau minum. Saat teko sedang melayang mengarah ke Jujuka. Melesat sebuah batu sebesar telur ayam menghantam teko. Lalu diiringi suara teriakan dahsyat.

“Tarrrrr.” Suara teko pecah.

Bayangan serba hitam dengan pibang di punggung, menyerang Pulana. Puyang Salikuliku dan tiga anaknya kaget bukan kepalang. Jujuka, Pulana, dan Lindu melompat mundur sejauh dua langkah ke belakang. Tendangan beruntun si penyerang luput.

Mereka tidak dapat mengenali penyerang, bertopeng cadar hitam. Berbaju serba hitam dan hanya matanya yang terlihat. Orang tidak dikenal ini terus menyerang tiada henti silih berganti. Kali ini si penyerang menghantam Lindu. Terjadilah pertarungan hebat. Lindu akhirnya mampu menyambar topeng yang berbentuk cadar yang dililitkan ke seluruh kepala itu.

“Salaaaaa....” Teriak mereka berempat. Lindu berhenti dan berdiri mantap. Putri Salabure sekarang ketahuan. Tapi dia masih saja menyerang Lindu. Lindu tidak menanggapi, pukulan Putri Salabure berkali-kali mengenai dada, tendangan menghantam pinggang. Tapi Lindu diam saja.

“Dah, berhenti kopek. Kau ini.” Ujar Lindu melangkah pergi sambil melemparkan topeng ke Putri Salabure. Putri Salabure berteriak kalau dia mau ikut latihan silat.

“Aku nak latihan, Koyong. Bakk.” Kata Putri dengan merengek manja pada ayah dan kakak-kakaknya.

“Balik, dah soreh. Siapa bantu Umak memasak!!!.” Ujar Pulana melangkah dan duduk.

“Untung punya satu saja adik perempuan macam kau, ini. Kalau ada lima saja, hancur Talang Manau ini." Serga Jujuka.

“Ya, koyong, Sala mau ikut latihan. Mesti ajaklah aku.” Ujar Putri Salabure merengek, sambil cemberut dan merajuk.

“Sudah besar masih manja, saja.” Kata Jujuka yang kemudian duduk di hadapan Puyang Salikuliku. Puyang Salikuliku melambaikan tangan agar Putri Salabure juga duduk di hadapannya disamping kakak-kakaknya. Putri Salabure duduk sambil cemberut di sisi Pulana. Mereka mendengarkan nasihat sang ayah. Beberapa saat kemudian Putri Salabure pulang dia diminta mengantar air minum.

"Pulang, siapa bantu Umak masak." Ujar Putri di jalan dengan nada kesal meniru suara kakaknya tadi. Sambil mulutnya dimenyong-menyongkan.

Di sepanjang jalan pulang dia masih merajuk. Baginya tidak mengapa wanita ikut laki-laki latihan. Tapi itulah adat, dan wanita harus ikut kodratnya sebagai wanita. Nasihat Puyang, wanita hebat bukan dinilai dari kehebatannya, tapi dari akhlak dan kasih sayangnya. Setiba di rumah Putri Salabure langsung masuk kamar dan mengurung diri. Sang ibu hanya menarik nafas dalam. Terpaksa si ibu yang mengantar air minum.

*****

Waktu berlalu sekarang memasuki musim kemarau. Kemarau belum begitu lama. Namun sungai, lebung, paya-paya dan tempat penampungan air sudah kekeringan. Penduduk terpaksa menggali tanah di dasar sungai kering untuk mendapatkan air bersih. Kemudian memasuki musim hujan. Hujan belum begitu lebat tapi sudah banjir saja. Begitupun tahun berikutnya, kemarau panjang dan air kering kembali. Sementara itu, Bukit Pendape telah gundul dan menjadi ladang masyarakat semuanya.

Memasuki musim penghujan tahun itu, untuk pertama kalinya banjir bandang melanda. Banyak yang menjadi korban. Beberapa talang terdekat hancur dilanda banjir bandang. Musim kemarau datang kembali, belum begitu lama, air telah menghilang. Lalu tahun berikutnya lebih kering karena kemarau cukup panjang. Ribuan orang meninggal dunia akibat wabah kolera, sebab sering mengkonsumsi air kotor.

Para tetua masyarakat, para datu-datu talang, dan para puyang lainnya bermusyawarah. Mencari tahu apa yang menyebabkan bencan-bencana menimpa kawasan Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape. Apa sumber masalahnya, bahkan mereka mulakukan sedekah bumi dengan menyembelih puluhan ekor sapi. Namun tahun berikutnya, banjir bandang kembali melanda. Merusak tanaman dan menghancurkan pemukiman penduduk. Kembali ribuan orang mati.

Kemarau kembali datang tahuntahun berikutnya dan kembali wabah penyakit kolera lagi, diare menyerang dan ribuan orang mati. Kelaparan juga menjadi bencana tidak kalah berat. Akibat kekurangan air, maka mereka kurang mendapat makanan. Begitulah bencana melanda dan melanda. Entah apa sebabnya, semua tidak dapat menjawabnya.

******

Nun jauh di hutan-hutan di atas bukit barisan. Ribuan orang pasukan suku kubu berbaris mencari makanan menuju Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape. Mereka ingin menjarah, menyerang dan menghancurkan Negeri Bukit Pendape. Mereka bersenjata tombak, panah, dan pedang, berjalan tanpa lelah. Mereka memiliki pasukan bergajah. Rupanya suku Kubu mampu menjinakkan gajah liar yang banyak terdapat di hutan Sumatera.

Tibalah pasukan Suku Kubu di perbatasan wilayah Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape. Pasukan penjaga menghadang dan dimulai perang. Pasukan penjaga mengirim kabar ke Puyang Datu Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape. Mengetahui kabar tersebut, Puyang Datu mengumpulkan para hulubalang, prajurit, para tetua, dan segenap rakyat. Mengumumkan kalau sekarang dalam keadaan darurat perang. Mereka bermusyawara mencari panglima perang sebagai pemimpin sentral pasukan yang akan memimpin pasukan pedatuan.

“Kita sedang mendapat musibah, kelaparan dan kekurangan air. Sekarang ada pasukan kubu yang liar hendak menyerang.” Kata Depati dengan sedihnya. Para tetua, dan masyarakat menyemangati Depati, meminta beliau tetap kuat, sebab semunya setia dan mendukung depati. Dalam musyawarah besar itu, berkatalah datu pada sekalian yang hadir.

“Barang siapa yang dapat mengangkat, menggunakan dan memainkan Pusaka Pibang Sakti milik pedatuan, maka dialah yang akan memimpin perang besar ini. Di persilahkan kalian satu per-satu mengangkat pibang dari dalam kotak, bergantian." Jelas Puyang Pedatuan.

Maka bergiliranlah kaum laki-laki mengangkat pibang sakti. Dimulai dari Puyang Pedatuan, Para Datu talang, para Puyang, para prajurit dan hulubalang, rakyat termasuk Puyang Salikuliku, dan anak-anaknya. Seluruh kaum laki-laki dari usia tua sampai usia lima tahun. Semua orang kaum laki-laki sudah namun tidak ada yang dapat mengangkat pibang sakti itu. Kini dipersilahkan kaum wanita untuk mengangkat.

Kaum wanita juga dimulai dari istri Puyang Depati Pedatuan, Istri Puyang-puyang lainnya. Termasuk istri Puyang Salikuliku dan semua istri orang berpengaruh dan lainnya.

Dari nenek-nenek, ibu-ibu, dan para gadis tapi tidak ada yang dapat mengangkat Pibang Pusaka. Semua menjadi cemas, karena tidak mendapatkan orang yang dapat mengangkat Pibang pusaka. Menurut mereka akan kalah perang melawan pasukan Kubu yang sudah berada di perbatasan Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape.

“Kita akan berperang tanpa Pibang Pusaka, tetap akan menang Puyang. Kita bersatu dan melawan pasukan orang Kubu itu.” Kata Jujuka berapi-api. Jujuka berdiri di samping Puyang Pedatuan, menyatakan kalau dia siap berperang sampai titik darah penghabisan. Perkataan Jujuka disambut gemuru oleh semua lapisan masyarakat dan prajurit Pedatuan. Para hulubalang juga berkata demikian. Maka mereka semua bertekad bulat untuk berperang dan memenangkan peperangan.

“Mereka menyerang kita, karena hendak merampas negeri kita. Hendak merampas anak perempuan dan istri kita. Maka kita akan melindungi keluarga kita dan kita akan menghancurkan mereka.” Ujar Datu Talang Gajah Mati ikut berorasi membakar semangat pasukan dan semangat masyarakat.

Semua berteriak perang, mencabut pibang masing-masing dan mengacungkan ke atas. Teriakan bergemuru dan mereka mulai mengatur barisan dan siap bergerak ke perbatasan menyonsong penyerang, Suku Kubu. Pasukan diatur, ada pasukan yang berjaga disekeliling perbatasan, agar tidak ada serangan dari belakang. Orang tua, wanita dan anak-anak diungsikan. Menjelang sore hari, dua pasukan berhadapan di perbatasan Pedatuan Negeri Bukit Pendape. Tanah lapang dan berbukit menjadi medan perang.

“Puyang Pedatuan, harap segerah mengirim bantuan. Pasukan perbatasan kita kewalahan. Mungkin tidak dapat bertahan lama, kalah jumlah. Hulubalang Muntaka juga terluka di paha kiri terkenah panah lawan.” Lapor seorang prajurit. Puyang segerah memberi isyarat pada semuanya untuk segerah mengambil tempat yang sudah direncanakan. Pasukan panah, pasukan tombak, pasukan penyergap, dan pasukan pemancing. Perang dahsyat terjadi antara rakyat Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape dengan pasuka Kubu dari Bukit Barisan.

*****

Sementara itu, Putri Salabure bangun dari tidurnya. Mengucak-ucak matanya yang merah. Lalu merapikan rambut dengan ikat songket. Rambut yang panjang hitam dia sisir rapi. Berderik pintu kamar saat dia membuka dan kedapur untuk meminum. Beberapa kali dia manggil keluarganya, ayah, ibu, kakak-kakak satu demi satu dia panggil. Tapi keadaan sepi dan hening, begitupun disekitar rumahnya. Berdiri di jendela dapur Putri Salabure menatap ke tengah pemukiman Talang Manau yang tampak sepi.

Kemudian muncul sepuluh orang laki-laki berlari-lari tergesah-gesah membawa perlengkapan perang, tombak, panah, dan pibang. Dari jauh dia melihat lelaki tua seumuran ayahnya melompat turun dari serambi rumah panggung tanpa melewati tangga yang diiringi dua orang anak laki-lakinya, Uwa Nantata. Mereka juga berlari dengan alat perang.

Talang Manau kemudian gaduh muncul kaum ibu-ibu, semuanya dari arah Kota Pedatuan. Mereka kemudian sibuk masuk kerumah dan membawa buntalan pakaian. Ada yang menggendong padi, membawa peralatan masak.

Ibu Putri Salabure datang, naik tangga rumah tergesah-gesah. Juga membuat gerakan yang sama, sibuk berbenah seperti orang mau pindah. Butalan pakaian, senjata perang, garam dan batu api. Beras dan bumbu dapur, periuk dan lainnya.

“Ada apa Umak, sibuk semua orang Talang?. Tanya Putri malas.

“Dah siap-siaplah, kita nak pegi mengungsi. Negeri kita diserang Kubu dari Bukit Barisan.” Ibu Putri Salabure menceritakan semua yang terjadi. Mulai dari kedatangan pasukan Suku Kubu, pencarian pemimpin yang dapat menggunakan Pusaka Pibang Sakti di istana Pedatuan. Barulah Putri Salabure mengerti.

Dia juga ikut berbenah dan siap mengungsi. Ayah dan kakak-kakak sudah pergi berperang. Timbul rasa khawatir dan takut kalau orang-orang yang dia cintai terjadi sesuatu. Membuat Putri Salabure menangis sambil mengingat ayah dan kakak-akaknya. Ibunya hanya mengurut dada dan meminta agar putri bersabar dan cepat pergi. “Ibu mengerti, tapi kita harus segerah pergi. Ini perintah ayahmu.” Katanya.

*****

Perang terjadi dan kedua belah pihak sama ganas. Sudah banyak korban di pihak suku Kubu. Namun mereka tidak mau menyerah. Mereka terus membabi buta, dan sekarang mulai menggerakkan pasukan gajah mereka. Orang kubu terkenal dengan teknik penaklukan gajah. Sehingga mereka memiliki pasukan gajah. Pasukan pedatuan terpaksa bertahan dengan cara menyerang, mundur, bertahan, menyerang, mundur, bertahan.

Sehingga terus terdesak oleh kekuatan Suku Kubu. Malam menjelang dan perang berhenti. Keesokan pagi kembali peperangan berkobar. Seperti kemarin untuk menghadapi pasukan gajah terpaksa menerapkan setrategi gerilya. Menjelang sore pasukan Pedatuan Bukit Pendape terdesak hebat. Maju mereka binasa oleh pasukan gajah, mundur bukit terjal dan sungai-sungai. Sehingga gerak pasukan Bukit Pendape sempit. Teknik bertahan, menyerang, dan mundur tidak efektif lagi. Maka perang prontal terpaksa diterapkan. Tentu saja pasukan Pedatuan perlahan kalah dan berjatuhan korban di pihak Pedatuan Bukit Pendape.

“Koyong, awassss. Arah belakang!!!. Teriak Pulana. Jujuka mengelak, lemparan tombak lewat. Tapi kembali ada bayangan melompat membabat dengan pedang, ditangkis. Jujuka kembali diserang dua orang dengan tombak. Melihat Jujuka dikeroyok, Pulana berlari membatu. Sehingga mereka dapat mengalahkan lima penyerang itu. Habis itu, kembali berdatangan pasukan suku kubu yang lainnya. Menyeruak dari semak-semak, mengelilingi. Membuat kakak beradik itu sangat kerepotan. Orang Kubu sangat ganas dan tidak ada belas kasihan.

Lindu datang membatu, dan keadaan agak berimabang. Namun kembali bertambah pasukan suku kubu itu. Kini ketiganya dikepung lima puluhan orang. Mereka melihat sekeliling sudah tidak ada lagi pasukan Pedatuan bersama mereka. Semuanya sudah terkapar tewas. Sedangkan pasukan bantuan tidak ada.

Serangan mendadak, serentak, dengan kepungan tentu membuat mereka tidak dapat menghindar, menangkis sekaligus. Beberapa sayatan dan tebasan mengenai tubuh mereka masing-masing. Mereka bertiga bergandengan belakang dan tubuh mulai basah oleh keringat dan darah. Mereka sudah tidak berharap hidup lagi.

“Heeeaaaaa. Crass, trang, trang, trang. Teriakan dahsyat dan bayangan hitam melompat menyerang. Pedang-pedang pasukan kubu yang berbenturan dengan senjata si bayangan hitam putus. Lalu si bayangan hitam menyabet balik lima orang pasukan kubu roboh. Kembali bergemuru pertarungan hidup mati. Tapi lain dengan si bertopeng hitam dan senjatanya yang hebat. Beberapa gerakan saja puluhan orang tewas tertebas. Sisanya berlari dan menghilang dikelebatan hutan.

“Koyonngg.” Suara si topeng hitam terdengar lembut dan bercampur tangis. Tahulah mereka kalau itu adik bungsu mereka yang manja, Putri Salabure. Melihat senjata pibang emas, semua mengenali kalau itu pibang sakti. Melihat itu, Depati mengangkat Putri Salabure menjadi panglima.

Pertarungan terus berlangsung keesokan harinya. Kini Putri Salabure dinobatkan menjadi panglima pasukan Pedatuan Bukit Pendape. Ternyata sebelum pergi mengungsi, Putri Salabure mencoba mengagkat Pibang Pusaka di istana Pedatuan. Ternyata dia bisa dan segerahlah dia menyusul ke medan perang.

Putri Salabure dianugerahi gelar, Puyang. Semua pasukan mematuhi komando Puyang Putri Salabure. Kali ini mereka menyerang balik pasukan suku Kubu diwaktu pajar. Mendapat serangan mendadak dan keadaan tidak begitu siap. Membuat pasukan kubu kalang kabut. Gempuran terus tak berhenti. Matahari yang cerah disambut jeritan dan teriakan dahsyat peperangan.

Pasukan gajah tidak berdaya saat berhadapan dengan pusaka Pibang Sakti. Satu sabetan membuat kaki gajah putus atau perutnya robek. Putri Salabure seperti elang sekarang. Kesaktiannya bertambah dengan memainkan Pibang Sakti. Menjelang sore, pasukan suku kubu hancur. Pimpinannya tewas ditangan Puyang Putri Salabure. Maka berakhirlah peperangan.

Kemenangan dipihak Pedatuan Negeri Bukit Pendape. Sejak saat itu, Puyang Putri Salabure diakui sebagai panglima pedatuan. Dia dihormati dan mendapat tunjangan hidup sebagai seorang pembesar lainnya. Kehidupan kembali normal di Pedatuan. Namun bencana belum berakhir.

Kembali kemarau datang dan korban berjatuhan kembali. Nahas tahun ini Puyang Salikuliku juga terkenah wabah dan dia meninggal dunia. Kesedihan mendalam di hati Puyang Putri Salabure dan keluarganya. Dari itu, dia bertekad mengakhiri bencana yang setiap tahun terus melanda mereka.

Kemarau dengan kekeringan parah, dan penghujan dengan banjir dan banjir bandang dari atas Bukit Pendape. Dia kemudian mengadakan penyelidikan dan mengamati alam, bertanya pada orang-orang tua tentang masa lalu dan masak sekarang. Setelah melakukan penyelidikan maka ada kesimpulan yang Puyang Putri Salabure pahami.

1. Dahulu Bukit Pendape hijau dan banyak pepohonan. Maka Bukit Pendape harus ditanami kembali. Hutan harus di jaga sebab hutan penyimpanan air dan pengurai air hujan agar tidak mengalir langsung saat hujan turun deras. Agar tidak terjadi banjir bandang.

2. Saat musim penghujan mereka pindah ke atas Bukit Pendape untuk menghindari banjir sungai dan banjir bandang dari atas bukit. Saat musim kemarau mereka pindah ke hilir didekat sungai karena masih dapat menggali sumur di dalam badan sungai yang kering.

Dari kesimpulan itulah mereka akhirnya terhindar dari bencana untuk pertama kalinya. Bukit pendape kini mulai ditanam pepohonan dan tidak boleh ditebang apalagi dijadikan ladang. Harus dijaga kelestarian hutan di atas bukit, di lereng bukit, dan disekitar bukit.

*****

Waktu berlalu, sekarang Puyang Putri Salabure dan ketiga kakak telah menikah. Mereka sekarang sudah memiliki anak-anak. Benar saja, dalam waktu sepuluh tahun mereka mulai mendapat hasil dari kegiatan mereka. Hutan yang mereka tanam sudah mulai lebat kembali, dan kembali menyimpan air. Saat kemarau daerah hilir tidak langsung kering sebab mata air masih mengalir hasil penyimpanan akar pohon di perbukitan.

Musim penghujan tidak lagi terjadi banjir bandang. Karena air hujan telah terurai oleh pepohonan. Sepuluh tahun kemudian, hutan di Bukit Pendape benar-benar lebat dan kembali seperti dulu lagi. Sehingga kekeringan di Pedatuan Bukit Pendape hanya terjadi apabila sudah kemarau yang sangat panjang. Kalau kemarau biasa, tebat, lebung, Sungai Keruh, Sungai Sake, dan sungai lainnya tidak kering parah. Tidak ada lagi wabah diare dan kolera dimusin kemarau. Bahagialah penduduk Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape.

*****

Puyang Putri Salabure sekarang sudah tua, rambutnya sudah memutih. Suatu hari Puyang Putri Salabure mengajak penduduk ke puncak Bukit Pendape. Mereka berjalan mendaki dan melihat-lihat hutan yang lebat hasil tanaman mereka puluhan tahun lalu. Pohon meranti, pohon unglen atau ulin, merbau, mangris sudah tampak besar. Sampai sekarang pepohonan tersebut masih dapat dijumpai di atas Bukit Pendape.

Puyang Putri berdiri dihadapan masyarakat yang ikut mendaki ke atas bukit. Dia berkata agar menjaga Bukit Pendape, jangan dirusak hutannya. Karena akan mendatangkan malapetaka dan bencana bagi seluruh penghuni Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape. Pibang sakti dia cabut lalu ditancapkan di tanah. Lalu dia bersumpah dengan suara lantang menggema.

"Aku menyumpahi segenap anak manusia di bumi. Terkhusus untuk anak cucuku yang mendiami Dataran Negeri Bukit Pendape ini. Barang siapa menebangi hutan dan menyebabkan hutan rusak. Atau orang menebang pohon karena keserakahan, untuk jual beli dengan tujuan keuntungan pribadi. Barang siapa berbuat dosa, seperti berzina, berbuat mesum, berjudi, mabuk-mabukan di hutan ini. Barang siapa yang membakar hutan, Maka aku sumpahi semua keturunannya memiliki takdir yang buruk.Barang siapa yang menjaga hutan, menjaga Bukit Pendape dan berbuat baik disini. Maka kebahagiaan dan kesejahteraan untuk dirinya dan untuk kalian semua.” Begitulah kutukan Puyang Putri Salabure.

Dari bekas tusukan mata Pibang Sakti muncrat mata air. Mata air terus mengalir dan mengalir. Kelak mata air menjadi sungai kecil yang mengalir terus di atas bukit. Sampai sekarang sungai kecil itu masih ada. Dapat dijumpai di kawasan Bukit Pendape saat kita berkunjung ke sana.

Seperti manusia biasa, Puyang Putri Salabure meninggal dunia layaknya manusia biasa. Dari atas kuburannya tumbuh sebatang pohon. Pada awalnya masyarakat ingin mencabutnya. Namun diurungkan takut terjadi apa-apa. Setelah pohon itu besar berbua bulat-bulat warna hijau. Saat masak berwarna merah dan bijinya asam manis. Penduduk menamakan buah tersebut dengan nama, buah Salabure. Pohon Salabure tumbuh tersebar di hutan-hutan.

Foto kondisi sungai di kawasan hutan Bukit Pendape. Sumber foto dari facebook Puncak Tertinggi Muba (Explorer Pendape).

Oleh. Joni Apero.
Palembang, 19 Januari 2019.

Arti kata:
Pibang: Senjata tradisional masyarakat Dataran Negeri Bukit Pendape. Pedatuan: sama dengan kabupaten pada masa sekarang. Pedatuan Dataran Negeri Bukit Pendape nama tradisional yang sekarang meliputi wilayah seberang Kabupaten Musi Banyuasin.

Dari tebing Sungai Musi sampai ke perbatasan Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten PALI. Meliputi Kecataman Sungai Keruh, Kecamatan Jirak Jaya, Kecamatan Palakat Tinggi, sebagian kecamatan Sekayu, Sebagian kecaman lainnya yang sejajar lainnya.

Puyang: Pemimpin yang diangkat rakyat. Talang: Kampung/Desa. Datu: kepala desa/kepala dusun/pinpinan talang bahasa itu sebelum masuknya pengaruh hindhu dan budah. Umak: Ibu. Bak: Ayah.

Sy. Apero Fublic

1/20/2020

Herbathus. Herbal Alami Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Asam Urat


Apero Fublic.- Herbathus diformulasikan dari beberapa bahan alami pilihan yang masing-masing mempunyai khasiat nyata dan bekerja sinergis saling mendukung, sehingga menghasilkan produk herbal dengan khasiat yang optimal untuk membantu penderita asam urat, pegalinu dan nyeri sendi. Sangat bermanfaat membantu meredahkan pegal linu nyeri sendi. Herbathus mengandung cur. zedoaria rhizom, centelle herb, phylianthus niruri herb.


Cur. Zedoaria Rhizom, komponen utama yang berkhasiat dan cur. zedoaria rhizom adalah kurkuminoid, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri. Cur. zedoaria rhizom berkhasiat menetralkan racun, menghilangkan rasa nyeri sendi, menurunkan kadar kolesterol darah, anti bakteri dan sebagai anti oksidan alami penangkal senyawa-senyawa radikal bebas yang berbahaya.


Centelle Herb, memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, medecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan zat besi.

Memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing, penurun panas, menghentikan pendarahan, meningkatkan syaraf memori, antibakteri, tonik, antispasma, anti inflamasi, hipotensif, insektisida, anti alergi dan stimulan.

Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid). Manfaat lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises dan salah urat, meningkatkan daya ingat.


Phylianthus Niruri Herb, kandungan utamanya adalah flavonoid dan glukosida flavonoid yang berfungsi menghambat kerja enzim xanthine dan superoksidase. Kedua efek inidigunakan dalam pengobatan asam urat dan batu ginjal. Ion-ion Na dan K akan berikatan dengan asam urat membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air.

Sehingga asam urat yang telah mengkristal di dalam darah dan ginjal akan terlarut secara perlahan-lahan dan akan dikeluarkan. Selain itu juga berkhasiat diuretik, mendorong keluarnya air seni, sehingga kelebihan asam urat bisa segera dilepas keluar. Saran konsumsi, minum tiga kali sehari dua kapsul sekali minum.

Isi. 50 kapsul.
Badan POM TR 093399531.
Kontak. WA/HP. 089607544565.

Oleh. Asdi Merka. S.Hum.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 20 Januari 2020.
Sumber. Katalog Produk PT. Natural Nusantara.

Sy. Apero Fublic

RS. Sinov. Pengobat dan pencegahan Sakit Persendian. Osteoporosis dan Pengapuran

Apero Fublic.- RS. Sinov Herbal adalah obat herbal yang bermanfaat untuk membantu mengatasi oli sendi dan osteoporosis. Kandungan daun randu mengandung cairan minyak yang dapat digunakan sebagai pengganti cairan sendi (sinovial oil).

Untuk kandungan daun mandingan memiliki kandungan kalsium tinggi sehingga sangat bermanfaat bagi tempurung sendi yang banyak membutuhkan kalsium. Sedangkan daun waru dapat membantu meredahkan rasa nyeri pada sendi. Perpaduan ekstrak daun randu, daun mandingan, daun waru dan 18 herbal lainnya bermanfaat dalam membantu permasalahan sendi.


Hibiscus Tiliaceu Folium, memiliki kandungan kimia saponin dan flavonoid. Disamping itu, Hibiscus Tiliaceu Folium juga paling sedikit mengandung lima senyawa fenol, sedangkan akar Hibiscus Tiliaceu Folium mengandung tenin. Memiliki manfaat dapat membantu meredakan rasa nyeri pada sendi. Sedangkan Chlorophyll pada Hibiscus Tiliaceu Folium membantu mengatasi radang sendi, rawan sendi, minyak sendi dan osteoporosis.

Leucaena Leucocephala Folium, berbiji terasa pahit dan netral. Tumbuhan ini merupakan peluruh air seni (diuretik) dan cacing usus. Selain mengandung mimosin, leukanin, leukanol, dan protein, daun tumbuhan tumbuhan ini juga mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, dan sejumlah vitamin A, B1 dan C. Bijinya dikeringkan lalu dijadikan bubuk yang dapat dijadikan obat kencing manis. Sedangkan kandungan kalsium yang tinggi pada daunnya bermanfaat bagi tempurung sendi yang banyak membutuhkan kalsium.


Celba Pentandra Folium, terdiri dari folifeno, saponin, damar yang pahit, hidrat arang, flavonoid dan minyak dalam bijinya. Celba Pentandra Folium mengandung cairan minyak (sinovial oil). Dapat dimanfaatkan dibidang pengobatan antara lain: sari daun yang masih muda dipergunakan untuk membantu pertumbuhan rambut.

Infus daun digunakan untuk batuk, radang selaput lendir pada hidung, suara serak, usus dan uretritis. Daun muda diberikan untuk mengobati gonore dan lain-lain. Saran konsumsi, yaitu dua kapsul sekali minum dan diminum tiga kali sehari.

Isi. 60 Kapsul
Badan POM TR 133368911.
Kontak. HP/WA. 089607544565.

Oleh. Asdi Merka. S.Hum
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 20 Januari 2020.

Sy. Apero Fublic

Herbastamina. Herbal Khusus Pria Berumah Tangga.

Apero Fublic.- Keluarga adalah nomor satu di kehidupan kita. Apalah arti kemewahan, kekayaan, kehebatan apabila tampa keluarga. Keberhasilan seorang lelaki atau seorang perempuan tidak ada nilainya dibanding dengan keberhasilan dalam berkeluarga. Dalam Islam, seorang suami memiliki dua kewajiban besar di dalam berumah tangga.

Pertama memberikan nafkah lahiriyah, berupa makan, pakai, perlindungan, dan hukum. Kedua adalah kewajiban memberi nafkah batin sang istri. Dalam Islam seorang suami yang membahagiakan istrinya, memperlakukan istrinya dengan kasi sayang dan mampu memberikan kedua nafkah dengan adalah suami yang baik.


Dalam berumah tangga banyak cobaan, pekerjaan, dan beban hidup. Sehingga sang suami sering dalam setres dan capek. Maka agar hubungan rumah tangga antara suami dan istri tetap rapat adalah dengan berbagi, suka dan duka.

Tentunya dengan rasa sayang dan cinta kasih. Maka, saya merekomendasikan pada anda pria dewasa untuk mejaga staminanya tetap fit dan kuat adalah dengan mengkonsumsi obat herbal Herba Stamina. Obat ini telah terbukti dan mampu mengembalikan pitalitas nafkah batin untuk istri anda, sehingga seperti pengantin baru kembali.


Herbastamina adalah produk yang diramu dari bahan-bahan alami yang sangat bermanfaat membantu anda yang membutuhkan stamina dan vitalitas tinggi. Manfaat secara tradisional digunakan untuk membantu memelihara stamina pria dewasa, dan membantu menjaga kesehatan tubuh. Untuk komposisi adalah ginseng, purwoceng dan pasak bumi.


Ginseng untuk menguatkan paru-paru dan afrodisiak, kemudian meningkatkan vitalitas dan daya seksual pria. Purwoceng meningkatkan libido, meningkatkan hormon testosteron, meningkatkan jumlah spermatozoid dan menambah stamina tubuh.

Pasak bumi, menunjang gairah seksual pria, membantu menyembuhkan disfungsi ereksi dan meningkatkan jumlah sperma, sirkulasi darah yang lancar dan membakar lemak, meningkatkan kadar testosteron dan mempertahankannya. Mengencangkan kulit otot dan diuretik dan antipiretik. Saran konsumsi, dua kapsul setiap kali minum tiga kali sehari. Catatan, produk herbal ini hanya merekomendasikan untuk pria yang punya istri sah.

Isi. 60 kapsul.
Badan POM TR 113324141.
Kontak: WA/Hp. 089607544565.

Oleh. Totong Mahipal.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 20 Januari 2020.
Sumber. Katalog Produk PT. Natural Nusantara.

Sy. Apero Fublic

Ene-Eselim. Solusi Diet Tanpa Ribet

Apero Fublic.- Ene-Eselim, adalah herbal yang membantu proses dalam penurunan berat badan. Sangat berguna untuk mengurangi lemak. Kandungan Ene-Eselim diantaranya adalah guazuma ulmifolia folium yang mengandung zat lendir dan serat yang mampu menghambat penyerapan lemak, gula dan kolesterol dalam tubuh sehingga dapat mengecilkan lingkaran perut dan melancarkan buang air besar. Selain itu juga mengandung tanin yang dapat mengendalikan lemak yang masuk kedalam usus.

Murraya Paniculata Folium, mengandung cadinena, mentil-antranilat, bisabolena, B-kariopilena, geraniol, carane-3, dan lain-lain. Berkhasiat sebagai pelangsing tubu, penurun kolesterol, sebagai pemati rasa, penenang, anti radang, anti rematik, antitiroid, penghilang bengkak, pelancar peredaran darah, dan penghalus kulit.

Morus Alba Folium, mengandung zat yang sangat dibutuhkan tubuh manusia sehingga sangat baik untuk kesehatan ginjal, menyeimbangkan berat badan, insomnia, mengatasi darah kotor, kencing manis, keputihan, asam urat, kolesterol, pengeromposan tulang, dan lain-lain. Zingiber Purpurei Rhizoma, memiliki kandungan flavonoid, saponin, tanin, pati, steroid, sineol, pinen, alkoloid dan minyak atsiri sehingga bermanfaat untuk mendeleglarasi lemak di tubuh serta melancarkan sistem pencernaan.

Curcuma Xanthorrhiza Rhizoma, memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai penyakit seperti: radang lambung, radang empedu, hepatitis, liver, penyakit ginjal, dan lain-lain. Selain itu juga memiliki kemampuan untuk mengecilkan perut buncit atau menurunkan berat badan.

Punica Granatum Pericarpium, kandungan yang ada didalamnya mampu menekan nafsu makan, menurunkan tumpukan lemak di area pinggul dan perut, sehingga efektif membantu menurunkan berat badan.

Selain itu, kaya antioksidan dan diketahui ampuh menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, serta melawan beberapa jenis tipe kanker. Curcuma Heyneana Rhizoma, efektif mengaktifkan fungsi hati, memaksimalkan proses metabolisme, meningkatkan daya serap glukosa darah, melancarkan pembuangan, dan mencegah pembentukan lemak hati menjadi penyebab curcuma hyneana rhizoma juga dimanfaatkan untuk membantu melangsingkan tubuh.

Saran konsumsi, untuk dewasa minum tiga kali sehari, satu saset untuk sekali minum. Pagi sebelum makan, siang atau sore hari, kemudian menjelang tidur malam. Cara minum larutkan satu sachet Ene-Eselim ke dalam 180 ml air, kemudian aduk hingga rata dan siap diminum.

Isi. 21 sachet.
Badan POM TR 163297461.
Bagi anda yang berminat. Kontak WA/Hp. 089607544565.

Oleh. Rama Saputra.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 20 Januari 2020.
Sumber. Katalog produk PT. Natural Nusantara (NASA).

Sy. Apero Fublic

1/19/2020

Buku Dokumentasi Sastra Lisan Sangir Talaud. Sulawesi Utara

Apero Fublic.- Buku Sastra Lisan Sangir Talaud adalah buku yang membahas tentang sastra lisan dari daerah Sangir Talaud. Sangir Talaud nama sebuah wilayah kepulauan di Provinsi Sulawesi Barat. Terletak di laut yang bebatasan dengan laut Filifina.

Buku Sastra Lisan Sangir Talaud di terbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta Tahun 1985. Masa itu beralamat Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur. Buku disusun oleh Paul Nebart, Gretha Liwoso, John Semen, Alex Ulaen, dan Nico Randonuwu.


Buku Sastra Lisan Sangir Talaud diawali dengan kata pengatar, daftar isi dan bab I, yaitu pendahuluan. Latar belakang masalah, perumusan dan pembatasan masalah, tujuan penelitian, kerangka teori, metode dan teknik penelitian, populasi sampel, sistem ejaan daerah dan penerjemahan kedalam Bahasa Indonesia. Bab II menjelaskan gambaran singkat tentang Sangir Talaud dan Kebudayaannya. Seperti letak geografis sampai ke bahasa setempat.


Isi pembahasan selanjutnya adalah mengenai sastra lisan berupa seni tutur jenis syair. Misalnya Sastra Lisan Sasalamate yang dilantunkan saat acara pernikahan. Sasambo jenis sastra lisan untuk nasihat. Bawowo untuk sastra lisan menidurkan anak-anak.Kalumpang jenis sastra lisan untuk bergotong royong mengupas kelapa. Papinintu jenis sastra lisan yang sama dengan teka-teki. Papantung jenis sastra lisan jenis pantun.

Tatinggung jenis sastra lisan untuk bergembira. Sastra lisan Mesamper yang juga dikenal dengan nama metunjuke yaitu jenis sastra lisan untuk kegiatan yang memerlukan energi emosi besar, misalnya saat peperangan atau acara pernikahan. Teman bermacam-macam dapat tentang agama, perjuangan, cinta dan sebagainya. Mesamper berarti bernyanyi.


Dalam buku ini juga ada jenis sastra tulis dan kesenian-kesenian lain. Pada Bab tiga ada penjelasan tentang kebiasaan masyarakat dalam fungsi sosial dan kedudukan cerita dalam masyarakat. Pada bagian keempat banyak mencatat cerita-cerita rakyat atau sejenis legenda dan dongeng-dongeng.

Cerita tersebut ditulis dalam dua bahasa, bahasa daerah Sangir Talaud dan terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia. Di antara cerita tersebut, seperti cerita Bekeng Sangiang I Sesebo Si Tomatiti yang berarti Cerita Putri Bernama Tomatiti. Cerita Gumansalagi, Cerita Elang laut dan Siput, Ceita Kera dan Bangau, Cerita Ikan Tongkol Dengan Ayam Burik. Serta banyak lagi lainnya.


Buku terdiri dari 170 halaman, dengan memuat daftar pustaka dan catatan narasumber atau informan dalam penelitian. Sampul buku berwarna kuning kunyit dan bagian sampul belakang sampul tertulis Skala Indah. Dalam penyajian untuk kejelasan identitas buku kurang lengkap. Kalau saya perhatikan hampir semua buku proyek terbitan pemerintah tidak sempurna dalam menulis identitas buku.

Sehingga menyulitkan para akademisi mengutip dan membuat catatan kaki. Demikianlah informasi sastra klasik Indonesia. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Terkhusus masyarakat Sulawesi dalam mengenal budaya mereka. #Mari kita bangun identitas kesusastraan Indonesia.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 20 Januari 2019.

Sy. Apero Fublic